Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
rencana liburan ke Jepang


__ADS_3

tirai jendela di buka lisa langsung berbalik menatap jeny yang baru bangun tidur "selamat pagi" kata lisa sambil duduk di dekat jeny "hujan nya sudah berhenti? " kata jeny "sudah, sekarang mandilah aku sudah menyiapkan air hangat" kata lisa "oh.. oke" jeny melihat ponsel nya yang berbunyi "halo boy" kata jeny "jen kau tau.. aku.. aku bertemu dengan seseorang" kata boy dengan suara yang terdengar sangat berenergi "oke katakan dimana mau kau bertemu dengan nya? " kata jeny "saat hujan mobil ku rusak aku menyuruh jin diam di mobil" kemudian boy menceritakan kejadian semalam "aha... kau jatuh cinta dalam pandangan pertama" kata jeny "aku sangat salah tingkah semalam" kata boy "iya ya aku tau kalau begitu temui dia dan ungkap kan langsung kalau kau mencintai nya tapi aku.. kasihan pada tukang ojek nya" kata jeny sambil tertawa.


jin membuka mata nya sayup-sayup ada suara wanita yang sedang bicara di luar "astaga hujan nya sudah berhenti" kata jin sambil melipat selimut "tapi aku mendengar suara seorang wanita" kata jin sambil berjalan keluar kamar


"kakak dia sangat sangat cool, dan dingin sama seperti tokoh yang aku baca di novel tapi dia benar benar tidak peka aku tuh mau kenalan tapi dia pergi begitu saja " terlihat ada seorang wanita di ruang makan "katakan saja siapa nama nya aku akan menemui nya" kata hong su "aku gak tau tapi saat di kampus aku teringat wajah nya terus aku ke sini karena hari ini kelas kosong berharap bisa bertemu dengan nya di jalan tapi dia tidak terlihat sedikit pun" wanita itu melihat ke arah jin "kakak dia" kata wanita itu "kemari lah" kata hong su jin berjalan ke arah mereka "dia ara adik ku" kata hong su "halo" kata jin "dia jin " kata hong su "halo salam kenal astaga dia imut sekali" kata ara "jaga bicara mu dia tidak suka di bilang imut" kata hong su sambil menatap jin "kau lebih imut dari ku" kata jin "ah.. terimakasih" kata ara "ayo sarapan" kata hong su "ayo.. oh ya aku harus memanggilnya apa? " kata ara "kakak karena dia kekasih ku" kata hong su "oh.. kakak.. oh ya kakak ya" kata ara.


lisa berjalan di sisi jeny "kau bisa berangkat sekarang" kata jeny "aku mau di sini sebentar" kata lisa "aku akan langsung ke meja kerja ku" kata jeny "ya tidak masalah" kata lisa "tunggu dulu" lisa menarik jeny dan mencium nya "lisa! " kata jeny "anggap saja tidak ada yang lihat" kata lisa "gak waras" kata jeny sambil pergi sementara lisa hanya tersenyum saja.


lop meletakkan berkas di atas meja "nona kita harus segera mengerjakan proyek nya soal wanita itu anda bisa mendapatkan nya nanti" kata lop "diam!! " kata dim "simpan semua nya aku akan segera mengerjakan nya setelah aku membawa jeny pergi bersamaku " kata dim "dia akan ku dapat kan segera" kata dim "baik lah kalau begitu siapkan diri anda akan ada pertemuan jam sepuluh" kata lop sambil pergi meninggalkan dim.


"masuk saja" kata Daichi, lisa langsung masuk "pagi kakak ku sayang" kata lisa "ya katakan saja kau mau minta apa" kata Daichi "hehe langsung ketebak rupa nya" kata lisa sambil duduk di kursi dekat Daichi "aku sudah hafal gerak gerik mu" kata Daichi "kakak.. kakak dengar ya aku mau mengajak jeny pergi ke Jepang untuk makan malam" kata lisa "apa? makan malam di Jepang cuma makan malam? " kata Daichi "ya memang nya apa salah nya sekalian aku mau mengajak dia liburan hanya berdua ya ingat ber- dua" kata lisa "ya ya lagian aku juga gak akan ikut" kata Daichi "jadi segera beri dia cuti oke" kata lisa "kakak ayolah jawab" kata lisa "iya iya aku akan memberi nya cuti kau sekarang senang? " kata Daichi "sangat senang, oh ya jangan lupa coba helikopter dari ku? " kata lisa "aku akan mengajak mu naik bersama kita terbang bersama dan aku akan melempar mu dari atas" kata Daichi "maka kau akan menyesal kehilangan adik mu yang paling baik ini" kata lisa.


