
lisa membuka matanya menatap gadis di sebelah nya masih tertidur sangat pulas lisa tersenyum sambil mengusap rambut jeny, "aku akan menjaga dengan lebih baik dari sebelumnya " kata lisa sambil duduk mengambil jubah tidur nya dan langsung memakainya.
"hum? " jeny membuka matanya ketika mendengar suara yang tidak terlalu jelas namun cukup terdengar di telinga nya "lisa" kata jeny "iya" lisa langsung mendekati jeny "kau sedang apa? " kata jeny "kau sudah bangun, aku aku menyiapkan sarapan untuk mu" kata lisa "hah? " jeny menarik selimut sampai ke leher nya "aku" kata jeny "aku harus melakukan nya untuk menolong mu" kata lisa "apa.. apa yang terjadi" kata jeny "kalau aku mengatakan ini ulah dim jeny tidak akan percaya karena aku tidak ada bukti " kata lisa dalam hati "hum.. minuman mu tertukar dengan seseorang dan minuman yang kau minum sudah tercampur dengan obat" kata lisa "tapi tidak papa semua sudah membaik kau mau sarapan dulu atau mau mandi" kata lisa "bagaimana aku mau bergerak jika kau ada di sini" kata jeny "hum? aku? " kata lisa "kau mau mandi aku bisa mengangkat mu ke kamar mandi" kata lisa "tapi aku" kata jeny lisa langsung menggulung sprai dan mengangkat sprai dengan tubuh jeny bersamaan "mudah bukan" kata lisa sambil membuka pintu kamar mandi dan meletakkan jeny ke dalam bath up "aku akan melakukan nya sendiri" kata jeny "baik" kata lisa "aw.. " lisa langsung berbalik kembali "ada yang sakit? " tanya lisa "paha ku terasa sangat sakit" kata jeny "um.. aku akan nyalakan air nya" kata lisa "berikan sprai nya pada ku" kata lisa setelah bath up terisi penuh jeny memberikan sprai dan selimut yang telah basah ke lisa "mandi lah aku akan merapikan semua nya" kata lisa jeny mengangguk pelan.
dengan headset di telinga nya lisa duduk di sofa "kau urus semua nya aku tidak akan ke kantor hari ini" kata lisa "istriku sakit aku harus menjaga nya" kata lisa jeny menbuka pintu kamar mandi "bagaimana kondisi mu? " tanya lisa "aku.. " jeny terlihat begitu kesakitan saat duduk di dekat lisa "kau terlihat sakit" kata lisa "sakit semua" kata jeny lisa menatap jeny "duduk lah di sana ayo aku akan mengering kan rambut mu" kata lisa sambil menarik tangan jeny "uh? " jeny menatap diri nya di cermin leher dan dada nya penuh dengan tanda merah "rambut mu sangat harum" lisa mengeringkan rambut jeny "lisa aku benar-benar tidak ingat apapun" kata jeny "kalau begitu jangan di ingat" kata lisa "habis ini sarapan dan istirahat kan dirimu" kata lisa "apa kau akan pergi ke kantor? " tanya jeny "tidak aku akan seharian di rumah" kata lisa sambil tersenyum.
