Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
cinta yang membuat bahagia


__ADS_3

pagi hari yang cerah matahari mulai bersinar beberapa orang langsung bangun dan sibuk dengan aktivitas masing-masing, kendaraan juga mulai memadati jalanan para pedagang mulai menyiapkan barang dagangan nya anak anak mulai berjalan menuju halte menunggu bis sekolah datang semuanya bergerak pada aktivitas masing-masing. jeny membuka matanya perlahan "hum.. sudah pagi ya" jeny melihat ke arah jam di samping nya yang menunjukkan pukul tuju "eh? " jeny melihat pakaian yang dia pakai setelah menarik selimut nya "aduuh.. kepala ku" jeny bersandar "aku merasa tadi malam aku tidak memakai baju tidur" kata jeny tiba tiba dia teringat ada seseorang yang menariknya lalu mencium nya dan membawa nya pulang ke rumah "sial!! apa yang terjadi" jeny menyingkirkan selimut nya memperhatikan sekitar nya terlihat semuanya sangat rapi dan bersih "apa aku bermimpi? " kata jeny "aku benar-benar mencintaimu jen" jeny teringat ucapan orang yang mencium nya semalam "sial siapa yang membawa ku pulang semalam? pasti bukan john aku buru buru pergi waktu itu lalu apa yang terjadi" fikir jeny tangan nya perlahan menyentuh bibir nya sendiri "sial aku belum pernah berciuman dan tiba tiba ada yang mencium ku dan aku tidak ingat siapa orang itu" kata jeny dia langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi melihat semuanya dengan teliti "semuanya rapi tidak ada yang menyentuh apapun lalu apa yang di lakukan orang itu? dan bahkan dia mengenal nama ku? yang pasti bukan hantu kan? " jeny segera berlari keluar kamar "jen kenapa kau berlari seperti melihat hantu? " kata rita "hum bibi kebetulan sekali" jeny langsung mendekati rita "ada apa kau ingin makan sesuatu lagi biar aku buat kan" kata rita jeny melihat ke arah meja makan yang sudah penuh dengan makanan "tidak bibi itu sudah cukup hum.. bibi apa kau melihat seseorang? " kata jeny "seseorang? tapi aku tidak ada melihat siapa pun" kata rita "sungguh? " kata jeny "iya aku tidak melihat siapapun" kata rita "Hai" bob datang "bibi kau--" jeny melihat bob datang "apa kabar jen" kata joe "kau pasti baru bangun kan? " kata Agnes "hum.. Hai" kata jeny "aku mendengar kau sedang membahas sesuatu" kata joe "aku.. aku merasa aku melihat seseorang" kata jeny "dimana? " kata bob "di depan kamar ku aku ingat kok aku melihat pintu kamar ku dia yang membuka nya" kata jeny "apa yang di katakan orang yang kau lihat itu" kata joe "dia memanggil nama ku jen.. jeny jeny begitu" kata jeny "apa kalian tidak melihat seseorang keluar dari rumah ku? " kata jeny "hei" Agnes memeluk jeny "tenang lah itu hanya imajinasi mu tidak ada siapa selain kita di sini" kata Agnes "kau melihat orang itu di imajinasi mu" kata Agnes "itu benar kau lebih baik mandi kau pasti belum sarapan kan? " kata joe "joe benar aku antar kau ke kamarmu kau bisa mandi lalu kita akan jalan jalan ke luar" kata agnes sambil menarik tangan jeny "tapi nes, aku benar-benar melihat orang itu nes dia memegang tangan ku" joe melihat jeny pergi dengan Agnes "kita harus panggil kak cika" kata joe "tapi kau yakin jeny kan benci dengan kak cika" kata bob "aku akan telpon boy dulu" kata joe.


