
bulan bersinar sempurna di atas langit malam, lisa duduk sambil memegang gelas berisi kopi hangat "kak fudo kenapa? " tanya boy "gak tau dia berdiri di situ dari empat jam yang lalu" kata joe "jelas ini tidak beres" fikir fudo "mungkin dia sedang berfikir kemana kita selanjutnya" kata boy "kak" kata lisa "dengar kita harus ke Jerman besok" kata fudo "apa? " kata joe "tapi kenapa bukan nya dim dan lop ada di sini" kata boy "dia tidak di sini" kata fudo.
di tempat yang berbeda di dalam gedung besar dan mewah dim duduk memperhatikan dekorasi pernikahan nya "sempurna" kata dim sambil tersenyum dan merekam semua nya untuk jeny "aku tidak sabar jeny akan menjadi milik ku" kata dim.
jeny menatap ke arah pintu "Hai" dim masuk sambil membawa buket bunga "untuk ku? " tanya jeny "iya kau suka? " tanya dim "aku suka bunga apapun kecuali mawar " kata jeny "bagus lah" kata dim "apa yang sedang kau lakukan? " tanya dim "aku melukis bulan lihat lah" kata jeny "hum.. bagus sekali dan ini bagaimana seperti nya ada dua rumah di tempat ini" kata dim "ini ada orang berdiri di balkon dan yang Ini juga namun beda rumah" kata jeny "hum.. jadi mereka terpisah? " kata dim "iya tapi dua hari lagi tidak kan? " kata jeny "oh.. jadi ini aku dan ini kau? " kata dim jeny tersenyum "oh manis sekali " kata dim "sebenarnya itu lisa dan aku kami akan bertemu secepatnya" kata jeny dalam hati, meskipun tidak bisa berharap banyak namun dia tetap yakin lida pasti datang menolong nya. "aku merekam dekorasi pernikahan kita lihat ini" kata dim "aku mau lihat" kata jeny "nih" kata dim "woah.. " kata jeny "bagaimana? " kata dim "sangat bagus sekali dan banyak warna aku sangat suka" kata jeny "bagus lah " kata dim sambil mengeluarkan cake coklat yang dia bawa "aku juga bawa cake coklat kita makan bersama ya aku akan suapin nih" kata dim, jeny tersenyum dan memakan cake nya "dia menjadi jinak dari sebelum nya aku sangat menyukai hal ini " kata dim dalam hati "kenapa cuma aku? kau juga harus makan" kata jeny "oh ya, aku akan makan " kata dim sambil melahap sesendok cake.
keesokan harinya..
boy menggandeng tangan lisa saat turun dari pesawat "kak katakan dulu kenapa kita harus kembali ke Jerman? " kata lisa "seperti nya selama beberapa hari ini kita di tipu Karena dim tidak pernah terlihat, aku yakin dim masih ada di Jerman dengan jeny kita harus cari pendeta itu kita harus cari keberadaan jeny" kata fudo.
"haah.. hadiah apa yang besok harus ku berikan untuk dim" pear memilih milih sesuatu yang akan di buat sebagai hadiah pernikahan "baju mungkin ya? hum.. baju apa? perhiasan? ya ampun aku pusing" kata pear sambil memilih hadiah untuk dim.
air mata lisa menetes saat di dalam mobil "ada apa? " tanya boy sambil merangkul lisa "nario bilang besok acara pernikahan nya" kata lisa "hei kita akan mencegah nya kita sedang mencari jeny kan? " kata boy "iya jangan sedih" kata joe "bagaimana kalau.. kalau" kata lisa "kita akan menemukan" kata fudo.
"ayah! ayah !!ayah aku dat--" pear terdiam ketika melihat ayah nya sedang di tekan dengan seorang pria "kalian" kata pear "blam" pintu di tutup oleh lisa "kalian mau apa? lepaskan ayah ku" kata pear "bicara lagi aku akan membunuh mu" kata lisa.
jeny mengusap air mata nya "Tuhan aku percaya pada mu tolong bantu aku.. pertemukan aku dengan lisa sebelum kak dim menikahi ku" kata jeny "kakak.. tolong aku" kata jeny dengan lirih.
keesokan harinya..
dua wanita merias wajah jeny dan menyiapkan pakaian pernikahan nya di dalam kamar "lisa kau dimana? " kata jeny dalam hati "wah.. kau semakin cantik" kata wanita itu "dimana kak dim? " tanya jeny "dia ada di lantai satu melihat para tamu undangan " kata wanita itu "jadi acaranya akan di laksanakan di sini juga? " kata jeny "tentu, apa suami mu tidak memberitahu mu" jeny menggelengkan kepala nya "bagaimana? " dim datang dengan jas merah maron "wah kau cantik sekali" kata dim "belum selesai kak dim " kata jeny dim tersenyum "aku akan menunggumu di luar" kata dim.
lop melihat kursi tamu masih kosong bahkan belum ada satu tamu pun yang datang "nona" lop menatap dim "kau datang terlambat lop kenapa lama sekali jangan bilang kau betah di thailand" kata dim sambil tersenyum "hehe maaf nona aku kemarin mampir dulu beberapa tempat cari hadiah" kata lop "kau memang terbaik " kata dim "tapi nona kenapa belum ada yang datang" kata lop "aku juga tidak tau" kata dim.
