Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
gadis mungil dengan jaket orange


__ADS_3

sinar cahaya matahari semakin terang, bunga bunga di taman terlihat segar ketika air mengenai nya .


wanita yang sedang menyiram bunga itu mematikan keran ketika selesai menyiram tanaman yang ada di taman. sementara itu di sebuah ruangan terlihat lisa sedang mengangkat barbel dengan tangan nya sementara jeny berjalan santai di atas treadmill "huff" lisa meletakan barbel yang dia pegang, lalu dia melihat jeny masih belum berhenti "berhentilah" kata lisa .


tak lama kemudian jeny datang dan duduk di dekat lisa "nih minum dulu" kata lisa "sudah seminggu kau menemani ku di rumah bagaimana dengan pekerjaan mu? " tanya jeny "kak Daichi sudah mengurus semuanya" kata lisa sambil mengusap keringat yang ada di wajah jeny "aku merasa semakin baik sekarang" kata jeny "aku tau" kata lisa "jangan lupa malam ini kita akan meresmikan toko sweet mu" kata lisa "di mana kak fudo? " tanya jeny "dia masih di rumah boy" kata lisa "dia akan kembali besok pagi" lisa mengamati wajah jeny "apa yang kau lihat? " tanya lisa, jeny langsung menatap mata lisa "kau melihat perut ku ya" lisa tersenyum "tidak" kata jeny "mengaku lah" kata lisa "jangan menggoda ku ya" kata jeny "ouh.. aku sangat senang akhirnya aku bisa melihat wajah kesal mu" kata lisa "boleh aku mengatakan sesuatu? " tanya jeny "apa? " kata lisa "entah mengapa di saat aku mandi, aku seolah olah melihat mu seperti sedang melihat ku mandi" kata jeny "benarkah? " kata lisa "iya jadi apa kau tau apa yang terjadi? " kata jeny "aku juga tidak tau kalau begitu" kata lisa "aku tau satu hal" kata lisa "apa? " kata jeny "mari mandi bersama dan hum.. kita lakukan sesuatu yang lain di bathup" kata lisa "melakukan apa? " kata jeny "hum.. bagaimana ya" kata lisa "aku tidak bisa menjelaskan nya tapi kita sudah lama tidak melakukan nya jadi ku fikir kita harus melakukan nya sambil mandi" kata lisa "katakan dulu apa yang akan kita lakukan? " kata jeny "nanti aku jelas kan ayo" lisa menarik jeny dan langsung menggendong nya "kau terlihat aneh jangan membuat ku takut ya" kata jeny "tidak akan aku membuat mu takut" kata lisa.


joe menuruni tangga setelah selesai memasang balon di sebuah tiang "hati hati" kata Agnes "iya" joe melihat ara yang berjalan ke arah nya "dia lagi" joe langsung pergi "hei.. tunggu" kata ara "dia langsung kabur" bob tertawa "apa dia takut dengan seorang gadis? " kata hong su "ku rasa tidak" kata boy "jangan jangan" semua nya langsung saling tatap "hei gak mungkin" kata Jack "mungkin saja" kata jin "dia tidak mungkin gay " kata Jack "buktinya dia menghindari adik nya hong su" kata emi "ya.. dia malah pergi" kata ara "kue nya datang bantu angkat" kata fudo.

__ADS_1


bathup mulai terisi penuh dengan air dan busa putih yang melimpah menutupi tubuh jeny dan lisa "kau tau aku pernah mengalami mimpi buruk seperti beberapa hari ini" kata jeny "tapi mimpi nya kali ini berbeda " jeny melihat tangan lisa yang mengusap lengan atas nya "dan aku selalu menarik mu dari mimpi itu" kata lisa sambil mengusap punggung jeny dengan spon mandi.