lisa menghampiri jeny sambil membawa paper bag "susu dan cake mu " kata lisa "astaga" nano menutup mata nya "hum.. terimakasih kau cepat kah berangkat dan jangan lupa jemput aku" kata jeny "oke aku pergi ya" kata lisa "semangat" kata jeny "boleh aku mencium mu? " kata lisa "tidak pergilah cepat aku takut di pecat sana pergi" kata jeny lisa tersenyum "bye sayang" kata lisa sambil melambaikan tangan nya dan pergi "seperti nya dia tidak bisa jauh dari mu jen" kata rekan kerja nya jeny tersenyum "mungkin sebaliknya " kata jeny.


malam harinya..


dengan wajah kesal lisa duduk di dekat jeny yang sedang makan camilan "ada apa dengan mu? " tanya jeny "aku mau mengajak mu ke Jepang besok tapi malah seminggu ini jadwal pertemuan ku banyak sekali" kata lisa "hyahahaha" jeny tertawa lisa langsung cemberut sambil melirik jeny "tidak papa seminggu juga gak lama" kata jeny "aku sedang kesal dan kau tertawa" kata lisa "jadi aku harus apa? " kata jeny "peluk gitu, cium atau apa lah" kata lisa "hei nona lisa kau memang licik sekali, kemari mendekat lah aku akan mencium mu" kata jeny "baik" lisa mendekat kan lagi diri nya ke jeny "eh gak jadi mulut ku penuh dengan coklat jadi gak bisa mencium mu" kata jeny "banyak sekali alasan mu" kata lisa "kemari lah kemari" kata jeny "nanti kau menipu ku lagi" kata lisa "ya sudah aku pergi saja mencari orang lain yang mau aku cium" kata jeny lisa langsung mendekat dan merangkuk jeny "jangan cium orang lain" kata lisa sambil mencium pipi jeny "bentar aku selesai kan dulu menelan coklat ini baru aku akan mencium mu" kata jeny sambil menatap lisa "ummach" jeny mencium lisa "sudah senang" kata jeny "lagi" kata lisa jeny mencium lisa lagi "bagaimana? " kata jeny "di sini belum"lisa menunjuk bibir nya " aih... tidak mau"kata jeny "ayolah" kata lisa "tidak mau" kata jeny "aku memaksa" kata lisa "pejam kan mata mu aku akan mencium bibir mu" kata jeny "ah.. baik" lisa memejamkan mata nya "aku siap" kata lisa "ayo jen kenapa lama sekali" kata lisa dalam hati "jen? " lisa tidak merasakan apapun dia langsung membuka mata nya dan jeny tidak ada di dekat nya "jeny... haa.. kau menipu ku" kata lisa "hyahahahah.. cium tuh angin" kata jeny dari dalam kamar mandi "kali ini aku akan memberi mu pelajaran" kata lisa sambil berjalan ke kamar mandi "ahh.. lisa.. awas aku aku sedang gosok gigi ahh.. lepasin" terdengar suara jeny dari dalam kamar mandi

__ADS_1


 "nanti nanti"


"gak mau tau ,sekarang"


"ahh.. lisa aku tidak.. aku janji nanti lepaskan aku dulu mulut ku masih berbusa"


"ini akibat nya jika kau mengerjai ku"


