Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
menentukan keputusan


__ADS_3

di dalam kantor..


dengan wajah gelisah reno duduk di depan laptop nya dengan tangan mengetuk ngetuk meja di dekat nya "kenapa fikiran ku tetap kacau" kata reno dengan perasaan gelisah.


begitu pula dengan joe di tempat lain, "ada apa dengan ku? " kata joe sambil menatap meja yang biasanya tempat ara duduk memesan makanan.


"aku tidak mungkin menyukai nya" kata reno dengan perasaan tidak menentukan


"omong kosong" kata joe sambil mengusap wajah nya.


"aku menyukai seorang wanita bukan pria" kata reno dengan yakin,"aku tidak mungkin memiliki rasa pada nya" kata joe dengan tegas.

__ADS_1


"aku harus menghubungi jeny" kata reno "aku harus menemui jeny apa yang harus ku lakukan" kata joe "kau kenapa? " tanya bob "tidak ada" joe pergi "tuan ada seseorang ingin bertemu dengan mu, dia bilang dia sudah membicarakan soal pertemuan dengan anda" kata asisten nya "iya" kata reno tiba-tiba dia teringat dengan pria itu lagi "tunggu, apa dio datang? " tanya reno "tidak tuan".


lisa masuk ke toko sweet untuk menemui jeny,dia tersenyum melihat jeny sedang mengunyah coklat sambil bicara pada seorang karyawan nya . " asyik sekali kedengaran nya"kata lisa jeny tersenyum "makan coklat lagi? " kata lisa "Hai kenapa tidak memberitahu ku kalau kau sudah pulang" kata jeny "kenapa aku harus memberitahu mu? aku bisa datang menemui mu kapan pun aku mau" kata lisa "jangan bicara seperti itu" kata jeny "sekarang" kata lisa sambil menggigit coklat yang di pegang jeny "boleh aku mencium mu? " kata lisa "lisa di ramai orang jangan bicara seperti itu, kau tunggu di sini aku akan bersiap siap karena ini sudah waktu nya pulang" kata jeny "oke" kata lisa.


dengan ragu ragu joe akhirnya memakai jaket nya dan topi nya "kau mau kemana? " tanya Agnes "hum.. aku harus menemui seseorang, aku akan kembali secepatnya" joe pergi "aku tau dia kemana" kata bob "kemana? " kata Agnes "sudah beberapa hari ini joe melihat ke arah meja di mana ara duduk. aku yakin joe mulai ada rasa dengan ara tapi joe itu keras kepala dan terlalu gengsian dalam mengungkapkan perasaan nya" kata bob.


"halo jen" kata reno "halo reno.. nono kau sedang apa? " kata jeny "aku sedang duduk aku baru selesai mandi" kata reno "ya.. apa yang mau kau cerita kan pada ku? tumben kau punya waktu untuk menelpon ku" kata jeny reno terdiam dia terlihat ragu ragu, dengan apa yang akan dia katakan pada jeny.


"aku..hum.. " reno gugup "kau meragukanmu cinta mu? " tanya jeny "kau masih ragu ragu apa kau mencintai pacar mu atau tidak? " tebak jeny "aku juga begitu, dulu aku mengatakan pada wanita di dekat ku ini, kalau aku gak mecintai nya sampai aku mulai ragu pada diriku sendiri apa aku menyukai nya atau tidak? aku ini lurus atau belok aku selalu berfikir kalau aku salah aku meragukan diriku sendiri tapi, setelah ku fikir fikir ulang dan mendadak aku mendapatkan keyakinan kalau aku ternyata mencintai nya mungkin itu yang kau rasakan? atau hal lain? apa dia selingkuh? " tanya jeny "hum.. jeny.. aku.. aku akan menelpon mu nanti" kata reno "oke kau terdengar kelelahan kau istirahat lah dan tenangkan fikiran mu" kata jeny "iya terimakasih bye" kata reno. lisa langsung mendekati jeny "kau bijak sekali saat bicara dengan teman mu" kata lisa "teman ku terdengar sedang gelisah sekali, apa lagi yang bisa ku lakukan kecuali memberikan kata kata penenang" kata jeny "oh ya kalau begitu pegang dada ku" lisa menarik tangan jeny ke dada nya "aku juga sedang gelisah jadi aku butuh penenang" kata lisa sambil berakting sedih yang membuat jeny tertawa seketika.


semua bodyguard kebingungan melihat joe yang mondar mandir di depan pintu seperti ingin masuk dan tidak ingin masuk .

__ADS_1


"nona" jeny menatap ke arah pintu "sial" kata lisa jeny tersenyum lalu mendorong lisa yang sedang ada di atas nya, "awas lisa" kata jeny "kenapa? kenapa!" kata lisa sambil menatap jeny berjalan ke arah pintu "ada apa sai? " tanya jeny "tuan joe ada di luar, berdiri dari lima jam yang lalu tapi dia tidak masuk dan juga tidak pergi dia terlihat kacau" kata sai "apa? " jeny langsung berjalan "hei jen mau kemana? " kata lisa.


joe menatap jeny menghampiri nya "ayo " jeny menarik joe pergi ke taman "katakan ada apa? " tanya jeny "aku.. " joe terlihat enggan menceritakan apa yang dia fikir kan "ada apa? " kata jeny "hm.. aku juga tidak tau kenapa" kata joe "aku.. aku merasa ada yang hilang dari hidup ku, ini tidak seperti biasa nya" kata joe "apa yang kau rasakan? " tanya jeny sambil mengusap punggung joe, "aku juga tidak tau tapi..rasanya tidak enak" kata joe "kau sakit? " tanya jeny "plak" joe terkejut karena tiba-tiba jeny menampar nya "sakit? " tanya jeny sambil menampar joe lagi "jawab" lagi lagi jeny menampar nya "jeny kenapa kau menampar ku? " kata joe .


