Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
lisa menghilang


__ADS_3

pagi hari yang cerah "jraasss" suara air terdengar dari kamar mandi jeny "jeny sarapan sudah siap cepat turun! " kata lisa di depan pintu "jeny kamu dengar? " jeny mematikan keran "kaya ada suara" jeny memakai jubah mandi nya lalu keluar "jeny kamu dengar kan" kata lisa "griitt" pintu terbuka setengah "ada apa? " tanya jeny "sarapan sudah siap" kata lisa "hum" jeny menutup pintu berjalan ke lemari nya untuk memakai pakaian.


"halo kak, saat ini aku aman tidak ada teror apapun" kata lisa "apartemen nya sudah di perbaiki jadi aku akan kesana untuk mengecek" kata lisa "iya tapi hati hati kemungkinan ada seseorang yang sedang meneror mu" kata Daichi "iya aku akan lebih hati hati" kata lisa "kau mau kemana? " tanya jeny "hari ini aku ada jadwal pertemuan" kata lisa jeny duduk meminum susu yang di buat rita "boy akan datang ke sini sebentar lagi" kata lisa "lisa akan pergi" kata jeny dalam hati dia teringat pesan dari john pagi ini "kau akan datang pada ku jeny tanpa paksaan"


jeny menatap lisa "kau akan pergi? nyawa mu dalam bahaya bodoh" kata jeny "Iya aku tau tapi pertemuan ini tidak bisa di tunda" kata lisa "kau tenang saja " kata lisa "nona" shin datang "anda akan terlambat" kata shin "aku pergi dulu aku tidak bisa membawa mu kau bisa pergi saat boy datang" kata lisa jeny tidak bicara apapun dia hanya melihat lisa pergi dengan keberatan "kak danmi lisa pergi bisa ikuti dia karena dia itu orang bodoh dia tidak tau kapan john akan mencabut nyawa nya" kata jeny "baik baik" kata danmi jeny meniup jarinya "kenapa aku gelisah" fikir jeny "jeny!! aku datang" kata boy "Hai ada makanan apa? " boy duduk di samping jeny "ayo makan" kata jeny "tapi kemana lisa? " tanya boy "dia pergi kerja" kata jeny "uh.. aku baru mau membawa kalian ke tempat wisata alam " kata boy "tumben sekali, bagaimana luka mu? " tanya jeny "hei.. luka ku kenapa kau masih ingat itu sudah beberapa minggu lalu, aku kasihan pada lisa dia belakangan ini kena musibah Terus" kata boy "i.. iya.. iya kau benar" kata jeny.


lisa membaca dokumen yang dia pegang "ini tidak buruk" kata lisa "anda setuju" kata pria di samping nya "tentu " kata lisa "terimakasih nona lisa senang berkerjasama dengan anda" kata pria itu setelah berjabat tangan dia langsung pergi, lisa langsung kembali duduk membuka laptop nya "halo nona lisa selamat pagi" kata reno "pagi juga bagaimana kelanjutan bisnis kita" kata lisa "bisnis yang kita olah sudah semakin berkembang" kata reno "dan bahkan omset kita semakin tinggi nona lisa Tuhan bersama kita" kata reno "jadi kapan bisa kita berkumpul secara langsung" kata lisa "akan saya usahakan secepatnya nona, sekali saya juga sudah lama tidak pulang kesana " kata reno "baik lah" kata lisa "saya memiliki beberapa ide untuk perusahaan kita" kata reno.


boy tersenyum sambil menatap jeny "masuk lah ini sudah sore aku akan pergi bersiap untuk kerja" kata boy "iya sampai nanti" kata jeny "bye" boy masuk ke dalam taxi lalu pergi jeny membawa tas belanja nya ke dalam rumah "ini sudah sore kenapa? " fikir jeny "aku telpon tidak ya iss katanya sebentar! sebentar apaan" kata jeny "bruumm... " jeny mendengar suara mobil dari luar "jeny.. " lisa datang dia melihat jeny sedang memasukkan sesuatu ke dalam kulkas "jen" kata lisa "apa sih! " kata jeny "kenapa kau marah pada ku? " tanya lisa "gak jelas" jeny duduk sambil memakan camilan "kau sudah makan? " tanya lisa "ini aku lagi makan" kata jeny "kau tidak akan kenyang makan ini ayo makan diluar" kata lisa "apa gila? " kata jeny "apa " kata lisa "ini sudah malam aku juga sudah kenyang" kata jeny "kau nyakin kenyang baik lah kita makan di sini kau mau aku memasak atau kita pesan saja" kata lisa "pesan saja" kata jeny "baiklah " lisa menatap roy "pesan makanan " kata lisa "baik nona lisa" kata roy.


keesokan harinya..