"selamat datang mohon maaf acaranya di tunda karena ada masalah teknisi acaranya akan di lanjutkan besok" kata joe pada tamu undangan yang hendak belok ke gerbang rumah dim "padahal dia baru belajar bahasa Jerman tadi tapi udah lancar saja" kata boy "kerja bagus" kata joe sambil melihat para tamu undangan pergi.
__ADS_1
jeny mengusap air mata nya dengan tisu,dia berjalan masuk ke dalam lift "sial ini sudah menjelang sore " kata dim "pendeta juga tidak datang kemana juga si pear" kata dim yang mulai gelisah "kak dim" dim berbalik melihat jeny dengan gaun merah "jeny" dim langsung mendekati jeny "kau sangat" kata dim "kenapa tidak ada orang? " kata jeny "aku tidak tau, aku sedang menyuruh seseorang menjemput pendeta " dim tetap tersenyum meskipun dia gelisah.ya,bagaimana tidak gelisah?tamu undangan seharusnya sudah ada di sini namun ini belum juga terlihat bahkan pendeta juga belum terlihat.
para tamu undangan tidak jadi masuk ketika melihat garis polisi di depan gerbang rumah dim dan juga dua polisi gadungan yang berjaga di depan gerbang "tau gini dulu aku jadi polisi aja biar bisa Halo dek ke setiap gadis" kata boy "gadis saja yang ada di mata mu" kata joe.
"ayo gerak" kata fudo "baik kak" kata lisa "lepaskan aku!!! " seru pear "lalu bagaimana dengan mereka? " kata lisa "biarkan saja mereka di sini" kata fudo.
sore berubah menjadi malam "kak dim aku akan ke atas mengganti pakaian ini sangat panas aku sudah ganti empat baju dan tamu tak juga datang" kata jeny "hum.. pergilah aku akan memeriksa semua" kata dim "ayo nona" kata pelayan "bantu aku kak" batin jeny "nona ada telpon" kata lop "berikan pada ku" kata dim "halo nona dim mohon maaf sebelumnya ada masalah yang harus anda ketahui, pendeta dan pear di sekap di rumah nya dan pintu gerbang kita terdapat dua polisi aneh dan garis polisi itu sebab nya tamu undangan tidak masuk " kata anak buah dim, seketika emosi dim langsung meluap "kemana penjaga di gerbang? " kata dim.
"waduh" boy melihat ada beberapa pria berjalan ke arah mereka "joe joe joe... mati kita bagaimana ini? " kata boy "apa? " kata joe "lihat itu" kata boy "tenang saja" kata joe "mereka semakin mendekat" kata boy dengan panik.
fudo melaju kan mobil nya "kita harus cepat sampai" kata lisa "tenang dan pegangan aku akan melajukan nya dengan cepat" kata fudo.
semua barang di lempar oleh dim "pernikahan ku kacau!! ini pasti ulah mereka bagaimana kerja mu lop!! " kata dim sambil menunjukkan foto lisa yang sedang menyekap pear "tenang nona tenang" kata lop "tenang apa nya?? jeny dan aku seharusnya menikah dan lisa datang sekarang" dim marah "aku ada rencana lagi nona walaupun lisa datang ku yakin lisa akan langsung menyerah kan jeny pada mu" kata lop "kau yakin? " kata dim dengan tatapan tajam nya "iya aku akan katakan rencananya".
jeny memakai kaos lengan pendek pelayan menggantung gaun nya " duduk lah nona kami akan bersihkan make up mu"kata pelayan "tapi bagaimana nanti jika pernikahan jadi hari ini" kata jeny "kalau begitu kami akan tanya pada --" dim masuk ke kamar semua pelayan pergi setelah melihat isyarat dari dim "kak dim" jeny berdiri menatap ke arah dim "jeny ada yang ingin ku katakan" kata dim "aku akan mendengar kan" jeny patuh "kau tau aku sangat mencintaimu mu? " kata dim "iya" kata jeny "aku tidak bisa kehilangan mu" kata dim "ada apa dengan mu? aku kan ada di sini" kata jeny.
jeny mundur sambil menahan tubuh dim yang terus mendekati nya "kak dim.. jangan membuat ku takut" kata jeny "duduk " kata dim, jeny duduk "kau tau dalam percintaan kita butuh pengorbanan" kata dim "dan aku mau kita membuat sebuah pengorbanan agar cinta kita abadi" jeny melihat lengan nya ketika mendengar suara rantai "kau mengikat ku lagi? " kata jeny dengan wajah ketakutan "jangan takut" dim menunduk "kak dim.. " jeny mendorong dim "ka.. kk.. kau mau apa? " jeny mundur dim menahan kaki jeny "clek"rantai itu terpasang di pergelangan kaki jeny " kau tidak baik baik saja apa yang terjadi" jeny mulai ketakutan.
