
langit terlihat biru nan indah tanpa awan putih sedikit pun terlihat seperti lautan luas tak bertepi, orang orang berpakaian rapi berjalan mencari kursi untuk duduk rangkaian bunga tersusun rapi dan ada di mana mana terlihat benar-benar indah.
"terimakasih" kata bintang pada seorang pria "apa itu? " tanya boy "ini foto foto kita semalam saat berangkat ke sini, dan saat kita keliling bersama ayo kita lihat " kata bintang "kau cantik sekali di dekat menara Eiffel " puji boy "lihat yang ini.. jeny terlihat sangat imut di antara kita semua" kata bintang "dia dari dulu tidak pernah berubah. dia selalu menjadi orang yang paling lucu paling menggemaskan di antara kami" kata boy "maka nya terkadang ada orang yang mengatakan kalau jeny adalah adik kami, bob anak pertama joe anak kedua aku anak ketiga dea anak ke empat dan seterusnya sampai jeny yang terakhir dia yang paling bungsu" kata boy "hei malah gibah cepat keluar jangan pacaran dulu" kata Agnes "astaga kalian ini" ledek evan "iya kami tau, kami juga akan keluar " kata boy "kalian juga kenapa belum keluar gibah juga ya" kata bintang "hahaha" evan tertawa.
hiko berjabat tangan dengan beberapa orang " tuan fang" fang tersenyum "hai tuan chai senang bertemu dengan mu" kata fang "Hai " dio berjabat tangan dengan para tamu yang datang "kau grogi? " tanya Agnes "tentu, aku deg deg kan" kata lisa "sudah siap ayo keluar" kata alfie "mama kau tunggu di luar saja kenapa repot repot datang, aku akan keluar bersama mereka" kata lisa "mama cuma mau memastikan dirimu saja" Alfie merapikan jas yang di pakai lisa "lihat bridesmaid ku sudah siap semua" kata lisa "iya mama tau" kata alfie "mama tunggu di luar ya " kata alfie mencium lisa lalu pergi
"siap ma" kata lisa "ayolah sayang jangan kaku! tidak ada bridesmaid yang kaku" kata ara "ini pertama kalinya aku jadi bridesmaid" kata joe "sama aku juga " ucap ara "lama sekali udah gak sabar nih.." kata Winda "aku juga!! aku sudah sangat siap melempar kelopak bunga ke mempelai nya" kata bela "apa kalian akan menangkap buket bunga dari jeny nanti? " tanya bintang "lisa akan segera keluar itu tanda nya jeny sudah siap juga" kata cika "kenapa kau menatap ku! " kata fudo "aku tadi sudah merapikan kerah kemeja mu agar jas mu terlihat rapi, jika kau begini kau terlihat seperti penjaga di bioskop " kata riki "aku benci kerapian" celetuk fudo "ayolah kau bilang jeny adik mu juga, jadi semua nya harus baik jangan jelek. muka mu juga harus senyum menunduk lah sedikit aku akan rapikan pakaian mu" kata riki "baik" kata fudo dengan kesal "huh? " cika menatap riki yang sedang merapikan jas fudo "apa riki... astaga apa yang ku fikir kan" kata cika "ayo! lisa sudah siap keluar" kata bob "akhirnya" kata boy semua orang menatap ke arah Jack dan ebi yang menaburkan bunga riki dan fudo berjalan di dekat lisa dan boy serta yang lain berdiri di belakang lisa "dia sudah datang" kata son "waw" kata Winda "tampan sekali" kata beberapa orang.
senyuman lisa tidak berhenti dia terus tersenyum sepanjang jalan, "kau terlihat senang sekali" kata jin "tentu, apa dia sudah siap? " tanya lisa "ku rasa sedang dalam perjalanan ke sini" kata boy "aku bisa meledak ledak di sini" kata danmi "kau yakin membiarkan dia di nikahi seorang wanita? apa kata ryu di akhirat" kata fang "kakak kau tidak mengerti ini nama cinta" kata danmi "terserah, kau lihat kawan, anak mu akan menikah" batin fang sambil berjalan menjauh "ada apa? " tanya hiko "tidak papa" kata fang "tutup mata mu karena jeny akan datang" kata joe "oh" lisa mengangguk xie langsung menutup mata lisa.