__ADS_1


lisa menatap ke arah tangga "kenapa lama sekali? " fikir lisa "kenapa kau di situ? " tanya jeny "menunggumu" kata lisa "joe sudah menelpon tadi" kata lisa "jangan bicara cepat jalan" kata jeny kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


joe memakai topinya sambil melihat diri nya di cermin "wah.. kau semakin terlihat tampan" kata bob "jangan bilang begitu nanti telinga nya naik dua meter" sahut Agnes "hahaha... betul juga tuh" kata bob "jangan berisik" kata joe "joe... buka pintu!!! " Agnes tersenyum mendengar suara jeny "iya iya" kata joe "Hai.. " kata Agnes sambil memeluk jeny "kalian sudah siap? " tanya lisa "sudah dong" kata bob "di mana boy? " tanya joe "ada di mobil ayo kita berangkat" kata lisa.


mereka berangkat menuju tempat wisata alam terlihat para pengunjung sangat menikmati pemandangan sekitar nya, pepohonan tinggi dan juga hijau, sungai jernih yang mengalir, tanaman berbunga yang berwarna-warni. jeny perlahan tersenyum melihat pemandangan di sekitar nya "kau suka? " tanya boy "suka" kata jeny sambil menatap boy "ayo teman teman kita naik ayunan itu" kata Agnes "kalian ini sudah dewasa gak malu ya" kata joe "hei nama nya juga wanita" kata bob "ayo jen" Agnes menarik jeny "ayo naik ayunan" kata Agnes "kau tidak ikut? " boy menatap lisa "lain kali saja, aku benci ayunan" kata lisa mereka bermain ayunan, naik perahu bersama, naik gajah, naik kuda, makan bersama dan juga berfoto "jeny memfoto seekor angsa putih yang sedang melompat ke dalam air lalu mengirim nya ke riki.


siang hari yang panas mereka mulai berkemas untuk pulang " ku rasa kita harus cari makanan aku lapar sekali "ucap bob " haa... kebiasaan buruk mu"kata Agnes "iya iya ayo kita cari tempat makan" kata lisa "kau terbaik" kata bob shin memasukan barang barang lisa ke dalam bagasi "tetap awasi sekitar" kata roy.


mereka berhenti di sebuah tempat makan bob tersenyum sambil membaca buku menu "kau pesan apa? " tanya boy sambil menunduk melihat jeny yang sedang memilih menu "kurasa yang ini saja" kata jeny "aku ramen yang ini" kata joe tak lama kemudian pelayan datang membawa hidangan yang mereka pesan "selamat makan" kata boy "selamat makan" kata yang lain boy mengambil sumpit nya mengaduk aduk ramen nya "um? " jeny menatap boy yang meletakkan daging ke piring nya "kau terlihat pucat makan lebih banyak" kata boy "benar tuh jangan sungkan jen, makan lah yang banyak" kata bob "sudah makan saja jangan bicara" kata joe. shin dan rai terlihat mengawasi sekitar sebagian bodyguard berjaga di mobil "uhh.. " jeny meletakkan gelas nya boy terkekeh "ini minum punya ku" kata boy "kebiasaan nya tidak berubah" kata boy dalam hati "tidak mau" kata jeny "ini" joe memberikan minuman nya ke jeny "umm.. aku ambil ini" kata jeny "ah.. kau belum mencoba minuman ku" kata Agnes "kau pesan rasa matcha jeny tidak suka itu dasar" kata bob "aku lupa" kata Agnes.


