Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
aku mencintaimu


__ADS_3

hujan perlahan turun semakin lama semakin deras jeny menatap lukisan yang baru saja dia buat lalu dia melihat air hujan dari kaca jendela nya, lisa berdiri mematung di depan jendela kamarnya memperhatikan air hujan yang turun dari langit.


"jeny.. jenyyy!! " jeny mendengar suara orang langsung segera berdiri "jenyyy!! " terlihat boy mengetuk ngetuk pintu jeny membuka pintu "astaga kenapa kau mengunci pintu da--" boy melihat wajah polos jeny "apa aku harus cerita ke jeny sekarang, tapi bagaimana aku harus memulainya" fikir boy "melihat wajahnya saja membuat ku tidak bisa mengatakan hal buruk apa yang harus ku lakukan? " kata boy dalam hati "hum" jeny mengulur kan handuk "apa kau sedang tidur tadi? " tanya boy jeny menggelengkan kepalanya "aku ganti baju dulu" boy pergi naik tangga jeny melangkah ke sofa duduk dengan tenang.


riki melihat ada segerombolan orang datang "ini pasti tempat nya" kata mereka terlihat Dev juga ada di sana "periksa semuanya" kata Dev "dia gak membawa temannya ini hanya bodyguard nya" kata riki "dia menempati janji" kata amin "ali.. ali! " kata Dev tiba tiba ponsel nya berdering terdengar suara pria "ya tuan Dev" suara fudo terdengar jah lebih berat sekarang dari pada dengan saat dia dengan jeny "aku sudah datang kau beri kan pada ku anakku aku bawa permata nya" kata Dev "auoh.. aku tau" kata fudo "sekarang di mana kau!! serahkan putra ku dulu" kata Dev "kenapa terburu buru" kata fudo "jangan main main ya" kata Dev pam tersenyum melihat Dev berjalan di depan nya bahkan melihat ke arahnya "tidak ada siapa siapa tuan" kata beberapa bodyguard "letakan permata itu" kata fudo "tidak tidak kita harus bertukar" kata Dev "zruuuuttt" riki meluncur dengan posisi terbalik menarik salah satu bodyguard Dev tanpa di ketahui siapa pun perlahan satu persatu bodyguard Dev menghilang "hei hei.. " Dev melihat panggilan nya sudah berakhir "brengseeekkkk!!! " Dev melempar kan ponselnya ke dinding dan dia baru menyadari kalau dia tinggal sendirian "heeeii!! keluar lah" kata Dev "aku dari tadi duduk di sini" kata fudo Dev mencari asal suara terlihat di sudah ruangan ada seorang pria duduk dengan kaki menyilang "bagaimana mungkin aku tidak melihat mu? " Dev terkejut "mungkin kau buta " terlihat riki turun dari atas menggunakan tali "mana permata nya? " kata amin yah datang dari pintu luar "kemana anak ku" kata Dev "sosok kejam seperti mu juga bisa menyayangi seorang anak ya" pam yang diam di dekat dinding Dev terkejut melihat penyamaran pam yang sangat sempurna "permata nya" fudo mengulurkan tangannya "kemana putra ku? " kata Dev "ada bersama peliharaan ku" kata amin "mana permata nya atau anakmu akan tiada" kata riki Dev melawan "jangan coba coba menipu ku" Dev mengeluarkan pistol "haah" fudo mengusap wajahnya "aku sedang malas berkelahi" kata fudo "dasar bodoh ini bukan waktunya bermalas malasan" kata pam sambil mengeluarkan pisau "dorr dorr" Dev melepaskan tembakan riki langsung menghindari serangan dari Dev fudo hanya melihat teman temannya sambil bersantai "hiaaa" amin menyerang Dev dengan tangan kosong "jangan lama lama " kata fudo sambil melihat amin dan pam menyerang Dev "hiaaa!!! " riki meluncurkan tendangannya ke Dev melihat itu Dev langsung menarik pam dan mendorong amin ke arah riki "wuuuttt!! " riki menarik diri nya lalu menyerang dari arah lain terus menerus membuat Dev kewalahan "buggg" riki memukul perut Dev lalu menjatuhkan pistol Dev dan menutupi kepala Dev dengan kain hitam "dugg"riki menendang kaki Dev membuat Dev langsung berlutut .