bintang dan Agnes menaburkan bunga untuk menyambut kedatangan jeny dengan gaun indah dan panjang, "astaga seperti princess dari negri dongeng" puji jin "bagaimana kau tau? " tanya joe "aku suka nonton film putri putri kaya Cinderella, putri salju" kata jin "pantas saja kau belok" tukas joe "aku lurus" kata jin "jangan berisik" tegur boy "papa! adik akan menikah" kata riki dalam hati "dasar cengeng" kata fudo "ini tisu" pam memberikan tisu ke riki "terimakasih" kata riki "kau kejam tidak punya perasaan. ini adalah momen mengharukan, apa kah dia akan melupakan aku" riki meneteskan air mata "bagus lah kalau jeny melupakan mu" ujar fudo dengan enteng
__ADS_1
"fudo" kata endo "dia jahat sekali" kata riki "jangan dengar kan dia" kata pam sambil menepuk nepuk bahu riki "ayolah adik kita sedang menikah jangan bertengkar dulu" kata amin "kenapa ponsel jeny ada dengan mu? " tanya bob "aku meminjam nya, aku mau live agar semuanya melihat pernikahan ini" kata danmi "terimakasih" kata jeny "tidak masalah" kata bintang sambil meletakkan gaun jeny ke lantai "panggil dia!!" kata danmi "jangan berteriak ini bukan hutan" kata joe "kau selalu galak seperti biasanya" kata danmi "pria itu keras bukan lunak" kata joe "ayolah kawan kita harus happy fun " kata bob "jeny" lisa mencoba meraba jeny yang ada di depan nya .
jeny tersenyum lalu membuka penutup mata lisa, seketika lisa menelan liur nya sendiri ketika dia menatap mahkota di kepala jeny lalu kalung indah di leher nya dan juga gaun indah dan panjang sampai ke lantai "kau terlihat sangat cantik" lisa sangat takjub melihat penampilan jeny, "kenapa kau menangis? " tanya jeny "kau juga menangis" kata lisa "aku terlalu senang" jeny menunduk "oh.. sedih nya" kata bela "jangan sedih sayang " kata Jack "nih" dio memberikan sapu tangan ke reno.
ara berjalan menyerahkan kotak berisi cincin ke lisa "kakak, adik mu sedang menikah dan kau kapan? " bisik bob "aku tidak memikirkan pernikahan" kata riki "ayolah kak banyak gadis yang ingin dengan mu" kata bob "bukan cuma gadis" kata fudo "hah? " kata bob "ada pria juga yang mau pada nya, riki kebanyakan di goda oleh pria dari pada gadis" kata endo "hahaha malang sekali" kata amin "mereka sudah mulai bertukar cincin" kata evan "tunggu" kata jeny "hum? kau mau apa? " tanya lisa, jeny melihat ke arah tamu undangan akhirnya dia tersenyum lebar menatap siapa yang dia cari.
"KAKAK!!! " seru jeny "iya" kata riki dan yang lain nya "aku kakak nya" kata riki "aku juga kakak nya" kata amin tidak mau kalah "aku juga" sahut danmi "astaga kalian ini" kata fang dengan datar
reno mengusap air mata nya " riki"kata pam "sudah jangan menangis" fudo merangkul nya "lisa.. terimakasih sudah menjadi cahaya dalam hidup ku, kau hadir sebagai penyelamat ku, membantu ku bangkit dari keterpurukan. meskipun aku awal nya memperlakukan mu dengan buruk tapi kau tetap tidak membalas nya. kau terus berusaha sampai sekarang, aku tidak bisa membuat janji apapun lagi aku hanya bisa menyerah kan hidup ku untuk mu cintai lah seperti aku mencintai mu terus lah bersama ku sampai akhir, aku kehabisan kata kata untuk mu semua hal baik ada pada mu
membuat ku bingung harus mengatakan apa selanjutnya" lisa langsung memeluk jeny "tidak perlu berkata apapun lagi tetap lah bersama ku dengan cinta yang terus bertambah besar, kau segala nya bagi ku" kata lisa
__ADS_1
kelopak bunga bertaburan di atas mereka para cosplayer yang hadir langsung menyalakan bom hias "teman ku sudah memiliki suami" kata boy "semua akan memiliki pasangan nya namun ikatan persahabatan tidak akan hilang, kita harus tetap menjaga nya" kata bintang "tenang lah" hong su memeluk jin yang menangis sesegukan "astaga riki aku akan ambil kan kau air" kata amin "kenapa kau malah bersedih" kata fudo "kau tidak mengerti bagaimana kehidupan adik ku.. aku sangat bahagia sekarang, adik ku telah kembali adik ku.. jeny ku, telah kembali.. " riki teringat semua nya dari awal jeny lahir sampai sekolah, malam pembantaian, jeny depresi, adik nya di rawat di rumah sakit, semua kejadian di masa lalu berputar di ingatan riki .
