Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
salah sasaran


__ADS_3

dengan wajah ceria jeny masuk ke dalam kantor "bagaimana acara semalam? " kata Daichi yang kebetulan ber pas pasan lewat di depan jeny "kakak kau mengetahui nya tapi kau tidak datang? " kata jeny "karena lisa bilang itu khusus untuk teman teman kalian" kata Daichi "kakak lihat" jeny menunjukkan jari manis nya "lisa memberikan nya pada mu? " kata Daichi "iya dia manis sekali" kata jeny "ah.. pantas saja muka mu terlihat begitu bahagia" kata Daichi "tentu " kata jeny "kalau begitu bahagia lah terus aku akan pergi ke luar sebentar" kata Daichi "baik" kata jeny.


"jadwal ku sangat padat sekali" kata lisa begitu melihat ponsel nya "benar nona" kata asisten nya "baik tidak masalah panggil roy ke ruangan ku" kata lisa "oke nona" asisten nya pergi "kak nano bilang akan membuat acara kecil kecilan untuk merayakan hari pernikahan nya dan aku di undang apa kau bisa menemani ku? " lisa membaca pesan dari jeny "akan ku usahakan, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya " lisa membalas pesan jeny "tapi jika kau sibuk tidak masalah aku akan pergi dengan yang lain semua rekan kerja ikut kok" roy masuk "roy nanti kau harus pergi menjemput jeny pulang" ucap lisa "siap nona " kata roy "jika nanti aku belum selesai kau harus menjaga nya ok" kata lisa.


di rumah boy..

__ADS_1


"jadi mereka sudah pacaran" kata jin "ya.. menurut ku itu tidak masalah" kata Jack "mereka terlihat begitu bahagia jadi aku bingung sekarang" kata jin "bingung apa? " kata boy "apa aku harus mencari pacar yang segender dengan ku atau yang beda gender dengan ku? " kata jin "hei bego bisa bisa nya malah berfikir begitu" kata Jack "jadi kalian kapan seperti lisa dia sudah mengalahkan kita loh dia dapat wanita sebaik jeny " kata jin "hah sadar diri goblok" kata boy "hum aku akan cari pacar nanti malam" kata jin "baik pria atau wanita yang akan kau cari nanti malam? " kata Jack "wanita lah" kata jin "kau harus lebih gagah lagi lebih laki kaya aku gini cool keren, tampan" kata boy "tampan dari mana? " kata jin "hahaha.. jangan terlalu jujur jin" kata Jack "menurut kalian aku tidak tampan ya? seharusnya kalian bersyukur punya teman tampan seperti ku" kata boy jin dan Jack langsung tertawa.


malam hari nya...


seorang wanita menuangkan sebutir pil ke dalam minuman lalu dia berjalan membawa minuman itu pergi ke sebuah meja "silahkan nona" kata wanita itu sambil meletakkan dua gelas tiga gelas minuman lalu dia pergi ke tempat yang sepi membuka rambut palsu nya "nona dim aku sudah melakukan apa yang kau minta " kata lop "bagus" kata dim di telpon.

__ADS_1


musik terdengar begitu keras orang orang pada menari dengan senang "jin antar minuman ini ke ruang VIP lantai dua nomor empat ya" kata Jack "ih.. baik lah" kata jin "jangan salah lagi ya" kata boy "tidak akan" kata jin sambil pergi membawa empat gelas minuman "dia fikir aku tidak ingat aku jelas ingat angka ruangan nya " kata jin sambil berjalan di tangga "BERSULANG!! " kata beberapa orang yang ada di tempat itu "aduh.. awas hati hati" kata jin "aku mau pesan minuman" kata seorang pria "oke " kata boy "permisi " jin masuk ke dalam sebuah ruangan "minuman anda datang" kata jin "Hai tuan boy" seorang kurir datang "aku paham kau akan datang dari jeny kan? " kata boy "iya snack kesukaan mu seperti biasa" kata kurir "oh.. kurir makanan itu datang aku harus merebut makanan boy hari ini" jin mempercepat langkahnya "boy aku datang" kata jin "aku yakin jin akan berkata boy aku ingin mencoba nya satu dan satu" kata Jack "tidak heran jin dan jeny itu hampir sama. sama sama suka makan camilan" kata boy "ouh... " jin tersandung kakinya sendiri "grebb" seseorang menangkap tubuh nya "aku tidak mau terbentur" kata jin "kau tidak akan terbentur" jin membuka mata nya baru dia sadari ada seseorang menangkap tubuh nya sehingga dia tidak jatuh jin menatap siapa yang menolong nya seorang pria tinggi, putih, tampan dan gagah "oh.. terimakasih tuan.. " kata jin "uh.... kau tinggi sekali dan juga besar " kata jin "lalu? " kata orang itu "uhm.. maaf aku harus pergi oh ya siapa nama mu agar aku lebih sopan" kata jin "aku hong su" kata hong su "oke tuan hong su terimakasih ya lain kali aku traktir minum" kata jin sambil pergi "ya Tuhan kenapa aku di lahir kan dengan tubuh mungil pria tadi besar sekali seperti gengster" kata jin "siapa dia? " tanya xie "dia teman nya tuan boy" kata hong su.


