
di sebuah restoran mewah jeny duduk dengan tenang sambil memakan cake nya "silahkan nona dim ku fikir kau tidak jadi datang" kata Daichi "maaf aku sedikit terlambat" kata dim "sini duduk lah" kata Daichi dim berjalan dan langsung duduk di samping jeny "nona dim kau ingin memesan sesuatu? " tanya Daichi "sama kan saja semua nya" kata dim "jen yang lain belum makan" bisik nano "ah.. aku memesan cake mereka tidak mau ya sudah" kata jeny "tidak papa nano dia memang suka makan cake" sahut yang lainnya.
lisa berjalan dengan sedikit lebih cepat dari biasanya "nona lisa" lisa berhenti "nona lisa aku karyawan baru yang tadi hum boleh aku bertanya? " tanya seorang wanita "asisten ku ada di dalam tanya saja pada nya" lisa kembali melanjutkan langkah nya "gawat aku benar benar terlambat" kata lisa.
makanan sudah di hidang kan ke atas meja jeny melihat ponsel nya "mana lisa kata nya mau ikut makan bersama" kata jeny dalam hati "cegah lisa jangan sampai dia datang ke acara yang ku datangi" dim mengirim pesan ke lop.
"sedikit lebih cepat" ucap lisa sambil melihat pesan dari jeny "aku sedang dalam perjalanan" lisa membalas pesan jeny "ambil jalan kanan saja biar lebih cepat dan tidak terjebak macet" kata bright "ayolah lebih cepat" kata lisa.
Daichi melihat wajah jeny dia langsung buru buru mengeluarkan ponsel nya "lisa jeny terlihat kesal dimana kau? " Daichi mengirim pesan ke lisa.
"bruaagg" mobil lisa berhenti "astaga ada pria yang menyebrang sembarangan" kata sao "astaga" kata lisa sambil membuka pintu mobil "dia tidak sadar kan diri" kata sai "nona kau bisa pergi bersama bright aku akan urus orang ini" kata sai "ayo nona" kata bright.
dim mengambil tisu untuk jeny "nih pipi mu ada nona coklat" kata dim "terimakasih" kata jeny "kemana lisaa kenapa dia tidak muncul" kata jeny "ayolah jen jangan berharap dia datang" kata dim dalam hati "Karena dia tidak akan dat--" dim menatap lisa sedang berjalan ke arah nya "nona lisa" kata rekan kerja jeny yang lain "tidak papa santai saja lanjut kan" kata lisa sambil menatap jeny yang tersenyum ke arah nya "di mana aku bisa duduk" kata lisa "kau mau duduk di mana nona lisa" tanya yang lain "hum.. nano bisa geser aku mau duduk di situ" kata lisa "oke oke silakan " kata nano "maaf aku terlambat" bisik lisa "yang penting ka datang" bisik jeny "sial apa saja kerja lop? " fikir dim "kau mau makan apa lisa pesan saja" kata Daichi "hum.. aku mau makan dengan pacar ku saja" kata lisa "pacar??? " kata yang lain "bolehkan sayang" kata lisa sambil menatap jeny "tentu" jeny menyuapi lisa langsung membuat rekan kerja nya sedikit terkejut "kalian gak ada yang keberatan kan? " kata lisa "tidak ada nona" sahut yang lain "apaan sih" fikir dim "bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini? " tanya lisa "tidak ada masalah semuanya lancar" kata jeny "aku hampir gak bisa datang jalanan sangat macet" kata lisa . beberapa pelayan kembali datang dengan menu selanjutnya "biar aku saja" lisa mengambil makanan yang di inginkan jeny "ini terlihat pedas aku coba dulu" kata lisa "aku juga tahan pedas" kata jeny "tidak ini terlalu pedas aku akan memakan pedas nya" lisa memasukkan makanan nya ke mulut nya "bagaimana cara mu memakan rasa pedas? " tanya jeny "nih buka mulut mu" kata lisa "kau melakukan ini? ini tempat umum" bisik jeny "tidak papa ayo makan" kata lisa sambil memberikan makanan tadi ke jeny "ehem!! bisa ingat tempat? kami ada di sini" kata Daichi "hahahaha" yang lain tertawa.
malam harinya...
