
Riki menatap wajah adiknya rasanya sangat berat untuk pergi kali ini, walaupun jeny semakin hari semakin membaik tetapi dia tetap tidak rela untuk pergi "kenapa kau melihat ku seperti itu?"tanya jeny "memangnya tidak boleh ya aku melihat wajah adikku?"riki mengusap pipi adiknya dengan lembut "ooh jadi apa aku adikmu?"jeny tersenyum "berhenti bercanda sayang..kau jangan terus menggoda ku"kata riki "saat pernikahan dea apa kau akan datang?"tanya jeny "di saat tugas ku selesai aku bisa datang tapi jika tidak selesai aku tidak akan datang"kata riki "humm..biasanya kau sangat semangat saat mau pergi kok sekarang rasanya kau sangat malas untuk pergi..apa kau masih rindu pada ku?"ucap jeny riki langsung merangkul nya "dengar adikku..aku sudah membuat makanan setengah jadi aku sudah menyimpannya sangat rapi, kau juga harus rajin minum susu, kau juga tidak boleh nakal ya dan patuh lah pada boy dan bi rita, jangan lakukan hal bodoh ya"kata riki "dengar kakakku.."jeny berbisik "semangat ya kerjanya..dan jangan cari adik lain selain aku, meskipun kau sibuk jangan lupa makan..aku menyayangimu"kata jeny "ayo riki pesawat bisa meninggalkan kita"kata pam "pergilah kak pam juga berkata benar jika pesawat nya pergi duluan kau dan kak pam akan jalan kaki hehe"ujar jeny "haha baik baik"kata riki lalu dia menghampiri boy "aku percaya padamu untuk menjaga nya"riki menatap teman jeny yang lain "terimakasih ya semuanya"riki menatap lisa "kak pam kau juga semangat kerja nya dan jangan lupa kau harus datang lagi kemari"kata jeny "iya jen"pam mengusap kepala jeny "ayo"kata riki kemudian. "kau tidak seperti biasanya"kata pam "rasanya kali ini berbeda"kata riki sambil melihat adiknya dari jendela pesawat.
Keesokannya ...
"yeahh tap tap satu dua...satu dua..mutar...mundur tiga langkah lalu menunduk ..ayo naik.satu dua"jeny masuk ke sebuah ruangan dengan cat berwarna putih "ohh..kau.pasti jeny ya"seorang wanita yang lumayan tinggi menghampiri jeny "aku ingin kau melatihku menari selama seminggu"ucap jeny "oh..oke oke jadi dimana aku bisa melatihmu dan kapan aku harus melatih mu?"tanya wanita itu "besok di rumah ku dan aku menyewa beberapa penarimu kira kira dua puluh orang sepuluh pria sepuluh wanita"kata jeny.
lisa melihat kerumunan orang di jalan "dasar ceroboh!" "dasar bodoh!!" "ganti rugi!!"kata orang orang "rai apa itu di depan?"tanya lisa "biar saya periksa"ujar rai sambil keluar dari mobil, "tapi aku bahkan belum jalan"lisa melihat seseorang yang sedang bicara di tengah kerumunan lisa segera keluar "bob!"ucap lisa seketika semua orang terdiam. "ada apa?"tanya lisa saat di restoran "dengar lisa hum..sebelum nya aku berterimakasih pada mu tapi sebenarnya kau tidak perlu membayar orang licik tadi kau tau saat aku memasukan barang barang yang akan ku bawa tiba tiba dia menabrakan dirinya sendiri ke mobil dan malah minta ganti rugi"kata bob "kau harus lebih cepat bicara bukan seperti tadi"kata lisa "haaah..bos ku pasti marah"kata bob "kau tidak perlu lagi kerja untuk bos mu"kata lisa "hah?? Hei kau jangan bercanda lisa, aku ini orang kecil jika aku tidak bekerja pada nya aku mau makan apa. Aku bukan orang kaya sepertimu"kata bob "kau bisa kerja di tempat ku"dan akhirnya lisa membawa bob ke sebuah rumah makan yang sangat besar dan mewah bob sangat takjub melihatnya "ini milik mu?"kata bob sambil mengikuti lisa masuk ke dalam rumah makan tersebut "kau bisa bawa teman mu yang lain"kata lisa "ohh..aku aku coba telpon mereka dulu"kata bob tangan nya gemetaran saking senang nya. Tak lama kemudian datang lah dea,joe,agnes,ezra "ada apa bob kau tau bos ku mengomeliku?"kata joe "aku juga sampai buru buru keluar dari kantor untuk mengantar dea"kata ezra "lisa katakanlah"kata bob "aku butuh bantuan kalian untuk mengurus rumah makan ini, di lantai pertama itu khusus makanan khas jepang di lantai dua makanan dari korea, di lantai tiga untuk makanan dari negara turki, di lantai ke empat untuk makanan paris dan lantai ke lima ada makanan dari china lantai selanjutnya makanan khas nusantara makanan indonesia aku minta kalian mengurusnya bisa kan"kata lisa "hah!"agnes melongo "k..kk..kau..s.se..serius?'ucap dea "aku tidak bercanda, kalian juga bisa tinggal di apartemen di sebrang itu"lisa menunju sebuah apartemen besar di sebrang jalan "itu tidak mungkin kami tidak akan mampu membayar nya"kata bob "kalian bisa pilih kelasnya harganya tidak akan mahal percaya lah pada ku"kata lisa "aku mimpi apa semalam"kata joe "bisakan?"kata lisa "bi..bisa..bisa sekali"kata dea sambil merangkul teman teman nya terimakasih ya lisa"kata mereka lisa mengangguk "shin kau bisa bantu mereka membawa barang barang mereka dan suruh beberapa pengawal membantu aku pergi dulu"kemudian lisa pamit "apartemen itu pasti mahal"kata bob "ayo kita lihat"kata joe.
