Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
hampir celaka


__ADS_3

"aih.. " jeny membuka mata nya, dia melihat tangan lisa masih melingkar di pinggang nya suara ponsel nya kembali terdengar.


jeny langsung menggerakkan tangan nya untuk mengambil ponsel nya "halo" kata jeny "aih!! " jeny langsung duduk membuat lisa bangun dari tidur nya "jam berapa? jam sembilan oke oke" kata jeny "oke sampai nanti" kata jeny dia langsung melihat ke arah jam "nani" jeny langsung lari ke kamar mandi "hei ada apa dengan mu? " kata lisa sambil melihat jeny menjauh dari ranjang,"aku dapat undangan dari toko Sulis" seru jeny "aku di undangan tidak? " kata lisa "tidak" kata jeny "yang benar saja? " lisa mengambil ponsel jeny banyak notifikasi di ponsel jeny ."evan? evan siapa? " kata lisa "lisa cepat mandi" jeny keluar dengan jubah mandi nya "aku sedang membersihkan notifikasi di ponsel mu" kata lisa "hum.. memang ada banyak sekali notif yang masuk,aku juga jadi malas memegang ponsel ku" kata jeny sambil memakai pakaian nya, "aku ikut ya" kata lisa "pekerjaan mu bagaimana? " tanya jeny "aman itu" kata lisa "pergilah mandi cepat!! cepat" kata jeny "oke" kata lisa.


Sulis langsung menyambut jeny ketika jeny datang dengan lisa "kau tau jen, sejak aku meminta mu menjadi model iklan ku semua nya langsung membeli baju nya " kata Sulis "hah, ini bukan apa apa" kata jeny "Hai jen" evan datang "hai " kata jeny "ayo masuk ke dalam kita sedang mengadakan makan bersama sebagai syukuran" kata Sulis "ayo lisa" kata jeny "hum" lisa mengandeng tangan jeny.


Agnes meletakkan jus ke atas meja "apa dia datang" tanya Agnes "dia tidak pernah datang saat ku ajak bertemu" kata ara "dia tidak datang lagi? " tanya Agnes "tapi kami sudah memaksa nya untuk pergi" kata Agnes "tapi dia tidak datang, tapi tidak papa aku terus berusaha " kata ara "semangat ya" kata Agnes "aku tidak bisa membantu tapi ada satu orang yang mungkin bisa membantu mu nama nya jeny" kata Agnes "dia bisa membuat kulkas joe menjadi cair" kata Agnes lagi "benarkah? " kata ara "iya pergi temui dia di toko nya" kata Agnes "terimakasih" kata ara.

__ADS_1


"kenapa masih mengatakan terimakasih? ini semua bukan cuma karena aku, tapi karena baju mu kualitas bagus" kata jeny "benar itu" sahut evan "ada apa? " jeny melihat ke arah lisa "ada telpon bentar ya, ini telpon dari kakak" kata lisa "iya jangan lama lama" kata jeny, "halo kak ada apa? gawat berkas nya aku taruh di rumah kaya nya. biar aku saja, aku akan mengambil nya bentar ya" lisa kembali kedalam "ada apa? " tanya jeny "aku pulang bentar mobil aku tinggal aku akan naik taxi nanti aku akan kembali" kata lisa "oke hati hati ya" kata jeny "iya bye" lisa pergi.


ara keluar dari sebuah taxi setelah tiba di toko sweet "akhirnya sampai" kata ara, dia langsung masuk ke dalam toko sweet untuk bertemu dengan jeny.


taxi terus melaju semakin cepat membuat lisa menjadi keheranan dan juga sedikit panik "hati hati " kata lisa.


jeny masuk ke dalam mobil "ayo bright" kata jeny "oh ya, lisa tadi pergi membawa siapa? " tanya jeny "dia pergi sendiri nona, dia tidak ingin kami meninggal kan mu" kata sai "apa? " kata jeny dia langsung melihat ponsel nya "gak di angkat lagi berani sekali dia" kata jeny dia langsung melihat lokasi lisa "bright ayo kita cari lisa. seperti nya ada yang tidak beres" kata jeny dengan perasaan gelisah.

__ADS_1


"cepat bright ada yang aneh dengan posisi lisa seperti nya terjadi sesuatu" kata jeny "iya nona" kata sai "wuzzz" bright menghentikan mobil nya seketika "astaga taxi itu gila" kata sai "itu!! itu lisa sesuai sama yang di map" kata jeny "gawat" kata sao "kalian sebagian cari bantuan sana" kata jeny "kita kejar dia" kata jeny.


pelayan menghampiri ara "nona jeny akan pulang nanti, dia masih ada di acara lain" kata pelayan "iya tidak papa" kata ara "aku akan menunggu nya".


" berhenti!! "kata jeny, bright langsung menghentikan mobil nya " awas!! awas turun semua cepat!! "kata jeny " kita tidak akan bisa mengejar nya"kata jeny "nona, nario sedang mencari truk untuk menghalangi nona lisa" kata sao "kalian cari mobil lain kita akan menghentikan taxi itu . nario kemungkinan akan lama! cepat!! kita hentikan sekarang" kata jeny "baik nona tapi mobil ini" kata sai "aku yang bawa" kata jeny "hah? " semua nya terkejut.


lisa menutup mulut nya, perut nya benar benar terasa seperti di kocok habis! dia mual "matikan kontak nya bisa tidak ?" kata lisa "huekk" lisa langsung muntah.

__ADS_1


dengan jantung berdebar kencang jeny melihat ponsel nya "sebentar lagi hitungan mundur" kata jeny "truk nya datang" kata sai "sekarang" jeny menjalan kan mobil nya dengan cepat pas dengan taxi yang membawa lisa, "haaa" jeny terus menginjak gas nya dengan kuat.nario masuk dengan truk nya di susul bodyguard nya yang lain dengan mobil yang berbeda "lisaaa!! " seru jeny asap putih memenuhi jalanan lisa melihat ke depan mobil nya sudah ada di depan taxi nya, bright berjalan ke arah taxi dan langsung menarik supir taxi itu "sial susah sekali" kata bright.


tak lama kemudian taxi itu berhasil berhenti lisa keluar dari taxi dengan tubuh yang lemas "lisa" jeny menghampiri lisa "hidung mu" kata lisa "terbentur setir saat menabrak taxi nya" kata jeny "aku tidak tau kau bisa mengendarai mobil" kata lisa sambil mengusap darah yang keluar dari hidung jeny "aku takut" kata jeny, lisa langsung memeluk nya "kau adalah seorang pemberani" kata lisa "apa kau tidak tau kalau kau sangat berani, kau bisa celaka dengan melakukan hal tadi tapi kau melakukan nya" kata lisa "karena aku takut kau terluka" kata jeny "kau yang terluka lihat hidung mu berdarah" kata lisa sambil mengusap darah yang ada di dekat hidung jeny "maafkan saya nona saya tidak tau tiba-tiba taxi nya bermasalah" kata supir taxi "tidak papa" kata lisa "tapi nona" kata sao yang tidak suka mendengar lisa mengampuni supir taxi itu"tidak papa, bantu pria ini aku akan pergi dengan yang lain bersama jeny" kata lisa "mobil nya rusak" kata jeny "kita cari mobil lain ayo".


__ADS_2