
sambil mengunyah coklat jeny berjalan menuruni tangga bersama ara "kami akan berangkat pagi, kau semangat ya kuliah nya" kata jeny sambil makan coklat.
"akh" jeny menatap ara "ada apa? kau sakit? " kata jeny "perut ku terasa sakit seperti biasanya saat datang bulan, perut ku sakit" rintih ara, "oh minum lah air hangat. di saat aku datang bulan lisa selalu memberi ku air jahe atau air hangat, susu hangat begitu lah" kata jeny, "lisa jeny makan coklat lagi!!!" seru boy "hei kau" jeny mengejar boy "hei!! jangan lari lari" tegur Agnes .
"kembalikan coklat ku!!" kata jeny "tidak akan" kata boy "boyy" jeny melempar alas kaki nya ke arah boy, "kalian ini seperti anak kecil" kata bob "tangkap dia jin!!" kata jeny "hahaha astaga" ara tertawa melihat jeny mengejar boy "jeny" kata lisa "dia mengambil coklat besar ku" kata jeny "iya, iya" lisa menangkap jeny "jangan lari lagi!! nanti kau jatuh" kata lisa "coklat itu ingin ku bagi dengan mu" kata jeny "aku bilang kita harus makan sesuatu dulu baru makan coklat" kata lisa "tapi sudah makan ceri" kata jeny "hahaha" boy tertawa "kau ini" bintang mengetuk kepala boy.
"kita beli coklat nanti, ayo kita makan dulu agar perut tidak sakit" kata lisa "yang besar ya" kata jeny "hum" lisa mengangguk, "awas kau boy" kata jeny "weeek"boy menjulurkan lidah nya " ini"ara menoleh ke samping.
"minum air jahe" kata hong su "terimakasih kak" kata ara "istirahat yuk" kata hong su "kakak temani kak jin saja jalan jalan, aku akan istirahat ke kamar" kata ara "tapi kau kelihatan kesakitan" kata hong su "tidak masalah" kata ara "baik lah" hong su pergi "hum? " ara melihat joe memperhatikan nya dari kejauhan ara langsung tersenyum dan pergi ke arah joe "hei kau melihat ku ya? " kata ara.
joe berbalik menatap ara yang sudah ada di hadapan nya "kenapa kau diam saja" kata ara sambil memegang tangan joe "hum.. " joe menatap lengan nya yang di pegang ara "kau terlihat kaku sekali " kata ara "kau mau aku seperti apa? " tanya joe "setidaknya tersenyum lah sedikit, jangan terlalu datar" kata ara "hum.. aku mau bilang" kata joe "bilang apa? " tanya ara "hu... m tidak jadi" kata joe "ayo katakan saja" paksa ara.
dengan kaku joe menatap ara "ayo makan malam berdua " kata joe "sungguh, demi apa? " kata ara "kalau begitu tidak jadi" tukas joe "tidak tidak.. aku mau kok, aku akan siap siap nanti" kata ara sambil mengusap rambut joe "kenapa kau melakukan itu? " tanya joe "cuma merapikan rambut mu saja, bukan apa apa" kata ara sambil tersenyum tetapi joe masih memasang wajah datar nya sambil menatap wajah ara.
"aduh" jeny berhenti berjalan "diam dulu" kata lisa "kenapa? " kata jeny "aku harus memberi mu tanda agar kau tidak hilang karena aku tidak bawa rantai kecil nya aku akan mengikat balon ini di topi mu" kata lisa "awas rusak topi kelinci ku" kata jeny "iya, oke sudah selesai ayo kita beli coklat nya" kata lisa sambil menggandeng tangan jeny.
__ADS_1
di sebuah cafe
jin duduk sambil melihat lihat sekeliling nya "aku akan kembali, aku ke toilet dulu" kata hong su "iya" kata jin "jangan kemana mana" ucap hong su lalu dia pergi "hum.. es krim ini enak pantas saja jeny suka makan es krim. tapi ngomong ngomong es krim ini makanan atau minuman ya? " fikir jin "sstt.. hei pria mungil" jin memegang kepala nya yang di lempar tisu.
jin menoleh ke arah gadis yang melempar nya barusan "dia melihat ke sini" kata para gadis itu "kau mau cake? " tanya gadis itu sambil menyendok cake yang ada di meja nya, "kau bicara pada ku" kata jin "iya" kata para gadis itu jin tersenyum lalu berdiri .