"kau sadar aku sedang menampar mu? " tanya jeny "tentu" kata joe "lalu apa kau sadar apa yang kau rasa kan? " tanya jeny "iya aku kehilangan dia, biasanya dia hadir di semua tempat dan tak henti henti nya menganggu ku, namun beberapa hari ini dia menghilang aku mulai terbiasa menghadapi nya namun dia tiba pergi menghilang entah kemana da--" kata joe "dan kau mulai menyukai nya" sahut jeny.


joe terdiam dia baru saja mengatakan semuanya ke jeny wajah nya perlahan memerah "tidak" bantah joe "ya tidak, tapi itu terserah mu tapi akan ku katakan satu hal pada mu. jin mengajak ku pergi sabtu depan untuk datang ke acara ara, acara di kampus nya jika kau mau kau bisa ikut jika tidak ya terserah" kata jeny "aku tidak ikut aku datang bukan untuk membahas nya, aku cuma bilang hum.. aku merasa aneh saja ah lupakan aku mau pulang aku janji dengan bob cuma pergi sebentar" kata joe dengan canggung "good night jeny" kata joe "sebelum terlambat kurangi gengsi mu sebelum kau kehilangan sesuatu yang cuma datang sekali dalam Hidup mu" kata jeny "good night joe , bright antar dia pulang" kata jeny.


malam semakin larut suara musik terdengar sangat keras memenuhi gedung itu beberapa gadis mencoba menggoda reno yang berdiri sambil memegang segelas minuman "Hai tampan" kata gadis berpakaian minim di dekat reno "um.. ya" reno menyingkirkan tangan gadis itu dari tubuh nya "tolong jangan sentuh aku" pinta reno dengan dingin. "kenapa kau galak sekali? " kata salah satu gadis "mau minum lagi? " tanya gadis lainnya "iya berikan aku satu gelas lagi" kata reno "tap" reno terkejut ketika gelas nya di rebut seseorang "kenapa kau malah menghabiskan waktu di sini? " reno menatap dio yang meneguk minuman milik nya, "kenapa kau datang ke sini? " kata reno "jika kau bisa datang kenapa aku tidak" kata dio "kau pasti mengikuti ku" kata reno "dia siapa? " tanya gadis yang ada di samping reno "kita pergi" kata reno sambil berdiri "aku ikut ya" gadis di samping reno melingkar kan tangan nya ke lengan reno "tunggu" dio menarik tangan reno "ada apa lagi? kau tidak lihat aku sedang kencan!! " kata reno "aku tidak ingin mencegah mu, aku hanya ingin mengatakan pada mu. aku akan menunggu mu di luar kau ikut lah dengan ku jika kau mencintai ku dan lakukan sebaliknya jika kau tidak mencintai ku, tidak usah buru buru fikir kan saja dulu. butuh ketenangan sebelum mengambil suatu keputusan yang tepat" kata dio lalu dia berbalik dan pergi, reno menatap gadis di samping nya "ayo minum lagi" kata gadis itu sambil menyodorkan segelas minuman ke reno "terimakasih" kata reno.


jeny menatap lisa yang memeluk nya "kenapa kau belum tidur? " lisa membuka mata nya "aku juga tidak tau aku tiba tiba terbangun" kata jeny "kau mimpi buruk? " lisa mencium pipi jeny "lisa.. saat siang ada seorang pria datang ke toko dia mengatakan pada ku bahwa cinta kita itu tidak benar dan kita tidak akan bisa menikah" kata jeny "oh.. kau memikirkan perkataan nya" kata lisa "iya.. mendadak aku kepikiran" kata jeny "lisa bagaimana jika--" kata jeny "cinta kita tidak salah, percaya lah kita akan menikah cinta kita ada,dan nyata dan benar tidak salah. tidak ada cinta yang salah jeny hanya kebenaran yang ada di dalam cinta" kata lisa "tapi mereka bilang di negara kita di larang cinta yang seperti ini untuk menikah" kata jeny "kita akan menikah kau tenang saja aku sedang mempersiapkan keperluan untuk tunangan kita dan kita akan menikah di luar negri" kata lisa "kau sungguh? tapi bagaimana dengan kakak" kata jeny "semuanya akan baik-baik saja sekarang tidur lah kita akan bersama selamanya" kata lisa.

__ADS_1


"sial" reno memejamkan mata nya semakin dia mencoba untuk rileks semakin dia merasa kacau! sampai akhirnya dia meletakkan gelas yang dia pegang "kau mau kemana? " tanya gadis yang ada di dekat nya, reno tidak menjawab dia terus berjalan sampai ke pintu keluar terlihat dio berdiri di luar mobil dengan tangan di lipat dan bersandar di mobil "sudah ku duga kau akan datang" kata dio "tapi bukan berarti aku mencintaimu" reno terkejut melihat mobil nya sudah tidak ada bersama bodyguard nya "ayo masuk" kata dio dengan santai, reno berjalan membuka pintu mobil dio "kenapa diam ? cepat jalan, kau senang bukan? " kata reno "sangat senang dan ku pastikan keputusan mu tidak salah" kata dio mobil pun bergerak pergi meninggalkan bar itu.


__ADS_2