setelah mengantar snack ke tempat kerja boy jeny langsung berbaring santai di sofa sambil menonton film kesukaan nya "jen.. kemari lah" kata lisa "kau mau tidur? " kata jeny "belum tapi kenapa kau berbaring di situ? " kata lisa "aku sedang menonton naruto" kata jeny "lalu apa yang harus ku lakukan" kata lisa "menemani ku nonton" kata jeny lisa langsung mendekati jeny "geser" kata lisa "sempit kenapa ka jadi ikut baring di sini" kata jeny "gak sempit kok geser dulu nah kemari naik di atas ku dan peluk aku kita akan nonton bersama" kata lisa sambil menarik jeny "biar aku yang memegang ponsel nya" kata lisa "baik lah" jeny sambil memeluk lisa .
joe mendengar suara Agnes dari dalam kamar "ada apa dengan nya? " fikir joe "aku juga mendengar suara dari kamar nya dari tadi" kata bob "Agnes" kata bob "iya bentar" Agnes membuka pintu membuat joe terdiam dan masuk ke kamar Agnes "kamar ini sudah ungu dan kau membuat nya tambah lebih ungu? kau pencinta warna ungu? tapi ku rasa tidak" kata joe "aku cuma menambah kan lampu lampu cantik berwarna ungu di dalam kamar ku" kata Agnes "tidak waras" kata joe "bukan tidak waras lihat di sana foto foto Idol kesukaan nya" kata bob "idola ku identik dengan warna ungu kau tidak tau apa apa diam saja" kata Agnes "wanita tidak pernah waras" joe pergi "tidak waras apa nya? kalau kau bertemu langsung dengan idola ku kau juga akan langsung menyukai mereka" kata Agnes "idola mu banyak sekali di mana mana mereka hanya punya satu idola ini kenapa ini ada tuju" kata bob "anak pria tau apa sana sana keluar dari kamar ku" kata Agnes.
boy menuang minuman yang baru saja dia racik "silahkan " kata boy "boy aku makan snack mu satu" kata jin "satu saja terus, kau sudah makan empat dari tadi" kata boy "nama nya jin makan banyak tapi bilang nya baru makan satu" kata Jack "ya ya boleh gak nih" kata jin "boleh makan saja" kata boy "hari ini aku melihat ada yang lain dengan jeny dan lisa" kata Jack "aku sudah lama merasakan hal itu" kata boy "apa mereka sudah pacaran? " tanya jin sambil menyuapi Jack dan boy "aku rasa sudah lisa saja dari tatapan mereka berdua tadi" kata Jack "tatapan mereka sama seperti tatapan kita" kata jin "beda bodoh" kata boy "kan tatapan mereka seperti tatapan manusia pada umumnya seperti kita" kata jin boy menatap Jack "bagaimana kalau kita jual anak ini? " kata boy "setuju" kata Jack "kalian mau jualan apa? " kata jin "menjual mu!! " kata boy dan Jack bersamaan.
keesokan harinya..
__ADS_1
sesampainya di kantor jeny melihat tatapan rekan kerja menjadi aneh tidak seperti biasanya "ada apa? apa aku melakukan sesuatu? " kata jeny "hei anak nakal" salah satu rekan nya mencubit pipi nya
"pantas saja kau bilang pacar mu sangat tampan"
"benar tuh"
"hanya orang bodoh ya g mengatakan kalau nona lisa tidak tampan dari dulu kan dia memang tampan"
"iya padahal dia wanita kenapa dia lebih tampan dari ku"
"iya bahkan aku tidak terlalu tampan"
"haih.. kalian ini bicara apa" kata jeny "kalian tampan kok semuanya tampan kecuali mereka mereka ini " kata jeny "ya kan kak nano? " kata jeny "iya" kata nano "ak-- aduh" kata jeny "kak dim maaf" kata jeny "tidak papa aku kebetulan ingin menemui mu ajak rekan mu satu " kata dim "oke" kata jeny sambil meletakkan tas nya "kak nano yuk" kata jeny.
lisa berjalan ke arah mobil "di mana lokasi pertemuan nya? " tanya lisa "dia minta di restoran yang tadi nona" kata asisten lisa "oke" lisa masuk ke dalam mobil "aku akan menemui client di sebuah restoran " lisa mengirim pesan ke jeny "aku juga, aku dengan kak dim dan kak nano dan satu lagi rekan kak dim aku tidak tau nama nya" jeny membalas pesan lisa "jaga hati aku ya , mau lihat foto dong" lisa tersenyum ketika jeny mengirim sebuah foto "aku cinta kamu".