"nih" salah satu gadis itu hendak menyuapi jin "ah aw" jin meringis kesakitan "ehem.. jangan goda pacar ku" kata hong su sambil menyeret jin kembali ke meja nya "tuan hong su me- umm" hong su memasukkan makanan ke mulut jin "tadi me--um" jin menatap hong su yang terus menyuapi nya tanpa memberi nya jeda sedikit pun .
dengan memakai sebuah topi Agnes berdiri di depan cermin "gak cocok nih" kata Agnes "kau tidak cocok memakai topi seperti ini gantilah dengan topi yang model lebar itu lebih bagus. berikan topi itu pada ku, aku harus melihat tampan saat bertemu dengan nya besok" kata bob "kau tau star leo yang meminta ketemuan dengan ku" kata Agnes "temui saja aku akan menemani mu tapi saat Winda ingin bertemu dengan ku, temani aku ya . aku juga gugup " kata bob "tapi.. kapan kau memberitahu tau pada teman teman kalau kau lagi dekat dengan seorang gadis" kata Agnes "kalau Winda mau jadi pacar ku aku akan beritahu semuanya lagian aku menemukan nya di aplikasi kencan. iya kalau pasti kalau tidak bagaimana" kata bob "aku juga, hum.. sebenarnya aku nyaman dengan star leo namun aku belum melihat nya secara langsung cuma suara nya saja" kata Agnes "ayo cari outfit untuk bertemu dengan mereka" kata bob "astaga kita meninggalkan joe" kata Agnes "joe ada dengan boy" kata bob.
"aku rekam ya" kata bintang "iya rekam lah buat momen sebelum pernikahan haha bercanda" kata boy "memang nya kau tidak mau menikahi ku? " tanya bintang "mau kalau kau mau jadi pacar ku kedepan nya nanti" kata boy "tapi kau mau menikah dengan ku tidak? " kata boy sambil melirik gadis yang ada di belakang nya "hum.. menurut mu? " bintang balik bertanya "jelas iya lah, ayolah menikah ya dengan ku! setelah jeny menikah dengan lisa" kata boy "aku akan mau menikah dengan mu saat kau membawa cincin ke rumah ku" kata bintang "benarkah? " tanya boy "ya" kata bintang "aku seperti nya tidak bisa jauh dari mu" kata boy dan bintang bersamaan.
kedua nya langsung tertawa "kita sudah sampai ayo duduk di taman itu" kata boy "ayo" kata bintang "aku mau mengatakan sesuatu ayo" boy menarik bintang ke sebuah tempat duduk dekat sungai dedaunan hijau perlahan jatuh "bintang " boy menatap bintang "hum.. kenapa kau membawa ku ke sini" kata bintang "dengar kan baik baik kata hong su di sini kalau kita berteriak suara nya akan memantul jadi aku akan berteriak dengan kan baik baik" kata boy "kau yakin? di sini ada banyak orang loh" kata bintang "BINTANG AKU MENCINTAI MU!!! JADILAH PACAR KU !!! " seru boy
"bintang aku mencintai mu jadilah pacar ku" suara boy memantul beberapa kali, bintang tersenyum "aku juga akan berteriak dengar kan ya" bintang menatap ke arah sungai "BOY!! AKU JUGA MENCINTAI MU!!! DAN MAU MENJADI PACAR MU!! " seru bintang lalu dia menatap boy sambil tersenyum .boy juga tersenyum beberapa orang langsung melempari mereka berdua dengan berbagai bunga sambil mengucapkan kata selamat untuk boy dan bintang.
__ADS_1
malam harinya..
di sebuah restoran ara menatap joe yang diam mematung "kau kenapa? " kata ara "tidak papa, makan lah" kata joe "selamat makan" kata ara "dengar, aku akan mengatakan pada mu di dalam film romantis kalau sepasang kekasih sedang makan malam mereka tidak diam diam saja. seperti mereka akan membahas perencanaan dan astaga aku hampir tersedak" kata ara "tap" ara terdiam di saat minuman di ambil oleh joe "minum ini" kata joe "apa ini? " tanya ara "jus ceri tapi tidak terlalu dingin, jus ceri bagus untuk wanita yang sedang hum.. datang bulan" kata joe dengan canggung perlahan ara tersenyum "baik lah" kata ara "ini terasa sedikit hangat" kata ara sambil menatap joe "kau perhatian juga" kata ara.
