
siang hari yang cerah, langit terlihat benar-benar biru tanpa awan putih sedikit pun suhu semakin naik beberapa drajat membuat siapapun akan langsung berkeringat jika berada di luar rumah. "jadi begitu lah rancangan kita tahun ini" lisa menatap seorang pria yang sedang bicara di depan "oke rapat selesai" lisa pergi semua nya langsung saling tatap "ada apa dengan nya? " kata peserta rapat.
lisa berlari secepatnya ketika mendengar suara jeny dari jauh "lepaskan aku!! lepas!!! " lisa membuka pintu jeny menatap lisa "kenapa kenapa dia di ikat? " tanya lisa "dia menyerang banyak orang kami terpaksa mengikat nya untuk di beri obat" kata robi "lisa" kata jeny "lisa tolong mereka mengikat ku lepaskan aku!!! lisa lisa aku aku mencintaimu aku, aku tidak mau di ikat!! aku mau pergi kau menjemput ku kan" kata jeny "jeny tenang lah" kata lisa "LEPASKAN AKU!!! lepas lepas" seru jeny "jeny" kata lisa "pergi!! siapa kau!! siapa kau!!! " seru jeny "oke jeny.. dengar " kata robi "dengar kan suara ku" kata robi.
fudo menghampiri lisa yang ada di luar ruangan "dia masih belum ingat apapun" kata lisa "semua butuh proses" kata fudo "ini sudah memakan waktu beberapa bulan dan jeny masih belum pulih" kata lisa "dia sudah tenang" kata robi "aku aku boleh masuk? " tanya lisa "masuk saja"kata robi " terimakasih "lisa masuk ke dalam " Hai jen"sapa lisa sambil berjalan mendekati kekasih nya itu "bagaimana kabar mu" lisa duduk di dekat jeny yang berbaring di ranjang "jeny lisa datang" kata lisa sambil mengusap wajah jeny dengan lembut "apa kah kau lisa? " tanya jeny "iya aku lisa kekasih mu" kata lisa "lisa" kata jeny "iya sayang" kata lisa "bisakah temani aku" kata jeny "aku akan bersama mu di sini" kata lisa, jeny tersenyum "jangan takut aku ada di dekat mu, kita akan pergi berbelanja bersama, bermain bersama , makan bersama, aku akan merawat mu dan kita akan bersama sama selama nya aku merindukan mu" kata lisa "apa kau lisa? " tanya jeny lisa mengangguk kan kepala nya "lisa di sini" kata lisa "jangan lepas tangan ku ya" kata jeny "iya" kata lisa tak lama kemudian jeny mulai tidur dengan sangat pulas lisa tersenyum sambil mengusap usap rambut jeny.
riki tersenyum melihat video yang baru di kirim oleh fudo "lihat adik dan lisa mereka sedang ngobrol di dalam " kata fudo "mereka terlihat bahagia ya" riki mengirim pesan ke fudo.
hari menjelang sore
__ADS_1
lisa membawa jeny jalan jalan ke taman, lisa terus bicara meskipun jeny hanya diam saja, "kau tau dulu kau sangat suka memarahi ku, menceramahi ku mengatakan kalau aku ini menyebalkan " lisa menatap jeny "aku ingin membawa mu pulang aku sudah sangat merindukan kehadiran mu di rumah. aku mau melihat mu saat bangun tidur dan melihat mu sebelum tidur " kata lisa "dokter" jeny menatap lisa "ada apa? " kata lisa "kapan aku boleh pulang? " kata jeny "jika kau sudah sembuh kau akan di perbolehkan pulang" kata lisa "bisakah kau telpon lisa? dia bilang akan menjemput ku" kata jeny "kita akan menelpon nya nanti" kata lisa "lisa" boy datang "Hai" kata lisa "kami akan menjaga jeny malam ini " kata boy "ya aku akan antar dia ke kamar" kata lisa "dia kelihatan lebih kurus dari sebelum nya" kata bintang "ya " kata boy.