"ahh.. aku kapok"


nampan di letakan di bawah meja " guys ada berita baru"kata Jack "kau pria jadi jangan bergosip" kata jin "yang gosip siapa? " kata Jack "aku cuma mau memberitahu kalian tapi kalian jangan iri ya" kata Jack "katakan saja" kata boy "aku dapat pacar kami berkenalan lewat aplikasi kencan lalu kemarin bertemu nama nya bela dia cakep banget sayang nya aku gak sempat mengenal kan nya ke kalian " kata Jack "mencurigakan, katakan pada ku kapan kau main aplikasi kencan? " kata boy "sudah hampir lima bulan" kata Jack "waaah... gak ngajak ngajak" kata jin "buat apa aku mengajak mu kau kan sudah belok kau suka cowok masa aku mengajak mu kencan dengan wanita" kata Jack "setidaknya ajak boy" jin menatap boy yang terlihat sedang melamun "ada apa dengan nya? " kata jin "aku juga gak tau haa.. snack nya kau makan kali" kata Jack "aku tidak makan kok" kata jin "boy!! " kata Jack "hah.. apa apa" kata boy "nah.. aku jadi curiga kau mengamati pria yang itu ya" kata Jack "sembarangan kodok berlumut" kata boy "kau ngatain aku kodok" kata Jack "aku juga mau cerita ke kalian aku.. aku menyukai seorang gadis nama nya bintang" kata boy "wah... orang mana" kata jin "orang sekitar sini dia sahabat nya kak cika tapi aku bingung cara ngomong nya gimana ya" kata boy "besok cari dia kami bantu" kata Jack "bener ya" kata boy "iya tenang aja" kata jin "ini kunci mobil nya, semuanya sudah di perbaiki" kata hong su "hum.. terimakasih" kata jin sambil menyerahkan kunci mobil ke boy "ini kunci mobil mu" kata jin "oh.. terimakasih tuan siapa nama nya tuan apa? " kata boy "tuan crab" kata Jack "kalian ini! nama nya tuan hong su" kata jin "marah dia" kata Jack "oh ya tuan hong su berapa semua biaya nya" kata boy "tidak ada biaya tuan boy soal nya teman ku yang memperbaiki nya" kata hong su "wah.. semoga panjang umur ya" kata boy "hum.. sebentar tuan hong su, kau di suruh jeny untuk menjaga ku ya? " kata boy "iya kami berempat" kata hong su "berempat?? " jin kaget "lihat di sana itu nama nya ebi, yang itu xie, dan yang itu emi" kata hong su "oh.. hum.. tuan hong su kalian berhenti lah menjaga ku aku baik baik saja lagian john juga sudah tidak ada terlihat lagi " kata boy "tapi nona jeh sudah membayar kontrak empat tahun jadi kami harus menjaga mu sekitar dua tahun lagi" kata hong su "tapi kalian bisa bersantai saja Karena tidak ada yang melikai ku" kata boy "fokus lah menjaga teman mungil ku ini" kata boy "boy aku bisa melempar mu dengan gelas" kata jin "dengar aku yang seharusnya melempar mu kau tau saat ini aku sebenarnya ingin menjitak kepala mu sampai botak, aku kau biarkan dia halte kau tau itu aku kedinginan tukang ojek meninggal kan ku" kata boy "hahaha.. hahahha kasihan" ucap Jack "aku tidak dengar" kata jin "haah bilang saja kalian sedang bermesraan kan" kata boy "diam lah" kata jin "muka dia merah" kata Jack sambil tertawa.


keesokan harinya...


dari dalam kamar terdengar suara suara seperti orang yang sedang membuka snack. lisa membuka mata nya "jen? " jeny sudah tidak ada di samping nya "jeny" lisa duduk melihat sekeliling nya dan langsung tersenyum ketika melihat jeny duduk di lantai sambil makan camilan "bangun tidur langsung ngemil" kata lisa "aku lapar nih kau bangun dan mandilah kata nya kan ada pertemuan" kata jeny "baik lah aku mandi dulu" kata lisa "jangan makan banyak banyak snack nya kau belum makan nasi" kata lisa "iya" kata jeny.


