Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
terimakasih telah hadir dalam hidup ku


__ADS_3

di rumah sakit jiwa tepat nya di kamar di mana jeny di rawat, terlihat beberapa perawat pergi keluar setelah lisa datang. kamar itu sudah di dekorasi dengan sangat baik dan terlihat begitu indah lisa menghampiri jeny yang duduk di dekat jendela "Hai jen" kata lisa sambil memegang tangan jeny "jen.. aku datang" kata lisa , jeny perlahan menatap lisa yang sudah duduk di depan nya "lisa" kata jeny "iya ini aku" kata lisa "lihat aku bawa apa, kejutan" lisa mengeluarkan buket coklat yang dia bawa "kau suka? " tanya lisa sambil mengusap wajah jeny "ayo kita duduk di sana" kata lisa sambil menggandeng tangan jeny untuk duduk di dekat meja yang sudah di siap kan.


"kau tau ini adalah hari jadi kita, waktu terakhir kita merayakan saat di taman" kata lisa "itu ke berapa ya. hum pokoknya itu deh dan aku merayakan sisanya sendirian di rumah karena aku aku tidak sanggup melihat mu begini sekarang kau tau ini yang keberapa? jika kau menjawab satu tahun lima bulan itu salah" kata lisa "aku belum Jawab" kata jeny lisa tersenyum "ayo tebak" kata lisa "tidak ingat" kata jeny "bukan kemarin aku merayakan yang ke satu tahun sebelas bulan berarti sekarang " kata lisa "dua tahun" kata jeny "ya kau benar kita sudah dua tahun" kata lisa sambil tersenyum, "huh? berapa lama aku di sini? " tanya jeny "kira kira lima sampai enam bulan " kata lisa "hah? " jeny menatap lisa "iya tidak terasa kan? " kata lisa "aku mau memberimu penawaran kau mau hadiah yang aku pilih atau mau pilih sendiri? " kata lisa "aku mau sesuatu" kata jeny "katakan" kata lisa "bisa kah kau tidur dengan ku malam ini" kata jeny "tentu , aku akan tidur dengan mu malam ini" kata lisa sambil tersenyum "hum.. tapi aku tidak memiliki apapun untuk hadiah mu" kata jeny dengan tatapan polos nya."kalau begitu aku akan mengatakan permintaan bagaimana? " kata lisa jeny mengangguk "patuhi apa yang di minta dokter ya, agar kita bisa kembali tinggal bersama di rumah" kata lisa "bisakan" kata lisa, jeny mengangguk "mari buat permohonan" lisa menyalahkan lilin yang ada di atas cake "ayo kita mulai pejam kan mata dan membuat harapan" kata lisa jeny langsung memejamkan mata nya.


"huff" lisa dan jeny meniup lilin nya bersamaan. lisa menatap mata jeny yang juga menatap ke arah nya "kali ini dia jauh lebih tenang dia tidak mengacaukan kue nya ataupun yang lain nya seperti waktu itu" kata lisa dalam hati "untuk ku? " lisa tersenyum ketika jeny menyuapi nya dengan cake "hum.. ini manis sekali dan enak kau juga coba aku akan menyuapi mu" kata lisa dia benar benar tidak dapat menahan air mata nya lagi tangan nya gemetaran di saat menyuapi jeny. jeny dengan wajah datar memperhatikan lisa yang gemetaran "lisa kenapa menangis? " tanya jeny, lisa menunduk mengusap wajah nya lalu kembali menatap jeny sambil tersenyum "aku senang ada di dekat mu aku benar benar senang sangat senang" kata lisa "sekarang apa bisa aku bisa mencium mu? " tanya lisa jeny mengangguk pelan lisa langsung berdiri dan mencium jeny "terimakasih.. terimakasih telah hadir dalam hidup ku" kata lisa.


"kau mengintip? " fudo menoleh ke belakang "aku tidak serendah itu" kata fudo "tapi aku mendapatkan mu sedang mengintip" kata joe "aku sedang melihat perkembangan adik ku" kata fudo "kelihatan nya dia semakin membaik" kata joe "kelihatan iya, dia tidak melakukan hal seperti sebelum nya" kata fudo "bagaimana? " Agnes datang "dia tidak melempar kue dan menyerang lisa" kata joe "wah benarkah? " kata bob "apa aku harus mengulang perkataan ku" kata joe "itu pertanda baik semoga jeny bisa segera pulang" kata Agnes "gak sia sia mendekorasi kamar nya" kata bob.

__ADS_1


malam semakin larut boy masih berkerja seperti biasa , dia menuang minuman yang baru dia racik "oke gadis minuman mu sudah jadi" kata boy "terimakasih tampan" kata gadis di depan boy "boy" kata jin "hum? " boy menatap jin "kau kan akrab dengan joe" kata jin "huh? " boy menyipitkan mata nya "hum.. bisakah kau bantu ara dekat dengan joe" kata jin "hum? kok aku? kau kan ada" kata boy "aku tidak bisa, joe terlalu sedikit bicara bagaimana aku mau mengatakan nya " kata jin "sungguh kakak ipar yang tidak berguna" kata boy "ayolah kasihan dia" kata jin "aku juga harus apa? bahkan joe tidak pernah mengatakan tipe cewek yang dia suka seperti apa? dia juga jarang membahas wanita lain" kata boy "apa joe pernah patah hati? " kata jin "kenapa kau berfikir seperti itu" kata boy "dia dingin nya kelewatan batas bodoh! orang orang kaya gitu pasti pernah patah hati sama seperti jeny dulu" kata jin "dia tidak patah hati dari dulu dia juga begitu" kata boy "bawaan lahir kali" kata Jack "masa ada orang begitu" kata jin "mungkin saja ada bukti nya si joe itu" kata Jack "tepat sekali" kata boy menutup pembicaraan.