"haaaaaaaaaa" suara teriakan terdengar di sebuah rumah "hei hei tenang lah" kata hong su "tuan.. tuan apa apa yang kau lakukan? " kata jin "aku aku tidak melakukan apapun kau pingsan semalam apa kau lupa? " kata hong su "jadi jadi ini dimana" kata jin "di rumah ku" kata hong su "apa? " jin mencoba mengingat kejadian semalam "astaga jadi aku beneran pingsan hanya karena itu" kata jin dalam hati "sudah ingat? " kata hong su "hum.. aku ingat" kata jin "bagus lah " kata hong su "eh tuan kau mau kemana? " tanya jin "aku mau masak " kata hong su "lalu aku aku bagaimana" kata jin dia langsung berdiri mengikuti hong su. jin melihat sekeliling nya "rumah nya luas juga ya" kata jin sambil berjalan terus sampai ke dapur terlihat hong su sedang memasak sesuatu "dia bisa masak? " kata jin dalam hati "jangan sentuh apapun" kata hong su "oh" jin berbalik "tuan hong su apa kau melihat ponsel ku? " tanya jin "tidak" kata hong su "aduh dimana ya" jin pergi ke kamar "dimana ya" kata jin sambil mencari cari ponsel nya "eh itu" jin melihat ponsel nya ada di atas meja dalam kondisi terhubung dengan charger "halo.. boy kenapa kau membiarkan tuan hong su membawa ku" kata jin "aku? kok aku " kata boy "apa kau tidak lihat dia membawa ku" kata jin "aku tidak lihat terakhir aku melihat mu saat jeny menendang kaki pria itu eh.. maksud ku aku tidak lihat apapun" kata boy "aku sedang boker jangan ganggu nanti aku gak konsentrasi" jin mengerutkan dahinya "lalu aku harus apa ini? mau pulang tapi jalan ke mana? dan aku harus bilang apa? " kata jin "haah astaga" jin terkejut ketika ada ponsel di dekat ranjang berbunyi "ini pasti milik nya" kata jin. hong su meletakkan makanan ke atas meja "tuan.. hum.. " jin menatap hong su "ponsel mu bunyi " kata jin hong su mengambil ponsel nya yang di pegang jin "halo " kata hong su "kakak.. " ada suara seorang wanita di telpon "kakak aku bentar lagi wisuda kau jangan lupa luangkan waktu mu untuk ku" kata wanita itu "iya jelas uang nya sudah ku tranfer" kata hong su sambil berjalan menjauh "jangan sering kirim uang aku juga sudah kerja " kata wanita itu "apa itu adik nya" kata jin tak lama kemudian hong su datang dia menatap jin yang masih berdiri "kenapa menatap ku" kata hong su "hum.. jadi jadi aku harus lihat apa? " kata jin hong su duduk "hei pria mungil duduk lah " kata hong su "aku? " kata jin "memang nya ada siapa lagi di sini" kata hong su "tapi aku bukan pria mungil aku jin" kata jin "jalan ke arah mekarsari kanan atau kiri kalau dari depan rumah mu? " kata jin "tuan aku bertanya " kata jin "bisa diam? aku sedang makan. kau duduk lah dan makan atau tetap berdiri seperti manekin" kata hong su, jin langsung duduk .
lisa berjalan ke kamar sambil membawa semangkok ramen "jeny aku sudah membawa ramen sesuai permintaan mu ka--" lisa terdiam karena jeny sudah tidur lisa tersenyum "dia bilang lapar dan meminta ramen namun sekarang malah tidur ya ampun" kata lisa sambil kembali membuka pintu kamar "rai makan saja ramen nya jeny tidak ingin lagi" kata lisa "siap nona" kata rai lisa berjalan menutupi tubuh jeny dengan selimut "kau memang butuh pengawasan yang sangat sangat ketat" kata lisa "karena kau tidak menyadari bahaya ada di dekat mu" lisa mencium kening jeny.
suara Agnes terdengar dari dalam kamar membuat joe dan bob saling tatap "Agnes you ok? " kata joe "gawat guys" Agnes keluar dari kamar "ada apa? " kata bob "uang ku gak cukup" kata Agnes "hah? " bob menatap joe "kau mau apa? " kata bob "aku tadi baru melihat idola ku live dia bilang akan datang ke indonesia untuk konser aku mau datang tapi tiket nya mahal kalau posisi di depan" kata Agnes "memang nya berapa? " kata joe "sekitar tuju juta kalau kursi depan" kata Agnes "what!! " bob terkejut.
jin membuka pintu mobil dan langsung keluar dari mobil, "hu..m.. te.. terimakasih sudah mengantar ku" kata jin hong su mengangguk "hum.. kau.. kau mau.. mau minum dulu? " tanya jin "mau mengatakan sesuatu? " tanya hong su "ya... hum.. aku.. aku.. mengatakan apa.. ap.. apa kau mau minum dulu.. di.. di rumah ku" kata jin "lain kali saja aku kawatir kau akan pingsan lagi" hong su pergi dengan mobil nya "apa? " kata jin "siapa yang akan pingsan, lagian aku pingsan bukan karena dia, kepala ku kebetulan sakit maka nya pingsan" kata jin "eh.. waduh.. ponsel ku ketinggalan di rumah nya" kata jin "aku benci sekali soal ini".
