
Jeny pergi bersama fudo, boy dan lisa ke sebuah toko coklat dan juga belanja terakhir ke tempat wisata. Fudo menyendok makanan di mangkok lalu menyuapi jeny yang hanya diam saja "jeny gimana hari ini?"tanya lisa jeny diam dan mengunyah makanan nya dengan pelan "makan yang banyak besok kita akan jalan jalan lagi"kata fudo jeny menganguk.
Agnes memasak makanan kesukaan jeny, reno membantu yang lain mendekorasi rumah jeny "kue nya akan datang sebentar lagi"kata bob "iya"kata dea sambil meletakan makanan di meja "kado kadonya sudah kami susun"kata shin "terimakasih"kata joe.
__ADS_1
Kondisi jalanan mulai mengalami kemacetan "kau masih ingin sesuatu?"tanya fudo "tidak"kata jeny sambil menoleh ke arah jendela "pakai ini"fudo menutupi tubuh jeny dengan jaket nya .
Tak lama kemudian mobil berhenti di depan rumah jeny " halo nona selamat datang"kata bright "malam juga"kata lisa "ayo masuk"kata boy.
__ADS_1
"KEJUTAN!!"jeny melihat sekitarnya lampu menghiasi ruangan itu, banyak warna yang membuat suasana terlihat semakin ceria "sekarang!"kata agnes "happy birthday to you"yang lain mulai menyanyi di iringi suara biola fudo menarik kursi agar jeny bisa duduk "tiup lilin nya tiup lilin nya"fudo menunjukan senyuman lebar nya terlihat jeny sedang memperhatikan api lilin itu "aahkkkkk"dalam bayangannya ada orang dengan lengan di tatonya sedang membakar seorang pria dalam kondisi hidup hidup "tiup adikku"kata fudo melihat jeny hanya diam fudo pun segera menyingkirkan lilin nya "ini kak"lisa memberikan sepotong kue coklat ke fudo "hm"fudo mengangguk lalu mengambil sendok kecil untuk menyuapi jeny "aku mau kau menari dalam acara pernikahan ku"jeny teringat dea kembali "ayo jen, buka mulutmu itu kue coklat jika kau tidak memakannya bob akan menghabiskan semuanya"kata boy "haha betul tuh"kata joe "buka mulutmu..kue nya datang"kata fudo "tap!"jeny memegang tangan fudo dengan perlahan menyingkirkan tangan fudo "baik, kau ingin mencoba yang mana?"tanya fudo sambil memegang pisau untuk memotong kue jeny menatap kue besar di depannya kue tingkat yang di pesan dea "onnie..aku selalu melihat orang kalau ulang tahun mereka memiliki kue tingkat yang indah"kata jeny "kau mau?"kata dea "mau tapi ulang tahun ku sudah lewat"jeny kembali teringat dengan dea "hah!"semua nya terkejut melihat jeny mengambil kue di depannya dengan tangannya sendiri dan memasukannya ke dalam mulutnya dengan air mata yang mulai mengalir tanpa suara "ya tuhan"agnes menurunkan kamera nya air mata nya membanjiri wajah nya "tidak tidak adikku"kata fudo ketika melihat jeny memasukan banyak kue secara brutal ke mulutnya "tidak jeny"kata boy "jangan...jangan begitu"fudo menahan tahan jeny "jeny...apa yang kau lakukan?"kata lisa air mata semakin deras mengalir dari mata jeny "onnie"guman jeny "tidak jeny!!"fudo langsung menarik jeny ke pelukannya "muntahkan kue nya "bisik fudo jeny menggelengkan kepalanya "tidak papa kau tidak boleh begini! Kau adikku yang paling kuat"kata fudo dengan lembut dia mencoba mengeluarkan kue dari mulut jeny.
Suasana jadi hening semuanya sibuk dengan fikiran masing masing "tap..tap"fudo turun dari tangga "gimana kak?"tanya agnes dan lisa bersamaan "dia sudah tidur"kata fudo sambil melihat ponsel nya berbunyi "kalian istirahat saja di sini, pilih kamar kalian aku mau keluar bentar mau angkat telpon"fudo pergi keluar "kak cika kau pulang?"kata boy saat melihat cika sedang berkemas "iya besok aku ada janji"kata cika "biar aku antar aku siapkan mobil dulu"kata boy sambil berjalan ke arah pintu "jadi gimana kondisi riki sekarang?"boy melihat fudo sedang bicara "aku membawa ponselnya, jika dia tanya bilang aku dapat tugas tak jauh dari rumah nya"kata fudo "dia bicara dengan siapa ? Jangan jangan kak riki"fikir boy "ahh..bilang saja padanya adiknya jeny baik baik saja"kata fudo "kau berbohong"guman boy fudo langsung berbalik "nanti aku telpon lagi"fudo segera memasukan ponselnya ke dalam saku "kenapa kau berbohong? KAU LIHAT GIMANA MENTAL JENY HANCUR KEMBALI!! Dan kau masih bilang kalau jeny baik baik saja!! Apa maksudmu? KAK RIKI HARUS TA--"boy terdiam di saat fudo memukul wajahnya dengan keras "APA YANG TAU!! HAH!! KAU HANYA GAMPANG BICARA TANPA TAU APA YANG AKAN TERJADI KEDEPANNYA!!"kata fudo sambi menarik kerah boy "TAPI KAK RIKI JUGA HARUS TAU ADIKNYA KEMBALI HANCUR!!" DA--"fudo memukul boy lagi "JIKA RIKI TAU ,JENY AKAN KEHILANGAN RIKI SELAMANYA"kata fudo boy langsung terdiam "RIKI DALAM KONDISI SEKARAT APA KAU AKAN MEMBIARKAN RIKI MENGETAHUI KEJADIAN INI!! BUKANNYA JENY AKAN SENANG JENY AKAN SEMAKIN HANCUR!! APA KAU PAHAM SEKARANG!!"kata fudo "kakak!"lisa datang bersama yang lain "ada apa ini?"kata reno "jika kau bicara lagi aku tak akan segan memisahkan kepala mu"fudo pun langsung pergi "jadi kak sedang sekarat"fikir boy "boy ada apa?"tanya joe terlihat boy mengusap wajahnya seperti orang putus asa "tidak papa, aku mau pergi dengan kak cika bye"kata boy .
__ADS_1
Semuanya kumpul di ruang tamu "kenapa mereka bisa berkelahi?"kata bob "mereka juga pernah berkelahi di rumah sakit, aku tidak tau apa yang mereka bahas"kata lisa "kalau begitu"kata joe "apa kau tau sesuatu joe?"tanya agnes "mereka pasti menyembunyikan sesuatu"kata joe "apa yah?"kata reno "kalian sadar gak sih kalau kak riki menghilang?"kata joe "itu lah "kata bob "kakak itu bilang kak riki sedang sibuk"kata lisa "tapi aku tidak percaya sih"kata joe "kenapa?"kata agnes "sesibuk apapun kak riki jika jeny terluka kak riki pasti datang"kata joe "iya juga"kata lisa sambil melihat foto riki dan jeny yang terpajang di ruang tamu.