
lisa menatap ke arah cermin sambil memakai parfum "lisa" kata jeny "hum? " lisa berbalik "aku ingin berenang di kolam yang ada di samping rumah mu " kata jeny "lalu? " kata lisa "boleh? " tanya jeny lisa menundukan wajah nya mendekat kan dirinya ke jeny "kau bisa melakukan apa saja di sini, rumah ku adalah rumah mu kau tidak perlu meminta izin dari ku di saat ingin melakukan apapun" kata lisa sambil mengusap rambut jeny "kau akan ke kantor? " tanya jeny "kenapa? " kata lisa "kakak akan datang sedikit siang jika kau pergi aku bagaimana? " kata jeny lisa tersenyum "aku tidak pergi, sekarang pergilah berenang sebelum siang hari" kata lisa.
riki memasukkan buah ke blender sementara fudo terlihat sedang mengaduk tepung "aduhh.. aku lelah" kata amin "dari mana? " tanya riki "main bola di halaman rumah mu" kata amin "pam dan endo belum kembali? " tanya fudo "belum" kata amin sambil melihat riki sedang melakukan sesuatu "kau buat apa? " tanya amin "buah es krim buah " kata riki "wah enak tuh" kata amin.
"bruuaaggg!! " koper hitam di masukan ke dalam lubang besar "kau yakin di sini saja? " tanya endo "tenaga saja di sini akan di bangun sesuatu" kata pam sambil melihat beberapa pekerja proyek "hei kalian ngapain di situ? " tanya mandor "kami cuma lihat lihat pak ini mau bikin apa pak? " tanya pam "mau bangun showroom mobil" kata mandor bangunan itu "oke deh kirain tadi di jual" kata pam "ada ada saja" mandor itu mengangkat tangan nya "ayo sini tuang pasir nya".
lisa melihat jeny dari teras lantai dua terlihat jeny sedang berenang " astaga aku gemetaran rasa nya... udah lama gak berenang"kata jeny sambil memegang tepi kolam mencoba mengatur nafas nya "bright kasih dia pelampung" kata lisa.
"sial.. sial aku gak boleh takut.. " kata jeny "nona" bright datang dengan dua pelampung "pakai ini" kata bright "hum.. terimakasih" kata jeny sambil mengambil satu pelampung dan mulai bermain menggerakkan kaki nya "setidaknya ini lebih baik" kata jeny.
__ADS_1
pintu kulkas di buka riki memasukan bahan es krim yang dia buat dia melihat fudo sedang mengupas udang "jujur sekarang aku masih ingin menendang mu" riki membantu fudo mengupas udang "apa salah ku? " kata fudo "kau melibatkan adik ku waktu itu" kata riki "aku tidak pernah melibatkan jeny dalam apapun aku cuma membimbing nya karena kau tidak tau adik mu saat itu sedang berjuang untuk membalas kan dendam nya seorang diri yang pada akhirnya di bantu tuan muda danmi. ku rasa otak jeny lebih baik dari pada otak mu yang tidak berfungsi" fudo mencuci udang "apa? hei kau bilang--" kata riki "bahkan aku bisa tau saat aku menemui jeny di rumah sakit kalau jeny sudah dapat mengingat semua nya namun dia menyembunyikan itu semua karena dia kawatir pada mu, nih cincang udang nya aku mau bikin kulit pangsit" kata fudo "kenapa muka mu yang terlihat marah? dia kan adik ku seharusnya aku marah setidaknya beri tau aku jika kau mengetahui kebenaran tentang jeny" kata riki "seorang kakak seharusnya tau apapun tentang adik nya dengan sekali lihat" kata fudo "graaakkk!! " riki dan fudo mendengar suara dari belakang rumah "apa itu? " riki berjalan ke belakang rumah "amiiinnnn!!" kata riki "aku sedang buat kolam ikan jadi aku memanggil seseorang untuk membuat kolam di sini" kata amin "dasar idiot" kata fudo.
"pluk" jeny menoleh melihat lisa duduk di tepi kolam sambil memasukan kakinya ke dalam air "kemari lah jen" kata lisa "ada apa? " kata jeny "berenang ke sini" kata lisa jeny pun berenang ke arah lisa "minum dulu kau sudah lama di air" kata lisa sambil mengangkat es kelapa muda "tumben kau baik mencurigakan" kata jeny "kau fikir ini ada racun nya? " kata lisa "mungkin saja" kata jeny "baik lihat" lisa meneguk es kelapa dengan sedotan "aku tidak papa kan" kata lisa kemudian dia menyodorkan es kelapa itu ke jeny dan jeny langsung meminun nya "hum.. manis" kata jeny "masih takut air? " kata lisa "tidak.. cuma rasa aneh saja jika aku berada di dalam air" kata jeny "tetap bawa pelampung, aku takut kak riki datang dan menghajar ku Karena adiknya tenggelam di kolam" kata lisa "enak saja aku gak akan tenggelam" kata jeny sambil menjauh dari lisa "pergilah aku mau di ganggu" kata jeny "aku juga mau bersantai di sini" kata lisa "hum.. lisa" kata jeny "apa? " kata lisa "bisa telpon kakak kenapa dia lama sekali datang" kata jeny lisa mengambil ponselnya "halo kak" kata lisa.