__ADS_1
malam harinya..
boy terkekeh melihat wajah jin " hahahaha.. bisa bisa nya dia pingsan "kata boy " iya hahaha mu yakin terjadi sesuatu kemarin"kata Jack "apasih kalian" kata jin "dia datang" kata boy "benar" kata Jack "aku.. aku harus pergi" kata jin "eh.. mau kemana" boy menahan tangan jin "pria mungil ponsel mu ketinggal" kata hong su "Jack antar minuman ke sana" mata boy "oke" kata Jack "aku mau ke toilet bentar" kata boy "sial punya teman brengsek semua aku sedang gemetaran mereka malah pergi" kata jin dalam hati "pria mungil kau dengar aku? " kata hong su "hum.. ya ya.. um.. terimakasih" kata jin "hum.. kau mau minum? " tanya jin hong su tersenyum sinis "buatkan empat minuman antar ke sana" kata hong su "ok.oke" kata jin.
di teras kamar jeny duduk sambil memakan camilan "halo" kata jeny "ya aku aku jeny ada apa? " tanya jeny "oh.. ya kakak ku membuat toko untuk ku, warna oh jadi kau menelpon ku hanya untuk warna ya hum.. aku mau warna yang begini saja nanti aku kirim foto nya kau bisa melihat sendiri karena aku sulit mengatakan nya" kata jeny "oke terimakasih kembali ya oke" jeny meletakkan ponsel nya lisa datang "toko apa? " tanya lisa "toko yang kak fudo buat" kata jeny "oh ya kau masih ingat soal... hum.. aku mengajak mu ke suatu tempat? " kata lisa sambil duduk di dekat jeny "apa? ke tempat.. oh aku ingat ke Jepang kan? " kata jeny "bagus jadi.. kapan kau siap untuk pergi" lisa menarik jeny ke pangkuan laku memeluk nya "hum.. jangan besok aku harus kerja " kata jeny "minta cuti pada kakak" kata lisa "cuti? aku bahkan sudah beberapa hari eh bukan sudah seminggu lebih tidak ke kantor" kata jeny "masa aku minta cuti karyawan macam apa aku ini" kata jeny "hum.. baik lah minggu depan" kata lisa "hum.. bulan selanjutnya" kata jeny "bukan selanjutnya? bulan depan nya lagi? " kata lisa "iya gak papa kan" kata jeny "baik lah tidak masalah " kata lisa "nih makan camilan " jeny menyuapi lisa dengan biskuit coklat .
Agnes melingkar salah satu tanggal di kalender "sudah ke empat hari ini kau rajin melingkari angka di kalender" kata bob "aku sedang mengumpulkan uang buat konser" kata Agnes "semangat" kata joe "terimakasih, ini adalah kesempatan terbaik sudah bertahun-tahun aku ingin bertemu idola ku" kata Agnes "ayo cepat kita sarapan dan berangkat kerja" kata joe.
di kantor jeny berkerja seperti biasa "hei jen ayo makan siang bareng" kata nano "iya" jeny menutup laptop nya dan pergi bersama rekan kerjanya "kau sudah sembuh total kan? " kata nano
"kami sedikit kawatir saat mendengar kau sakit"
"benar itu"
__ADS_1
jeny tersenyum "cuma sakit ringan kok" kata jeny sambil tersenyum
"hei" jeny menoleh ternyata lisa datang "ada apa? " kata jeny "aku mau makan siang bersama mu" kata lisa "astaga kau datang cuma untuk makan siang? " kata jeny "memangnya tidak boleh? " kata lisa jeny menatap rekan kerja nya "lanjut saja" kata mereka "ah.. tidak masalah " kata jeny lisa tersenyum "suapin ya" kata lisa "lisa.. jangan konyol " kata jeny "tangan ku sakit" kata lisa "makan sendiri, kau tidak malu ya" kata jeny "malu dengan siapa? " kata lisa "cepat lah makan" kata jeny "aku gak di suapin beneran" kata lisa "terserah kau mau makan atau tidak" kata jeny "ya ampun" lisa akhirnya mengambil sendok nya dan mulai makan .
