
di dalam mobil jeny menatap john sesekali "kau mau minum? " tanya jeny john menatap jeny "beri kan pada ku" kata john jeny membuka sekaleng minuman dingin "ini" kata jeny "kau terlihat gelisah ada apa? biar aku ikut berfikir untuk membantu mu" kata jeny "apa luka sudah membaik? " tanya john "sudah tidak terlalu terasa sakit" kata jeny "tuan!! " mobil berhenti "tuan" gong mengetuk pintu mobil jeny membuka nya "ada apa? " tanya john "truk kita ada di pinggir jalan" kata fong "truk" jeny membuka pintu laku keluar dari mobil di ikuti john mereka berjalan beberapa langkah "ini truk yang mereka rampas dari ku" kata jeny "periksa dalam nya" kata john "oke" kata jeny "bukan kau! biar mereka saja" kata john "oke" kata jeny beberapa bodyguard john masuk ke dalam truk "masih ada kotak nya" kata mereka "tuan kotak nya masih ada tapi isinya tidak ada" kata zach.
mobil masuk melewati gerbang rumah mewah dan megah john turun dengan di kawal bodyguard nya
"hei.. "
"tuan"
__ADS_1
"hei tuan john"
"lepaskan tuan choi!! "
"hei"
"halo.. iya tuan apa? mengacaukan rencana tuan john? "
__ADS_1
"iya dan bawa jeny ke hadapan ku dan bunuh saja sekalian keponakan biadab ku"
"tu.. tuan.. bu. bunuh? "
"kenapa kau banyak bicara kau tinggal kacaukan rencana john! habisin dia dan bawa jeny ke hadapan ku!! jika tidak akan ku habisi kau sekarang".
seperti tersambar petir di siang hari choi kehabisan kata kata " gak sia sia aku punya kakak seperti kak fudo yang pandai meniru suara orang lain "fikir jeny " kau benar-benar "kata bernarz " kakak aku aku tidak "kata choi " awalnya aku mencoba membela mu tapi mendengar perkataan mu seperti itu membuat ku malas berhadapan dengan mu! kau ingin menghabisi putra ku!! "kata bernarz " tidak kakak aku tidak mungkin melakukan "kata choi " tidak apa!! itu suara mu akan mendengar nya kau menyuruh seseorang untuk membunuh putra ku!! kalau begitu hadapi aku!! "kata bernarz " kakak.. ini pasti jebakan aku ti--"kata choi "diam!! aku muak mendengar mu kali ini aku tidak akan membunuh mu karena kau saudara ku tapi jika ini terjadi lagi jangan harap kau melihat matahari terbit. ayo john tinggal kan tempat ini" bernarz pergi john tersembunyi "aku senang papa tidak akan bersama mu" kata john "karena ulah mu!! " kata choi "dan kau yang memulai nya" kata john "kau" jeny maju di saat choi mengacungkan senjata nya ke arah john "tidak akan ku biarkan kau menyentuh nya" kata jeny. bernarz masuk ke dalam mobil "ayo pulang" kata bernarz "siap tuan" fudo membenarkan topinya "aku suka permainan ini" kata fudo dalam hati, "gadis malang jeny dengar kenapa kau mau bergabung dengan john? bergabung lah dengan ku kau butuh berapa aku bisa berikan lihat ruangan di lantai enam seluruh kamar penuh uang kau bisa memiliki nya" kata choi "bergabung lah dengan ku dan serahkan bajingan itu pada ku" kata choi "tidak ada yang bisa membeli ku" kata jeny "baik kalau itu mau mu" dua suara tembakan membuat semua nya langsung menunduk dan mencari tempat perlindungan jeny menatap zui sudah tewas choi juga membunuh pria yang melempar jeny dengan pistol "mau pakai ini? " john menyodorkan senjata yang lebih besar jeny mencoba mengangkat nya tapi tidak bisa "ini terlalu berat aku pakai yang ini saja" kata jeny "keluar kau bajingan sialan" kata choi "kau fikir aku takut" john melepaskan tembakan lalu bersembunyi lagi "Tuhan aku membunuh orang" jeny muncul dan melepas kan tembakan seketika ruangan itu penuh dengan mayat dan juga darah di mana mana choi menunduk memasukan peluru ke pistol nya jeny maju tanpa takut sambil memegang dua pistol "papa aku menyukai nya" kata jeny sambil tersenyum senang "dorr" jeny menatap kakinya yang perlahan mengeluarkan darah choi langsung melilit kan tangan nya ke leher jeny "uhh" jeny terkejut "hahaha.. kau lihat siapa yang lebih hebat aku atau john" kata choi "jeny" kata john "oh ya" jeny menggerakkan kaki nya dengan cepat menendang perut choi lalu menarik tangan choi "bantingan jeny" kata jeny sambil membanting tubuh choi ke lantai dengan keras jeny menginjak dada choi "ini yang kau lakukan pada kakak ku" kata jeny dalam hati "haaa" jeny memukuli choi dengan bertubi tubi.
__ADS_1
"hum.. " choi membuka matanya melihat sekeliling nya dia berada di dalam ruangan yang terbuat dari kaca "masukkan" kata john kaca di atas terbuka sedikit tak lama kemudian air masuk sampai setengah tubuh orang dewasa "john!! dasar sialan" kata choi "mama, kakak semua mati karena mu jadi hari ini aku ingin melihat mu mati" kata john choi melihat hewan kecil kecil mulai merayap di kaca dan tubuhnya ruang batas kaca yang terbuka kembali tertutup "aku bahagia melihat tubuh mu di makan parasit" kata john "buka!! buka" choi mulai panik dan menyingkirkan parasit yang merayap di tubuhnya "kau mau minum tuan john" jeny tersenyum "ya ambil kan aku wine" kata john "dengan senang hati" kata jeny "john!! john!! buka kaca ini!!! dasar bajingan!! brengsek!!! " kata choi dia melihat tangannya kulitnya mulai bergerak parasit itu sudah masuk ke dalam tubuhnya "silahkan" kata jeny "kau tidak minum? " tanya john "tidak aku minum di malam hari " kata jeny "dia terlihat begitu senang" kata john dalam hati dia mulai meneguk minuman nya sambil melihat paman nya menjerit karena tubuhnya di makan hidup hidup oleh parasit.