"ya lisa aku akan ke sana sebentar lagi minta jeny untuk menunggu " kata riki "oke kak" kata lisa . riki meletakkan ponselnya "ya rumah ku jadi berantakan hiyyyaaaaa!!! " kata riki "kenapa bisa? " kata pam "hehehehe" kata amin "tidak papa kita renovasi aja semuanya nanti kita tidur di hotel aku akan telpon tukang dulu" kata fudo "amin apa yang kau lakukan? " tanya endo "ini hanya kesalahan sedikit kok aku salah ambil barang dan ya.. begini lah" kata amin "untung makanan nya tidak terkena pecahan kaca" kata riki "kau meledak kan bom? " kata pam "iya kan tidak sengaja" kata amin.
lisa melangkah ke kolam renang "jeny.. naik lah kau sudah lama di sana" kata lisa "eh?? kemana dia? " kata lisa dia tidak melihat jeny ada di kolam dia melihat jejak basah dari kaki jeny, lisa membawa handuk dan pergi mencari jeny.
"kenapa aku tidak tau kalau dia punya ikan sebesar ini? " kata jeny sambil melihat ikan di kolam "oi jen" lisa datang dan langsung menutupi tubuh jeny yang hanya memakai baju lengan pendek dan celana pendek itu dengan handuk "kenapa kau malah ke sini " kata lisa "bukan urusan mu" kata jeny para pelayan yang sedang memberi makan ikan hanya diam tidak bersuara sama sekali "kakak mu akan datang cepat mandi" kata lisa "bentar lagi" kata jeny "pilih saja aku yang memandikan mu atau kau mandi sendiri sekarang" kata lisa jeny menatap lisa "mesum!! " jeny pergi "aku akan bilang pada kakak agar kakak tau betapa mesum nya lisa" kata jeny.
__ADS_1
mobil berhenti di rumah lisa
"buset rumah nya besar bahkan lebih besar dari rumah mu" kata amin "setidaknya aku punya rumah" kata riki "sejak kapan kau punya rumah" kata fudo "enak saja kalau bicara " kata riki "rumah mu kan baru di ledakan amin" kata endo "puf.. hahaha" pam tertawa "masuk kak" kata lisa "bodyguard mu banyak sekali bikin merinding" kata amin .
setelah makan malam bersama "jen kau kelihatan nya nyaman di sini" kata pam "apaan? gak lihat muka ku begini" kata jeny "memang nya muka mu kenapa? " tanya endo "tertekan" kata jeny "mana ada muka tertekan begitu" kata amin "mau bagaimana pun ekpresi dia tetap aja menggemaskan " kata pam "kakak kakak yang tidak berguna" kata jeny "haha dia marah" kata endo "kalian tidak tau saja betapa jahat nya dia" kata jeny "siapa? " tanya riki "tuh" jeny melirik lisa "ayo kak kita pulang" kata jeny "hum.. jeny dengar kan kakak mu ini" kata amin "ada apa? " kata jeny "kakak mu yang satu ini.. baru saja tanpa sengaja membuat gas meledak dan rumah rusak parah" kata fudo "apa!! " kata jeny "maaf" kata amin "maka nya kami mau tidur di rumah danmi jika boleh" kata riki "aku! " kata jeny "tolong tinggal di sini sementara" kata pam "apa? " kata jeny "aman kak aku bisa membiarkan jeny tidur di kamar ku" kata lisa "kakak aku tidak mau tinggal dengan lisa kakak gak tau dia itu menakutkan" kata jeny "oh ya? " kata pam "iya" kata jeny "memang nya apa yang ku lakukan pada mu? " kata lisa "kau men-- kau menyebalkan" kata jeny "rumah akan di perbaiki aku akan meminta mereka mengerjakan semuanya dengan cepat" kata endo "ya Tuhan.. " kata jeny.
malam hari ....
"kau mencoba mengadukan ku pada kakak ke apa tidak kau katakan pada kakak kalau aku pernah mencium mu" kata lisa "sungguh aku ingin membunuh mu sekarang" kata jeny "apa? " lisa mendekati jeny yang duduk di ranjang "jangan dekat dekat aku akan teriak nih" kata jeny "pelayan ku tidak akan menolong mu jika kau berteriak" kata lisa "ku harap rumah mu itu lama selesai nya agar kita tinggal bersama dalam waktu yang lama" kata lisa "jangan harap " kata jeny "ummachh" lisa mencium pipi jeny "tidur ini sudah malam" kata lisa sambil berbaring di dekat jeny "geser lagi! " kata jeny "kau mau aku jatuh ya? " kata lisa "aku takut kau memeluk ku" kata jeny "setidaknya pelukan ku hangat " lisa menarik jeny dan memeluk nya "ahh.lisa.. lepas kan aku" kata jeny "ssttt tidur lah jangan berisik aku tidak melakukan apapun kok" kata lisa tak lama kemudian lisa diam jeny masih belum bisa tidur dia menoleh sedikit ke arah lisa yang sudah terlelap "gimana aku bisa tidur nyenyak kalau aku deg deg kan begini" fikir jeny.
__ADS_1