pintu di ketuk dengan keras, joe langsung membuka pintu "hei jen" kata joe "Hai kalian sibuk? " tanya jeny "tidak ayo masuk ayo lisa" kata joe "sudah beberapa hari tidak melihat kalian" bob meletakkan camilan ke atas meja "aku mulai kerja seperti biasa jadi jarang bertemu dengan kalian eh Agnes mana? " tanya jeny "lagi sibuk " kata bob "haa... bob gak ketemu lighstick nya sem-- eh jeny ada lisa juga" kata Agnes "kau terlihat sibuk " kata jeny "idola nya akan datang ke jakarta dan dia pusing mencari dana untuk ke sana menemui idola nya" kata bob "siapa idola mu? " kata lisa "nih" Agnes menunjukkan foto "kau tau lisa dia dari dulu selalu mengidolakan mereka bertuju" kata jeny "ya gak jauh beda dari mu yang mengidolakan Naruto" kata lisa "jangan sedih kau mau berangkat kapan" kata jeny "konser nya tinggal empat hari lagi tapi aku.. " kata Agnes "kaya nya tetap gak bisa datang" kata Agnes "tiketnya mahal sekali jen" kata bob "kenapa gak bisa datang? " tanya lisa "kalau aku pergi besok nya ku rasa aku gak bisa hidup lagi uang ku bakal pas pasan kayanya aku cuma bisa nonton live nya di ponsel" kata Agnes "tiket nya berapa" kata jeny "sekitar tuju jutaan untuk posisi paling depan" kata Agnes "cuma tuju juta" kata lisa "kau bisa pakai uang ku dulu" kata jeny "tidak deh jen" kata Agnes "ayo minum dulu " kata Agnes "tidak masalah kau bisa pakai uang ku dulu untuk bertemu idola mu" kata jeny "tidak deh jen nanti kepala ku sakit harus berfikir cari uang lagi untuk mengembalikan uang mu" kata Agnes "kalau begitu aku ikut dengan mu" kata jeny "hah? " lisa menatap jeny "kau mau ikut dengan Agnes" kata bob "ya aku akan melakukan sesuatu di sana" kata jeny "nanti kau ketularan Agnes" kata joe "tidak papa aku juga ikut" kata lisa "kenapa kau ikut ikutan" kata jeny "memang nya tidak boleh sesekali aku juga mau melihat hiburan siapa tau idola Agnes bisa menghibur ku" kata lisa "kalau begitu jaga diri kalian saat pergi ke konser nya" kata joe "kalian juga harus ikut" kata lisa "apa? " kata joe "aku tidak akan ikut" kata joe "ikut saja" kata Heny "aku akan banyak semua nya" kata lisa "tidak lisa aku juga tidak akan ikut" kata bob "iya lisa tidak perlu repot repot" kata joe "tapi aku butuh kalian di sana, kalian dengar kan tadi jenuh bilang apa? dia mau ikut jadi kalian juga ikut sekaligus menjaga jeny bantuin aku jaga dia" kata lisa.
empat hari berlalu
mobil berhenti "ini guna nya untuk apa? " tanya jeny "buat memeriahkan acara nya " kata Agnes "ayo cepat" kata lisa "haah" joe berjalan di belakang lisa "bisa cari cewek nih" kata bob "waw.. " jeny melihat begitu banyak orang di dalam "rata rata bawa aksesoris berwarna ungu" kata boy "ciri khas nya kelihatan nya" kata lisa.