di tempat yang berbeda di tepi sungai yang lebar. dua kursi tersusun di dekat meja dengan lampu indah di berbagai sisi reno duduk di depan dio yang memakai jas hitam, "kenapa gugup santai saja, aku tidak akan mencium mu" kata dio "apa kau pernah melakukan hal ini pada pasangan gay mu? " tanya reno "tidak" kata dio "lalu kenapa kau mengajak ku " kata reno "karena aku suka pada mu" kata dio "jangan bicara ayo makan" kata dio, reno melihat ke arah sungai di dekat nya "wuah di sana ada perahu berbentuk seperti bebek" kata reno "kau baru lihat? " tanya dio "iya hum.. tidak buruk juga tempat nya, habis makan aku akan naik ke sana kau tunggu sini saja! " kata reno "oh ya" dio mulai makan "aku sudah lama tidak naik perahu seperti itu" kata reno "ya makan lah dulu" kata dio.
lisa dan jeny melihat sekeliling nya namun tidak ada siapa pun "kemana semua orang" tanya jeny "iya kenapa sepi ya" kata lisa "kemana mereka? joe juga tidak ada" kata jeny "biar aku telpon boy" kata lisa.
di jalanan joe dan ara berjalan beriringan sambil makan Camilan "kenapa tidak ada taxi" kata joe "sabar lah sedikit" kata ara "tapi ini terlalu lama" kata joe "yang lain pasti sudah menunggu " kata joe "benar juga" kata ara, angin bertiup perlahan menerbangkan topi joe "sial" kata joe "ya ampun topi mu" kata ara "tidak papa" joe memungut topinya "biarkan aku mencuci nya nanti" kata ara "aku bisa sendiri" kata joe dengan datar "angin nya kencang juga" kata ara "tap" ara menatap joe yang memakaikan jaket nya ke diri nya "hei hei taxi!! taxi!! berhenti" kata joe "ayo " joe membuka pintu taxi ara tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.
raut wajah reno seketika berubah ketika mendengar perkataan pria di depan nya "aku cuma naik sebentar" kata reno "tetap tidak bisa tuan, setidaknya bawa satu orang sebagai teman mu untuk keamanan bersama" kata pria itu "kalau begitu kau naik lah bersama ku" kata reno "tidak bisa tuan saya sedang bertugas" kata pria itu."aku akan naik bersama nya" dio datang "tidak jadi" kata reno "ayolah jangan egois" dio menarik reno untuk naik ke atas perahu itu "anda mau minum? " tanya pria tadi "berikan dua - empat botol bir" kata reno "kau yakin? " kata dio "kenapa? aku mau membuat mu mabuk lalu membuang mu ke sungai ini" kata reno dengan ketus , "baik lah" kata dio sambil menjalan perahu nya dan reno mulai minum "aku baru tau ada tempat bagus di sekitar sini" kata reno "itu karena kau terlalu fokus kerja" kata dio "tuang kan untuk ku, aku juga mau minum" kata dio "hei kau tidak boleh mabuk nanti kita tenggelam" kata reno "aku tidak seperti mu" kata dio "apa maksud mu" kata reno "baru minum dua gelas udah mabuk" kata dio "berani nya kau! nih dua botol untuk ku dan dua ini untuk mu habis kan buktikan kalau kau hebat ku rasa aku tidak selemah dirimu" kata reno.
beberapa saat kemudian
pelayan membuka pintu kamar dio "angin bertiup kencang" kata reno "kalian boleh pergi" kata dio sambil menutup pintu "kepala ku sudah lepas" kata reno, dia jatuh ke lantai "reno kau mabuk kan" kata dio "kau fikir aku lemah" reno memegang sesuatu di dekat nya agar dia bisa berdiri "aku tidak mabuk" kata reno "kau mabuk" dio memegang tubuh reno "kau tau, aku sebenarnya mulai tertarik pada mu" kata reno "aku mencintaimu" kata dio "kau pernah punya pacar pria juga yang sama seperti mu gay" kata reno "pernah tapi cuma dua hari saja, di hari kedua itu kami putus karena dia harus menikah dengan seorang wanita karena itu permintaan ibu nya" kata dio "aku juga pernah mencintai seseorang tapi aku tidak berani mengatakan nya dan akhirnya aku patah hati.aku bingung sekarang aku seperti mencintai mu dan seperti tidak mencintai mu" kata reno "tapi aku mencintai mu tolong lah" kata dio dengan mata berkaca kaca "aku selalu menunggu mu menerima ku" kata dio "kau masih menunggu? " reno kembali jatuh ke lantai "aku akan menunggu mu.. sampai kapan pun karena aku benar benar mencintai mu" kata dio "kalau begitu aku akan mengatakan pada mu bagaimana memulai hubungan yang baik" kata reno "dengan mencoba mencintai ku" kata dio sambil menunduk mendekat kan wajah reno ke wajah nya "berpacaran lah dengan ku reno" kata dio perlahan reno menatap mata dio "aku umm" belum siap reno bicara dio langsung membungkam mulut reno dengan bibir nya.
__ADS_1