Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
cinta yang tertahan


__ADS_3

suasana langit yang cerah dengan matahari yang bersinar terang, berbagai wahana ramai dengan orang orang dengan senyuman di wajah mereka begitu juga dengan jeny dan temannya yang sedang bermain di beberapa wahana "naik...naik..naik..di atas awan"kata jeny "duduklah jen"kata boy sambil menarik tangan jeny agar duduk dengan tenang "kau tau, besi ini sangat kuat boy aku juga akan baik baik saja"kata jeny "kau sangat nakal"kata boy mereka sedang menaiki sebuah wahana "boy apa nama wahana ini?"kata jeny "aku tidak tau"kata boy "mereka bilang ini baling baling"kata bob "oohhh baling baling"kata jeny lisa hanya diam saja sambil menatap jeny yang terus bicara "kita akan turun yuuuu..."kata jeny "kau bisa jatuh jika terus berdiri"kata boy "kalau aku jatuh kau akan apa?"kata jeny "menjitak kepalamu"kata boy "hahahha"bob tertawa boy memaksa jeny agar duduk dengan tenang "duduk lah!"kata boy.


Mobil berhenti jeny dan yang nya mulai keluar "wah...pantai"kata jeny "kita foto dulu yuk"kata dea "yuk yuk"kata agnes lalu mereka pun bersantai sambil meminum es kelapa dan memakan camilan "boy..lihat orang itu aku juga mau begitu"kata jeny "aku akan mengikatmu dan memasukan mu kedalam koper"kata boy "haha jeny jeny memangnya kau bisa berselancar?"kata joe "tidak sih"kata jeny "yang ada dia akan tenggelam"kata lisa "heiii..memangnya kalian bisa?"kata jeny mereka menggelengkan kepala dengan kompak.

__ADS_1


"ayo naik itu"ezra menarik dea untuk pergi bersama nya "mereka mau ngapain?"kata jeny "naik speed boat lah biar romantis"kata reno tapi jeny sudah menghilang boy menepuk dahinya untuk berulang kali sama seperti waktu mereka ingin kembali ke hotel jeny selalu menghilang dan membeli karcis wahana atau membeli makanan aneh "biar aku cari"kata lisa "aku mau ke toilet"kata joe "onnie!! Awas di makan nemo!"kata jeny dea tertawa sambil melambaikan tangannya "hei..paman..tunggu"jeny menghampiri seorang pria "ya ada apa?"tanya pria itu "aku ingin naik begitu juga bagaimana caranya?"kata jeny "apa yang di lakukan anak itu"kata lisa ketika melihat jeny tal jauh dari nya "jika kau tidak tau cara memakainya cari teman agar kau bisa memakainya dasar aneh"kata pria itu "ada apa?"kata lisa "maaf tuan"boy juga datang "aku mau naik itu juga ke pulau sana yang jauh"kata jeny "kau tau di dalam air ini ada banyak hiu, jika kau naik itu lalu jatuh kau akan mati"kata boy "tidak kok, aku pernah naik ini sama wanita asing itu dan tidak ada hiu"kata jeny "cari dulu pasangan mu baru kau boleh memakainya"kata pria itu "ayolah boy"kata jeny "tidak jen, aku masih mual kita sudah naik banyak wahana dan kita tidak istirahat langsung mengkemasi barang, dan pergi ke pantai aku juga masih pusing gara gara naik wahana berputar itu, wahana yang naik turun, wahana air, nyawa ku juga ku rasa berpisah sekarang"kata boy "kau menyebalkan!"kata jeny "ak--"lisa gak jadi bicara "jeny!! Ayo"kata reno "wah...kau juga mau main speed boat?"kata jeny "ah..aku terlambat"fikir lisa "iya , bukan kah kau cari teman ayo naik"kata reno "aku akan pergi huh"kata jeny "ya ya pergilah..awas jaga kakimu..hiu banyak di bawah"kata boy "aku tidak takut hiu itu akan ku makan"kata jeny .


Dea memeluk erat erat pinggang ezra sambil tersenyum manis "apa kau sangat senang?"kata ezra "hm"dea mengangguk "aku sangaaaat senang pergi dengan mu, dan dengan yang lainnya terutama jeny, kau tau dia semakin ceria dan delapan puluh persen dirinya sudah mulai utuh"kata dea "hahaha utuh kau bilang? Emangnya dia serpihan kaca"kata ezra "ihh..bukan begitu ..kau tau dia itu kata kak cika jeny tuh seperti cermin yang hancur cermin yang sudah retak jadi setiap apa yang dia lakukan sekarang adalah keajaiban, yang menandakan cermin yang hancur itu sudah mulai tersusun dan menyatu perlahan"kata dea "yoooo"jeny muncul di sisi dea dengan reno "hai!! Kau membuat ku terkejut"kata dea "aku akan mengambil fotomu"jeny menyiapkan ponselnya "senyum"kata jeny dea pun segera berpose "aku juga akan mengambil gambarmu"kata dea "tidak mau"kata jeny "ayo reno menjauh dari mereka berdua"kata jeny "baik"kata reno "aduh..dasar nakal"dea menatap hasil gambar yang dia ambil terlihat jeny sangat senang .