sesampainya di tempat yang di tujuan jeny berjalan di dekat nano sampai akhir nya menemui dua orang yang sudah menunggu mereka " halo "jeny menunduk " halo apa kalian sudah lama menunggu? "kata dim " tidak kok nona dim"kata mereka "hum.. aku jeny dan ini kak nano rekan satu tim bagaimana kalau langsung saja yang menjelaskan semuanya" kata jeny "iya silahkan nona jeny" kata mereka nona langsung mengeluarkan sebuah map yang berisi tentang produk produk yang akan di bahas dan jeny mulai menjelaskan kepala mereka tentang produk produk nya.
dim tersenyum menatap jeny yang sedang menjelaskan "gak salah aku menyuruh orang untuk berpura-pura tertarik dengan produk ini" kata dim dalam hati "oke terimakasih nona jeny nona nano kami akan mencoba berdiskusi lagi nanti kami akan hubungi kalian" kata pria di depan jeny "baik baik tidak masalah" kata dim.
di dalam perjalanan arah ke kantor "bisakah kita membeli sesuatu aku haus" kata jeny "tentu saja" kata dim "kau mau minum apa? " tanya nano "hum.. aku juga tidak tau" kata jeny "aku tau tempat yang bagus" kata lop "tempat dimana menjual minuman segar dan manis" kata lop "benar kah? eh tapi kenapa dengan kepala mu aku baru sadar ada perban di kepala mu" kata jeny "aku jatuh semalam" kata lop.
"jadi apakah anda setuju dengan yang kita bicara kan? " tanya seorang wanita di depan lisa "aku setuju " kata lisa "syukur lah" kata pria di samping wanita itu lisa segera mengambil pena dan menandatangani dokumen di depan nya.
__ADS_1
mobil berhenti dim langsung keluar dari mobil "wah benar aku suka minuman seperti ini" kata jeny "hati Hati jen" kata nano "paman aku mau yang ini dua ya" kata jeny "kalian tidak beli? " kata jeny "aku mau alpokat kocok nya satu" kata nano "kak lop? kak dim? " kata jeny "aku sama kan saja seperti mu" kata dim "oke kak lop? " kata jeny "mangga coklat" kata lop "baiklah" kata jeny "nona ini yang coklat krim“kata penjual nya " oh terimakasih "jeny langsung mencoba nya " hum.. manis "kata jeny " kak dim milik mu"kata jeny "tap"jeny terdiam dim mengambil minuman yang baru saja dia minum " hm.. manis juga"kata dim "aih.. kak dim itu milik ku.. milik mu yang ini" kata jeny "oh.. aku salah maaf" kata dim "oh.. jadi bagaimana? " kata jeny "kita bertukar saja milik mu jadi milik ku dan milik ku jadi milik mu" kata dim "tapi itu bekas ku" kata jeny "tidak masalah " kata dim "berapa total nya pak? " tanya nano "enam puluh ribu" kata penjual "jangan kak nano aku saja" kata jeny "ini" dim membayar semuanya "kak dim tidak perlu" kata jeny "tidak papa anggap saja ini bonus" kata dim "terimakasih nona dim" kata nano "terimakasih kak dim" kata jeny "kenapa milik mu ada dua? " tanya nano "buat lisa" bisik jeny "ay ... ay bucin akut" kata nano.
"aih lisa" jeny melihat lisa sudah ada di tempat kerja nya "kau cepat sekali" kata jeny "aku pulang lebih awal kau dari mana aku mencari mu dari tadi" kata lisa "aku pergi dengan kak dim dan kak nano dan kak lop" kata jeny sambil menyerahkan satu minuman yang dia pegang "nih untuk mu" kata jeny "terimakasih apa kau sudah selesai? " tanya lisa "sebentar lagi " kata jeny "aku akan menemui kakak dulu" kata lisa "oke" kata jeny.
