Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
jeny sakit


__ADS_3

"jeny... jeny... jeny buka pintu nya.. jeny..!!! " jeny membuka mata nya, ternyata dia ada di lantai kamar mandi "jeny.. buka pintu cepat!! "jeny langsung ketakutan mendengar suara dim dari luar pintu " jeny"kata dim "aku tidak akan buka pintu nya" kata jeny dengan berlinang air mata "ada apa? " kata dim dengan wajah bingung.


"kau menakuti ku aku gak akan mau keluar.. tolong kak dim biar kan aku di sini" kata jeny "buka dulu pintu nya" kata dim "tidak.. aku benar-benar tidak mau melihat mu" kata jeny "aku tidak mau melihat mu!! " seru jeny berulang kali. dim menghembuskan nafas panjang, dia mendengar suara tangisan jeny dari dalam kamar mandi "aku akan dobrak pintu jika kau tidak membuka nya" ucap dim dengan nada sedikit mengancam "aku tidak akan membuka nya" jeny berdiri mendorong meja untuk memblokir pintu "jangan sakiti aku kak dim" jeny meringkuk di lantai.


dim terus mendobrak pintu "biar saya nona" dua pria datang dengan membawa sesuatu untuk membuka pintu "kakak aku takut.. aku sangat takut.. aku ketakutan" kata jeny "kalian pergilah" kata dim sambil mendorong pintu yang sudah terbuka, dia menatap jeny meringkuk ketakutan.


jeny langsung berdiri tangisan semakin kuat ketika melihat dim sudah ada di dekat nya. "tenang lah tenang" kata dim "jangan dekati aku kak dim. aku tidak mau melihat mu" kata jeny sambil berjalan menjauh "aku sedang mabuk dan tidak tau apa apa" kata dim "apa yang terjadi? " tanya dim "jangan dekati aku ku mohon.. " kata jeny sambil berlari ke dekat bath up "tenang lah aku tidak akan melukai mu" kata dim "kau mencoba melakukan hal buruk pada ku tadi malam.. kau menakuti ku.. " kata jeny "apa aku mencoba memaksa mu tadi malam? " tanya dim "hum" jeny menganggukkan kepala nya "tolong biarkan aku di sini" kata jeny "ku mohon"wajah jeny terlihat sangat pucat.

__ADS_1


"aku minta maaf aku benar-benar tidak tau apa yang terjadi" kata dim "kak dim ku mohon" jeny terus menghindar "tenang lah itu tidak akan terjadi lagi, ayo kita keluar .di sini dingin kau bisa sakit" kata dim sambil terus maju tak menghiraukan tangisan jeny "tidak mau.. kak dim jangan dekati aku!" kata jeny dim terus mengejar nya sampai akhir dim menarik rantai itu yang membuat jeny benar-benar tidak bisa lari lagi, jeny langsung duduk memegang kepala nya sambil terus menangis "hei.. " dim menunduk memegang tangan jeny "jangan takut jen" kata dim "ini tidak akan terjadi lagi.ku jamin" kata dim dia langsung menarik jeny dan memeluk nya "ayo jangan di sini" kata dim "lepas kan aku ku mohon" kata jeny "ayo" kata dim "aku tidak mau di dekat mu" kata jeny dim langsung menggendong jeny dan membawa nya dengan paksa.


jeny mengambil bantal yang biasa dia peluk di saat dim akan tidur di samping nya, dim mengambil ponsel nya "antar susu hangat dan makanan" kata dim . jeny terlihat masih gemetaran duduk di ranjang, dim mengambil tisu "tidak" dim melihat reaksi jeny yang benar-benar ketakutan dan sedikit terkejut di saat dia akan mengusap wajah nya "tenang lah aku akan bersihkan wajah mu" kata dim.


"mereka tidak mengatakan lokasi nya tapi yang pasti, pendeta ayah nya si pear itu akan menemui dim untuk menikah kan dim dengan jeny, kita bisa ikuti dia" kata fudo "kapan dia pergi? " kata lisa "sabtu" kata fudo "itu artinya besok" kata joe "kita harus nya awasi dia" kata boy "nario dan sao sudah mengawasi nya" kata lisa.


jeny perlahan mengangkat kepala nya tiba tiba mata nya tertuju pada dua ponsel yang ada di dekat nya "ponsel? " jeny langsung berdiri "dia punya dua ponsel" jeny mengambil salah satu ponsel nya "ada sandi nya hum.. waktu itu kak dim bilang sandi nya aku ingat" kata jeny "aku tidak ingat nomor lisa" kata jeny sambil melihat ke arah pintu "instagram" kata jeny.

