
dio membuka matanya karena dia mendengar suara orang menangis "apa yang terjadi? " dio menoleh ke orang yang berbaring membelakangi nya.
"reno" kata dio "apakah ini mimpi? " tanya reno tanpa bergerak sedikit pun "ini nyata, apa kau baik baik saja? " dio cemas "aku sedang mencerna apa yang terjadi? " kata reno "maafkan aku seharusnya aku tidak membawa mu ke dalam dunia ku" kata dio, "ku yakin kau menyesali perkataan mu tadi malam dan juga kejadian yang kita lakukan " kata dio .perlahan dia bergerak mengusap rambut reno "kau bisa lakukan apapun atau mengubah keputusan mu akan mencoba mengerti " kata dio "pada akhir nya aku memang seakan-akan harus menerima semua nya, namun akhirnya lama kelamaan aku mulai terbiasa. ku fikir aku salah aku meragukan diriku dan berkata kalau aku membenci nya bukan mencintai nya. namun aku tidak bisa melawan diriku!! karena fakta nya aku mencintai lisa" reno teringat perkataan jeny .
"aku mungkin sedikit takut" reno menatap dio "dan mungkin belum terbiasa" kata reno di sela tangis nya,"aku ingin mengelak tapi tidak bisa, aku tidak ingin mengatakan hal ini tapi harus ku akui aku benar benar mencintai pria ini" kata reno dalam hati "jadi kita akan berpacaran? " tanya dio "menurut mu apa lagi" kata reno "ku fikir waktu itu kau mengatakan nya saat mabuk " kata dio "mungkin aku tidak sadar, tapi di saat aku mabuk aku tidak bisa menyembunyikan semua nya. dan kau tau itu!" kata reno, dio mengusap air mata reno "aku akan membuat mu bahagia, tolong cintai aku reno.. aku tidak bisa mencintai siapa pun kecuali kau" kata dio sambil memeluk Reno dan mencium kening nya.
sambil memegang snack endo melihat fudo berdiri di depan pintu kamar riki "ada apa? " kata endo "aku merasa terjadi sesuatu" kata fudo "guys waktu nya sarapan!!! " seru amin "aku datang" kata endo, fudo membuka pintu kamar riki terlihat riki sedang duduk di tepi ranjang sambil menutupi wajahnya.
"riki kita harus sarapan" kata fudo, perlahan riki menatap fudo "ada apa dengan mu? " fudo mendekati riki "tidak papa aku cuma hum.. cuma huf.. ayah lisa menelpon ku berulang kali untuk membahas pertunangan jeny dan lisa" kata riki "lalu? " kata fudo "aku bingung rasa nya.. hum... lupakan kita harus sarapan" riki pergi "rasa nya kau belum menerima semua, namun kau mau tidak mau harus merelakan semua nya, aku tau itu " fudo berdiri dan pergi keluar.
di bandara..
para bodyguard membawa tas milik lisa dan jeny sambil terus berjalan "bye " kata jin sambil melambaikan tangan nya ke ara "fokus kuliah ya" kata hong su "ayo guys lima menit lagi pesawat akan lepas landas" kata lisa "ayo ! ayo jalan!!" kata boy dengan penuh semangat. "kenapa kau terlihat begitu bersemangat? " tanya Agnes "ada deh" kata boy "jangan bilang kau ada kejahilan lagi ya" kata jeny "tidak" kata boy , joe perlahan menoleh ke belakang menatap gadis dengan topi pink itu dan perlahan bibir joe membentuk sebuah senyuman yang membuat ara terkejut "aku tidak percaya ini" kata ara sambil menatap joe yang berjalan menjauh "dia tersenyum" kata ara.
"hum.. masakan mu makin lama makin enak" kata pam "tentu saja" kata amin "aku akan mempelajari banyak resep makanan, aku juga mau bisa masak lebih enak dari kalian" kata endo "eh riki mata mu terlihat begitu merah" ucap pam "iya apa kau baru menangis? " tanya endo "aku bergadang seharian menonton film mafia terbaru dan cuma tidur beberapa menit dan mata ku jadi begini, ku rasa aku akan tidur lagi nanti karena aku masih mengantuk" kata riki "kalau begitu habiskan sarapan mu, duduk lah sebentar lalu pergi tidur" kata fudo.
awan putih terlihat jelas dari jendela pesawat
"kau melihat apa? " tanya lisa "aku sedang melihat lihat saja, siapa tau ada pesawat lain atau sesuatu yang indah " kata jeny "kau akan melukis apa yang kau lihat? " kata lisa "hum.. tentu" kata jeny "ku rasa aku tidak bisa melukis hal lain sekarang" kata jeny "kenapa? " lisa menautkan kedua alis nya "tidak ada imajinasi yang muncul di kepala ku kecuali wajah mu" kata jeny yang seketika membuat lisa tersenyum "jangan cium aku di sini banyak orang" kata jeny "baik lah" kata lisa.
