
cahaya mentari menembus celah jendela lisa membuka mata nya melihat gadis di sebelah nya masih tidur dengan pulas, Lisa tersenyum lalu bangkit untuk mandi. "hum..aku lihat kau sangat dekat dengan adikku jadi bisakah kau menemani adikku di rumah untuk empat atau enam hari"lisa teringat perkataan riki "kau bicara dengan orang yang tepat kak, di tangan ku adikmu bukan hanya aman "kata lisa sambil melihat dirinya di cermin "aku juga akan membantu adikmu bangkit kembali"ucap lisa lagi sambil tersenyum.
Di tempat yang berbeda di sebuah rumah besar dan megah seorang pria terdiam menatap sarapan pagi nya "ini jus anda tuan"kata zelie pria itu hanya mengangguk "tuan paman anda ingin bertemu"bisik kibo bodyguard john "suruh dia menunggu aku akan menemuinya sebentar lagi"kata john "baik tuan"kata kibo. "mau apa dia datang kesini"fikir john sambil berdiri dan berjalan ke ruang tamu tampak lah seorang pria paruh baya duduk di sana "katakan kau mau apa "kata john sambil menyalakan sebatang rokok "apa begitu cara bicaramu dengan ku?"kata choi "aku tidak banyak waktu meladeni mu katakan saja kau mau apa sebelum aku pergi"kata john "aku hanya ingin mengantar barang yang di beli ayahmu "kata choi john menatap paman nya "kenapa kau mengantar nya ke mari ini rumah ku bukan rumah ayah ku"kata john "karena ayahmu akan mengadakan pertemuan di sini jika kau keberatan kenapa tidak protes ke ayah mu"choi melempar tiga kertas undangan ke meja "aku mengadakan acara besar karena bisnisku bulan ini lancar "choi berdiri "apa maksud mu?"kata john "oh maaf mungkin kau tersinggung tapi kau harus mengakui nya kalau bisnis mu itu payah "kata choi sambil pergi begitu saja. "tuan kami menemukan kamera tersembunyi di kantor"kata zach "kamera?"john melihat bodyguard nya "benar tuan kami menemukan ada tiga kamera dan yang lain sedang mencari di tempat lain"kata zach "jadi kemungkinan orang yang mengacaukan bisnis anda adalah orang yang meletakan kamera ini jadi semua pergerakan kita sudah di pantau sejak awal"kata fong john terlihat marah "ini pasti ulah paman"kata john dengan marah.
__ADS_1
"ya papa"lisa terlihat sedang bicara dengan seseorang melalui telpon di ruang tamu "papa aku masih di rumah teman kenapa tidak suruh kakak saja yang datang"kata lisa "kita akan bertemu dengan orang yang akan meningkatkan saham perusahaan"kata chio "papa ..datang lah duluan aku akan menyusul"kata lisa "jangan sampai terlambat"kata chio "ya papa"lisa mematikan telpon "tok tok tok"lisa melihat ke arah pintu lalu berdiri dan membuka nya "boy"kata lisa.
"tap tap tap"jeny melangkah dari tangga ke tangga lainnya "boy kau kapan datang?"kata jeny "barusan, kau sudah sarapan"kata boy "belum "kata jeny "kalian lanjut saja aku harus pergi"kata lisa "ya hati hati"kata boy "eh..kau mau kemana?"ujar jeny "jeny hmm ada sesuatu yang harus ku kerjakan nanti aku akan kembali jika sudah selesai"kata lisa "tidak kembali juga tidak apa apa "kata jeny "aku pasti kembali"lisa keluar pintu "sarapan sudah siap dari tadi kenapa belum di makan?"tanya bi rita "aku akan pergi sarapan sekarang bi"kata jeny "ayo boy kau juga pasti belum makan "kata jeny "kau tau saja"kata boy.