"bintang aku suka kamu, cih gak gak... binatang eh bintang aku.. aku mencintai mu dari awal aku melihat mu, ahh.. gimana nih" boy menatap dirinya di depan cermin "bintang mau gak jadi pacar ku aku menyukai mu" kata boy dia langsung tersenyum "ayo dong gentleman" kata boy "boy.. aku datang" Jack mengetuk pintu "iya iya" kata boy sambil berjalan membuka pintu untuk Jack "wah.. kemeja yang bagus" kata Jack "menurut mu dia menerima ku gak" kata boy "Terima atau tidak urusan belakang yang penting ungkap kan sana dulu" kata Jack "kau benar" kata boy.

__ADS_1


reno tersenyum ketika melihat pesan dari jeny "jangan lupa istirahat kawan" reno meneguk kopinya "kurasa aku sudah lupa kalau aku kemarin tak ingin melepaskan mu, sekarang ku rasa aku sudah bisa mengalah dengan takdir" kata reno sambil tersenyum dan segera membalas pesan dari jeny.


"lokasinya ada di sebelah sini dekat dengan aliran sungai " lisa sedang menjelaskan sesuatu dengan rekan bisnis nya "aku harus selesai pekerjaan ku dengan cepat agar aku bisa pergi liburan" kata lisa dalam hati.


cahaya flash mengarah ke jeny "oke selanjutnya " kata pria yang biasanya memfoto jeny , nano dan dua orang lainnya langsung menyiapkan produk yang akan di foto bersama jeny "oke siap kita mulai lagi " kata pria dengan kamera ditangan nya "oke siap" kata jeny.


"semangat" kata jin sari dalam mobil boy menarik nafas panjang lalu berjalan ke arah rumah bintang "tok tok tok" pintu di ketuk "kenapa lama sekali" kata Jack "sabar lah bego" kata jin "permisi" kata boy sambil mengetuk pintu "tidak ada orang nya" kata boy "ketuk lagi! " kata jin "lebih kuat boy" kata Jack "lebih kuat apanya" boy berjalan ke arah mobil "beneran tidak ad--" boy terdiam perlahan dia tersenyum melihat seorang wanita dengan pakaian olahraga "hei kau" kata wanita itu "hum.. Hai" kata boy "kebetulan kau datang aku rencana nya mau mencari mu" kata wanita itu "hah? " boy terkejut "jam tangan mu ketinggalan di akbar mandi" kata wanita itu "oh.. ya" kata boy "ayo masuk dulu? kau datang sendiri" kata wanita itu "ya ya aku aku sendiri" kata boy "ayo masuk" kata wanita yang tak lain adalah bintang "baik" kata boy "santai boy" kata jin "udah santai goblok" kata boy dengan volume rendah dia masuk ke rumah bintang "aku ambil jam nya dulu ya" kata bintang "iya" kata boy "jangan gugup bodoh" kata Jack "baru ini aku ketakutan bertemu seseorang gadis" kata boy dalam hati "ini jam mu" kata bintang "iya pantas saja tidak ku temukan" kata boy "aku juga tadi mau menemui cika untuk bertanya di mana rumah mu" kata bintang "hum.. tidak perlu repot repot aku akan datang ke sini kare--" boy diam "aduh.. aku lupa mau bilang apa" kata boy dalam hati "bilang boy bilang" kata Jack "bilang apa? " kata boy "hum? kau mengatakan apa? " kata bintang "oh.. um.. aku.. aku harus" kata boy "oh aku ambil kan air ya kau mau minum apa? " kata bintang "kopi panas" kata Jack "kok panas? " kata jin "biar bisa ngobrol lebih lama" kata Jack "oh ya ya kopi dingin boy" kata jin "panas" kata Jack "haduhhhh" kata boy dalam hati "kau mau jus? " kata bintang "kopi panas boy" kata Jack "aku aku mau kopi panas" kata boy "oh.. kau yakin cuaca nya agak panas loh" kata bintang "gak papa biar lebih lama" kata Jack "ya biar leb-- um.. ya aku sedikit kedinginan" kata boy "oh baik lah tunggu ya" kata bintang "iya maaf ya merepotkan" kata boy "gak papa santai saja" kata bintang sambil berjalan pergi "guys aku gak berani ngomong" kata boy "he.. pengecut lu" kata jin "sadar bego kau aja pingsan gara-gara tuan hong su" kata boy "ihh" kata jin "aduh.. aku gak mampu ngomong nih" kata boy "harus mampu coba dulu" kata Jack, bintang datang membawa segelas kopi "terimakasih" kata boy "bilang boy" kata Jack "iya aku bilang" kata boy "hum?? " bintang menatap boy "um... sebenarnya aku juga datang bukan karena jam" kata boy "oh.. kau mau ke suatu tempat ya" kata bintang "ya.. tapi... aku.. aku mau mengajak mu" kata boy "aku? " kata bintang "ya.. hum.. mau kan makan bersama ku? " kata boy "hum" bintang berfikir "ya ya aku aku tau kita baru ketemu dan belum saling kenal tapi.. hum.. kita bisa saling kenal nanti kan" kata boy "hum.. aku" kata boy "ayo boy" kata Jack "bisa bisa" kata jin "aku menyukai mu" kata boy bintang langsung membeku "aku tau kau akan kaget hum.. aku juga kaget.. aku aku tidak pernah begini dan ini pertama kalinya aku memiliki perasaan seperti ini entah mengapa aku langsung mencintai mu saat pertama kali bertemu" kata boy "teman ku memberi saran agar aku datang ke sini untuk memberi tau semua nya" kata boy "ternyata dia juga sama" kata bintang dalam hati dia sangat ingat bagaimana boy datang dengan keadaan basah kuyup dan mengibaskan rambut nya di depan pintu "hum.. maaf kan aku ya" kata boy "tidak papa" kata bintang "hum.. mau makan dengan ku? " kata boy "datang lah saat malam hari aku menunggu mu" kata bintang "yeeeahhh" kata Jack "akhirnya" kata jin "kenapa kalian berteriak telinga ku sakit " kata boy dalam hati.