Bob memasuki apartemen "ini mewah sekali"kata joe "permisi hum..berapa biaya sewa apartemen di sini?"tanya bob "tergantung pak mau yang kelas apa dan mau yang isinya satu kamar atau dua kamar?"tanya wanita di depan bob "biasanya"kata dea "biasanya pada milih yang dua kamar"wanita itu menunjukan foto foto apartemen nya "kalau yanh ini?"kata joe "yang ini biasanya tiga puluh juta perbulan dan yang ini empat puluh lima kalau yang ini dua puluh juta"kata wanita itu bob menatap teman temannya "permisi"shin datang menghampiri bob lalu dia berbisik ke wanita itu "mari saya antar ke tempat kalian"kata shin "hum..hm.tap"kata dea "ayo"kata shin mereka pun mengikuti shin dari belakang "nona lisa sudah menyuruh kami menyiapkan tempat untuk kalian"shin membuka pintu "waw"semuanya memperhatikam tempat baru itu "kamarnya ada berapa?"tanya bob "ada tiga kamar "kata wanita di sisi shin "hum..ini kelihatan nya kelas tinggi kami"kata bob "ini memang kelas tinggi"kata shin "ini pasti mahal bisa kami bertemu dengan lisa?"kata ezra "ini harganya pasti di atas angka seratus"ucap dea "kalian tidak akan membayar nya"kata shin "hum..bisa tolong hubungi lisa"kata bob.
__ADS_1
Lisa menandatangi dokumen di meja nya "tolong ini di copy ya "kata lisa "siap nona"kata wanita di depan lisa "ada telpon nona dari shin"kata roy "halo"kata lisa "nona hum..ada yang mau bicara"kata shin "ya ya segera"kata lisa "halo lisa..hum..kami tidak akan mempu membayar ini semua nya"kata bob "ini mahal sekali"kata bob "hum"lisa mencoba mendengarkan ucapan bob "lisa biasanya kami bayar sewa lima juta paling mahal ini lebih dari kemampuan kami"kata bob "jadi?"kata lisa "bisakah kami kembali ke tempat kami, di sana kami biasanya bayar lima juta perbulan dan itu pun kami patungan"kata agnes "tapi aku belum ada menyebutkan kalau kalian harus bayar"kata lisa "kami sudah dengar dari wanita di lantai satu"kata bob "jangan dengar kan dia, aku yang punya apartemennya dan kalian teman ku aku sudah menelpon wanita itu semuanya aman selamat istirahat"kata lisa "tunggu lisa jadi kami harus bayar uang muka nya berapa?"tanya bob "nona bicara begitu tanda nya kalian tidak perlu bayar"kata shin "kau benar shin"kata lisa "aih. Jangan begitu lisa humm..kami tidak bisa meskipun kami teman mu"kata dea "baik baik...jadi kalian mau nya bagaimana?"kata lisa "setidaknya beri kami harga"kata bob "humm ..begini saja untuk sementara kalian bayar saja aku beberapa juta dalam satu bulan sesuai kemauan kalian saja dan jika kalian sudah mempunyai tabungan banyak kalian bisa beli rumah kan tidak perlu bayar sewa"kata lisa "hum..lima juta perbulan boleh"kata agnes "enam juta gimana"kata ezra "ya boleh saja kalian berunding saja dulu ya aku harus lanjut bekerja"kata lisa sambil mematikan ponselnya.
Ke esokanya...