__ADS_1
Siang hari yang terik debu berterbangan kemana mana suara kendaraan juga saling nyahut menyahut boy dan jeny membeli makanan,topi,kacamata,gelang,dan minuman. "haduh...ini segar banget"kata jeny sambil menyeruput kembali minumanya "ahh..iya jen apalagi cuaca nya panas begini"kata boy "hum..boy boy lihat toko di sana"kata jeny "ada apa dengan toko itu bukankah itu toko bunga"kata boy "aku mau ke sana "kata jeny "aku sudah lama tidak melihat bunga loh"kata jeny boy terdiam "ayo berfikir keras boy...gimana kalau di sana ada mawar merah"fikir boy "ayo boy"kata jeny boy ikut berdiri "aku duluan"kata boy sambil melangkah cepat jeny melihat lihat bunga di depan toko boy masuk ke dalam "ini bagus paman aku mau yang ini sama yang ini hmm..ini juga dan ini udah deh"kata jeny "boy kau ngapain di dalam?"kata jeny "hum..lihat lihat"kata boy. "ayo boy aku sudah selesai"kata jeny "baik ayo kita duduk di sana sambil menunggu taxi "kata boy jeny mengangguk.
"boy kau kenapa tidak beli bunga?"kata jeny boy terkekeh "buat apa sama ku"kata boy sambil tertawa menatap jeny "wah wah"seorang pria datang dengan seorang wanita cantik "ari"boy berdiri "apa dia teman boy?"tanya jeny "jeny jeny apa kau pura pura amesia?"kata pria itu "cukup menjauh lah!"kata boy sambil menarik jeny ke belakang tubuh nya. Jeny bingung "hahaha aku terkadang berfikir kenapa dulu aku bisa menyukai mu hahhaha"kata ari "hahaha apakah seleramu dulu seburuk itu"kata wanita itu "boy ada apa?"kata jeny "kenapa kau melindungi dia"kata ari "boy kenapa dia tau nama ku",kata jeny "jeny dia hanya orang gila"kata boy "kau bilang apa?!"ari menarik kerah boy "awas jangan sentuh teman ku!!"jeny melempar minuman nya "sial!! Berani nya kau"kata ari "aku tak akan membiarkan mu menyentuh nya"kata boy "dengar jeny apa kah pria buruk ini pacar mu huh sungguh buruk"kata ari "plakk!!"tamparan keras mengenai wajah ari "kau"wanita di samping ari maju "plakk!!"jeny juga menamparnya dengan keras "aku tidak akan sungkan jika kalian berani berkata buruk soal sahabat ku!!"kata jeny "cukup jeny"boy menarik jeny "sahabat haha bukan kah kau seorang pembunuh"kata ari "kau membunuh sahabat sahabat mu seperti nana"kata ari "CUKUP"boy menarik kerah ari "berani bicara lagi aku akan menghajar mu"kata boy jeny terdiam "kau ingat jeny saat di air terjun nana mati karena mu"kata ari "buggg bugg"boy memukul ari jeny terdiam kepala nya berputar putar air terjun terbayang "apa ka--"ari berhenti bicara "aku tak segan menabrak mu jika kau masih bicara!!"kata seorang wanita di dalam mobil "siapa kau?"kata ari "brumm. .. Brum.."mobil maju "hei hei"kata ari lalu dia menarik wanita di sebelah nya dan pergi dari situ "jen..jen you ok"kata boy "ha-a"jeny terlihat mengalami panik attack "bawa dia boy"kata lisa "ayo"boy mengangkat jeny ke mobil "jeny dengar aku tarik nafas buang...ingat yang orang asing bilang itu tidak benar"kata lisa "ayo jen tarik buang ini minum lah air dulu ayo kau bisa ayo jen"kata boy "huff hah...fuhhh boy yang dia bilang ada benar nya"setelah agak lama jeny baru berbicara "itu semua fake palsu jen"kata boy "tapi aku pernah melihat air sungai dan air terjun lalu ada orang tenggelam"kata jeny "itu hanya imajinasi mu ok sekarang jangan di bahas kita pulang"kata boy sambil mengusap kepala jeny dengan lembut.
__ADS_1
"