dengan dress merah jeny berjalan sambil membawa kado "kak nano" kata jeny "oh.. jeny" kata nano "hadiah untuk mu semoga kau suka" kata jeny "sama sama terimakasih sudah datang" kata nano "selamat ya semoga bahagia selalu" kata dim "terimakasih tuan dim sudah mau datang" kata nano "selamat ya kawan" kata beberapa rekan kerja yang lain nya "kak nona aku boleh makan cake nya? " kata jeny yang lain langsung tertawa "boleh jen makan saja" kata nano "kau sangat menggemaskan" kata dim dalam hati "ini sangat enak sayang sekali lisa sangat sibuk hari ini" kata jeny "boleh aku mencoba yang itu? " dim menunjuk cake mini dengan buah di atas nya yang ada di dekat jeny "ambil saja kak ini tidak perlu bilang makan saja habis kan" kata jeny "haha.. boleh ku katakan satu hal? " kata dim "apa? " kata jeny "kau mirip seseorang yang ku sayangi dia sangat menggemaskan" kata dim "oho.. kau sudah punya pacar ya diam diam" kata jeny dim hanya tersenyum.


lisa memperhatikan asisten nya yang berdiri "kau mau kemana? " tanya lisa "izin ke toilet dulu nona" kata asisten nya "iya pergilah jangan lama lama" kata lisa "ahh.. " client lisa terlihat memegang kepala nya "anda baik baik saja ? " kata lisa "entah kenapa kepala ku jadi sakit nona lisa seperti nya ada yang salah dengan minuman ku" kata wanita itu lop yang sedang mengawasi lisa langsung menepuk dahinya "sial salah sasaran" kata lop "hum.. pelayan tolong air mineral" kata lisa.

__ADS_1


musik di nyalakan beberapa orang mulai menari "kak nano kau dapat suami dari mana? " kata jeny "kenapa kau bertanya begitu? " kata nano "dia mirip orang china mata nya tenggelam" kata jeny "hahah jeny tidak boleh begitu" kata rekan kerja nya yang lain "aih .. apa aku salah bicara? “kata jeny " tidak papa tidak papa uh.. kau sangat menggemaskan aku ingin suatu saat nanti aku punya anak seperti mu"kata nano "uh... kak nano toilet di mana? aku rasa aku ingin ke toilet sekarang" kata jeny "ayo ayo aku antar" kata nano "terimakasih" kata jeny.


lisa mengambil ponsel nya "bright segera ke atas" kata lisa sambil berdiri "kau masih kuat? " kata lisa "aku benar benar merasa sakit sekali" kata wanita itu "kau bawa barang barang nya " kata lisa "iya nona" asisten lisa membawa barang barang milik client nya "anda kuat berjalan? bodyguard ku akan segera ke sini" kata lisa sambil berdiri dan berjalan di dekat client nya "uh??!! " lisa terkejut wanita itu pingsan "nona lisa" kata asisten nya "sial kenapa bright lama sekali? " kata lisa sambil memegang tubuh wanita itu "nona" bright datang dengan nario "jeny?" kata lisa jeny berdiri mematung menatap ke arah nya lisa buru buru menyuruh bright mengangkat wanita itu "jen" kata nano "jeny" lisa menghampiri jeny "kau.. kau ada di sini? jadi acaranya mu ada di sini juga.. hum.. maafkan aku " kata lisa "aku tidak sengaja memegang wanita itu karena dia pingsan mendadak, dia tiba-tiba sakit" kata lisa "tidak papa urus saja dulu" jeny memegang tangan nano "ayo kak" kata jeny "kau marah pada ku? " kata lisa "tidak kok aku tau keadaan nya rawat lah dia sampai bertemu di rumah" kata jeny sambil pergi "kau baik baik saja? " kata nano "tidak papa" kata jeny lisa mengusap wajah nya "mati aku" kata lisa.


__ADS_2