
pesawat mendarat dengan sempurna, fudo melirik ke arah seorang pria dan wanita yang tak jauh dari nya "sekarang" kata fudo "ayo lisa" boy menarik lisa . joe melihat sekitar nya dan bendera yang ada di depan nya "negara apa ini? " kata joe "wajar saja kita mengaduk aduk seisi kota Thailand kita gak akan menemukan dim" kata boy "jerman" kata fudo "jadi ini jerman" kata boy "ayo jalan ikuti pendeta itu" kata fudo "ayo ayo" kata joe.
"kejutan" jeny membuka mata nya lalu melihat kamar nya sudah di dekorasi "uh! " jeny menunduk di saat dim hendak menyentuh pipi nya "kau suka? " tanya dim "apa yang terjadi? " tanya jeny "aku memberi mu kejutan" kata dim "aku akan bantu kau membersihkan tubuh mu, kau masih sedikit hangat" kata dim sambil berjalan mengambil air dan handuk "aih kak dim" kata jeny "hum? apa? " dim menatap nya "aku mau mandi saja,karena ini rasa nya tidak nyaman, dua hari aku belum mandi" kata jeny "kau mau mandi? " dim duduk di dekat jeny "hum aku mau mandi" kata jeny "baik lah aku akan siapkan air hangat nya" kata dim sambil tersenyum dia pergi ke kamar mandi "ayo" tak lama kemudian dim datang membantu jeny pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"kenapa dim menunda pernikahan nya aku sudah sampai di sini" kata pendeta itu "calon istri nya dim sakit ayah dia demam sangat tinggi jadi butuh beberapa waktu agar kondisi nya membaik " kata pear "baik lah kalau begitu ayah mau melihat sungai schwabach " kata ayah pear "wah boleh juga tuh ayah aku juga mau melihat nya kata orang sungai schwabach itu sangat indah" kata pear "berarti jeny sedang sakit" kata lisa "seperti nya iya dan, dim pasti ada di sekitar daerah ini" kata fudo "gini saja sebagian awasi pear dan si pendeta dan sebagian lagi mencari jeny kita harus temukan jeny sebelum dim menikah dengan jeny" kata joe "kau benar" kata fudo lalu dia berdiri "aku butuh laptop aku ingin mencoba malacak keberadaan dim dari media sosial nya apa nama instagram nya tadi" kata fudo "dim khamkaeo" kata lisa .
lilin di nyalakan dim langsung duduk di depan jeny . "kau tau aku sangat bahagia bisa melihat mu" kata dim "ayo makan" kata dim sambil melihat jeny yang diam saja "aku tidak selera makan" kata jeny "hum.. tapi kau harus makan, atau katakan saja kau ingin apa? mau makan apa? " tanya dim "aku tidak tau apapun yang aku makan rasa nya tidak enak" kata jeny "aku akan cari makanan lain sebentar" dim pergi tak lama kemudian dim kembali "nih seafood dengan mihun pedas manis" kata dim "dari mana kau mendapatkan nya? " kata jeny "dari dapur ayo coba lah" dim menguapi jeny dengan sepotong udang "kau harus banyak makan agar tubuh mu kembali fit dan sehat" kata dim jeny mengangguk .
__ADS_1
jeny melihat dim berlutut di dekat nya "mau menikah dengan ku? " tanya dim jeny melihat wajah dim "jika aku melamar mu di depan kakak apa kau akan menerima ku? jadi aku mau bertanya pada mu karena aku ingin tau jawabannya, apa kau akan menerima ku nanti saat aku nanti melamar mu" jeny teringat dengan lisa "aku hanya bisa berharap kau segera menolong ku" kata jeny dalam hati "bagaimana? " tanya dim.jeny menatap cincin yang ada di tangan dim lalu dia menatap ke arah dim, "kenapa kau bertanya pada ku? bukan kah aku hanya punya satu pilihan jadi apa guna nya bertanya lagi jika kau tau jawabannya" kata jeny dim seketika tersenyum lebar "kau lucu sekali" kata dim jeny tersenyum kecil "aku berharap lisa akan mengatakan ini di depan kakak" kata jeny dalam hati "jadi kau menerima ku? " tanya dim jeny tidak menjawab dia hanya mengedipkan mata nya dua kali "terimakasih" dim memeluk jeny dan langsung memasang cincin ke jari jeny "bisakah aku meminta sesuatu" kata jeny "katakan" kata dim "aku ingin istirahat dan tidur sendirian malam ini" kata jeny "mungkin dia masih takut pada ku" fikir dim "boleh kan? " kata jeny "hum baik lah" dim mengambil ponsel nya "datang dan bereskan semua nya agar jeny bisa tidur dengan nyaman" kata dim "apa kau akan menikahi ku secepatnya? " tanya jeny "aku berharap begitu namun aku ingin memundurkan tanggal pernikahan, melihat kondisi mu masih belum fit" kata dim "jika kau sudah sembuh kita akan melangsungkan pernikahan" kata dim sambil berdiri dan mengambil obat untuk jeny .dua pelayan datang membereskan sisa makan malam ,jeny duduk di ranjang "ini minum obat nya" kata dim jeny langsung memasukan obat itu ke dalam mulut nya "sekarang istirahat " dim menarik selimut untuk menutupi tubuh jeny "selamat malam" kata dim "aih!!" jeny menghindar di saat dim hendak mencium nya " tidur lah"dim langsung pergi "dia masih bereaksi ketakutan di saat aku hendak mencium nya, apa dia trauma ya? " fikir dim.
jeny mengeluarkan obat dari mulut nya dan membuang nya ke tong sampah "kalau begitu aku tidak boleh sembuh agar pernikahan ini tidak terjadi sampai kakak dan lisa datang" kata jeny.
__ADS_1
dim duduk di sofa , dia mulai menyalakan rokok nya "halo " kata dim "dim seseorang bernama fudo yang mencari mu itu aku melihat nya, dia bahkan mengikuti ku dengan teman nya" kata pear "apa? " kata dim "dan bahkan ada wanita yang bernama lisa juga, maka nya aku tidak ke rumah mu langsung" kata pear "aku akan mengirim lop untuk mu aku minta pada mu untuk mengalihkan mereka atau membuat mereka jauh dari wilayah ini" kata dim "aku harus bawa mereka kemana? " kata pear "tunggu saja besok, sekarang dengar kan rencana ku" dim menunjukkan senyuman licik nya seketika.