"akhirnya adik ku kembali seutuhnya" kata riki "minum lah dulu" kata amin "ini sangat luar biasa" boy meneteskan air mata dia juga teringat bagaimana jeny minum banyak hanya untuk menenangkan fikiran nya, bagaimana dia harus menenangkan jeny di saat terkena serangan panik "dea jeny kita sudah kembali" kata Agnes "Terima kasih Tuhan! sudah mengembalikan adik ku, kau mengembalikan adik ku seperti semula setelah kehancuran itu terjadi. lisa adalah penyelamat terbesar dalam kehidupan kami dia membawa jeny untuk kembali dari kehancuran itu dia mengajar kan jeny untuk berani melanjutkan kehidupan nya, adik kecil ku yang mungil telah melanjutkan kehidupan nya dengan sangat baik" kata riki dalam hati.
buket bunga di genggam dengan erat "istri ku" kata lisa, jeny tersenyum "suami ku" kata jeny "hum.. kau sangat menggemaskan kan" kata lisa "ayo lempar bunga nya" kata beberapa orang "ayo lakukan" kata lisa "KALIAN SUDAH SIAP SEMUA? "tanya Daichi " aku akan ke sana "kata ara " jangan menangis lagi bodoh! adik sedang bahagia "ucap fudo dengan ciri khas datar nya " iya, iya"kata riki "aku siap!!" kata Winda "aku juga mau!" kata Agnes "pergilah" kata evan "apa aku boleh ikut?" tanya reno "kita sudah menikah, kau mau apa lagi dengan buket itu" kata dio "iya juga ya" kata reno .
"kakak ipar ayo" ara menarik tangan jin "aku akan melempar nya" kata jeny "satu dua" yang lain mulai berhitung "tiga!! " jeny melempar buket yang ada di tangan nya "tangkap sayang!!!" kata evan "ahh.. tidak sampai" kata Winda "hati hati" kata bob "tangkap!!" kata ara "astaga itu telalu tinggi" kata jin "benar benar payah" kata xie semua nya mendadak terdiam "kakak! " jeny melihat riki terjatuh "fudo" kata amin dengan panik
"woah" riki terkejut tangkai di buket itu hampir mengenai mata nya. jika fudo tidak menangkap buket itu tepat waktu maka riki bisa kehilangan penglihatan nya selama nya, "jiwa ku semakin ingin meledak" kata danmi "ya ampun apa dia baik baik saja" kata robi "kau tidak papa? " tanya fudo "menyingkirkan dari atas ku semua orang menatap kita" kata riki "oh" fudo langsung berdiri "kalian tidak papa? " tanya Daichi "aman" kata riki "huf.. bikin jantungan" kata Agnes "kakak kau baik baik saja? " kata jeny. riki menatap jeny yang masih berdiri di samping lisa "aman adik ku lanjut kan saja" kata riki "wah.. yang dapat bunga nya kak fudo" kata lisa "hum" fudo menyerahkan bunga nya ke ara "ambil ini " kata fudo "terimakasih" kata ara "kenapa fikiran ku buruk ya" kata arman setelah tadi dia melihat adegan yang baru saja terjadi di depan nya , "baju kalian jadi kotor" kata endo "ada yang luka tidak? " tanya cika "tidak" kata riki "bagaimana dengan mu? " tanya riki "kau fikir aku lemah" kata fudo dengan nada kesal "selamat nona jeny" jeny tersenyum "kalian terbaik, terimakasih sudah datang dan juga kalian masih memakai kostum seperti ini kalian luar biasa!!" kata jeny "tuan son,ayo foto" kata riki "foto? " kata son "iya foto dengan adik ayo lah" riki menarik tangan son "hei tidak sopan kau menarik orang tua" kata bob "tuan fang ayo foto" kata Daichi.
beberapa menit kemudian
__ADS_1
"sudah kan? " tanya son "sudah" kata riki "anak anak suka berfoto" kata alfie "ayo tuan fang kita minum, mari tuan chai ayo semuanya kita minum" kata hiko "ayo, ayo foto lagi!!" kata danmi "aku di samping jeny" kata Agnes "aku di samping lisa" kata bela "terserah" ujar joe dengan wajah kesal karena dia tidak suka foto "hehe" ara melingkar kan tangan nya ke lengan joe, "aku mencintaimu" bisik boy "jangan bicara fokus lah ke kamera" kata bintang "siap! " kata tukang foto nya "siap!! " semua nya menatap ke arah kemaren "katakan selamat!! " seru tukang foto "SELAMAT!!! ".