"apa aku bisa melupakan mimpi buruk itu? " tanya jeny "bisa seperti waktu itu, kau bisa melupakan semua nya kan? " kata lisa "kau benar aw!! tangan mu membuat ku kaget" kata jeny, lisa langsung tertawa kecil "lisa, lisa kau mau apa? " kata jeny "melakukan sesuatu" kata lisa sambil menaikan sebelah alis nya "apa ini tidak papa kita kan" kata jeny "kita juga pernah melakukan nya" kata lisa "biarkan aku melakukan nya lagi" bisik lisa lalu dia mencium pipi jeny "kau takut tidak kan? " lisa merapat kan tubuh nya "kemungkinan tidak jika itu kau yang melakukan nya" kata jeny sambil menggerakkan kepala nya untuk menatap lisa yang ada di belakang nya "aku suka melihat ekspresi mu barusan" kata lisa, jeny meringis sambil menatap lisa "aku akan melakukan nya dengan lembut" bisik lisa "ahh" jeny memejam kan mata nya tangan nya perlahan mencekram lengan lisa. "lisa" kata jeny "tidak papa.. " lisa menarik jeny dan langsung mencium bibir nya dengan rakus, air terus mengalir membuat air di bathup sudah meluap bahkan mengalir ke lantai.


malam harinya..


reno tersenyum melihat jeny dari layar ponsel nya "akhirnya dia, dia.. kembali" kata reno "siapa" dio datang sambil membawa beberapa berkas "dio" reno berdiri memeluk dio "kau tau sahabat kecil ku, yang di kabarkan sakit karena kecelakaan dia sudah sembuh dan sekarang sedang meresmikan toko nya tapi aku gak bisa datang ku rasa sudah terlambat lihat lah ini" kata reno "tidak terlambat kita bisa naik pesawat dan itu hanya memakan beberapa jam. ayo aku antar!" dio menarik reno.

__ADS_1


pita di gunting semua yang hadir langsung bertepuk tangan dengan meria "selamat ya" kata lisa sambil memeluk jeny "bentar" kata jeny dia menatap seorang wanita yang berdiri di dekat Daichi.


alfie tersenyum melihat wanita mungil dengan jaket orange berjalan ke arah nya "mama" kata jeny sambil tersenyum begitu juga dengan hiko dia terlihat benar-benar senang. "mama kenapa menangis? " tanya jeny "sehat selalu anak ku" kata alfie "ayo masuk" kata lisa "ayo pa" kata jeny "ayo" kata hiko "JENY" jeny menoleh melihat siapa yang sedang berlari ke arah nya "noo.. " jeny tersenyum "hei gadis mungil ku" kata reno sambil memeluk jeny "kau bilang tadi tidak bisa datang" kata jeny "ya ku fikir begitu" kata reno "dia siapa? " tanya boy "haa.. aku tau dia pacar mu ya" kata jeny "oh.. bu--" kata reno "tidak papa kami mengerti " kata bob "Hai bro.. gimana? kapan kau jadian dengan reno dia itu sedikit keras kepala" kata boy "oh.. ya, ya dia keras kepala" kata dio "dio" kata reno "dia malu guys" kata lisa "hahaha" semuanya tertawa "ayo, ayo masuk kita nikmati makanan yang sudah tersedia" kata Daichi .


"oh ya ngomong ngomong dari mana kau mendapatkan jaket orange seperti ini? kau tau kau terlihat imut" kata reno "hah! aku tidak suka di bilang imut" kata jeny "kenapa? " kata fudo "itu terkesan seperti aku ini masih anak anak" kata jeny "hahaha kau memang terlihat seperti seorang balita" kata boy "apa? " kata jeny "Hai kak cika" kata bintang "hai" kata cika "ku fikir kalian tidak datang" kata lisa "kami akan datang" kata cika "mau minum? " joe menoleh melihat ara sudah ada di samping nya "jin!! " seru joe "iya, bentar ya" jin melepaskan tangan hong su "ada apa? " tanya jin "singkirkan dia sebelum aku memukul nya" joe pergi "hei kau jadi kasar pada seorang wanita? " kata jin "dia pasti bercanda" jin menarik ara "bersulang" kata ebi "bersulang" kata xie "sweet!!! " seorang wanita datang dengan membawa kado "Hai kau?? " jeny kebingungan "siapa dia? " fudo langsung berdiri di samping adik nya "aku penggemar mu, kau lama sekali tidak ada kabar dan juga tidak memposting sesuatu para penggemar lain mencari mu setelah mendengar kabar kau sakit kami akhirnya sedikit lega kami fikir kau hilang" kata wanita itu "oh.. ya nanti aku akan memposting sesuatu" kata jeny "ayo kita berfoto" kata wanita itu "kau benar benar menggemaskan seperti yang di foto" kata wanita itu "iya" kata jeny "hei" lisa memasukkan tangan nya ke dalam saku. "jangan terlalu dekat dong" kata lisa "dia" kata wanita itu "dia lisa pacar ku" kata jeny "oh.. " wanita itu memberi jeny sebuah hadiah "terimakasih" kata jeny "sama sama sweet" kata wanita itu "ehem" lisa memegang tangan jeny, "apa" kata jeny "dia tadi mencium mu" kata lisa "astaga" fudo langsung pergi "aku juga tidak tau, dia begitu aktif aku sampai tidak bisa menghindar di saat dia mencium pipi ku" kata jeny "kalau begitu tetap lah di samping ku" kata lisa "hei kenapa kau bisa jadian dengan teman ku ini" kata boy "iya katakan ayo cerita" kata bob "aku.. " dio menatap reno "Hai dio kau di sini" kata bintang.