beberapa hari berlalu seperti biasa lisa datang menjemput jeny "bye semuanya" kata jeny "bye jen" kata rekan kerja nya "jeny" asisten Daichi menghampiri jeny "ada apa kak? " kata jeny "bos memanggil mu" kata asisten Daichi "oh baik lah" kata jeny, lisa masuk ke dalam kantor "hum.. dimana jeny" tanya lisa.


jeny mengetuk pintu "permisi pak" kata jeny "masuk saja" kata Daichi dari dalam jeny pun langsung masuk "bapak memanggil saya" kata jeny Daichi tertawa kecil "aku sekarang merasa sudah tua" kata Daichi "siapa yang bilang kau masih muda eh.. maaf maaf Pak" ucap jeny Daichi tertawa "santai saja jen, aku ingin memberitahu mu sesuatu" kata Daichi.


tak lama kemudian jeny menemui lisa yang sudah menunggu nya "kenapa kau di sini tidak di luar sana? " kata jeny "kau mau aku di luar? " kata lisa "jangan memeluk ku ini kantor ayo" kata jeny "astaga aku tidak lihat siapa pun" kata lisa "cepat" kata jeny "iya iya" lisa berjalan mengikuti jeny.


di dalam mobil..


lisa merangkul jeny "kau ada meminta kakak memberi ku cuti? " kata jeny "aku? aku saja baru sampai bahkan tidak menemui kakak" kata lisa "iya juga ya, kakak bilang akan ada cuti jadi aku gak akan kerja beberapa hari" kata jeny "bagus kah kita bisa berangkat ke Jepang" kata lisa "memang nya pekerjaan mu sudah beres? " tanya jeny "sudah aku rela lembur beberapa hari agar bisa pergi dengan mu" kata lisa "tapi aku masih lelah" kata jeny "kita berangkat besok saja aku akan menyuruh sai mengurus tiket pesawat" kata lisa sambil mencium jeny "kita akan liburan" kata lisa "ka bilang kita akan makan malam saja" kata jeny "ya.. astaga jeny.. kita gak mungkin cuma makan saja kita juga sekalian berlibur berdua, kita bersenang-senang" kata lisa "aku juga mau main bola salju" kata jeny "oke kita akan main di sana yang kalah akan mendapatkan hukuman" kata lisa "iya aku tidak takut" kata jeny sambil bersandar di bahu lisa.

__ADS_1


__ADS_2