pintu di buka lisa membawa jeny masuk ke kamar nya "jeny.. baik baik jangan nakal aku pulang dulu " kata lisa sambil mencium pipi jeny "tidak tidak jangan pergi" kata jeny sambil menahan tangan lisa "tidak boleh pergi" kata jeny, lisa berbalik lalu berlutut di depan jeny "aku bisa diam di sini jika kau mau, aku berharap kau dapat mengingat ku lagi, aku benar benar mencintai mu" kata lisa "kau siapa? " jeny menarik tangan nya wajahnya terlihat begitu ketakutan "kau siapa?? kenapa bisa ada di sini!! " jeny lari "dokter dokter tolong.. ada ada penjahat!!" kata jeny "jeny tenang lah" kata boy "hei hei" robi datang dengan dua dokter.
"jeny.. jeny.. hei. .. anak baik" kata robi "kemari ayo sini" kata robi "dokter" kata jeny "iya iya kemari anak baik" kata robi sambil membujuk jeny yang ketakutan "ayo ulurkan tangan mu" robi mengulur kan tangan nya, jeny dengan ragu ragu mengulurkan tangan nya "anak baik ayo kita duduk sudah saat nya minum obat" kata robi jeny mengikuti arahan robi "kalau mau cepat sembuh kau harus minum obat dengan teratur oke" kata robi jeny mengangguk "bagus lah " robi tersenyum sambil melihat jeny meminum obat nya. "berikan ini pada nya saat sesudah makan" kata robi "iya" kata boy "jeny istirahat lah jangan pukul orang ya" kata robi "iya" kata jeny "bagus lah hasil pemeriksaan mu semakin membaik terus tingkat kan ya" kata robi "aku boleh pulang? " kata jeny "belum, jika terus membaik kau akan pulang" kata robi "aku pergi dulu semangat jeny" kata robi "semangat" kata jeny, boy tersenyum melihat jeny tersenyum.
"jeny kau mau kemana? " tanya boy terlihat jeny menatap foto di dinding, dia langsung berjalan memperhatikan foto foto di depan nya "dia sedang melihat foto foto itu" kata bintang "kau tau, jeny sudah kami anggap sebagai adik kami sebagai saudara kami " kata boy "kita harus terus menyemangati nya agar dia cepat pulih" kata bintang sambil maju mendekati jeny "foto mu terlihat sangat bagus" kata bintang "lihat" jeny menunjuk sebuah foto "siapa? " tanya bintang "ini lisa" kata jeny sambil tersenyum "ini boy" kata jeny "iya kau benar" kata bintang .
lisa melihat ke arah samping nya, tidak ada siapapun di sana "aku merindukan jeny" kata lisa "rasa nya sepi tanpa ada dirimu, tidak ada suara kecil yang berteriak memanggil ku, tidak ada yang merapikan rambut ku, kapan kau pulang, kapan kau sembuh? bulan depan kita seharusnya mengadakan acara untuk kita berdua " lisa memeluk bantal nya muka nya terlihat benar-benar sedih.
__ADS_1
sambil duduk di lantai jeny melukis dengan tenang tanpa suara, perawat datang membawa makan malam untuk jeny boy langsung mengambil nya "hei jen" boy duduk di samping jeny "jeny makan yuk " kata boy "tidak" jeny menggelengkan kepala nya "Hai jen kata nya mau sembuh cepat , ayo makan dulu baru minum obat" kata bintang jeny tidak menghiraukan nya dia terus melukis "baik lah selesai saja lukisan dulu" kata boy.
bintang merapikan rambut jeny agar tidak terkena cat "aih? " jeny menoleh ke arah bintang "kau siapa? " tanya jeny "aku bintang" kata bintang "bintang" kata jeny "iya bagaimana makan dulu baru lukis wajah ku " kata bintang "kau mau? " kata jeny "iya, aku melihat lukisan mu sangat bagus" kata bintang jeny terdiam "makan ya aku suapin " kata bintang "tidak" kata jeny "aku suapin ya" jeny menoleh ke arah boy "boy" kata boy "boy" jeny tersenyum "ayo makan" kata boy "jika kau tidak makan kau tidak akan sembuh dan juga tidak boleh pulang ayo makan " kata boy "iya makan ya" kata bintang jeny mengangguk.
