Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
masuk penjara


__ADS_3

di dalam kantor daichi pergi menemui jeny , dan terlihat jeny sedang mengetik sesuatu di laptop nya "pak" jeny berdiri begitu melihat daichi "santai saja jen, aku datang untuk meminta mu menggambar untuk perpaduan antara produk kita dengan nona dim" kata daichi "oke pak siap" kata jeny "baik lah ku percaya kan ini pada mu ya" kata daichi "siap pak" kata jeny.


bright masuk ke ruangan lisa tiba-tiba membuat lisa sedikit terkejut "ada apa? " tanya lisa "nona di bawah ada polisi yang datang dan juga para pers " kata bright "polisi? kenapa ada polisi? " kata lisa "ada tuduhan yang menyeret mu nona" kata bright "aku? " kata lisa "permisi nona lisa" polisi datang "ada apa pak? " lisa terlihat tetap tenang "ada seorang wanita yang melaporkan anda mengenai kasus pelecehan" kata polisi "pelecehan? pelecehan apa saya tidak melakukan apapun" kata lisa "sebaiknya anda ikut dengan kami dan jelaskan semua nya di kantor" kata polisi "tapi pak saya tidak salah" kata lisa bodyguard lisa langsung menghalangi polisi "tolong kerja sama nya tuan tuan.. atau kami terpaksa memakai cara kekerasan" kata polisi itu "tapi nona kami tidak melakukan apa apa" kata sao "tapi kami sudah memiliki bukti mau tidak mau nona lisa harus ikut dengan kami" kata polisi itu "ok oke tidak masalah " kata lisa sambil menyuruh bodyguard nya untuk berbaris dengan rapi di tempat "bright jemput jeny nanti kau jaga dia jangan sampai jeny tau soal ini dan beberapa sisanya tolong awasi tempat ini yang lain ikut aku" kata lisa.


begitu lisa keluar para wartawan langsung menyerbu lisa dengan puluhan pertanyaan


"nona lisa apakah anda benar benar melakukan pelecehan? "

__ADS_1


"nona lisa apakah anda lesbi? "


"tolong beri penjelasan sedikit nona lisa"


"nona lisa bagaimana tanggapan anda mengenai tuduhan yang menyeret nama anda"


lisa masuk ke dalam mobil "semoga jeny baik baik saja" kata lisa dalam hati.

__ADS_1


daichi meletakkan ponselnya "kau urus sisanya " kata daichi pada sekertaris nya dia langsung pergi ketika mendengar adik nya di tangkap polisi "bagaimana bisa " kata daichi.


"ma.. aku tidak bersalah" kata lisa dari balik jeruji besi "wanita itu menggoda ku dan aku langsung mengusir nya aku begitu mencintai jeny aku tidak mungkin melakukan hal hal buruk di belakang nya" kata lisa "lisa" daichi datang "kakak.. polisi tidak mempercayai ku " kata lisa "aku akan cari pengacara hebat untuk mu kau bersabar lah" kata daichi "kakak... media sudah merekam ku aku takut jeny melihat nya" kata lisa "jeny? " kata daichi.


waktu kerja sudah habis jeny berjalan keluar kantor "hari ini tidak seperti biasanya, lisa tidak menelpon ku? tidak membaca pesan ku, tidak mengantarkan makanan pada ku" kata jeny "Hai jen" jeny menoleh "kak dim kau di sini" kata jeny "aku datang untuk bertemu dengan tuan daichi" kata dim "oh.. tapi tuan daichi nya pergi tapi di dalam ada sekertaris yang bisa kau temui" kata jeny "oh baik lah ay-- lop jangan mai ponsel di saat bekerja" kata dim "maaf nona tapi.. ada berita terbaru seorang ceo perusahaan starblue di tangkap karena kasus pelecehan" kata lop "maaf ya jen dia memang suka penasaran dengan berita berita" kata dim "iya gak papa kalau begitu aku duluan saja ya " kata jeny "iya sampai jumpa" kata dim "nama ceo itu lisa aku kaya pernah denger" kata lop seketika jeny berhenti melangkah "jangan jangan" jeny mengeluarkan ponsel nya "pada pukul 15.45 CEO starblue di aman kan polisi di karena tuduhan pelecehan yang di arah kan pada nya " bright melihat jeny sedang mematung "nona jeny" kata bright "apa lisa di tangkap polisi? " kata jeny.


di penjara...

