
"kakak"fudo menoleh ke arah tangga "pagi adikku"kata fudo "hai jen"sapa teman temannya "kemarilah sarapan akan siap sebentar lagi, lihat kakak membuatmu pencake yang manis"ujar fudo "kemari jen"kata agnes "ayolah "kata bob "kakak aku tidak mau melihat mereka"semuanya terkejut mendengar ucapan jeny "apa mak--"mulut bob di tutup sama agnes "kak, kami akan pulang"kata agnes "iya kak"kata joe "iya"kata fudo. Teman temannya berjalan ke arah pintu "kenapa kau tidak mengantarnya kak?"tanya jeny "oh"fudo segera berdiri mengantar teman teman jeny sampai pintu luar. Jeny segera turun menuju meja makan.
lisa turun dari mobil "wah cepat sekali"kata cika "lebih cepat lebih baik"lisa membantu cika membawa beberapa tas "apa kau sudah menemui jeny?"cika masuk ke dalam mobil "baru saja"kata lisa "dia mengusir kami pagi ini"kata lisa "apa..hum...apa dia bisa kembali seperti dulu?"tanya lisa "ya..semoga saja sekarang jeny sedang kembali jatuh ke bawah dan kitalah yang harus membantu jeny untuk kembali bangkit"kata cika. Mobil mulai berjalan lisa menatap ponselnya "aah..kau sangat menggemaskan" "lihat anak itu lucu sekali" "ini ada permen untuk mu"kata orang orang di pantai "hei lisa"jeny berjalan ke arah lisa "ada apa kau berteriak teriak di keramaian begini"ujar lisa "hum.aku..aku mau tanya sesuatu"kata jeny "apa?"kata lisa "menunduk lah"kata jeny "lihat lah apa yang jeny lakukan"kata agnes "aku mau tau kau minum apa saja sampai kau memiliki tubuh besar, tinggi, dan juga sedikit berotot"bisik jeny "ada ada saja"fikir lisa "ayo katakan"kata jeny "tunggu dulu, mengapa kau bertanya begitu?"bisik lisa "apa kau tidak dengar mereka mengatakan kalau aku anak kecil, aku kan sudah dewasa. Jadi katakan bagaimana aku bisa memiliki badan seperti mu"bisik jeny "kau ingin tau?"tanya lisa "tentu saja, aku juga ingin badan seperti itu"bisik jeny "baiklah"lisa terlihat serius "jadi apa ?"kata jeny lisa terkekeh "aku tidak akan mengatakannya"kata lisa "APAAA!!"jeny langsung memungut ember di dekatnya "aku sudah menunggu dan kau malah berkata begitu!!"jeny melempar ember itu ke arah lisa "AKU BENCI KAMU!! KAU SANGAT MENYEBALKAN!! KAU NANTI TIDUR SAJA DI LUAR AKU TIDAK MAU SEKAMAR DENGAN MU!!"seru jeny . Cika melihat mata lisa sangat merah "pakai ini"cika menyodorkan obat tetes mata "matamu sangat merah, pasti terkena debu"kata cika "hum"lisa mengangguk .
__ADS_1
Fudo mengusap rambut jeny dengan lembut "kau ingin sesuatu?"tanya fudo jeny masih diam dan tetap berbaring di pangkuan fudo "kakak bilang mau mengajakku pergi"kata jeny sambil membenarkan posisinya agar melihat kakak nya "baiklah...aku sudah berjanji padamu"kata fudo "permisi...."lisa membuka pintu "masuk lisa"kata fudo "apa ada tamu?"bisik jeny "kau akan di periksa sebentar selepas itu kakak akan mengajak mu jalan"ucap fudo "kakak aku tidak mau"kata jeny fudo tersenyum cika dan lisa mulai duduk "jeny"kata fudo "tidak papa biarkan dia berbaring"ujar cika sambil membuka tas nya "jeny sangat mendengarkan ucapan kak fudo seakan akan itu adalah kak riki. Apa jeny tidak menyadari kalau pria itu bukan kak riki"fikir lisa ketika jeny menyadari cika mendekat segera dia duduk dan melihat ke arah cika dengan tidak senang "jeny lihat lah kemari"fudo menarik jeny ke arahnya "lihat ponsel kakak"kata fudo jeny melihat ke arah ponsel fudo menunjukan sebuah film kartun fudo menoleh ke cika dan mengangguk perlahan cika mengerti dan segera memeriksa jeny "apa itu?"kata jeny "sebuah film yang bagus. Kau tau naruto sekarang sudah punya anak"kata fudo cika meletakan alat kembali ke dalam tas setelah di gunakan lalu dia mengeluarkan jarum suntik dan mulai menyiapkan cairan agar segera bisa menyelesaikan pemeriksaannya "kau ada kartun lain yang ingin di lihat?"tanya fudo jeny menggelengkan kepalanya "sudah"cika langsung pindah ke samping lisa "kau sudah makan jeny? Sekarang apa sering kau rasakan?"tanya cika jeny menatap ke arah cika lalu melihat ke arah lisa "tatapannya sama seperti waktu aku pertama kali bertemu dengannya, dia berubah drastis"fikir lisa "dia baru saja makan"kata fudo lalu dia menatap jeny "apa yang kau rasakan sekarang"kata fudo jeny menatap ke arahnya "kapan kita pergi"ucap jeny "hm.."fudo menatap cika "tidak papa"kata cika sambil tersenyum .