bob membisikkan sesuatu ke Agnes dan Agnes langsung mengangguk "aku juga merasa ada yang aneh" kata Agnes "kira kira kemarin dia menghabiskan waktu dengan siapa ya? kau lihat dia tadi tersenyum sekilas sambil menatap awan dari jendela" kata bob "apa es nya sudah cair" bisik Agnes "ku rasa sudah" kata bob "aku mendengar mu anak anak bodoh" ujar joe "kami tidak menceritakan mu" kata Agnes "lalu menceritakan star leo atau Winda" kata joe "hah? " bob terlihat terkejut "ku bunuh nanti orang itu jika kalian bicara macam macam" joe menutup wajah nya dengan topinya "apa dia seorang psikopat? " kata Agnes "jangan bicara lagi aku mau Winda ku aman" kata bob "benar juga aku mau star leo ku aman demi kebahagian kita" kata Agnes.
air keran di nyalakan, endo menuang sabun ke atas spon cuci piring "seperti nya riki menipu kita" kata amin "benar" kata fudo "apa yang terjadi? " tanya pam "dia sedang memikirkan pertunangan jeny dan lisa ayah lisa menelpon riki berkali-kali untuk membahas pertunangan itu" kata fudo "aku mengerti" kata pam "kau bisa menenangkan nya dulu" kata endo "benar tuh fudo" kata pam.
__ADS_1
"aku tuh anak yang paling di sayang ya kan,ma?"
"suatu saat nanti aku akan menikahi pria yang baik, tidak seperti mu!"
"kakak jika kau menikah duluan maka jangan lupakan aku, karena pria yang ku cintai belum kelihatan"
"kakak aku punya pacar aku akan jalan dengan nya dan dia akan menyayangi ku"
riki mengusap wajah nya dan perlahan menjatuhkan tubuh nya ke atas ranjang "adik ku sudah besar dan akan bertunangan" kata riki, dia kembali teringat masa lalu dimana jeny datang dengan air mata berlinang "kakak dia dia punya gadis lain" riki memejam kan mata nya.
"kakak aku punya pacar baru nama nya ezra " fudo menatap riki yang sedang melamun "apa lagi yang harus ku harap kan dari adik mu!! dia sudah tidak waras dia gila!! kau mau aku melanjutkan hubungan dengan orang yang sudah gila? kau rawat saja dia !! aku tidak butuh dia, ini pacar baru ku kami akan segera bertunangan" ezra menatap riki "berani nya kau berkata seperti itu tentang adik ku" ezra tertawa "jika kau mau kau saja yang pacari adik mu. buang saja dia, dia tidak waras bentar lagi juga mati, atau lempar dia ke tong sampah. pemulung akan memungut adik mu" riki meneteskan air mata."riki adik mu semakin tidak mau bicara, dan ini ada undangan dari pria bernama ezra " kata cika "apa adik ku sudah membaca undangan nya? " cika menganggukkan kepala "ku yakin sudah " kata cika , perlahan riki mendekati jeny yang duduk dengan tangan kanan terikat di dekat ranjang nya "jeny ini kakak" kata riki "kakak ada di dekat mu oke, jangan pernah merasa sendiri" kata riki "kau bukan kakak ku" jeny menatap riki "aku tidak punya siapa siapa" jeny tertawa dengan air mata berlinangan "semua nya pergi.. semua nya pergi... " kata jeny, riki mengusap wajahnya
"kalau aku mau minum, kau mau minum apa?"
"jika kau kakak ku,kenapa kau meninggalkan ku!! "
"kakak.. apa aku adik mu"
"kakak sayangi aku ya "
"jika kau menikah jangan lupakan aku"
"tolong!! ada yang tenggelam hah.. tolong"
__ADS_1
"kakak aku tidak bisa berenang seperti sebelum nya"
"aku ketakutan setiap saat dan cika mu hanya menyuruh ku minum obat dan membius ku dengan obat penenang "
"kakak!! kau ingat aku aku adalah adik mu"
"kakak ayo nonton naruto"
"jelas aku mengingat mu, kau adalah kakak ku satu satunya"
riki menenggelamkan wajah nya ke bantal "kak riki ada kabar baik, jeny semakin hari semakin berkembang kau tau dia turun langsung ke kolam renang dengan di bantu lisa, kau juga harus tau lisa menyuruh jeny membuang semua obat nya" kata boy.
riki juga teringat saat jeny menginap di tempat nya "lisa aku merindukan mu, aku rasanya tidak tahan lagi, aku ingin memeluk mu karena masih mencintai mu namun kau malam melakukan hal lain" riki melihat jeny bicara di dalam kamar nya di saat diri nya baru pulang kerja.
