
Hari semakin malam jeny terlihat kesal menatap jendela "nona dia gadis yang sering kau bicarakan"kata bright di sisi lisa, lisa mengangguk "di manapun dia kau harus mengawasi nya"kata lisa sambil melangkah menghampiri jeny "kau melihat apa?"kata lisa "aku harus pulang"kata jeny "kau pasti sudah tau kenapa harus bertanya"kata jeny dengan kesal "kenapa kau memarahi ku?"kata lisa "kenapa? Karena aku kesal pada mu aku harus ke luar mencari taxi"kata jeny "kakak mu akan datang kau santai saja, lagian kau berada di rumah ku kenapa harus kwatir ingin pulang"kata lisa "sebaiknya kau istirahat sambil menunggu kakak mu"kata lisa jeny pergi ke dapur "kau buatkan aku camilan dan jus "kata jeny "kau menyuruh siapa?"tanya lisa "pelayan mu"kata jeny sambil naik ke atas "aku akan istirahat kau antar makanan ku ke atas aku mau cari kamar untuk ku"kata jeny "sebenarnya siapa tuan rumah nya"kata lisa sambil turun melihat sai di dapur "biar aku saja"kata lisa "kau pergi bereskan satu kamar untuk nya"kata lisa "baik nona"kata sai.
John menatap jenazah ibunya di rumah sakit dan juga jenazah teman nya "tuan arius di temukan dalam kondisi terikat"kata kibo tak lama kemudian polisi dan perawat datang membawa jenazah pria berhidung mancung john menatap jenazah kakak nya tanpa ekspresi wajah matanya merah "aku akan balaskan semuanya pada mu paman"kata john dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
Mobil berhenti riki membuka pintu rumah dengan cepat "ayo cepat"kata pam sambil membuka pintu mobil dua orang di tarik dari dalam mobil "ayo jalan"fudo menarik mereka masuk ke dalam rumah riki terlihat sedang melakukan sesuatu "grek grek grek"lantai di ruang tamu bergerak dan terlihatlah ada tangga dengan cat hijau "akkhh"dua orang itu di tarik keras ke lantai ternyata ada ruangan lain di rumah itu "buka yang satu"kata fudo "hah hah siapa kalian"dewa terkejut melihat ada empat pria muda di depan nya "coba tebak kami siapa oh tidak perlu tebak semua setidak nya kau tebak nama ku"kata amin sambil mengisi peluru di pistol nya "tidak ingat ya"kata pam "kalian mau apa hah mau apa kalian"dewa melihat riki memakai sarung tangan "apa kau lupa dengan seorang wanita yang siksa di dalam air kau juga menyetrum nya"kata amin "jadi kalian hah!! Kalian saudara wanita itu hahaha lalu mau apa mau balas dendam?"kata dewa "tidak"kata riki "aku mau kau merasakan rasa sakit yang wuah luar biasa jadi aku tidak akan membiarkan teman ku membunuh mu tapi kau akan mati perlahan"kata riki "hahaha anak anak seperti kalian bisa apa hah! Coba saja kalau berani"kata dewa "aku mau mencoba alat ini di jari mu"kata amin mata dewa terbelalak melihat alat itu "pertama kami akab bertanya pada mu pak tua, dengan cara apa kau bunuh keluarga ryu?"kata riki "ryu? Ryu siapa "kata dewa "lakukan min"kata fudo "crekk"suara jari jemari dewa "akkhhh!!"dewa kesakitan "jadi ryu itu siapa teman teman?"kata riki "aduh aku lupa makanya kita harus bertanya pada pak tua ini"kata pam "bagaimana dengan ini"fudo mengambil alat lain "fudo alat itu bisa melubangi besi jika kau memakainya ke tuan dewa itu maka tubuh nya akan hancur"kata amin "hei hei jangan macam macam"kata dewa "kau juga melakukan penyandraan lalu memfitnah orang lain, kau juga menyuruh orang untuk menghabisi manusia yang tidak bersalah dan kau memakai nama orang. Kau meletakan barang haram di tas orang.kau juga membunuh saksi salah satunya wanita yang kau setrum di air, adik nya ada di sini.dan orang yang kau fitnah itu putra nya ada di sini"kata riki "RYU BANKO"kata riki "menggantung kakak ku, memasukan kakakku ke dalam kulkas, menghabisi keluargaku"riki tersenyum "bukan kah anak yang belum kami temukan itu seorang wanita"kata dewa "dia adikku sebelum kau mati kau harus syuting dulu kau harus mengakui semua nya"kata riki "jangan dewa"kata raju "ahhhkkk"raju teriak dia saat amin menusuk kaki raju "kau jangan lupa juga kau sudah menyiksa orang lain "kata amin "kalian berdua harus tau.."riki mengambil pisau kecil "bagaimana rasanya dunia kalian hancur, saudara kalian mati di depan kalian"kata amin "aku tidak takut karena aku berku--"dewa meringis riki menarik temannya "kakak ku memiliki luka sobekan di samping akibat pisau ini"kata riki. Darah mengalir ke lantai "adikku harus melihat itu semua"kata riki sambil menatap dewa dengan dingin "aku yang - membuat luka itu- di tubuh- anak tuan ryu"kata dewa "aku-juga- memaksa - salah satu dari mereka- untuk minum air keras"kata dewa tubuh riki bergetar hebat tangan nya terkepal siap menghajar siapa pun.
"kau belum jemput adikmu"kata pam "oh kau benar"kata riki sambil berdiri "aku pinjam mobil mu"kata riki fudo mengangguk. Lisa membuka kamar melihat jeny sudah tidur setelah meminum obat dari tuan son "sungguh jen, kau bisa tidur di mana pun saat di rumah ku"kata lisa lalu dia masuk menarik selimut jeny "untung aku mengambil satu pil obat nya kan, karena aku tau kau akan tidur di rumah ku"kata lisa lalu dia melihat tangan jeny ada bekas goresan saat latihan.
__ADS_1
Riki duduk dengan temannya sambil makan "lisa anak yang baik ya"kata pam "iya aku bersyukur adikku punya teman baik sepertinya jadi aku agak tenang saat pergi setidaknya lisa dan boy bisa bergantian mengawasi nya"kata riki "lalu kenapa kau bawa makanan bukan adikmu?"kata fudo "adikku sudah tidur aku tidak bisa membangunkan nya, besok aku akan menjemputnya.tidak enak membangunkan orang yang sedang bermimpi indah"kata riki "ahh rasanya aku ingin jadi jeny enak sekali punya kakak baik dan kuat seperti mu"kata pam "aih cepat makan kita harus istirahat"kata amin "hei bagaimana jika adikmu pulang dia melihat kami"kata amin "tenang saja aku sudah menyewa apertemen tak jauh dari sini kalian bisa tidur sementara di sana sampai kita kembali "kata riki "hei hei ayo bersulang untuk hari ini..BERSULANG"kata fudo dengan semangat.
Riki masuk ke kamar jeny melihat dan merapaikan kamar adiknya dengan baik "aku harus merenovasi walpeper kamar nya agar lebih nyaman"kata riki sambil tersenyum.
__ADS_1