__ADS_1


"jeny" kata lisa "lisa.. lisa.. " jeny menangis melihat kekasih nya berada di sel tahanan "lisa... bagaimana ini mungkin" kata jeny "jeny kenapa kau di sini, kau pulang lah semuanya akan baik baik saja" kata lisa "bagaimana baik baik saja kau ada di sini.. " kata jeny "kau percaya pada ku kan? " kata lisa "hum" jeny mengangguk "lisa" boy dan yang lain datang "hei hei jangan menangis" kata lisa "tenang jen" kata boy "boy tolong jeny pulang" kata lisa "tidak mau, bagaimana dengan mu, kau tidak salah dan mereka? menahan mu.. " kata jeny "kemari lah" kata lisa jeny mendekat lisa langsung mencium tangan jeny "anak buah ku sedang mencari bukti bahwa aku tidak bersalah, kau pulang dan istirahat lah kau pasti lelah" kata lisa "kau tenang saja.. bukti nya akan di temukan dan aku akan segera bebas di pengadilan nanti" kata lisa "tidak bisa kah aku menemani mu" kata jeny "aku akan segera kembali percaya lah.. " kata lisa "aku tidak kuat melihat mu menangis" ucap lisa "kau pasti bisa lisa" kata bob "benar kami ada di pihak mu" kata joe "semangat" kata Agnes "kalian tolong bawa jeny pulang ya" kata lisa.


saat keluar dari kantor jeny di hadang dengan seorang wanita "kenalin aku mantan lisa " kata wanita itu jeny menyipitkan matanya "kau yang ada di berita itu, kenapa kau lakukan ini pada lisa" kata jeny "karena lisa mengatakan ingin kembali pada ku, dia masih mencintai ku dan aku ya ku akui aku masih mencintai nya dia di tahan karena dia mencoba memaksa ku untuk melakukan " wanita itu berbisik "kau bohong" ujar jeny "jangan menjelek jelek kan nama teman ku" kata boy "dengar jeny.. saat persidangan kau akan tau apa yang di lakukan lisa pada ku" kata wanita itu jeny menarik tangan nya yang di pegang boy jeny menatap wanita itu "lisa tidak mencintai mu dan tidak akan pernah mencintai mu karena dia milik ku" kata jeny boy dan yang lain terdiam mendengar ucapan jeny "mungkin dia mencintai mu tapi dia menginginkan aku saat persidangan mungkin aku akan mengatakan pada lisa kalau aku masih ada sedikit rasa pada nya" kata wanita itu "jangan lupa aku adalah masa lalu nya" kata wanita itu "masa lalu sudah berakhir dan kau harus sadar di masa depan lisa milik ku bukan milik mu dan akan ku pasti kan pada mu kau akan menyesal membuat lisa di tahan " kata jeny "oh ya apa kau masih belum sad--" suasana menjadi hening seketika ketika jeny menampar wanita itu "jeny" boy langsung menarik jeny "**** you" kata jeny "ayo nanti takut nya kita malah menambah masalah" kata boy wanita itu menatap jeny pergi dan perlahan dia masuk dengan menggunakan topi nya datang menemui lisa "kenapa ka melakukan ini pada ku? " tanya lisa "bukan hanya ini" kata wanita itu "tapi aku baru saja mengatakan pada pacar mu kalau kita ada hubungan di masa lalu" kata wanita itu "beraninya kau!! " kata lisa "jangan panik setelah kau terbukti bersalah dan, jeny akan pergi dari mu dan bos ku akan mengambil pacar mu Yap.. dan tugas ku selesai" kata wanita itu "siapa bos mu" kata lisa "dengar ya aku bisa membayar mu berkali-kali lipat dari bayaran bos mu" kata lisa "kau tidak mengerti apa apa, karena saat aku berakting aku bukan butuh uang atau ingin uang" kata wanita itu "aku hanya ingin bos ku menyayangi ku" kata wanita itu lisa langsung teringat sesuatu "dim!! bos mu dim kan" kata lisa "ya lisa" dim datang "lama tidak bertemu" kata dim "sudah ku duga ini ulah mu" kata lisa "jangan marah aku tidak bermaksud membuat mu begini, aku bisa saja membebaskan mu tapi.. serahkan dia pada ku" ucap dim "jangan harap!! ingat jika kau berani menyentuh nya aku akan membunuh mu" ancam lisa "bukan hanya menyentuh.. tapi aku akan merebut nya dari mu dan setelah nya bukan hanya sentuh menyentuh.. tapi berpelukan.. di altar pernikahan" kata dim "jangan harap!! " kata lisa "jeny akan pergi dari mu. ayo kita pergi sampai ketemu di persidangan dasar pecundang" kata dim "ini gawat... jeny dalam bahaya" kata lisa "mereka pasti melakukan sesuatu untuk jeny" kata lisa "haaahhh!!! " lisa menendang dinding dengan kesal dia tidak tau harus berbuat apa dia ingin melindungi jeny tapi dia sendiri sedang di tahan.


__ADS_2