
"huh..kakak..!! Jangan pukul kakak!! "pam membuka mata "riki riki"pam mengetuk kamar riki tapi tidak ada jawaban pam membuka pintu kamar riki ternyata kosong .riki masuk ke kamar jeny "jeny..jeny...kakak di sini...he...tenang"kata riki "TOLONG! KAKAK KU...PAPA MEREKA MENEMBAK KAKAK"riki kembali teringat saat jeny di rawat di rumah sakit, jeny selalu berteriak terus menerus "adikmu akan sembuh"teringat perkataan lisa riki tersenyum "adiku sayang..tidurlah.dengan tenang...kakak menyayangimu..kakak di sampingmu..tidurlah dengan tenang...kakak tidak meninggalkanmu..adikku sayang..kembalilah..sayang..kita bersama...merakit dunia...menyusun ..rencana..yang sangat indah"riki bernyanyi seperti saat di rumah sakit air mata keluar dari sudut mata riki. Jeny diam dan sangat tenang pam berdiri tak jauh dari kamar jeny berada. Riki keluar mengusap air mata nya "kau kakak yang baik"kata pam riki tersenyum "seorang riki yang kuat dan sadis terkenal sebagai pria yang kejam bisa menangis di depan adik nya"kata pam "sekarang kau melihat ku menagis kan tolong jaga ini aib hahaha"kata riki.
Amin memasang bom dari plafon fudo menghabisi para penjaga dan menggantinya dengan orang suruhannya sendiri lalu memasang jebakan yang lain "fudo fudo aku melihat ada yang datang"kata amin "baik"fudo bersembunyi "hanya seorang pelayan wanita yang cantik"kata amin "kau ini"benar saja ada wanita lewat dengan nampan.
"pagi pagi pagi"pam meluncur di tangga dengan sketboard "wah keren kau harus ajari aku"kata jeny "tidak tidak"kata riki sambil menghampiri pam "letakan itu kembali pam"kata riki "hehe iya iya kau pelit sekali"kata pam "kau meluncur di tangga nanti adikku meniru"kata riki "tidak papa, kak pam nanti temani aku jogging ya kau pakai saja sketboard nya aku pakai sepatu roda"kata jeny "ayo sarapan dulu"kata rita.
__ADS_1
Pam melompat dan berputar menampilkan atraksi sketboard nya di jalan "pam cukup"kata riki "kenapa kau melarang nya dia bisa melakukan apa saja yang dia suka"kata jeny "adikmu benar"kata pam "kak pam lain kali kau harus ajari aku ya"kata jeny "tidak tidak pam akan pulang ke rumah nya tidak ada waktu belajar"kata riki "kalau begitu aku yang ke rumah nya"kata jeny "pam juga rumah nya tidak ada"kata riki "ada dia bisa tinggal di rumah bos nya"kata jeny "hei sudah sudah ayo istirahat baru pulang"kata pam.
"I swear it, even in my sleep I hear it like the memory of everything we used to be you played for me"riki berjalan dengan ceria sambil bernyanyi "kau rapi sekali mau kemana?"tanya jeny "mau belanja dengan pam kau di rumah saja kami akan segera kembali"kata riki "betul sekali aku akan membelikan mu sketboard agar kita bisa bermain bersama"kata pam "aih baik"kata jeny sambil naik ke atas "apa itu"jeny melihat ada yang sedikit terlihat dari atas lemari jeny mengambil sesuatu buat melihat "oohhh ini undangan dari pria itu yhaaa...hari ini ternyata"kata jeny dia segera mandi.
taxi berwarna hitam meluncur di jalan yang lumayan ramai "anda tau benarkan di mana alamat nya?"kata jeny "tau nona anda jangan kwatir semua jalan di sini aku sudah ingat karena sudah dua puluh lima tahun jadi supir taxi"kata pria tua di depan kemudi "kau lama juga jadi supir pak tua "kata jeny "iya lama sekali tapi demi keluarga"kata pria itu. Jeny menoleh ke ponsel nya yang berbunyi "halo lisa"kata jeny "maaf nona hum saya seorang pengendara menemukan wanita muda yang sedang kecelakaan jadi saya menghubungi nomor yang tersedia di ponsel wanita ini bisakah anda datang"kata orang itu "ah sial baik lah kirim lokasi"kata jeny "pak tua putar arah ganti lokasi"kata jeny.