pintu terbuka Daichi langsung melihat siapa yang datang "ada apa lagi? " tanya Daichi "jadi begini cara mu menyambut adik mu" kata lisa "ada apa adik ku sayang" mata Daichi "aku mau kau memberi cuti untuk pacar ku karena aku mau membawa nya ke suatu tempat" kata lisa "cuti?? " kata Daichi "iya cuti C-U-T-I cuti " kata lisa "baik lah berapa hari? " kata Daichi "dua hari ya" kata lisa "oke tidak masalah" kata Daichi "perlakukan dia dengan baik ya " kata Daichi "tentu".
sesampainya di rumah lisa seperti biasa dia keluar dari mobil sambil membawa barang barang milik jeny seperti tas " memang nya ada apa sampai kau meminta aku cuti pada kakak"kata jeny "ada deh" kata lisa "ayo beritahu aku" kata jeny "bukan kah kita mau berfoto" kata lisa "ah.. kau ingat ternyata ya ku-" jeny terdiam "aissss.. lama sekali kalian pulang" lisa juga terdiam melihat siapa yang sedang bersantai di sofa "boy? " kata jeny dan lisa "ya apa kalian terkejut? " kata boy "kapan kau datang" jeny duduk di dekat boy "jadi kalian akan pergi berfoto hum.. aku gak sengaja mendengar nya" kata boy "hum.. " jeny melirik lisa "kemari lah kalian berdua aku ingin bertanya" kata boy "oke" lisa duduk "apa kalian pacaran? " kata boy lisa langsung menatap jeny begitu juga sebaliknya "kenapa kau bisa berfikir begitu? " kata lisa "katakan saja kalian berdua tidak bisa berbohong di depan ku" kata boy jeny menunduk "hum.. " lisa menatap jeny "jeny" kata boy "ya" kata jeny "ku yakin semua orang akan berfikir begitu kau pasti langsung tau apalagi di saat aku di depan kantor polisi waktu itu " kata jeny "ya aku juga menyadari itu tapi kenapa kalian tidak memberi tau yang lain? " kata boy "dengar boy sebenarnya kami ingin memberi tau yang lain" kata lisa "tapi aku menahan nya" kata jeny "kenapa? " kata boy lisa langsung menceritakan semuanya bagaimana mereka memulai hubungan saat di Filipina dan sampai sekarang "boy kau akan marah pada ku? " tanya jeny boy menatap jeny "aku harus bereaksi apa? aku bingung di sisi lain aku senang jeny kembali seperti dulu bahkan dia juga sudah melupakan luka nya dia sudah menemukan cinta nya tapi sisi lain rasa nya sedikit berbeda membiarkan sahabat wanita ku menjalan hubungan cinta dan ini di luar jalur wanita dengan wanita" fikir boy "tuhaan.. aku harus apa? " kata boy dalam hati "boy " kata jeny "hum.. kemari peluk aku kemari lisa" kata boy "aku merasa senang jika kalian bahagia bersama" boy memeluk kedua nya "kau sahabat terbaik ku" kata lisa "boy.. aku menyayangi mu" kata jeny "tapi bisa ku minta satu hal" kata jeny "aku mengerti" kata boy "aku akan merahasiakan ini dari kak riki" kata boy "mau ikut foto besok? " tanya jeny "hum.. aku akan menemani kalian" kata boy.
malam hari...
"ada apa? " lisa mencium jeny yang berbaring di ranjang "kaya nya aku salah deh" kata jeny "salah nya? " lisa menarik jeny ke dekat nya "seharusnya kita memberi tau semua nya ke teman teman" kata jeny "hei.. itu bukan salah mu" kata lisa "jangan bicara lagi aku akan bicara pada mereka nanti" kata lisa "apa yang akan kau katakan? " kata jeny "kalau kita pacaran" kata lisa "jangan fikir kan apapun nanti kepala mu sakit" kata lisa "tidur lah" kata lisa sambil mencium pipi jeny.
"bangun bangun banguuun!! " kata Agnes "bob cepat bangun ingat kerja" kata Agnes "uh..m" bob membuka matanya "jam berapa sih" kata bob "cepat bangun sebelum aku melempar mu ke neraka" kata joe "iya iya" kata bob "dia bergadang ya kemarin? " kata Agnes sambil membantu joe menyiapkan sarapan "iya dia nonton bola" kata joe "pantesan susah di bangunin" kata Agnes.
boy menghentikan mobil "kita sudah sampai " kata boy "ayo turun" kata lisa "woah.. ini tempat nya" kata jeny "iya ayo masuk" kata lisa "ayo boy" kata jeny "selamat datang nona lisa kami sudah lama menunggu mu" kata seorang pria yang keliatan nya dia pemilik tempat itu.