"aduh.. apa ini" kata nario

__ADS_1


"iya apa ini"


"cepat cepat keluar"


"uhuk.. uhuk"


boy ikut membantu membuka pintu dan membuka jaketnya untuk mengibas asap agar cepat menghilang "astaga apa ini" shin membuka jas nya juga "nona awas!!! " kata rai ketika ada mobil lain mengarah ke mereka shin berlari untuk melindungi lisa "awas jen" joe menarik jeny "lisa" kata boy "wuuizzzz" mobil itu melintas dengan cepat "pip.. pip.. pip.. " ada tiga benda yang di jatuhkan mobil itu "apa ini? " kata Agnes "menghindar itu peledak" kata shin "pip.. pip.. pip.. duuuaarrrrr!!!!! DUUAARR duaaarrr"


"jen kau baik baik saja? " tanya joe "um" jeny mengangguk "uh.. aku" boy terlihat sempoyongan "aku.. " boy jatuh "boy" kata jeny "bruk.. " beberapa bodyguard juga terjatuh tak sadar kan diri "shin!! " jeny melihat shin memegangi perut nya ada pisau yang menancap di perut nya "astaga" kata Agnes "hah.. lisa.. lisa" jeny tidak melihat lisa ada di sekitar nya "uh.. " joe juga ambruk "itu gas yang mengandung bius" kata rai "lisa kemana? " kata bob "ahh.. tidak.. lisa.. lisa" kata jeny "no.. nona ad--" shin ambruk ke tanah "dimana? " tanya jeny sambil menatap shin "ambulance tolong" kata bob "teman aku terluka tolong segera datang" kata bob jeny melihat ke dalam mobil namun lisa juga tidak di temukan "lisa.. " kata jeny dia mengeluarkan ponsel nya mencoba menghubungi lisa "jen" Agnes menunjuk ponsel lisa yang ada di dekat trotoar "ini milik lisa" kata bob "jangan jangan" kata jeny ambulance datang.


di rumah sakit...

__ADS_1


Agnes mencoba menenangkan jeny "jen.. hei.. ayo minum" kata Agnes "hirup hirup dia kaya nya sedang mengalami panic attack " kata bob "jen" kata Agnes "ahh.. " jeny mencoba menenangkan dirinya "hei jen" danmi datang sendirian dia segera menghampiri jeny yang terlihat mengalami sesak nafas bahkan kakinya terlihat gemetar "jeny kendalikan dirimu!! lihat aku" kata danmi "kakak.. " air mata jeny keluar "peluk aku" kata danmi "siapa dia" bisik bob "aku juga gak tau" bisik Agnes "kakak" jeny memeluk danmi "lisa hilang kak" kata jeny "iya tenang kan dulu dirimu" kata danmi "tarik nafas" kata danmi lalu dia membuka sebotol air "minum dulu jika kau tidak bisa mengendalikan diri mu aku akan pergi" kata danmi jeny meminum air yang di berikan oleh danmi setelah agak tenang jeny menceritakan semuanya "jadi lisa benar-benar hilang? " tanya danmi "iya dia hilang dan kau ini siapa? " tanya bob "dia teman nya lisa pelatih gym ku juga" kata jeny "aku akan telpon pam sebentar" kata danmi sambil beranjak pergi "kau ingin sesuatu? " tanya Agnes "aku ingin cuci muka di mana toilet nya" kata jeny "di sana ayo aku antar" kata Agnes "tidak papa aku sendiri aja" kata jeny sambil berdiri dan pergi. "byurr" jeny membasuh wajahnya "oke.. tenang" kata jeny sambil mematikan keran dan mengelap wajah nya dengan tisu dia melihat ponsel nya berbunyi "john" jeny bersandar di dinding ponsel nya kembali berbunyi terus menerus"halo" kata jeny "Hai jen " sapa john "kau baik baik saja kan jen, jangan bilang kau juga terluka karena ledakan tadi" jeny terdiam "jadi itu ulah mu!! " seru jeny "hei.. jangan marah kau mau melihat sesuatu? " tanya john "pertunjukan eksekusi mati " ucap john "di mana lisa!! " kata jeny "aku tidak tau" kata john "jangan berbohong john ini pasti ulah mu!! katakan pada ku!!! " seru jeny "iya dia di sini ****** itu akan ku eksekusi dua puluh menit dari sekarang" kata john "apa!!! jangan sentuh dia john!! " kata jeny "temui aku sekarang jika terlambat kau tidak akan bertemu ****** ini lagi oh.. ya datang sendirian " kata john "dasar Brengsek" seru jeny "anak buah ku sudah sampai di dengan gerbang rumah sakit kau cukup pergi ke sini dengan nya" kata john "jeny waktu terus berjalan" jeny langsung mematikan ponsel nya dan berlari "Agnes tidak boleh tau" jeny berlari ke arah lain secepatnya "mobil yang mana? " fikir jeny "nona jeny sebelah sini" fong melambaikan tangan jeny langsung masuk ke dalam mobil


"Tuhan lindungi lisa"


__ADS_2