"aku akan melakukan nya pada mu" kata dim sambil melepaskan bunga di leher nya "apa.. kak dim!! kak dim tolong" jeny turun dari ranjang "kita harus melakukan nya" kata dim, jeny berlari ke arah pintu "sial kenapa sudah terkunci" kata jeny "tap" dim menyudutkan jeny "kak dim ka.. kau sudah janji pada ku.. ku mohon.. tepati janji mu" pinta jeny "jangan lakukan hal ini pada ku" kata jeny "aku akan melakukan nya dengan lembut" dim mengusap rambut jeny. tubuh jeny gemetar air mata nya menetes rasa takut sudah menguasai dirinya, "greb" dim memeluk jeny dan mencium nya namun jeny terus mencoba memberontak "akhh" dim kesakitan jeny melemparkan semua nya ke arah dim "aku aku akan membunuh mu kak dim" kata jeny sambil mengambil sebuah pisau buah "coba saja" dim maju. jeny maju menyerang dim "uhh" jeny tidak bisa bergerak, dim merangkul nya setelah berhasil menjatuhkan pisau di tangan jeny .
dim melempar tubuh jeny ke atas ranjang "kak dim tolong aku aku mematuhi mu " kata jeny "kalau begitu patuhi juga keinginan ku kali ini" kata dim jeny ingin melarikan diri kembali namun dim menarik rantai nya "KAKAK!!! ".
" jeny"riki terdiam "riki" kata amin "DORR" darah mengalir dari bahu riki ketika melindungi fang yang tiba-tiba mendapatkan serangan di jalan "kejar orang itu" kata endo "riki" kata fang "akhh" riki meringis "tuan kau baik baik saja? " tanya riki "cepat riki terluka " kata fang.
dengan berlinang air mata jeny terus memohon dengan dim agar dim melepaskan "kak dim.. ku mohon" kata jeny "maafkan aku jeny tapi kita harus melakukan nya" dim mengusap air mata jeny "kita harus melakukan nya" dim membuka jas nya jeny terus menerus berusaha menggerakkan tangan nya yang tertahan dengan rantai,dim melempar jas nya membuat jeny semakin ketakutan.
__ADS_1
fudo melepaskan tembakan nya ke arah bodyguard dim "hati hati lisa" kata boy "ini ini gak papa bunuh orang? " kata boy "pukul saja jangan di bunuh kau mau menghabiskan masa muda mu di penjara" kata joe.
"maafkan aku" dim menarik kaos jeny "jangan lakukan ini ku mohon.. ku mohon lepas kan aku" tangis jeny "istri ku yang baik" dim merobek kaos itu "LISA... ".
" akhh"lisa memegang kepala nya "aduh" lisa melihat pear yang memegang tongkat kayu "hadapi dia lisa" kata joe "oke" kata lisa "tidak akan ku biarkan kau mengganggu dim" kata pear "kalau begitu dengan terpaksa aku akan menghajar mu" lisa maju menyerang pear.
jeny memejamkan matanya sambil menangis dengan kuat di saat dim mulai menciumi nya, dada nya mulai terasa sesak karena rasa panik dan takut sudah bersatu membuat tubuh nya menjadi kaku dan sulit bergerak "aku mencintai mu" bisik dim sambil melepaskan kemeja nya.
"lisa" boy menarik lisa "dorr" peluru menembus kepala pear "lop mau menembak mu" kata boy "sial salah sasaran" kata lop "kau cari jeny cepat " kata boy "oke" kata lisa.
lisa menaiki tangga dengan cepat melewati beberapa ruangan "jeny!! jeny!!! jeny!! " seru lisa sambil terus mencari dan memeriksa beberapa ruang,tiba tiba dia berhenti melangkah dan melihat ke sebuah pintu.
"riki.. riki bertahan lah" kata pam "aku aku merasa jeny dalam bahaya" kata riki "jeny ada dengan fudo jangan kawatir" kata pam.
lisa mengintip dari celah kunci ada suara tangisan dari dalam "ini pasti jeny" kata lisa. "akhh" jeny meringis "kulit mu sangat manis" kata dim sambil mengusap rambut jeny "jeny!! " dim mendengar suara lisa "tolong aku.. ku mohon lisa!! " kata jeny "diam sayang " dim menutup mulut jeny dengan bibir nya tangisan jeny semakin menjadi, dia dapat merasakan tangan dim meraba paha nya.