Di dalam mobil lisa memperhatikan jeny dari kaca di depan terlihat jeny sedang melihat ke arah luar jendela "kau ingin kemana je?"tanya lisa fudo melihat jeny yang melihat ke arah jendela "gimana kita kita ke toko coklat depan sana"kata lisa "oh..boleh tuh"kata fudo mereka pun pergi ke toko yang pernah di datangi lisa dan jeny tak lama kemudian mobil berhenti fudo membukakan pintu untuk jeny . Pelayan menyambut mereka "oh....nona lisa kau sekarang kembali lagi dengannya"kata pelayan sambil melirik jeny di belakangnya "hum"lisa tersenyum lalu mendekati pelayan itu "jangan banyak bicara dia sedang sakit"bisik lisa "berikan menu yang biasa"bisik lisa lagi "ayo masuk"kata lisa sambil mengulurkan tangan ke jeny "kalian duluan saja aku angkat telpon dulu"kata fudo lalu dia pergi keluar jeny masih melihat kakak nya keluar dari pintu "ayo"lisa memegang lengan jeny seketika jeny menatap ke arah lisa dengan tatapan seperti orang yang terheran heran lisa membawa jeny ke sebuah kursi cika melihat satu meja hanya untuk dua orang langsung memilih meja lain yang tak jauh dari meja jeny "ini pesanan anda"pelayan mengantar beberapa makanan ke meja jeny "silahkan di nikmati"kata pelayan dengan ramah pelayan lain mengantarkan makanan ke cika lisa memperhatikan jeny yang memperhatikan makanan di meja "kenapa hanya di lihat kau bis memakannya jika kau mau"kata lisa "mereka bilang ini menu baru"lisa memotong makanan di depannya cika melihat ke duanya "cobalah"lisa mengambil sepotong kue coklat berlapis emas dan mengarahkan nya ke jeny "dia menyuapi jeny, sungguh teman yang baik"fikir cika "tidak papa makan lah"kata lisa sambil menatap mata jeny "mengapa dia malah melakukan hal aneh"fikir jeny "ayolah makan, tangan ku bisa patah karena menunggu mu"kata lisa jeny membuka mulutnya dan memakan kue itu lisa tersenyum dan memakan sisa kue di sendok nya "gimana menurutmu?"kata lisa jeny mengunyah makanan nya perlahan. "awas minggir aku yang akan menyuapi adikku"kata atsushi "tidak aku saja"kata hiro "tumben sekali kalian begini"kata chitoraza "papa bilang siapa yang berhasil membuat jeny kenyang dan memakan roti isi buah ini papa akan membelikan dua mobil"bisik hiro "ayo jeny..ini enak"akhir nya chitoraza mengikuti kakak kakaknya "aku tidak mau, makanan macam apa itu. Aku mau coklat"kata jeny "jangan makan coklat jeny hari ini makan lah ini"kata atsushi "aku pulang"kata riki "selamat datang"amara menyambut riki "kemana yang lain kok sepi"kata riki "mereka sedang membujuk jeny untuk memakan roti isi buah dan sayuran"kata amara "tumben sekali ma"riki terkekeh "papa mu yang menyuruh mereka, sekarang pergilah temui mereka"kata amara riki mengangguk dan segera pergi ke ruangan jeny bermain "hei hei..kakak kakak kalian sedang apa?"tanya rizi "jangan ganggu kami"kata hiro "jeny..kakak bawa burger pesanan mu dan juga buah kering"kata riki "wah..awas kalian"jeny berlari ke arah riki "duduk dan makan lah"kata riki jeny mengangguk "hei kakak di burger ada sayur dan juga buah kering itu kan buah buahan"bisik hiro "kita kalah"kata chitoraza "kakak aku mau makan kue yang berlapis emas"kata jeny "kita akan membelinya di masa yang akan datang"kata riki, "aku teringat seseorang"fikir jeny.
