Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
pergi ke kuil Shaolin


__ADS_3

mobil berhenti di depan sebuah gerbang kuil fudo turun dari mobil dan langsung bicara dengan dua orang di depan gerbang tak lama kemudian fudo berbalik menatap ke arah mobil dia mengangguk pelan lisa mengerti dia langsung membuka pintu mobil "jen, ayo" kata lisa "hm? " jenuh Mengecilkan volume ponsel nya "kau akan diam di sini atau aku menggendong mu? " lisa menenatap jeny "berani sekali kau berkata seperti itu pada ku? " ujar jeny "memangnya ada yang takut dengan mu? " kata lisa "awas! " jeny mendorong lisa "duug..!! " jeny terkejut ketika kaki tersangkut di kursi mobil yang membuatnya jatuh menabrak lisa yang ada di depan pintu mobil "bruuggg" lisa terjatuh ke belakang dengan jeny di atasnya fudo langsung berbalik mendengar suara jeny "hah.. hah" lisa berusaha mengatur nafasnya melihat tubuh jeny di atas nya "sial, tubuhku tidak bisa bergerak" kata jeny "sial... aku bisa bisa.. menjadi api" kata lisa dalam hati "kakak... bantu aku" kata jeny fudo langsung berlari ke arah jeny dan membantu jeny berdiri "pantas juga riki bilang jeny akan jadi bayi sampai kapan pun" kata fudo dalam hati lalu dia membungkuk membenarkan tali sepatu jeny "kebiasaan ini jangan di ulangi lagi" kata fudo lalu dia berdiri mengusap kepala jeny "lisa ka--" jeny langsung menutup mulut fudo "ini salah dia, ayo! " jeny langsung pergi fudo menatap lisa "hm" lisa hanya mengangguk.


jeny langsung terdiam melihat puluhan orang sedang berlatih dengan tongkat, "hiaaaaaa" jeny melihat ada dua orang sedang berlatih di atas atap dengan kecepatan tinggi "wuahhh" kata jeny "halo" seorang pria datang menghampiri mereka "tuan kami ingin melihat lihat" kata fudo.


jeny melihat seorang pria memotong banyak bambu hanya sekali tebas dengan katana tiba tiba jeny tersenyum melihat itu "bagaimana caranya? " kata jeny "ini semuanya hanya perlu beberapa waktu untuk berlatih" kata pria itu "ajari aku sedikit" kata jeny "baik kemarilah " kata pria itu jeny mengangguk fudo terlihat cemas "pertama pegang katana nya seperti ini" pria itu membantu jeny lisa terlihat kesal ketika tangan pria itu menyentuh tangan jeny "jika kau tidak ahli bambu itu tidak akan terpotong semua" kata pria itu lalu dengan perlahan mengayunkan katana itu dan tidak semua bambu terpotong hanya empat bambu yang benar-benar terpotong.

__ADS_1


jeny melihat orang push up dengan dua orang di atas punggung nya "kakak aku mau seperti itu, aku push up kalian berdua naik di punggung ku" kata jeny "aih.. tidak tidak ayo cepat jalan" fudo menarik jeny, tak lama kemudian mereka istirahat dan di hidangan kan dengan aneka makanan "hum.. paman aku ingin memiliki itu" jeny menunjuk katana yang di pegang anak kecil pria tua itu tersenyum "nanti kau akan mendapatkan nya nak" kata pria itu "ayo silahkan di makan" kata pria itu.


setelah selesai makan mereka lanjut melihat lihat aktivitas di kuil itu "eh" fudo baru menyadari jeny tidak ada di samping nya "lisa di mana jeny? " lisa yang sedang melihat lihat bunga langsung menoleh ke arah fudo "loh, bukannya tadi dia ada di samping mu kak" kata lisa "aah.. ya ampun kemana dia" kata fudo.


fudo mencoba mengawasi sekitar nya "aduh.. guys kalian kemana aja" boy datang "haah kau yang lama. gimana masih sakit? " ucap lisa "tidak kok, udah gak sakit perut ku. tapi dimana jeny? " kata boy "dia menghilang ayo cari" kata lisa.