"ketemu? " kata joe "dia di dalam aku sedang mendobrak nya tapi tidak terbuka" kata lisa "ayo dobrag bersama" kata boy "bruuaagg!! " pintu terbuka "jeny" lisa menarik dim, jeny dengan kaos dalam langsung meringkuk ketakutan .
dia langsung duduk di lantai dengan lemas"lisa lisa tolong aku ku mohon lisa lisa" jeny mengigil ketakutan "hei hei lisa di sini" kata lisa "kenapa kau lama sekali dia mau melakukan hal buruk pada ku" tangis jeny "boy jaga jeny" kata lisa "kita lepas kan rantai nya" joe mencari sumber rantai itu "BERANI NYA KAU MENCOBA MENODAI ISTRI KU" lisa meghajar dim "Karena dari awal dia milik ku!! " kata dim sambil mendorong lisa "jeny tenang lah" kata boy "tidak!! tidak jangan sentuh aku tidak ku mohon" kata jeny "ini aku boy.. aku boy" kata boy "tidak mau tidak ku mohon" boy menyingkirkan tangan nya ketika melihat jeny semakin menangis.
"kakak.. kakak tolong" kata jeny, boy mengusap air matanya "ya Tuhan kenapa ini harus terjadi pada nya" kata boy fudo melihat lisa sedang bertarung dengan dim "aku berjanji akan membunuhmu jika kau berani melukai nya" kata lisa "kau yang harus mati" dim melihat ke arah tangga dan berfikir kalau dia akan mendorong lisa dari ketinggian. "jeny" kata fudo "tidak tidak" kata jeny "jangan sentu dia" boy menarik fudo "rantai nya ada sumber nya kita cari sesuatu yang bisa di gunakan untuk melepaskan jeny " kata joe "kuncinya pasti ada" kata fudo boy terdiam "tidak tidak... pembunuh.. pembunuh... pembunuh" boy teringat saat jeny dulu di rumah sakit "kejadian nya memang berbeda tapi kau mengalami hal yang sama pada akhir nya " kata boy, dia langsung berdiri untuk mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk melepaskan Rantai itu dari jeny.
"ayah bunuh dia!!" kata dim "ayah? " lisa melihat ke arah pendeta "ya dia ayah ku" kata dim sambil tersenyum licik "tahan dia" pendeta membidik lisa "gawat" kata boy ,dia langsung memperhatikan sekitar nya ketika melihat dim dan lisa saling pukul "DORR DORR" darah keluar dari mulut pendeta itu "bagus sai" kata sao "akh" dim kesakitan pinggang nya terkena peluru "jika jeny tidak bisa ku miliki maka kau juga tidak boleh memiliki nya" dim menarik lisa untuk mati bersama nya.
tubuh dim hampir terjatuh karena pukulan lisa tapi dengan cekatan dim langsung menangkap kaki lisa ketika hampir terjun bebas dari tempat itu."lisa!!! " kata boy sambil berlari, terlihat lisa tergantung di tangga .sementara dim menarik kaki lisa "bagaimana ini" kata boy "jleb" lisa kesakitan dim menusuk kaki nya "aku tau" boy mengambil air dan langsung menyiram kan nya ke dim "minum nih air" kata boy "dorr dorr" boy terkejut dim tewas seketika setelah di tembak bodyguard lisa "kalian menembak nya waw" boy langsung mengulurkan tangan nya "ayo lisa pegang tangan ku" kata boy.
__ADS_1
"jeny.. ini kakak.. kakak fudo " kata fudo "jeny" lisa datang "lisa.. lisa.. tolong lisa" jeny langsung merespon ketika mendengar suara lisa. "iya iya aku di sini tenang lah kita akan pulang" kata lisa "jangan pergi jauh ya" kata jeny dengan air mata berlinang "aku tidak akan jauh dari mu" lisa memeluk jeny dengan erat, fudo melepaskan rantai yang mengikat jeny "lisa dia akan menikahi ku dan akan melakukan hal buruk pada ku dia mencium ku... tolong aku" pinta jeny dengan sedikit memohon "hei.. hei lihat aku" kata lisa dengan lembut "kita sudah aman kita tidak akan terpisah kan lagi kita akan pulang" kata lisa "ayo berdiri" kata lisa "ehh jeny!! " jeny kehilangan kesadaran nya "biar aku bawa" kata joe "lisa kaki mu berdarah" kata boy sambil mengambil kain untuk membalut luka di kaki lisa "dia merantai nya" lisa melihat kamar itu dan rantai yang mengikat jeny tadi "dia benar-benar menderita" kata lisa sambil meneteskan air mata.