Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
gelombang masalah


__ADS_3

cahaya matahari masuk melalui jendela yang telah di buka oleh lisa dia langsung kembali naik ke atas ranjang dan memeluk jeny yang masih tidur "bangun sayang" bisik lisa "umm?? " jeny membuka matanya lisa langsung mencium nya "aih.. kenapa cepat banget paginya " kata jeny "apa kau masih lelah? aku bisa mengatakan kalau kau tidak bisa datang pada atasan mu" kata lisa "tidak tidak" jeny duduk "aku harus mengurus iklan dengan kak nano" kata jeny "aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu kau mau sarapan dulu atau mandi? " kata lisa "seperti nya mandi" kata jeny "pergilah aku akan menyiapkan baju mu" kata lisa "hum" jeny turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi "apa yang ku lakukan semalam kenapa rasa nya lelah sekali" jeny menggantung handuk nya tiba-tiba mata nya langsung terbelalak melihat ke arah cermin "sial apa yang terjadi? " jeny meraba leher nya dan juga dada nya yang terlihat merah seperti di gigit nyamuk "aih!!! lisa sialan!! bagaimana aku menemui orang jika mereka melihat leher ku" kata jeny.


pintu terbuka endo masuk sambil membawa riki "apa yang terjadi? " tanya amin "kenapa kalian baru pulang? " tanya pam "bantu aku dulu jangan banyak tanya berat nih" kata endo "berikan pada ku" fudo menahan tubuh riki yang tidak sadar kan diri kemudian mengangkat tubuh riki dan membawa nya ke dalam kamar "apa yang terjadi? bukan nya kalian mau menemani tuan fang ke acara penting" kata pam "kami mendapatkan serangan saat di hotel untung nya kami masih bisa melawan serangan itu " kata endo "lalu kenapa riki pingsan? " kata amin "karena minuman nya di campur bius untung nya bius nya sedikit lama berkerja nya setelah selesai melawan musuh riki langsung hilang kesadaran" kata endo "tapi kau baik baik saja kan? " kata amin "aman kok" kata endo "cepat sarapan" kata fudo "kau taruh di mana di riki? " tanya pam "di kamar " kata fudo sambil duduk di kursi "ayo endo sarapan dulu" kata amin "aku akan ganti baju sebentar" kata endo.


"griit"pintu lemari di tutup " akhirnya selesai juga beres beres aku harus belanja dan mencari sesuatu untuk ku bawa mengunjungi jeny nanti "kata boy " dia sudah sangat berkerja keras pasti dia lelah kira kira apa ya yang harus ku bawa untuk nya"kata boy.


dengan tenang lisa menunjuk ke arah cermin "lihat sudah tidak kelihatan kan? " kata lisa jeny menatap ke arah cermin setelah selesai di make-up pin oleh rai "jangan marah lagi ya" kata lisa "aku masih marah" jeny pergi keluar kamar "oke baiklah apa yang harus ku lakukan agar kau tidak marah? hei jen" kata lisa.