lisa meletakan gelas nya "kau tidak ke kantor? " tanya boy "tidak aku hari ini malas ke kantor" kata lisa "kau sudah menemui jeny? " tanya boy lisa diam dia teringat semua yang di katakan jeny malam itu "hei kenapa kau melamun kau dengar aku bicara tidak? " kata boy "aku akan menemui nya nanti" kata lisa "biasanya pagi pagi begini jeny pasti sudah pergi" kata lisa "kau ingin mengatakan sesuatu pada ku" kata boy sambil memperhatikan lisa "hum ya.. aku ingin cerita" kata lisa "tentang apa? " kata boy "tentang kata kata yang membuatku bingung" kata lisa "kira kira yang mana yang harus ku cerita kan ya? " fikir lisa "kenapa kau diam? " kata boy "hum.. menurut mu jika seseorang membahas masa lalu kita bagaimana" kata lisa "maksudnya? " kata boy "kau pdkt gitu nah lu naksir orang nah orang yang lu taksir suka ungkit mantan lu bahas mantan lu terus nah menurut lu itu gimana" kata lisa "oh.. tergantung pertama kemungkinan dia berfikir kalau dia tidak yakin dengan mu kalau kau belum sepenuhnya melupakan masa lalu mu kaya kau masih mencintai masa lalu mu yang kedua dia kemungkinan cemburu pada orang di masa lalu mu yah.. itu saja sih menurut ku tapi" boy menyipitkan matanya "apa jeny membahas adsila? " kata boy "tidak salah satu karyawan ku mengatakan hal seperti itu dan aku bingung harus jawab apa" kata lisa "oh.. ku fikir jeny yang kau bahas" kata boy "lalu satu lagi" kata lisa "karyawan mu juga? " kata boy "iya" kata lisa "katakanlah" kata boy "arti dari kata siapa yang bilang aku tidak mencintai mu" kata lisa "apa kau bercanda itu hanya kalimat sederhana" kata boy "aku tau kalimat sederhana tapi aku takut salah mengartikan nya" kata lisa "jelas sekali arti dari kalimat itu dia mencintai mu gitu" kata boy "berarti jika lawan bicara kita mengatakan kalimat itu tanda nya dia mencintai kita" kata lisa "iya" kata boy "siapa karyawan mu itu biar aku hajar dia bodoh nya sama seperti mu" kata boy "enak saja bicara mu itu" kata lisa "itu artinya jeny mencintai ku" fikir lisa "nah.. kau memang bodoh kan sekarang kau tersenyum senyum sendiri seperti orang gila pasti kau teringat jeny kan" kata boy "iya aku tiba-tiba merindukan nya" kata lisa "kalau begitu pergi lah ke rumah nya kejar dia sampai dapat" kata boy "hum.. boy jeny bukan pencuri kenapa aku harus mengejarnya? " kata lisa boy menepuk dahinya "kau sekarang makin bodoh ya beda dengan lisa yang dulu ku kenal maksud ku kau datang ke jeny dan dapat kan cinta nya" kata boy "apa kau paham nona lisa" kata boy lisa tersenyum "hehe maafkan aku tapi ku katakan pada mu cinta bisa membuat orang pintar menjadi bodoh" kata lisa "ya ya ngomong ngomong dari mana kau dapat kan kata kata itu? " mata boy "aku hanya mendengar nya dari film yang di tonton ibu ku" kata lisa "ya ya sekarang pergi lah temui jeny mu" kata boy "kau tidak ikut? " kata lisa "ini kisah cinta mu kenapa aku harus ikut aku hanya akan duduk menunggu hasil nya" kata boy "hum.. baik lah aku pergi dulu" lisa melangkah cepat keluar rumah boy "raaaii" jeny menarik salah satu bodyguard nya lalu berputar dan menari "nona kau bisa jatuh" kata shin "iya nona hati hati" kata ren "aku sedang bahagia" kata lisa "apa ini tentang nona jeny? " tanya roy lisa mengangguk "aku akan menemui nya tapi sekarang bantu aku bersiap dan mencari hadiah untuk nya" kata lisa "kalau begitu ayo kita bersiap" kata ren lisa masuk ke dalam mobil dan tak berhenti hentinya tersenyum senang "kau mencintai ku jen, tetapi kau tidak pernah mengatakan nya kau selalu sok angkuh di depan ku" kata lisa dalam hati "aku akan datang kepada mu. aku akan membawa hadiah terbaik jen, terimakasih Tuhan cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan aku sangat bahagia" shin melihat lisa tersenyum manis sambil menatap luar jendela lisa terlihat sangat sangat bahagia membuat shin ikut tersenyum melihat kebahagiaan nona nya yang dapat di lihat nya sangat jelas.


__ADS_2