__ADS_1


abdian melihat Dev seperti orang gila "ada apa dengan mu? " tanya abdian "ini teror aku yakin benar benar ada yang meneror keluarga ku" kata Dev "hum? " joni menatap Dev "putra putra ku perlahan hilang satu persatu" kata Dev "permisi paket" ada suara di depan pintu "paket pak atas nama tuan Dev petter " kata kurir di depan pintu joni mengambil paket itu dan membawa nya ke dalam "kau pesan apa? " kata yang lain "tidak ada" kata Dev joni membuka paket milik Dev "SIAL!!! " joni terkejut sambil melempar isi paket itu semuanya juga terkejut foto foto seorang pria yang sudah tidak berdaya "siallll!!! " Dev berdiri "ini anak ke tiga ku " kata Dev.


fudo semakin mempercepat jalannya karena dia tidak menemukan jeny "sial sial kenapa aku bisa lengah" kata fudo. boy juga mulai terlihat cemas karena jeny juga belum di temukan "kemana sih anak itu" kata boy lisa juga masih mencari jeny "griittt" lisa membuka pintu terlihat di dalamnya patung besar lisa masuk ke dalam "astaga.. sudah habis beberapa jam masih belum ketemu juga" lisa duduk di depan patung itu "hei.. bisakah tunjukan ke mana jeny aku lelah banget" kata lisa "dia menyebalkan tapi aku semakin menyukai nya" kata lisa "griittt" lisa menoleh "lisa? " jeny melihat lisa yang melihat ke arahnya "jenyyy.... " lisa langsung memeluk jeny erat erat. "kau kemana saja" kata lisa jeny terdiam "ada apa dengan mu? " kata jeny sambil mendorong lisa "aku kwatir tau" kata lisa jeny menatap lisa dengan heran "kau berlebihan " ucap jeny "dengar jen, jangan menghilang lagi.. aku benar benar cemas" ujar lisa "haah" jeny berbalik "griittt" jeny terdorong lisa langsung menangkap jeny lisa menatap mata jeny tanpa berkedip sedikit pun "maaf" kata seorang pria di depan pintu "o.. ya ya tidak papa" kata lisa sambil mengangguk "ayo" lisa langsung menarik jeny pergi.


di dalam perjalanan boy menoleh ke belakang terlihat jeny sudah tertidur "aku lupa jalan menuju hotel" kata fudo "hum.. lurus kak" kata boy "oh.. baik lah" kata fudo lisa menoleh tubuh jeny bergerak terus "grebb" lisa menarik jeny agar bersandar kepada nya "mungkin kau mengira aku sangat berlebihan, tapi jujur aku melakukan ini semua tanpa ku sadari" kata lisa dalam hati sambil menunduk melihat wajah jeny. "nah itu kak belok kiri" kata boy fudo mengangguk akhirnya mereka sampai ke hotel boy membuka pintu mobil "hati hati" ujar lisa "hm" boy mengangguk.

__ADS_1


lisa membuka pintu kamar boy masuk ke dalam meletakkan tubuh jeny ke ranjang lalu pergi keluar. lisa membuka jaketnya nya "jeny.. ganti baju dulu" kata lisa "hum.. hm" jeny memeluk guling "tubuhmu debu biar aku bantu" ucap lisa sambil mengambil guling dari tangan jeny "dasar anak kecil" kata lisa lalu dia mengambil kaos lengan pendek untuk jeny "hum.. kau ngapain? " jeny membuka matanya "ganti baju dulu" kata lisa "tidak mau" kata jeny "aku memaksa" lisa menarik jeny "hum?? " jeny langsung duduk mengusap matanya "angkat tangan mu" kata lisa "enggak, awas sana" kata jeny tetapi lisa langsung menarik tangan jeny ke atas dan membuka baju nya "pakai ini" kata lisa "ck.. hih ganggu aja" jeny memakai kaos dan lanjut tidur "good night" kata lisa.


__ADS_2