__ADS_1


boy melihat jeny yang duduk sedari tadi tanpa mengatakan apapun " apa lisa ada ke sini? "tanya boy jeny menggelengkan kepalanya boy menuangkan air ke dalam blender dia kembali teringat bagaimana dia membentak lisa " aku harus bilang apa yang jeny kau lisa menyukai nya dan.. gimana caranya agar aku melarang jeny untuk bertemu dengan lisa"fikir boy "kenapa juga waktu itu aku mengenalkan mereka berdua aduuh.. " kata boy dalam hati.


Agnes melihat lisa sedang berbicara dengan seseorang "Hai lisa" sapa Agnes "nanti kita bahas lagi" kata lisa lalu dia berbalik melihat Agnes "Hai" kata lisa "ada apa dengan mu? " kata Agnes "apa? " kata lisa "kau terlihat berbeda hari ini, oh ya kan kau datang ke apartemen? " tanya Agnes "belum lama" kata lisa "kalau begitu ayo ke tempat ku" Agnes menarik lisa "hari ini aku merasa ada yang kurang dengan mu tapi aku gak tau apa itu, apa ada masalah di sini? " Agnes membuka pintu "mungkin hanya perasaan mu saja" lisa duduk di sofa "Hai lisa" joe datang dengan sekantong makanan ringan lisa tersenyum singkat "kemana yang lain? " tanya lisa "mereka sedang ingin melihat lihat sesuatu kata nya" kata Agnes "apa kau datang dengan jeny? " kata joe lisa menggeleng kan kepalanya dia kembali teringat perasaan nya dengan jeny "minum dulu" Agnes memberikan lisa segelas jus "kalian ngobrol aja aku mau keluar sebentar" kata joe "iya" kata Agnes sambil duduk di dekat lisa "kalian suka membaca? " lisa melihat tumpukan buku di atas rak "itu buku ku dan bob buat menghilang ka rasa bosan dan lelah" kata Agnes sambil berjalan mengambil sala satu buku lalu duduk kembali "apa kau mau membaca juga? " kata Agnes "tidak" kata lisa "kau lisa gara gara buku ini aku jadi tau banyak hal di dalam buku ini banyak membahas tentang cinta, dan aku jadi tau cinta itu akan datang dengan sendirinya tanpa kita minta, dan juga cinta tidak memandang apapun" kata Agnes "dan sekarang aku jadi tau banyak tentang cinta makanya bob pergi jalan jalan hari ini karena dia mau merasakan cinta saat melihat gadis yang membuat hatinya bergetar" kata Agnes "lalu kau? " kata lisa "aku " Agnes tersenyum "aku akan punya pacar di saat jeny sudah menemukan orang yang tepat" kata Agnes "menurut mu.. hum" lisa kembali terdiam "kenapa apa kau juga penasaran dengan buku cinta ini? " kata Agnes "ada apa lisa tadi kau ingin mengatakan sesuatu" kata Agnes "hum.. " lisa terlihat sedang berfikir "ada apa lisa, jika ada sesuatu katakan saja kita ini sudah seperti saudara" kata Agnes "jika aku cerita padamu ku yakin kau akan meninggal kan ku" kata lisa "heii.. kau bicara apa" Agnes memegang tangan lisa berusaha menyakin kan lisa agar dia mau bercerita "kita bukan hanya teman kau itu sudah ku anggap saudara ku aku selalu cerita apapun itu padamu, kenapa di saat kau cerita aku harus meninggalkan mu. lisa lihat aku" kata Agnes "jika kau ingin sesuatu katakan saja jika ka ingin bercerita aku pasti selalu ada bukan hanya aku, yang lain juga ada " kata Agnes "kau panutanku lisa" kata Agnes "aku.. " kata lisa "jika kau tidak siap cerita sekarang tidak papa aku akan menunggu kau siap" kata Agnes "aku.. aku mencintai seseorang" kata lisa Agnes langsung tersenyum "benarkah? astaga mu fikir kau sedang galau ternyata kau sedang jatuh cinta. baiklah kata kan kau jatuh cinta dengan siapa aku akan membantu mu saudariku " kata Agnes "tapi ini