di dalam mobil lisa mencoba membuka obrolan kembali "kan sudah tertutupi make up ayolah jangan marah lagi.. ya " kata lisa "bersyukur saja rai bisa mengatasi nya jika tidak semua orang akan menatap ke arah ku dan berkata jeny apa di rumah mu banyak nyamuk" kata jeny "aku nyamuk nya" kata lisa "iya lah siapa lagi" kata jeny "iya deh.. maaf ya sayang.. ya" kata lisa "hum.. iya" kata jeny "terimakasih" kata lisa sambil merangkul jeny "aku mau kita berfoto" kata jeny "berfoto? " kata lisa "hum aku kembali membuat instagram satu hari yang lalu dan aku ingin ada foto di sana " kata jeny "aku akan menyuruh sai mencari studio untuk kita berfoto" kata lisa "kenapa? kan bisa pakai ponsel" kata jeny "aku mau hasil nya lebih bagus" kata lisa "hum.. baik lah " kata jeny "apa instagram nya aku akan follow bentar" lisa mengeluarkan ponsel nya "kau juga belum punya instagram? " kata jeny "aku menghapus nya sejak lama dan ketika aku tau kalau ini tidak ada gunanya karena tidak ada yang spesial di dalam nya tapi karena kau aku akan mendownload nya" kata lisa sambil tersenyum "apa nama nya? " kata lisa "hum.. sweet" kata jeny "sweet? " kata lisa "iya aku tidak tau harus membuat nya dengan nama apa yang aku fikir kan sweet" kata jeny lisa tersenyum "oke oke" kata lisa "berhenti berhenti" kata jeny "hum? sudah sampai? " kata lisa "iya itu rumah kak nano aku bilang pada nya kalau aku langsung menemui nya dan langsung pergi dengan nya semangat ya" kata jeny "kau juga semangat ya " lisa mencium jeny "bye.. ingat aku selalu" kata lisa "hahha.. kau sudah di hati ku aku tidak mungkin melupakan mu" kata jeny lisa pun pergi "eh.. eh" kertas kecil di tangan jeny tertiup angin "waduh.. waduh" kata jeny "itu alamat kak nano" seseorang datang memungut kertas "hum.. itu milik ku" kata jeny "nih ambil" orang itu menyerahkan kertas itu lalu pergi "terimakasih ya" kata jeny "menurut alamat nya hum.. yang ini deh kaya nya" kata jeny sambil terus berjalan "nona aku sudah menukar alamat nya" kata orang berjaket hitam itu "bagus" kata dim di dalam mobil "bersiap lah jeny akan datang" kata dim.

__ADS_1


lisa keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung di depan nya "selamat datang nona" seorang wanita menyambut nya "aku ingin cincin untuk tunangan" kata lisa "anda bisa melihat lihat contoh nya nona untuk memesan cincin di tempat Ini kami harus meminta data anda karena ini cincin yang sangat spesial hanya untuk orang spesial" kata wanita itu "ini" lisa mengeluarkan dua kartu Identitas milik nya dan milik jeny.


"tok tok tok tok tok" jeny mengetuk pintu "kak nano" kata jeny pintu terbuka seorang pria berdiri di depan pintu "hum.. aku mencari kak nano" kata jeny "masuk" kata pria itu jeny pun langsung masuk "duduk aja dulu" kata pria itu jeny pun mengangguk "jadi ini suami kak nano" fikir jeje "kau terlihat sangat cantik" kata pria itu "hum.. terimakasih" kata jeny "duh.. kok serem ya suami kak nano" fikir jeny "kau sudah ada pacar? " kata pria itu "sudah" kata jeny pria itu pindah duduk dekat dengan jeny "bagaimana dengan ku? aku lebih menarik kan dari pacar mu? " kata pria itu "hum.. " jeny berdiri "kenapa? " kata pria itu "aku lebih baik tunggu di luar" kata jeny "tidak bisa" pria itu menarik jeny ketika jeny hendak pergi "hyah... kaka nano.. lepaskan aku" kata jeny "diam" pria itu melempar jeny ke atas sofa "duagg" jeny menendang pria itu "kenapa kak nano tidak keluar" fikir jeny "berani nya kau" kata pria itu "jangan panik jangan panik" kata jeny dalam hati pria itu maju mendekati jeny "buagg" jeny langsung memukul pria itu dengan tas yang dia pegang saat pria itu lengah jeny langsung lari keluar "jangan lari!!! " pria itu mengejar jeny.