__ADS_1


Malam harinya mereka sedang bermain bersama "yeay...menang lagi"kata ezra "keren sayang"kata dea yang duduk di pangkuan ezra "kenapa aku oleng terus"kata jeny yang memainkan game yang sama dengan ezra "kau tidak benar memainkannya"kata boy "ayolah jen, jalan yang benar"kata joe dan bob "sabar dong aku menabrak tiang"kata jeny boy hanya tertawa bersama agnes melihat wajah jeny yang kesal "sini sini berdiri sedikit"lisa akhirnya bergerak "kau mau apa?"kata jeny "menolong mu"kata lisa sambil duduk lalu dia menarik jeny agar duduk di pangkuannya "mereka sudah hampir menang lagi dan kau masih menabrak beberapa tiang"kata lisa lalu dia menggerakan tangan jeny agar bermain bersama nya "sial..lisa menolong jeny"kata joe "wah..jeny akan menang guys"kata ezra "wahh...aku akan menang"kata jeny sambil tersenyum senang lisa melirik jeny sambil tersenyum puas "ayo lisa bantu aku terus"kata jeny "santai saja, mereka akan kalah"kata lisa "guys aku udah lapar"kata dea "makan saja sana"kata jeny "memangnya kau tidak lapar"kata boy "kau tau aku baru saja kalah enam kali itu membuat ku kenyang"kata jeny boy tertawa mendengar itu "aku menang yeay"jeny melompat girang "aduh"kata lisa "hum..lisa maaf..aku lupa"kata jeny "udah yuk"kata joe "lagi dong"kata jeny "aku baru sekali menang loh"kata jeny "haduhh.."yang lain menepuk dahi masing masing.


Sehabis makan mereka masih lanjut mencoba permainan yang mereka temukan "pip pip pip"ezra terlihat fokus bermain "ayo sayang boneka nya bagus tuh"kata dea "ayo bob"kata agnes "sabar dong nes, harus fokus nih"kata bob "haah...mereka akan main terus"kata reno "ku rasa iya"joe mengambil ancang ancang untuk memukul benda merah di depannya "bugggg!!"angka merah pun bergerak "wuah...sembilan ratus tuh"kata reno . "duhhh...kok gak bisa bisa"kata jeny lisa juga terlihat bermain juga di samping jeny "aku juga main deh, dia gak akan dapat boneka nya"kata boy sambil tertawa kecil "pip pip pip"boneka yang di capit jeny jatuh lagi "semangat jen!!"kata agnes sambil makan camilan dan merekam teman temannya "wah..ini bagus banget"kata dea "tenang sayang masih ada lagi"kata ezra beberapa jam kemudian jeny makin kesal boy tertawa melihat jeny mengomel "tunggu ya !!"jeny pergi "mau kemana jen?"kata dea "tunggu saja!!"jeny pergi tak lama kemudian datang "Jenyyu..itu buat apa??"kata reno "BOYU..JENY BAWA TONGKAT BESI"kata joe "akan ku hancurkan kaca nya"kata jeny "hei hei"joe dan reno lari dan ingin mencegah jeny "sayang jeny kayanya mau mengjancurkan kaca"kata dea "jeny!!!"kata agnes "hei..hei..tidak tidak"boy menarik jeny "lepas lepas aku kesal boy awas..aku harus memukulnya"kata jeny "lihat guys, jeny sepertinya sangat kesal"kata agnes di depan kamera "jeny tahan emosimu itu punya orang"kata reno "awas awas awaas. Akan ku hajar kaca itu sampai hancur"kata jeny "itu boneka mu sudah ada"kata boy "bukan aku mau dapat sendiri awas awas "kata jeny bahkan orang orang sekitar pada melihat ke arah jeny "lihat anak itu lucu sekali"kata mereka bahkan ada yang merekam nya "ini"lisa datang dengan tuju boneka besar "itu punya ku?"kata jeny "ini juga"boy menunjuk boneka yang dia dapatkan "sini tongkatnya"joe mengambil tongkat itu dari tangan jeny "huff.."dea lega "banyak kan?"kata boy sambil mengusap kepala jeny "pasti mesin capit itu rusak jadi aku tidak dapat terus"kata jeny "iya nanti aku suruh mereka memperbaiki nya"kata boy lalu dia mengusap keringat jeny dengan tisu.

__ADS_1


__ADS_2