masalahnya" kata lisa "apa? apa dia tidak mencintai mu? " tanya Agnes "aku juga tidak tau dia mencintai ku atau tidak tapi" kata lisa "apa? kau jangan ragu dia pasti akan langsung jatuh cinta padamu, siapa coba yang tidak jatuh cinta padamu kau sempurna" kata Agnes "Agnes kau tidak mengerti" kata lisa "apa yang tidak ku mengerti? ka jatuh cinta dan itu wajar, kau ragu dia tidak mencintai mu itu juga wajar, kau merasa tidak yakin itu bukan masalah lisa aku tau semuanya" kata Agnes "aku tidak seperti yang lain " kata lisa "maksudnya? " Agnes menatap mata lisa "aku jatuh cinta dengan seorang gadis bukan pria" kata lisa Agnes terlihat datar mendengar ucapan lisa "lalu salahnya di mana? " kata Agnes lisa mengerutkan dahinya melihat raut muka Agnes yang terlihat biasa saja "seorang gadis nes, bukan pria aku tidak normal dan ini cinta yang berbeda" kata lisa "menurut ku itu normal" kata Agnes sambil tersenyum "dea pernah mengatakan kepada ku cinta itu tidak ada yang tidak normal siapa pun dia apapun gender nya itu bukan masalah " kata Agnes "kau butuh pelukan? " tanya Agnes lisa hanya diam Agnes langsung memeluk lisa "tidak ada yang salah dengan cinta lisa, bukan hanya kau begini banyak yang di luar sana yang sama dengan mu dan kau tidak sendiri kau ada aku ada yang lain juga" Agnes melepaskan pelukan nya "kau sudah tenang" kata Agnes lisa tersenyum "aku juga dulu punya teman seperti mu namanya dewi tapi dia sudah tidak ada sekarang" kata Agnes "dia pernah memiliki kekasih namanya ratu awal awal kami juga terkejut namun setelah kami memahami cinta yang seperti itu " kata Agnes lisa menghela nafas "tapi siapa gadis yang kau cintai itu? " tanya Agnes lisa langsung membeku pintu terbuka joe masuk "kenapa kalian diam saja? " joe membuka jaket nya lalu bergabung dengan Agnes dan lisa "kami dari tadi juga bicara" kata Agnes "oh.apa yang kalian bahas" kata joe sambil membuka bungkus snack "aku ada urusan lain jadi harus pergi" kata lisa "oh.. baik lah.. hati hati" Agnes berdiri mengantar lisa ke depan pintu "joe.. " kata Agnes "apa? " kata joe "lisa jatuh cinta dengan seorang gadis" kata Agnes "hufff... " makanan yang di mulut joe keluar semuanya "uhuk.. uhuk.. apa.. apa yang kau katakan? " tanya joe "lisa mencintai seorang gadis" kata Agnes "dari mana kau tau? jangan sembarangan bicara" kata joe "dia barusan cerita kok" kata Agnes "ap apaan ini? kok lisa belok sih" kata joe "dia sama seperti dewi dan ratu temen kita" kata Agnes "lalu kenapa kau senang? " kata joe "emangnya kenapa? " kata Agnes "jadi dia menyukai seorang gadis? " kata joe "hum" Agnes mengangguk "apa dia tau kalau gadis dengan gadis tidak akan bisa menikah" kata joe "kata siapa? " kata Agnes "aku baca artikel di internet kenapa kau tidak memberikan penjelasan tentang cinta seperti ini pada nya" kata joe "dia pasti tau tentang cinta seperti ini joe, lagian ini gak salah" dea mengambil buku lalu meletakkannya di depan joe "kisah gadis mencintai gadis itu bukan hanya cerita belaka" kata Agnes joe melihat sampul buku milik dea yang bergambar dia gadis saling berciuman "cinta lisa tidak salah, percaya lah pada ku" kata Agnes "tap.. tapi.. apa ini boleh" kata joe "ku rasa boleh saja, dari sorot mata lisa aku tau lisa benar-benar jatuh cinta level atas tapi dia masih belum menyebutkan nama gadis itu" kata Agnes "tuhaaa... n apa lagi ini" joe mengusap wajahnya.