__ADS_1
Mobil berhenti di gerbang rumah yang tinggi dan mewah "lisa kau ngontrak,nyewa atau ini memang rumah ini milik mu?"kata jeny "rumah"kata lisa mereka pun turun jeny membayar taxi lalu membantu lisa masuk ke rumah "rumah mu kenapa ada penjaga nya kaya di film film psikopat"kata jeny "terserah mu jen"kata lisa "nona anda kenapa?"tanya izana "nona mu lagi sekarat nih, katakan di mana kamarnya biar aku melemparnya"kata jeny "nona"beberapa orang datang "bawa dia ke kamar kalian berisik"kata jeny shin dan ren membawa lisa "hum bisa kalian buat kan aku jus dan aku minta air es buat mengompres luka nya"kata jeny "tentu nona"kata sai.
Lisa melompat di kamar "yeahhh berhasil boy kau pintar sekali sekarang jeny ada dengan ku aku sudah membuang undangan nya tadi sekarang dia aman eh dia datang bye"lisa dengan cepat berbaring "lisa kau sungguhan sakit kah?"kata jeny "sakit sekali jen"kata lisa "keluargamu mana aku kok tidak melihat nya"kata jeny "mereka di rumah masing masing"kata lisa jeny memeras handuk "nih "jeny mengulurkan handuk "apa?"lisa heran "kompres luka mu apa lagi"kata jeny "aduh tangan ku juga sakit kau tolong kompres aku ya"kata lisa "matamu tidak menyakinkan"kata jeny sambil mengompres luka lisa.
"begitulah kira kira jadi semuanya selamat datang dan nikmati acaranya"kata choi "hai john"dewa menjabat tangan john "kau sudah dewasa sekarang"kata raju "tentu saja "kata john dengan sikap angkuh nya "adikku jaga sikap mu"kata arius "bukan urusan mu"john pergi melihat sekitar "aku menunggu mu jen"kata john "halo tuan bernarz"orang orang menjabat tangan ayah john "cari celah dan dapatkan target kita setidaknya dua orang"kata fudo "amin amin kau dengar tidak"kata fudo "dengar kok aku sekalian cuci mata"kata amin "cuci mata kata mu orang di depan mu adalah orang yang membunuh kakak mu"kata fudo "iya iya maaf"kata amin "dia belum datang tuan"kata ansel "kami juga belum melihat nya"kata aniel "aduh"dewa terkena air minumannya saat fudo lewat dengan cepat "astaga aku ada baju mari"kata arius "terimakasih"kata dewa sambil mengikuti arius ke belakang "anda tunggu di sini saya ambil baju nya"kata arius dewa mengangguk "ini bajunya"kata fudo dewa menoleh "cepat se--"dewa terdiam melihat fudo.
__ADS_1
"kenapa arius lama sekali"kata choi "mungkin sedang menikmati acara ini ayo bersulang.."kata bernarz "tuan ini ba-- tuan"arius tidak melihat dewa "buggg"arius jatuh "siapa kau"kata arius "yang pasti musuh mu"kata amin "kurang ajar hiyaa"arius maju dan berkelahi dengan amin sampai semua yang ada di situ berantakan "akkhh akkh"arius di ikat "bentar ada telpon"kata raju "halo raju.. Pintu sudah tertutup otomatis kau tau di ruangan itu sudah di pasang bom oleh choi"terdengar suara dewa "bom!"kata raju kaget semua berdiri "ada bom?" "gawat" "bom kata nya?" "ada bom"semua nya ribut "tenang tenang"kata choi raju segera mencari dewa tapi tak lama kemudian ledakan beruntun terjadi membuat gedung itu menjadi hancur lebur john membuka mata dia melihat ada salah satu pengawalnya yang tewas karena melindunginya john berdiri banyak orang menjerit kesakitan "ibu ibu"john lari menghampiri seorang wanita yang sekarat "ibu bangga pada mu-- akh..ibu pan"tawny tewas di depan john "ibu ibu tidak tidaaak"kata john, "john"mol berdiri dengan penuh luka "pam tewas "kata zan "ini pasti ulah paman"fikir john .
"hari sebentar lagi malam jen"kata lisa "gara gara kau ini ahh.. Aku harus pulang kakak pasti mencari ku"kata jeny "jeny kakak tau di sana tetap di sana sampai kakak yang menjemput mu"kata riki jeny menatap ponsel di tangan lisa "kau menelpon kakakku?"kata jeny "jangan coba pulang sendiri kakak akan jemput"kata riki "kalian berdua menyebalkan"jeny pergi ke luar kamar menghampiri sai "hei berikan aku jus"kata jeny "baik nona"kata sai lisa tersenyum dari awal dia bekerja sama dengan boy menabrakan diri ke pohon lalu boy menelpon jeny agar jeny datang menolong dan tidak jadi pergi ke tempat john "siapkan makanan buat tamu kita"kata lisa "baik nona"kata para pelayan dengan hormat.