"hai" kata dio "kalian saling kenal? " kata boy "dulu kami berada di tempat kerja yang sama" kata bintang "bersama hum.. siapa itu ya" kata dio "cary dan genta" kata bintang "ya ya itu benar" kata dio "apa nih bawa bawa nama ku" kata carry "hai dio" kata genta "hai hai" dio menjabat tangan genta "kau datang dengan siapa? " kata genta "ak-"kata dio " dia datang dengan reno mereka sudah berpacaran "kata bob " waw"kata carry "bu--" reno menatap dio begitu juga sebaliknya "tuh kan mereka saling tatap" kata boy "hum.. ta.. tapi" kata dio "iya akui saja" kata bintang "tap--" kata reno "reno" terdengar suara jeny "tapi apa" kata boy "tapi iya eh aduh" reno kebingungan "iya? " dio menatap reno "hum? " reno gugup "ayolah kalian kenapa malu malu nih, berikan bunga ini ke reno" kata carry "reno" jeny melihat kanan kiri "iya" kata reno "iya lagi dong kata nya" kata bintang "bukan itu" kata reno "nih" dio memberikan sebuah buket ke reno "kurang romantis sini aku praktek kan" genta mengambil bunga yang ada di vas lalu langsung menatap carry "aku sengaja membawa setangkai bunga untuk mu agar ka mengerti dengan jelas bahwa cinta ku dan hari ku hanya satu untuk mu" kata genta "waaa" yang lain bersorak "ayo lakukan dio" kata carry "aku tidak bisa" kata dio "ayolah teman teman jangan begini" kata reno "lakukan lakukan lakukan!! " seru yang lain "kemana reno dan yang lain mereka gak makan ya" kata jeny "mungkin di luar " kata lisa "baik" kata dio "apa? " kata reno dengan terkejut.

__ADS_1


dio menggigit bibir nya dan perlahan dia langsung menarik reno agar Menatap nya "reno, ak.. aku membawa sebuket bunga ini untuk mu dan akan ku jelaskan pada mu bahwa bunga yang banyak di dalam satu ikatan buket ini melambangkan seluruh kasih sayang dan cinta ku hanya terikat pada mu" kata dio "waw" kata jeny wajah reno seketika langsung memerah "ambil dong" kata lisa "ambil ambil" kata Agnes "terimakasih" reno mengambil buket itu "apa kalian senang" kata reno "senang banget" jeny memeluk reno "kau ini.. selamat ya semoga bahagia" kata jeny "semuanya ayo makan dulu jangan diluar" kata lisa "ayo ayo" kata bob "makan makan" kata Jack "ayo" kata jeny "iya duluan" kata reno "ayolah ajak pacar mu sekalian ayo hum.. siapa " kata jeny "dio" kata reno "iya iya ayo dio masuk" kata jeny "baik" dio berjalan melewati reno "hei udang rebus bawa pacar mu, dia diam saja tuh" kata genta "oh" dio menatap reno "ayo ren" dio menarik tangan reno yang sedang mematung "kau terlihat bahagia gadis berjaket orange" kata lisa "hum.. tentu, aku senang teman teman kita akhirnya menemukan cinta nya masing masing" kata jeny "lalu aku? " kata lisa "cinta mu ada di sini" kata jeny lisa langsung tersenyum dan menggandeng tangan jeny.


__ADS_2