di rumah sakit..


lisa duduk di dekat ranjang jeny sambil mengusap usap rambut jeny "mau mau bertanya sesuatu? " tanya lisa "hum" jeny mengangguk "tanyakan saja" kata lisa "kenapa aku ada di tempat seperti ini? " tanya jeny, lisa menarik nafas panjang "kita berdua mengalami mimpi yang sangat buruk membuat kita berada di sini " kata lisa "tapi kenapa cuma aku yang ada di sini? aku tidak boleh pulang" kata jeny "Karena ini demi kebaikanmu, agar kau merasa aman dan tidak terganggu dari fikiran buruk " kata lisa "apa aku gila lisa? " tanya jeny "tidak.. kenapa kau berfikir begitu" kata lisa "kemarin saat Agnes selesai mengajak ku jalan jalan dan kami akan kembali ke kamar ada perawat dan dokter yang sedang mengejar seseorang yang terus berteriak tidak jelas dia seperti nya gila" kata jeny "dan kau jangan lupa kalau kau tidak melakukan hal seperti itu dan itu menandakan kau tidak gila" kata lisa "jadi aku tidak gila? " tanya jeny "tidak, tapi ku rasa aku yang gila" kata lisa "huh? " jeny memperhatikan wajah lisa "gila karena terlalu mencintai mu" kata lisa sambil tersenyum "sekarang tidur lah besok aku ada kejutan untuk mu" kata lisa "tapi aku takut saat akan tidur" kata jeny "kenapa? " kata lisa "aku selalu bermimpi melihat rantai di lengan ku, dan seseorang mendorong ku untuk melakukan hal buruk pada ku aku takut itu" kata jeny "kau jangan takut aku akan menjaga mu. tidur ya" kata lisa dengan penuh perhatian "iya tapi jangan pergi ya" kata jeny "hum tentu, tidur ya sayang" kata lisa sambil mengusap wajah jeny.


lisa meluruskan kakinya di sofa, dia mengupas buah sambil sesekali melirik ke arah jeny yang sedang tidur "padahal tadi aku sudah makan tapi lapar lagi" kata lisa dia langsung berdiri mencuci buah yang baru saja dia kupas kulit nya "tidak.. jangan ku mohon.. ku mohon jangan lakukan ini pada ku" lisa mematikan keran "jeny" dia langsung pergi melihat jeny "tolong aku.. ku mohon" lisa langsung mencoba menenangkan jeny.

__ADS_1


"jeny" kata lisa "jangan lakukan ini pada ku, ku mohon.. tolong.. tolong jangan" jeny membuka mata nya dan langsung memeluk lisa "tenang lah sayang" kata lisa "rantai nya" kata jeny "tidak ada.. tidak ada rantai percaya lah pada ku" kata lisa "tadi tadi ada" kata jeny "aku sudah membuang nya" kata lisa "tidak papa sayang tidak papa.. semua nya baik baik saja" kata lisa sambil mengusap keringat jeny "tidak papa jeny" robi datang "dia sedang panik" kata lisa "jeny perhatikan jari ku ya ketika aku menurun kan jari ku buang nafas mu jika aku menaikkan jari ku maka tarik nafas mu" kata robi "dengar kan dia sayang" kata lisa.


tak berapa lama jeny kembali tenang "oke" kata robi "akhirnya dia kembali tenang" kata arman "ya" kata lisa "minum lah air" kata robi "terimakasih" kata lisa "iya, kebetulan aku lembur dan pria di luar itu memanggilku karena jeny kembali berteriak" kata robi, lisa melihat ke arah jendela terlihat fudo berdiri di sana. "kita akan melakukan trapi terus agar jeny dapat melupakan kejadian itu" kata robi "jangan lupa beri dia vitamin nya" kata arman "iya" kata lisa "kalau begitu aku permisi dulu tekan saja tombol itu aku akan langsung datang" kata robi "baiklah oh ya tolong suruh kak fudo masuk saja" kata lisa "baik" robi pergi.


fudo masuk dia mengusap rambut jeny yang diam mematung "tidak papa jeny " kata fudo "kakak aku tidak mau tidur" kata jeny "ya sudah tidak papa tapi berbaring lah agar badan mu nyaman" kata fudo "lihat lah bahkan kakak juga ada di sini jadi kau akan sangat aman" kata lisa "tapi aku tetap tidak ingin tidur" kata jeny "iya tidak papa" kata fudo "aku akan pergi sebentar" lisa berdiri dan pergi keluar pintu.


"masuk" kata robi sambil menutup map yang dia pegang, lisa masuk dan duduk di depan robi "berapa lama lagi jeny menjalani trapi? " tanya lisa "sampai jeny benar benar lebih baik dari yang sekarang, kau tau ini sudah berjalan sangat baik karena jeny sekarang tidak begitu sering mengamuk dia sekarang lebih patuh. ini akan sangat baik tinggal menjalani trapi saja agar jeny tidak takut untuk tidur" kata robi "kita coba sampai beberapa minggu ini lagi jika semakin maju jeny akan ikut dengan mu pulang kita bisa lanjut kan trapi nya di rumah" kata robi dengan tenang "baik lah terimakasih" kata lisa.

__ADS_1


__ADS_2