boy mendengar suara mobil langsung berdiri melihat siapa yang datang "boy? " lisa melihat boy berdiri di pintu "sudah ku duga kau akan datang" kata boy "aku ingin bertemu dengan jeny" kata lisa "gak ada, dia gak di sini" kata boy "jangan coba membodohi ku boy, ku yakin jeny di dalam" kata lisa "walaupun dia di dalam aku tidak akan membiarkan mu menemuinya" kata boy "apa salahku pada mu? " kata lisa sambil menatap boy "bukan kau salah tapi cinta mu yang salah" kata boy "aku menganggap kau saudara ku lisa jadi aku berhak memberitahu padamu apa yang menurut ku salah dan apa yang benar" kata boy "boy.. " kata lisa "kau pergi saja" kata boy "boy... kau jangan pulang dulu!! aku mau ke ikut dengan mu!! " ada suara jeny dari dalam "iyaaa!!! " kata boy "kenapa kau kejam sekali padaku? " kata lisa "aku hanya mencintai nya boy" kata lisa "dan jeny tidak mencintai mu" kata boy lisa terdiam "apa kau tau resiko cinta mu itu? " kata boy "aku tau.. salah satunya seperti dirimu.. kau menjadi asing di depan ku" kata lisa dengan mata berkaca kaca boy langsung merasa kasihan melihat wajah lisa "itu salah satu resiko nya kan? aku tidak peduli apa kata orang boy.. aku tidak bisa mencintai seorang pria lagi! " kata lisa, jeny memakai headset sambil rebahan di kamarnya "orang yang ku cari biasanya berada di tempat seperti itu, aku akan cari kalian sampai dapat" kata jeny. "masih bisa lisa kau saja yang tidak mau mencoba? " kata boy "haha.. tidak mencoba kata mu? kau yang tidak tau aku berkali kali mencoba boy tapi tidak berhasil betapa menyakitkan nya mencintai seorang pria boy.. ku yakin kau ingat bagaimana perlakuan petir pada ku kau ingat kan? kau juga ingat apa yang kau bilang di malam itu" kata lisa boy teringat kejadian beberapa tahun lalu "dasar brengsek!! bajingan" boy memukuli seorang pria "boy.. cukup.. booy" lisa menangis "jangan pernah kembali lagi!! jika kau datang aku akan membunuhmu!! pria rendahan seperti tidak pantas buat sahabat ku dari pada mendapatkan pria bangsat seperti mu lebih baik lisa menikah dengan seorang wanita dari pada pria tak tau diri dengan mu!! " kata boy, "waktu itu" kata boy sambil melihat air mata lisa mengalir "waktu itu aku salah bicara" kata boy "kau bilang tidak ingin melihat ku menderita sekarang kau yang membuat aku menderita dan juga terluka" lisa meletakan beberapa peper bag di atas rumput "aku gak akan mendengarkan mu lagi" lisa pergi boy hanya menatap nya saja ada perasaan iba di dalam hatinya dan juga kebimbangan.

__ADS_1


malam harinya...


jeny duduk dengan santai sambil menikmati segelas mocktail boy mengerutkan dahinya melihat lisa meminum akohol dalam jumlah besar "jin lanjutkan pekerjaan ku" kata boy "oke oke" kata jin boy langsung menghampiri lisa "lisa.. lisa!! " kata boy lisa menatap boy "halo.. humm kemana suara mu mirip suara sahabat ku boy nama nya" kata lisa "astaga kau sudah mabuk" boy menarik lisa "awas!! jangan tarik tarik ayo minum lagi" kata lisa "tidak tidak.. lisa lisa hei" boy menepuk nepuk wajah lisa "gimana ini apa aku meminta jeny mengantar lisa ahh.. tidak tidak aku harus membuat lisa melupakan jeny jadi oh.. aku tau" kata boy sambil menarik lisa "hei bung kenapa kau menarik ku? " kata lisa boy terus menarik lisa "kita akan cari kamar untuk mu sebentar sampai bodyguard mu datang" kata boy "hum.. kau tau aku punya bodyguard ya? tapi sekarang aku sendiri aku menyuruh bodyguard ku libur tiga hari" kata lisa "diamlah.. aku yang mengantarkan mu nanti".