"bruagg" jeny menabrak seseorang "jeny? " jeny menoleh "kak dim" kata jeny "ada apa? kenapa kau lari lari? " kata dim "hei!! " pria tadi masih mengejar jeny "kak dim dia pria jahat" kata jeny "dia mencoba melakukan sesuatu pada ku" kata jeny "berani nya kau!! " dim maju pria itu juga langsung menyerang dim "kak dim hati hati" kata jeny "hiahh" pria itu jatuh ke tanah "bangun!! beraninya kau berbuat yang tidak tidak pada nya!!! " seru dim "kak dim.. kak dim" jeny mendekati dim "sudah sudah.. " kata jeny "bentar dia harus di lapor kan ke polisi" kata dim sambil mengeluarkan ponsel nya "lop kemari bawa dua polisi cepat" kata dim.


akhirnya lop datang dengan dua orang berseragam polisi "nih bawa dia" kata dim "baik nona" dua pria berseragam polisi itu langsung membawa pria itu pergi "kau baik baik saja? " dim menatap jeny "hum" jeny mengangguk "kak dim pipi mu memar" kata jeny "tidak papa, kau ada yang terluka? kau sedang apa di sini? " kata dim "aku sedang ingin ke rumah kak nano tapi seperti nya aku salah masuk rumah " kata jeny "jeny!! " taxi berhenti di dekat jeny "ah.. aku menunggu mu di rumah ku tapi kau tak datang datang dan malah di sini padahal rumah ku ada di ujung sana " kata nano "aku salah rumah" kata jeny "oh.. nona diam selamat pagi" kata nano "sebaiknya kita pergi sekarang" kata dim.


lisa tersenyum sambil menatap layar ponsel nya jeny baru saja mengirim foto untuk nya "sweet membagikan sebuah postingan untuk pertama kali" lisa membaca notifikasi dia langsung melihat apa yang di posting oleh jeny, ternyata sebuah foto di mana jeny duduk sambil menatap langit dan dengan minuman susu Strawberry di meja "rasa nya aku ingin cepat cepat pulang" kata lisa "nona client sudah menunggu anda"lisa menoleh ke arah pintu " oke aku akan segera menemui nya"kata lisa.

__ADS_1


"minum" dim mengulurkan segelas minuman ke jeny setelah selesai membuat iklan "terimakasih, kak nano ini minum dulu" kata jeny sambil menyerahkan minuman yang di berikan oleh dim "hah? " dim menatap jeny "ayo makan dulu" kata dim "maaf kak dim tapi kami harus kembali ke kantor karena pembuatan iklan nya sudah selesai" kata jeny "jadi mau langsung kembali? " kata dim "iya" kata jeny "terimakasih kak dim " kata jeny dim terdiam menatap jeny membereskan barang barang nya.


lisa meletakkan map yang dia pegang "tapi mohon maaf saya setuju" kata lisa "ayolah nona lisa hum.. saya bisa melakukan apa saja" wanita di depan nya berdiri dan langsung duduk di dengan meja tepat di depan lisa "bagaimana nona lisa" kata wanita itu lisa langsung berdiri sekertaris lisa juga langsung ikut berdiri "apa apaan ini" kata lisa "jangan terlalu galak nona" kata wanita itu "pengawal" kata lisa beberapa bodyguard lisa langsung datang "singkirkan wanita ini dari ku" kata lisa "baik nona" kata sao .


malam harinya...