"Hai" fudo datang "kau" riki duduk "kau bisa sakit jika memikirkan nya sendirian" kata fudo "aku tidak memikirkan apapun" kata riki "jangan berbohong" fudo menepuk-nepuk bahu riki, "kita akan hadapi semua nya bersama " kata fudo "betul itu" kata pam "ya kau tidak sendirian" kata amin "apa masalah nya" kata endo "tidak ada masalah" kata riki sambil tersenyum .
"kau yakin? " kata pam "apapun itu aku mau semua nya berjalan lancar agar dia bahagia" kata riki "maksud mu jeny" kata endo "iya dia akan bertunangan" kata riki "kau beneran sudah menerima lisa kan? jika kau tidak menerima nya juga percuma itu tidak akan baik kedepan nya" kata amin "aku akan menerima nya bagaimana pun dia adalah orang yang sangat sangat penting dalam kehidupan jeny, dia yang membuat jeny bahagia dan lepas dari segala beban nya" kata riki.
"kami akan membantu mu" kata endo "semoga keputusan ku tidak salah" kata riki dalam hati "jangan lupa anak bodoh, jeny juga adik kami" kata fudo sambil memukul punggung riki dengan keras "kita sebagai seorang kakak harus melakukan apa yang membuat adik kita bahagia" kata pam "seorang kakak akan bahagia jika adik nya bahagia" sahut endo "kau sudah tenang? " fudo menatap riki, "aku selalu tenang " kata riki "bagaimana kalau malam ini kita buat BBQ kita harus bersenang-senang sebelum acara pertunangan jeny di langsung kan kita harus bahagia bersama kan" kata pam "ayo kita siap kan bahan bahan nya" endo pergi di susul dengan amin "kau kelihatan sakit istirahat lah" pam pergi sementara fudo manatap pandangan mata riki "kau masih memikirkan nya, aku tau apa yang kau rasakan, mungkin ini berat atau kurang menyenangkan melihat perubahan sebesar ini" kata fudo "tidak papa" riki menatap fudo "tugas ku hanya membuat nya bahagia" kata riki "kau juga harus bahagia" kata fudo.
boy tertawa terbahak bahak melihat wajah teman nya "lagi lagi boy" kata Jack "ini beneran? " tanya jin "iya bando itu akan bergerak jika kau berbohong, tapi dia akan diam saat kau jujur" kata boy "ulangi lagi dong" kata jin.
"oke oke" kata boy "apakah kau selingkuh dari tuan hong su" kata boy "tidak Karena aku mencintai nya" kata jin namun telinga di bando itu bergerak "ehem.. hayo lo" kata Jack "tapi aku jujur" kata jin, dan lagi lagi telinga di atas bando itu kembali bergerak. hong su memperhatikan jin dari jauh "sekarang katakan apa kau punya pacar lain selain tuan hong su" kata Jack "tidak aku cuma punya satu pacar yaitu tuan hong su" kata jin, boy langsung terkejut melihat telinga di atas bando itu bergerak "haa? aku udah jujur kalian tau kan? gimana perjuangan ku untuk mendapatkan nya" ucap jin wajah nya mulai memerah "ya kami tau, tapi telinga nya tetap bergerak" kata Jack "salah gak sih" kata jin "kita ulang saja" kata Jack "iya iya" kata boy sambil menahan tawanya "apakah ada niat jahat yang ada di fikiran mu sekarang? " tanya boy "tidak" kata jin "telinga bergerak" kata Jack "ya ampun.. aku kesal" kata jin. boy dan Jack tertawa "awww.. ahh.." boy kesakitan "dia sudah ketakutan dan kau masih mengerjai nya" kata bintang "ae aw.. " boy langsung tersenyum "gawat nih" kata Jack "enggak lagi kok" kata boy "minta maaf"kata bintang " jin.. maaf"kata boy "dengar jin jangan panik, bando itu akan otomatis bergerak di saat kau bicara" kata bintang "sungguh" kata jin "iya boy sedang mengerjai mu santai saja" kata bintang "hahaha maaf ya kawan" kata boy "maaf ya aku juga di hasut" kata Jack "kalian ini membuat ku takut!! bagaimana kalau tuan hong su salah paham? ini tidak lucu!" jin kesal "oh ayolah jangan marah, nyawa ku bisa melayang nanti" bisik boy "iya iya aku maafin" kata jin "teman terbaik " boy menepuk jin "tapi bando itu bagus untuk mu" kata Jack "benarkah? " kata jin "iya" kata boy "kalau begitu biarkan ini untuk ku" kata jin "iya itu memang untuk mu.ya kan Jack?" ucap boy "iya iya" kata Jack "jangan usil lagi! muka jin sampai merah" kata bintang "iya iya gak lagi kok " kata boy sambil tersenyum.
__ADS_1