"bisakah kau berhenti mengikuti ku? aku bisa melaporkan mu ke polisi" kata joe "aku cuma mau mengantar mu bukan mengikuti mu" kata ara "aku tidak tertarik pada mu jadi menjauh lah dari ku!! " joe pergi "aku tidak akan menyerah!! " seru ara "hei ada apa dengan mu? " tanya Agnes "gadis aneh itu mengikuti kemana pun aku pergi anak siapa dia? sungguh menyebalkan" kata joe sambil meletakkan peperbag yang dia bawa "aku akan menegur nya lain kali" kata bob "buatkan aku makanan aku mau ganti baju" kata joe "oke" kata bob.
boy dan bintang membereskan lantai dan alat lukis milik jeny "akhirnya dia tidur" kata bintang "ini belum selesai, kau istirahat lah aku akan menjaga jeny dia akan bangun nanti" kata boy "aku juga ingin menjaga nya" kata bintang "tidak usah tidur lah sana" kata boy "bintang? kau tidak pulang? " tanya cika "tidak kak, aku akan di sini" kata bintang "kalau begitu pergilah ke ruangan ku di sana kau bisa istrahat dan tidur ayo aku antar" kata cika "sana sana" boy mendorong bintang sambil tersenyum "ya ya baik lah jangan dorong aku" kata bintang "selamat malam" kata boy sambil menutup pintu.
para pengawal berdiri melihat lisa "nona ada apa? " tanya sai "aku tidak bisa tidur" kata lisa "akan aku ambil kan minum" kata sai lisa melihat ke arah dapur "dia belum kembali" kata lisa dalam hati, dia teringat saat malam hari terkadang jeny menghilang dan dia akan menemukan jeny sedang makan diam diam di dapur lisa mengusap air matanya "aku merindukan mu jeny".
__ADS_1
baru saja tertidur sebentar boy harus kembali terjaga " tidak.. tidak.. kau kau kau sudah berjanji untuk tidak melakukan ini pada ku! tolong.. tolong biarkan aku pergi.. ku mohon"boy melihat jeny menangis tersedu-sedu "lisa.. lisa tolong aku"boy mengusap wajah jeny " jeny.. jeny.. tenang lah "kata boy " dimana lisa.. lisa lisa.. tolong aku"kata jeny "jangan jangan lakukan ini pada ku..lisa.. selamat kan lisa ku" tiba-tiba boy terdiam begitu juga jeny "lisa mu ada di sini" lisa memeluk jeny "lisa aku takut" kata jeny "tidak papa.. aku di sini bersama mu" kata lisa "aku tidak akan membiarkan mu sendirian maafkan aku" kata lisa "akan ada yang menangkap ku" kata jeny "lihat aku" kata lisa sambil memegang wajah jeny "aku ada bersama mu kita akan hadapi semuanya, aku tidak akan membiarkan siapa pun menangkap mu, aku akan menjaga mu" kata lisa "kita akan berjuang bersama jadi jangan takut kau tidak sendirian ada aku di sini kita hadapi semua nya" kata lisa sambil terus mengusap rambut jeny "aku akan membawa mu pulang, kita akan di rumah aku akan menjaga mu di rumah" kata lisa "tidak" jeny memeluk erat erat lisa "tidak boleh ke rumah kau nanti mati" kata jeny "baik lah" kata lisa sambil mengusap rambut jeny dan memeluk kekasih nya itu dengan erat.