Jeny menyimak penjelasan pelatih tari nya "tunggu aku tidak setuju, rencana nya aku mau membuat konsep di awal begini, tangan ku di ikat dengan lima pria lainya untuk pembuka"kata jeny "dan gerakannya seperti ini mereka maju duluan lalu membuka aku masuk di ruang tengan duduk begini, agak lentur bergoyang lalu angkat sedikit tangan"kata jeny "lalu di konsep ke dua aku ingin para wanita nya masuk semua bergabung dengan tarian baru yang lebih energic begini lalu berputar pria lima orang ini menunduk berurutan memanjang lalu masuk lima pria lain mengangkat ku naik ke atas begini dan yang wanita bergerak perlahan begini dan begini"kata jeny semua nya memperhatikan penjelasan jeny "dan setelah itu kita masukan gerakan lain roll tangan sambil mundur begini cukup perlahan tapi penuh tekanan yang ini dan ini akan masuk melangkah ke depan jalan sambil rebahan tapi kaki mendorong tubuh untuk gerak maju keluar dari bawah mereka lalu semuanya begini dan para wanita ini seakan akan mau menarik mereka yang ini dan ini agar tidak membangunkan ku lalu pria ini masuk membuat gerakan ini lalu aku bangun perlahan lalu kembali gunakan tali begini satu persatu para wanita saling menautkan tangan berjalan melewatiku"jeny terus bicara "waw"fikir pelatih di depan jeny "tap tap tap musik mati lampu mati wanita wanita ini datang masuk empat pria mengangkat ku "jeny terus bicara sampai selesai "luar biasa "kata para penari lain nya "lalu untuk apa kau memanggil ku?"tanya wanita di depan jeny "untuk melatihku menari"kata jeny "kau serius?"tanya wanita itu "iya aku serius aku memanggil mu karena aku harus belajar menari jujur aku belum pernah menari"ujar jeny "lalu yang kau sampaikan tadi apa?"kata pelatih itu "hum..aku hanya mengatakan isi kepala ku itu pendapatku"ucap jeny "tidak..itu bukan hanya pendapat, itu semua nya adalah konsep tarian yang indah dan kau bisa menyusun semuanya dalam sekejap, apa kau seorang pelatih?"kata pelatih itu "bukan, jadi ayo kita mulai ajarin ya"kata jeny sambil melihat wanita di depannya yang terlihat heran.
"pesanan mu tuan"bob mengantarkan pesanan di lantai dua "jus anda nona"dea mengantar jus ke konsumen mereka bekerja sangat giat sekali "bob ada pesanan kimchi cepat antar"kata joe "siaapp!"seru bob "silahkan nona ini menunya"kata agnes "terimakasih"kata wanita yang duduk di dekat agnes berdiri "pak nasi padang empat porsi"joe menemui koki "baik"koki itu segera membuatkan pesanan para konsumen dengan sangat cepat.
Ezra pulang sangat awal dia harus mengecek kembali persiapan pernikahan nya yang akan terjadi sebentar lagi "aku harus cetak undangan nya dulu"kata ezra "oh ya.."ezra kembali mengecek ulang catatan yang di buat oleh dea lalu dia membuka tirai jendela dan menatap rumah makan di sebrang jalan.
__ADS_1
"kita akan mengeluarkan produk coklat terbaru yang nantinya akan terjamin kualitasnya"lisa sedang menjelaskan produk yang akan di kembangkannya "coklat coklat ini akan di bentuk seperti ini"kata lisa sambil menunjuk papan putih di depannya. Setelah selesai lisa keluar dan pergi ke ruangan nya sendiri "paman hajime aku sudah mewakilimu tadi, apa..hah iyaya sama sama kau cepat kembali aku harus pergi ke perusahaan ku sendiri"kata lisa sambil menatap ke arah jendela.
"tap tap satu dua satu dua tangan kanan di bawah bibir jangan lupa senyum, tangan kiri lurus ke samping ayo..melangkah ke depan tiga kali lalu mundur sambil sedikit merendahkan kaki eh, itu ada yang salah ayo ulangin"kata pelatih tari "lelah juga"fikir jeny
Malam harinya ..
Bob membuka pintu "oh..lisa "kata bob "lisa datang"kata agnes "halo"kata lisa "ayo masuk"kata bob.
Sementara jeny masih bicara dengan kakaknya di telpon "jadi kau sudah bisa menari?"tanya riki "bisa dong sedikit sedikit, kau tau kak saat aku menyampaikan pendapatku pelatihnya malah terkejut"kata jeny "wah kok bisa"kata riki "dia malah mengira aku seorang pelatih juga"kata jeny.
__ADS_1
"pernikahan mu sebentar lagi jadi aku datang untuk memberimu cuti dan mempersiapkan segalanya. Apa kata orang jika mempelai wanita nya terlihat kelelahan"kata lisa "kau benar lisa"kata agnes "tidak papa lisa"kata dea "jadi bagaimana persiapannya?"tanya lisa "kami akan ke gereja melakukan pemberkatan lalu akan ada acara lagi di sebuah tempat kami sudah menyewa tempat itu makanya aku meminta jeny menari haha"kata dea "apa dia akan sungguhan menari?"kata lisa "tentu saja dia tidak akan berbohong kau akan lihat bagaimana jeny menari dengan sangat indah"kata dea "dulu saaf sekolah dia selalu menang lomba menari"kata joe "aku jadi penasaran"kata lisa dalam hati.