lisa memeluk jeny ketika jeny menceritakan kejadian yang dia alami hari ini "tapi kau baik baik saja kan? " kata lisa "iya aku tidak papa beruntung aku bisa melarikan diri dengan cepat dan kak dim datang membantu ku" kata jeny "dim? " kata lisa "iya dim yang aku cerita pada mu waktu itu" kata jeny "kapan? " kata lisa "kau lupa? aku pernah menceritakan nya pada mu" kata jeny lisa langsung mencoba mengingat ingat "oke dim client mu" kata lisa "iya " kata jeny "kenapa firasat ku gak enak ya" fikir lisa "kau kenapa? " kata jeny "apa ada masalah? " kata jeny "sebenarnya.. saat di kantor aku" kata lisa "aku mengalami sesuatu" lisa pun menceritakan kejadian nya "lisa" kata jeny "iya" kata lisa, "aku jadi takut akan ada yang terjadi kedepan nya" kata jeny lisa langsung memeluk jeny "tidak papa.. kita akan melalui semua bersama" kata lisa "tapi hari ini aku dan kau mengalami kejadian yang tidak menyenangkan" kata jeny "jangan kawatir itu hanya kebetulan kau jangan takut aku ada bersama mu dan kau juga ada bersama ku" kata lisa "nona lisa maaf tuan boy datang untuk menemui anda"kata sai "boy? " kata lisa "benar dia ada di bawah" kata sai "oke oke suruh dia untuk menunggu sebentar aku akan segera ke bawah" kata lisa "boy datang" kata jeny "iya hei hei kenapa kau menangis" kata lisa "aku cuma sedikit kepikiran saja" kata jeny "hei.. tenang lah.. anggap saja hari ini adalah hari sial selebihnya hari keberuntungan kita" kata lisa "percayalah semua akan baik baik saja.. aku ada dengan mu" kata lisa "hm"jeny mengangguk " kau bisa istirahat atau kau mau ikut menemui boy di bawah"kata lisa "aku ikut dengan mu" kata jeny "oke kau sudah tenang" kata lisa "iya" kata jeny "aku mencintai mu" lisa mencium kening jeny.


"ya ya.. baru jam berapa ini dan kalian sudah bersiap untuk tidur? " kata boy "hah.. tumben sekali kau datang" kata lisa "oh.. seperti nya kedatangan ku tidak di harapkan ya" kata boy "boy" jeny langsung memeluk boy "Hai sobat kecil ku... kau makin luar biasa aku melihat wajah mu di papan iklan " kata boy "hum.. bagaimana dengan wajah ku? " kata jeny "sangat imut seperti biasa nya aku tadi ke rumah mu namun tidak menemukan mu ternyata kau ada di sini" kata boy "aku ada di rumah namun terkadang aku juga ada di sini" kata jeny "oh bagaimana itu? bisa jelaskan? " kata boy "aku menginap di rumah lisa dua hari dan lisa juga akan menginap di rumah ku dua hari ganti gantian" kata jeny "ohoo... katakan bagaimana bisa kalian menjadi akrab seperti ini " kata boy "jangan menggoda nya ya" kata lisa "oh oh lihat aku membawa kalian snack" kata boy "terimakasih" kata jeny sambil duduk dan mulai makan snack "pegang ini boy" kata jeny "peka" boy memegang snack yang baru di buka jeny "ini ini" lisa memberikan segelas minuman ke jeny "uh?? " boy menatap ke dua nya "aku terkejut ini agak pedas" kata jeny "makan yang lain saja " kata lisa sambil memilih snack yang di bawa boy "ini yang ini saja" kata lisa sambil menyerahkan snack yang sudah dia buka "seperti nya ada yang beres" boy memakan snack yang dia pegang "hum.. tidak ada" kata lisa "aku juga mau menemui mu tapi selalu tidak bisa jadi aku menyuruh kurir makanan mengantarkan snack ke tempat kerja mu" kata jeny "oh.. pantas saja.. bahkan kurir nya sudah akrab dengan ku sekarang" kata boy "hahah.. sekalian aja ajak dia tinggal di rumah mu" kata lisa "hahaha.. jangan dong" kata jeny "kau mau minum apa biar aku ambilkan" kata jeny "hum.. tidak perlu aku sudah membeli minuman nih" kata boy "bagaimana dengan pekerjaan mu? nyaman? " kata boy sambil menatap jeny.

__ADS_1


"sangat baik" kata dim sambil meletakan koper ke atas meja dan membuka nya "anggap saja bonus mu jika berhasil besok aku akan tambah lagi" kata dim wanita di depan dim seketika langsung tersenyum "ini mudah nona" kata wanita itu "bagus lah tapi dengar aku tidak mau mendengar kegagalan" kata dim.


__ADS_2