jeny melihat boy berjalan " boy"kata jeny 'eii jen kau sudah mengantuk? "kata boy sambil menghampiri jeny " belum kok kau lanjut aja"kata jeny "oke aku kerja dulu ya" boy pergi "bosan di sini ke kamar deh" jeny membawa minumannya pergi jeny melihat seseorang tergeletak di lantai "huummm" orang itu masih bergerak jeny menghampiri nya "lisa" kata jeny "hum.. mm.. " lisa terlihat mabuk berat "kemana bright kok lisa bisa di biarin begini" jeny mengambil ponsel lisa lalu menelpon bright "halo.. masuk ke dalam jemput lisa" kata jeny "lisa.. lisa" jeny membantu lisa berdiri "astaga be.. berr.. berr.. rat" jeny terlihat kesulitan "ma.. makan.. apa.. kau" jeny menyeret lisa ke dalam kamar nya "aaahh.. kau.. harus... berolahraga" jeny tersangkut kakinya sendiri "mati aku" fikir jeny tubuhnya pun kehilangan keseimbangan untungnya setengah tubuhnnya terjatuh di atas ranjang "hah? " jeny melihat lisa jatuh juga di atasnya "aah.. susah banget" jeny mendorong tubuh lisa ke samping "nona jeny!! nona" jeny mendengar suara bright langsung berdiri "bright.. lisa mabuk" kata jeny "biar aku angkat" kata bright setelah mengangkat tubuh lisa dia langsung membawa lisa pergi "eh.. dom.. dompet" jeny membawa dompet dan ponsel lisa mengejar bright "bright!! " jeny melihat mobil lisa "masuk aja" kata bright jeny membuka pintu "aku mengantarkan barang lisa" lalu jeny ingin membuat pintu terlihat tangan lisa menarik tangan jeny melihat jeny yang tidak keluar bright langsung menjalankan mobil mengira jeny ingin menemani nona nya "eh?? " jeny menatap bright menjalan kan mobil "hei bright? " kata jeny "iya nona tidak papa" kata bright.

__ADS_1


boy menggaruk garuk kepalanya sambil melihat ke sana ke sini "apa jeny sudah pulang? " fikir boy lalu dia menaiki tangga "eh.. " boy melihat gelas di lantai "gelas siapa ini? " boy mengambil gelas itu lalu pergi ke kamar jeny terlihat hoodie jeny masih di atas ranjang "mungkin ke toilet" boy kembali ke tempat nya "dari mana saja kau? " kata Jack "mencari jeny" kata boy "dia baru saja pulang" kata jin "ooh.. pantas saja aku tidak melihat nya" kata boy.


"kanan.. kanan" kata lisa bright menurut jeny meringis sambil melihat tangannya yang di genggam erat oleh lisa "belok bright" kata lisa "bright ini bukan jalan ke rumah lisa" kata jeny "seperti nona lisa ingin ke tempat lain" kata bright "tidak bisa dia susah mabuk" kata jeny "belok" kata lisa "ini?? ini rumah ku? " kata jeny mobil berhenti jeny membuka pintu "lisa.. " jeny tidak bisa bergerak bebas tangan lisa seperti lengket dengan tangan nya "bantu aku" kata lisa "hei ini rumah ku" kata jeny "rumah ku" lisa jatuh setelah turun dari mobil "bawa dia" kata jeny bright mengangkat tubuh lisa jeny membuka pintu "kamar nya di sana" kata jeny bright mengangguk "saya akan datang pagi pagi untuk menjemput nya" kata bright jeny mengangguk lalu membawa dompet lisa jeny membuka pintu lisa masih terbaring jeny meletakkan dompet lisa di meja "aduuh" jeny melihat tangannya merah langsung pergi keluar "huaamm" jeny membuka bajunya lalu melangkah ke kamar mandi jeny menyalakan keran mengambil sikat gigi setelah selesai dia memakai jubah mandi nya "lisa?? " jeny melihat lisa sudah menutup pintu "jangan jangan dia patah hati lagi? " fikir jeny "creek"lisa mengunci pintu " kenapa kau? "kata jeny lisa berjalan ke atas ranjang jeny " hei.. "jeny langsung berjalan cepat menghampiri lisa " ini kamar ku!! pergi sana ke ummp"jeny terkejut lisa mencium nya "aku mencintaimu " setelah berbisik lisa langsung jatuh ke pangkuan jeny "hum?? " jeny mematung "apa yang terjadi barusan? " fikir jeny dia memegang bibirnya "dia mencium ku? " jeny melihat lisa yang tidur di pangkuan nya.


__ADS_2