__ADS_1
"adikmu baik baik saja aku merawatnya dengan baik"kata fudo "huah..aku benci sekali mengatakan hal begini"guman fudo "kenapa aku ragu pada mu"kata riki "aku saja iya"kata amin "kalian meragukan ku? sungguh..kalian sangat menyebalkan"gerutu fudo "lihat lah kami baru mengatakan hal kecil saja kau langsung mengeluh begitu"kata pam "sekarang mana adikku"kata riki "dia ada di dalam sedang makan bersama lisa"kata fudo "huf..aku sedikit tenang jika ada lisa di situ"kata riki "kau tenang saat lisa dengan jeny lalu kenapa tidak dengan ku"ujar fudo "kau orang yang sangat dingin sekali jika adikku bersama mu adikku bisa jadi dingin juga"kata riki "dasar payah..kau bicara seolah olah jeny adikmu sendiri"kata fudo "lalu"kata riki "dia juga adik ku"kata fudo.
Riki merapikan bajunya dia ingin mengunjungi adiknya "tap tap"ada seorang pria datang "ada apa?"tanya amin "tuan menyuruh kalian untuk datang ke rumah karena ada misi "kata pria itu "aap ..pp..pa"kata riki "tuan pasti ada tugas penting"kata pam.
__ADS_1
Rumah mewah dan juga besar riki dan yang lain turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah itu dan terlihat ada seorang pria dengan tato naga di leher nya "kenapa kalian jarang datang?"tanya pria itu "maaf tuan, aku hampir kehabisan darah semalam jadi harus ke rumah sakit"kata riki "woah..kau juga bisa kehabisan darah ya"pria itu mengangkat gelas nya "bersulang"kata pria itu "silah kan tuan"kata yang lain "aku ingin ke kalian putra dev ketiganya membuat keonaran jadi ku rasa kalian bisa membereskan ini semua"kata pria itu riki yang mendengar nama dev langsung terlihat marah dari sorot matanya terlihat jelas ada dendam yang membara.
fudo meletakan barang barang yang di beli jeny ke dalam mobil lalu menghampiri jeny "minum lah dulu"fudo menyodorkan minuman ke jeny "kita kemana lagi?"tanya lisa "jeny sudah lelah sepertinya"kata cika jeny masih menyeruput minumannya dia mengerutkan dahinya terlihat jeny menjilat bibir nya "tidak enak ya?"tanya cika "nih"lisa menyodorkan minumannya "coba punya ku"kata lisa sambil mrngambil minuman jeny "riki benar..pantesan dia tenang saat ada lisa di dekat jeny"fikir fudo jeny memegang minuman lisa lalu mulai mencobanya "enak?"kata fudo jeny mengangguk "kau ingin sesuatu lagi?"tanya fudo jeny mengangkat sedikit kepalanya melihat sekitar tiba tiba dia mematung melihat sebuah mobil di sebrang jalan terlihat seorang pria sedang menelpon di dalam mobil, kejadian saat perjalanan mengantar dea dan ezra kembali terulang "ambil alih kemudi!!" "hahahah...mati kau"jeny teringat bahwa pria itu adalah pria yang sama saat kejadian itu "plukkk"minuman di tangannya terjatuh fudo terkejut "ada apa?"kata fudo lisa melihat arah mata jeny "dia sedang marah besar"kata cika yang terkejut melihat ekpresi jeny berubah drastis "jeny melihat pria di sana"guman lisa "jeny..kau kenapa?"kata fudo "jeny..."cika mendekati jeny fudo melihat arah pandangan jeny ke arah mobil di sebrang "ada yang gak beres"fikir fudo lalu dia mengambil foto mobil di sana "fareed apa kabar"ada pria lain datang menghampiri mobi itu lalu masuk ke dalam mobil itu "jeny ka--"cika terkejut di saat dia ingin menyentuh kepala jeny tetapi jeny langsung menangkis nya dan menatap tajam ke arahnya "PEM - BU - NUH!!"suara jeny penuh tekanan fudo langsung menarik jeny ke dalam dekapannya "kakak- mereka"bisik jeny "kakak..tau..kakak tau"kata riki sambil mengusap punggung jeny agar dia tenang kembali "onnie"kata jeny dalam hati.
__ADS_1