Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
di tendang jeny


__ADS_3

"aku belum bisa memutuskan nya" ucap jeny sambil menggoyang goyangkan gelas yang dia pegang "kenapa? " tanya John "beri aku waktu beberapa hari lagi aku akan jawab" kata jeny tiba-tiba matanya berfokus ke seorang wanita berjaket hitam "ah.. ayolah jen kenapa lama sekali" kata John "tidak lama kok segera mungkin ku usahakan ayo bersulang" kata jeny "siap kenapa dia datang" fikir jeny "oh ya jen kapan kau ajak aku ke rumah mu" kata John "rumah? aku tidak punya rumah aku tinggal di rumah temanku" kata jeny "ah.. serius? " kata John "iya " kata jeny "sebentar kakak ku telpon" kata John "iya" kata jeny "ya kak, apa kenapa bisa? polisi yang mana yang tidak kenal kita tunggu di sana" John menghampiri jeny "jen, aku ada urusan bentar di pelabuhan" kata John "oh.. malam malam begini? " kata jeny "iya barang pesanan ku di sita polisi" kata John "baik baik aku antar kau sampai pintu" kata jeny sambil berdiri "kau pesan senjata lagi? " tanya jeny "bukan tapi barang bisnis lain" kata John "dorr dorr " ada suara tembakan "duakk" jeny terjatuh "jeny" kata John beberapa pengawal John langsung bergerak John menatap jeny "aahh.. aw" jeny memegang dahinya "habisi mereka berani memukul teman ku" kata john "kau tidak papa? " tanya jeny "tidak ah.. dahi mu berdarah" kata John "ahh.. tidak papa John kau lebih baik pergi sekarang " kata jeny para pengawal mendekat sambil menyeret tiga orang pria berkaos putih "siapa kalian" John menaikan kakinya ke atas kepala salah satu orang yang menyerang nya "aih.. John" kata jeny "tidak papa jen" kata John sambil mengacungkan pistol nya "John kau bisa terlambat biarkan anak buah mu mengurus mereka kau pergilah" kata jeny "tapi kau tidak papa kan? aku bisa menyuruh beberapa tinggal dengan mu" kata John "tidak tidak aku akan pergi sebentar lagi" kata jeny "baiklah aku pergi dulu " John masuk ke dalam mobil jeny memegang dahinya "aduuh... retak kepala ku" kata jeny sambil kembali masuk ke dalam kembali duduk di kursi nya "aku harus segera pergi " jeny meneguk minuman nya dengan cepat "tap"ada yang memegang tangan jeny di saat jeny hendak pergi " kenapa kau ada di sini? "tanya jeny dan orang itu bersamaan " aku tau kau akan pergi dengan John ke sini jadi aku juga ingin bergabung "kata orang itu yang tak lain adalah lisa " kau tidak akan di Terima "kata jeny " oh ya kalau begitu aku akan menemui John besok "kata lisa " apa kau mencoba menggagalkan rencana ku? "kata jeny " tidak"kata lisa "kenapa kau ingin berulah mencari masalah lepaskan tangan ku! " kata jeny "aku sengaja datang ke sini karena aku mencari mu" kata lisa "lepaskan lisa! " kata jeny beberapa orang menatap mereka "lepaskan atau aku akan berteriak" kata jeny "Hai nona lisa lama tidak bertemu" kata seorang pria berjas merah "oh.. pak alan kau di sini juga? " kata lisa "iya oh ya dia siapa? " kata alan "lepas kan aku!! " kata jeny "pak.. pak tolong aku" kata jeny lisa hanya tersenyum sambil menatap alan "oh.. aku mengerti aku mengerti selamat bersenang-senang aku pergi dulu" kata alan "hei" kata jeny "kau fikir mereka mendengar kan mu ayo ikut aku" lisa menarik jeny "tidak mau lepaskan aku!! " kata jeny namun lisa tetap menarik nya membawa nya ke dalam mobil "jalan shin" kata lisa "hei aku tidak mau ikut dengan mu!! hentikan mobil nya" kata jeny "terus jalan" kata lisa sambil memegangi tangan jeny "dasar brengsek" kata jeny "kau bahkan belum makan tapi sudah pergi minum dengan John" kata lisa "berhenti berhenti kau dengar tidak" kata jeny "ini mau kemana nona? " tanya shin "ke rumah ku" kata lisa "heii!! enak saja" kata jeny "jika kau tidak diam aku akan membawa mu ke rumah ku lihat apa yang akan terjadi pada mu di sana" lisa menatap jeny dengan dekat "apa kau mau memukul ku? pukul aja sekarang" kata jeny "shin apa roy sudah membeli rantai nya? " tanya lisa "HEII!! kau mau apa? " kata jeny "mengikat mu! bicara lebih keras lagi maka setelah nya kau akan bangun dalam kondisi terikat" kata lisa "brengsek" kata jeny "bicara lagi" kata lisa "antar aku pulang" kata jeny.

__ADS_1


pam memasukkan beberapa pakaian nya ke dalam koper "eih kau mau kemana? " tanya amin "tuan fang meminta ku pergi ke rumah adiknya" kata pam "kenapa? " kata amin "tuan fang bilang adiknya akan menghabisi seseorang jadi aku harus mengkawal nya" kata pam "adiknya yang waktu itu kan? " kata riki "memang nya yang mana lagi dia cuma punya satu adik" kaya fudo "kalau ada apa apa telpon kami" kata riki.

__ADS_1


setelah beberapa jam berlalu jeny melihat lisa masih di dapur membereskan piring yang baru saja mereka pakai "sekarang kau bisa tidur" lisa mendekati jeny "buka ikatan nya" kata jeny "iya" lisa berdiri di dekat jeny sambil menatap jeny tangan nya bergerak membuka tali yang ada di belakang kursi "duggg" lisa terjatuh ke lantai akibat di tendang jeny "sekarang pergi sana" jeny menarik lisa "aw jen kau benar-benar kasar" kata lisa "cepat cepat!! kau cepat pergi " kata jeny "hei hei hei" lisa mencoba bertahan dari dorongan jeny "iya aku pergi jen" kata lisa "kenapa kau menendang ku? " kata lisa "ini karena kau mengikat ku" kata jeny sambil menendang lisa sampai terjatuh "nona" kata shin "ahh" lisa berdiri "hei jen tunggu tunggu" kata lisa di saat jeny ingin menutup pintu "ada yang ketinggalan" kata lisa jeny menatap ke arah meja "kau ber-- umm" jeny terdiam di saat berbalik lisa langsung menarik nya dan menciumnya "brengsek!! " jeny mendorong lisa lalu masuk ke dalam rumah mengunci pintu "jeny.. jangan lupa makan malam besok" kata lisa sambil tersenyum "dasar bajingan" jeny mengusap mulutnya dengan bajunya, lisa masuk ke dalam mobil dan pergi.

__ADS_1


__ADS_2