__ADS_1


boy melihat sekitar nya "aku mendengar suara ponsel" kata boy "ponsel? " joe memeriksa ponsel nya "ini" fudo menunjuk ponsel di sofa "oh ponsel lisa, tapi kemana lisa? " kata boy "apa? " lisa datang dengan segelas jus di tangan nya "ponsel mu tuh menyala" kata boy "ada panggilan dari instagram, siapa ini aku tidak kenal? " kata lisa "pengikut mu kali" kata boy "bukan " kata lisa.


dim membuka pintu dia tersenyum melihat jeny masih duduk dengan tenang "biar aku periksa" dim memasukkan alat pengukur suhu ke mulut jeny "kau mau jalan jalan? " tanya dim "hum kau tenang kan saja dirimu dulu " kata dim sambil mengambil alat pengukur suhu itu "hah! kau demam suhu tubuh mu sangat tinggi" kata dim "kak dim" dim menoleh "ya" kata dim "bisakah kau tidak mendekati ku saat mabuk" kata jeny, dim mengangguk "ya aku tidak akan datang ke sini saat mabuk jangan kawatir" kata dim "berjanji kau tidak akan melakukan nya lagi pada ku" suara jeny terdengar sangat lemah "aku berjanji pada mu " kata dim "kau memaafkan ku? " kata dim "belum, kau benar-benar membuat ku takut semalaman" kata jeny dim mengambil tisu untuk mengusap air mata jeny "maaf sudah membuat mu takut" kata dim "tubuh mu masih gemetaran rasa takut mu belum hilang ya? " tanya dim "itu tidak mudah" kata jeny "ha.. tidak papa ayo makan aku akan menyuapi mu" kata dim.


"sial! " semua mata tertuju pada lisa "ada apa? " kata joe "ku rasa ini akun milik dim, yang menelpon ku tadi" kata lisa "jangan jangan jeny menggunakan ponsel dim" kata joe "dari mana kau tau" boy melihat ponsel lisa "lihat saja nama nya di profil dim khamkaeo" kata lisa "sial tadi kita tidak mengangkat nya" kata boy "dia menggunakan nama lain tadi maka nya tidak ku angkat " kata lisa "telpon balik" kata joe.


dengan lembut dim membersihkan bibir jeny setelah selesai makan "bagus sekali " kata dim sambil menyingkirkan semua nya ke atas sebuah meja dorong. dim mengambil obat di dalam laci jeny menoleh ke arah ponsel dim yang berbunyi "sweet lover me itu.. itu lisa" kata jeny dalam hati dim menatap jeny yang menatap ke arah ponsel nya "lisa" kata jeny, dim langsung mengambil ponsel itu lalu berjalan ke arah jeny dim tersenyum sambil memegang dagu jeny dengan lembut "mungkin ini berat bagi mu tapi lisa sudah tidak ada, kau akan melupakan nya nanti" kata dim lalu dia memasukan obat ke mulut jeny. "minum air nya" kata dim , dia melihat jeny yang kembali menangis "semua akan baik baik saja" kata dim menepuk-nepuk pipi jeny dengan lembut "kak dim biarkan aku" kata jeny "aku.. " kata jeny dim mengusap rambut jeny "aku mau bicara pada nya" kata jeny "aku mau lisa ku" rengek jeny "kau akan patuh dengan ku kan? " kata dim jeny menunduk menatap bantal di tangan nya yang sudah basah terkena air mata nya "ku mohon" kata jeny, dim duduk menatap jeny yang sedang menangis sesegukan "tenang lah" dim langsung menarik jeny ke pelukan nya "kau akan menerima kenyataan pahit ini nanti nya" kata dim sambil mengusap punggung jeny "aku mencintaimu" kata dim namun jeny tidak bersuara lagi "jeny? " dim melepaskan pelukan nya terlihat jeny sudah tidak sadarkan diri. dim langsung membaringkan tubuh jeny dan menyingkirkan bantal yang selalu di peluk jeny "setelah menjadi milik ku sepenuhnya kau tidak akan bergerak dengan rantai ini" kata dim sambil mencium jeny "lisa!! kau mengacungkan semuanya" kata dim.

__ADS_1


lisa mengusap wajah nya dengan kesal "dia tidak menjawab nya" kata lisa "pasti dim ada di dekat jeny" kata joe "astaga.. kenapa aku bisa melakukan kesalahan seperti ini" kata lisa.


__ADS_2