tak berapa konser pun di mulai Agnes terlihat sangat senang "lisa aku lapar" bisik jeny "aku tau" kata lisa sambil mengeluarkan sebatang coklat "terimakasih" kata jeny "aku bingung harus apa? " kata boy "nikmati saja" kata Agnes sambil melambai lambaikan tangan nya dan sesekali ikut bernyanyi "dia terlihat sangat senang" kata jeny "tentu saja sama seperti mu saat kau bertemu tuan son" kata lisa "jen kau mau kemana" kata joe "diam" kata jeny "jeny" kata lisa "permisi" kata jeny sambil melambaikan tangan nya "bisakah kau membantu ku!! " seru jeny sambil melambaikan tangan nya yang masih memegang coklat "ya ya kau terlihat sangat lucu" seorang pria duduk di tepi panggung "kau mau membagikan coklat nya untuk ku" kata pria itu "tidak" kata jeny "tidak" pria itu tertawa pria lain nya mendekat "aku datang dengan teman ku yang sangat menyukai mu" kata jeny dengan menggunakan bahasa Inggris "ya yang mana" kata pria itu "itu " jeny menunjuk Agnes "dia akan ulang tahun besok tapi bisa kah aku minta kau menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk nya aku membawa kue nya" seru jeny "oh tentu" kata pria itu jeny mengambil kue dari box yang dia bawa "siapa nama teman mu" kata pria itu "Agnes" kata jeny "dan nama mu" kata pria itu "jeny" kata jeny "oke bentar" lilin di nyalakan "Agnes bawa Agnes ke sini" kata pria itu seseorang membantu Agnes naik ke atas panggung "sstt.. minta coklat nya" salah satu dari pria itu menatap jeny "oke nih" kata jeny pria itu menggigit nya dan memakan setengah lalu mengembalikan sisa nya ke jeny "oke semua nya Agnes akan ulang tahun hum.. yang ke berapa? " Agnes terlihat gugup "dua puluh tahun" kata Agnes "oke selamat ulang tahun ayo semua nya bernyanyi bersama selamat ulang tahun Agnes selamat ulang tahun Agnes" semua ikut bernyanyi "tiup lilin nya tiup lilinnya" jeny tersenyum "aku bangga pada mu" kata lisa "aku baru ingat setelah melihat ponsel Agnes saat membeli coklat tadi" kata jeny "oke jeny terimakasih" kata pria itu "ya kau mau coklat lagi? " tanya jeny "mau" kata pria di depan jeny dia langsung berjalan jeny memberikan coklat nya "teman ku mencinta mu" kata jeny "kami juga mencintai teman mu" kata pria itu "jangan konser di jakarta saja Indonesia luas konser lah sesekali di dekat rumah teman ku" kata jeny yang lain tertawa Agnes datang dan langsung memeluk jeny "happy birthday" kata jeny "semua nya kita akan istirahat sebentar" kata host pembawa acara "tangan mu gemetaran kau sakit? " tanya jeny "dia bukan sakit" lisa menarik jeny agar duduk kembali "nih" bob memberikan tisu ke Agnes yang masih menangis "kau membuat ku gemas" kata lisa "suara ku sedikit habis berikan aku minuman ku" kata jeny lisa mengambil susu kotak untuk jeny "minum lah " kata lisa "sekarang kau bisa tidur dengan tenang kan" kata joe "jangan menangis lagi" kata bob "tenang saja mereka akan datang menemui mu nanti" bisik boy "tau dari mana" kata Agnes "dari isi kepala mu jangan cemas percaya lah mereka akan ke rumah mu melalui mimpi hahaha" kata boy "boy.. jangan menggoda nya" kata jeny "hehe maaf maaf" kata boy.
setelah selesai mereka langsung masuk ke dalam mobil untuk pergi ke hotel "aku senang banget hari ini" kata Agnes "ya jangan lupa berterima kasih lah pada jeny" kata bob "jen--" Agnes diam karena jeny sudah tidur di pangkuan lisa "dia sudah tidur" kata lisa "oh.. jangan berisik guys jeny tidur" kata Agnes, lisa tersenyum menatap wajah jeny "untung saja di dalam mobil ada mereka jika tidak aku sudah mencium mu habis habisan" kata lisa sambil mengusap rambut jeny.
__ADS_1