"byurrr!! " pam melompat ke air "sial!! " kata fudo "ayolah jangan marah marah " kata riki "ini hari libur bawa bersenang-senang" kata endo "fudo ambil kan jus ku, aku malas naik ke tepi kolam nih" kata riki "ku yakin kau akan di lempar oleh fudo" kata amin "nih" fudo mengulurkan segelas jus "beda cerita kali" kata endo "ya ya sama kalian dia baik jika dengan ku--" kata amin "bicara lagi aku akan menembak mu" kata fudo "lihat kan? " kata amin "nih letakan kembali gelas nya agar tidak pecah" kata riki dengan muka datar fudo membawa gelas itu ke atas meja.
dengan jas hitam lisa berdiri di sisi jeny "nona jeny fokus ke sini oke nona lisa tetap tatap nona jeny oke.. tahan.. " kata fotografer "oke ganti gaya " kata fotografer itu boy hanya berdiri memperhatikan sahabat nya "oke ganti baju selanjutnya" kata seorang wanita sambil membawa jeny ke ruang ganti "oke ayo ayo" lisa sudah kembali dia foto sendirian sambil menunggu jeny "tolong rias teman pria ku itu kita akan melakukan foto bertiga" kata lisa dengan kemeja navi "aku? " kata boy "iya cepat sana" kata lisa "lisa" jeny datang dengan kaos hitam dan celana jogger dan topi hitam membuat jeny terlihat benar benar mengemaskan "oke nona lisa lisa ke sini nona jeny maaf ya aku pegang tangan mu nah dekat kan kedua tangan mu ke depan bibirmu bergaya lah seolah olah kau kedinginan nah. oke.. pegang kemari tangan mu nona lisa nah.. letakan di atas kepala nona jeny oke tahan.. " cahaya flash langsung menyala "bagaimana? " boy datang dengan kemeja hitam "ayo sini masuk langsung" kata lisa jeny berdiri di tengah "senyum" kata fotografer "oke baju selanjutnya" jeny langsung di bawa pergi begitu juga dengan lisa "apa aku juga? " kata boy ketika dia di bawa seorang wanita untuk di rias "bagaimana dengan ku boy? " lisa menghampiri boy "astaga lisa kau seperti mempelai pria sungguhan, kau sangat tampan " boy memperhatikan rambut pendek lisa dan pakaian yang di kenakan lisa "sekarang konsep pernikahan" kata lisa "lalu aku? " kata boy "kau akan jadi perantara nya" kata lisa.
"lama sekali jeny keluar" kata boy "bentar mungkin masih di Pakaikan make up " kata lisa "ngomong ngomong kenapa rambut mu menjadi lebih pendek dari pada rambut ku? " kata boy "aku selalu memotong nya tepat waktu" kata lisa "hei" jeny datang "hah" boy dan lisa langsung mematung menatap jeny dengan gaun putih dan bunga di tangan nya lisa seketika langsung menelan liur nya dia tidak dapat menahan rasa kagum nya "kau cantik sekali" kata lisa dan boy bersamaan "hahah.. aku sulit membedakan kalian sekarang, kalian berdua terlihat sama mirip nya" kata jeny "ayo kita lanjut kan foto nya" kata lisa.
beberapa jam kemudian setelah selesai sesi foto boy duduk sambil menyuapi jeny makanan "lelah juga ya" kata jeny "kau lelah? " kata lisa sambil mengipasi jeny dengan kipas mini di tangan nya "ya sedikit lelah" kata jeny "tapi aku senang" kata jeny "jangan kuat kuat bicara nya nanti kau tersedak" kata boy "ku rasa aku akan langsung tidur nanti" kata jeny "tidak masalah jangan lupa mandi dulu" kata boy "hum.. pasti" kata jeny "kita sampai" kata sao "sampai ketemu besok" kata boy "ya aku langsung pulang ya" kata lisa "ya.. hati hati" kata boy "bye boy" kata jeny "bye... jen" kata boy sambil melambaikan tangan nya mobil lisa kembali berjalan menjauh.
__ADS_1