Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
pelangi


__ADS_3

jeny melihat sekitar nya lalu berjalan ke arah pria berjas coklat yang sedang duduk santai, pria itu tersenyum melihat jeny duduk di depan nya "ku fikir kau tidak datang" kata pria itu "apa kau selalu membawa bodyguard mu kemana mana? " kata jeny "maaf mereka akan selalu ada di mana aku duduk" kata pria itu "tapi aku tidak suka" kata jeny "oh.. aku bisa menyuruh mereka pergi" kata pria itu jeny pun setuju. "kau tau jen aku terkadang ingin sendirian tapi para bodyguard itu tidak bisa meninggalkan ku" kata pria itu "hum bisa kita pesan makanan" kata pria itu "pelayan" pria itu mengangkat tangannya "siap tuan" kata seorang wanita berpakaian rapi sambil membawa buku menu "kau mau makan apa jen? " tanya pria itu sambil menunjukkan buku menu ke jeny "apa saja tapi aku tidak terlalu suka makanan pedas" kata jeny "baik lah aku pesan yang ini sama ini dan juga jus " pria itu menatap jeny "apel" kata jeny "jus apelnya dua dan berikan beberapa camilan terbaik" kata pria itu "oh ya john kenapa mengajak ku makan bersama mu? " Tanya jeny "tidak ada memang nya tidak boleh aku berteman dengan mu apa aku seburuk itu di mata mu? " tanya john "sampai sampai kau mengusir ku waktu di klub" kata john "bodyguard mu menyentuh kawan ku" kata jeny "makanan datang" pelayan wanita itu meletakkan semua yang john pesan "selamat makan" kata john jeny hanya mengangguk.


"ada apa? " boy melihat lisa menjadi tegang "jeny.. " kata lisa "ada apa dengan jeny? " kata boy lisa berbalik menatap boy "tidak ada aku cuma merindukan nya kita harus pulang besok" kata lisa "kau membuat ku berfikir buruk" kata boy "selamat malam boy" kata lisa "malam" boy pergi meninggalkan lisa. lisa menatap langit malam "bright.. dengar jangan tinggal kan dia sedetik pun" kata lisa "siap nona" kata bright "astaga jeny... apa sudah kau lakukan" ucap lisa.


keesokannya...


jeny berdiri di tepi kolam seorang diri dia tersenyum sambil menatap air jernih di kolam "hm.. semangat kakak, dan aku menyayangi mu" kata jeny "kalau begitu jangan lupa sarapan kakak akan berangkat kerja" kata riki "baiklah semoga beruntung" kata jeny sambil memutuskan panggilan. cika menatap pintu rumah jeny "masuk tidak ya.. " kata cika "tapi aku harus memeriksa kondisi jeny riki juga meminta ku untuk melihat jeny bagaimana aku bisa berbohong kalau aku melihat jeny padahal aku tidak melihat nya huff.. aku harus masuk" kata cika "griitt" cika terkejut melihat rita membuka pintu "Hai nona cika" kata rita "bibi jeny ada? " kata cika "ada dia sedang di kolam renang menelpon kakak nya" kata rita "baik bibi" kata cika "masuk saja nona" kata rita cika mengangguk. jeny menatap ponselnya lalu tersenyum aneh "byur!! " ponsel itu jatuh ke dalam air cika terkejut melihat apa yang di lakukan jeny "jeny apa yang kau lakukan? " kata cika jeny menatap cika yang berdiri di samping nya "kenapa-kau-ada-di-sini! " ujar jeny "apa yang kau lakukan aku melihat mu menjatuhkan ponsel mu dengan sengaja" kata cika dia semakin merasa tidak nyaman ketika wajah jeny yang semula datar menatap nya tiba tiba tersenyum lebar "ini bukan kau jeny? apa yang terjadi? " kata cika "PERGI DARI RUMAH KU!! " seru jeny dengan wajah marah "berani sekali kau masih datang kemari!! kau tidak boleh datang kemari" kata jeny "aku tidak ada niat apapun kecuali ingin melihat mu" kata cika "dan aku terkejut melihat kau begini" kata cika "cih.. kau ingin mengambil kakak ku kan? kau ingin kakak ku kan? kau ingin merebut kakak dari ku!! " kata jeny "kau selalu mencari alasan agar dekat dengan nya!!! kau memberi ku obat dan lainnya agar bisa dekat dengan nya! " kata jeny "jeny.. jeny... aku sungguh tidak menyangka kau mengucapkan kalimat seperti ini, aku tidak membawa apapun lagi sungguh" kata cika "kalau begitu pergi sana PERGI DARI RUMAH KU" kata jeny "aku tau keinginan mu" kata jeny "apa yang kau fikir kan aku sama seka--" kata cika "sama sekali mengganggu ku!! kau sudah di usir bukan? " kata jeny "ini bukan kau jeny? apa yang kau fikir kan? ini bukan jeny? kemana jeny yang dulu? kenapa kau harus bersandiwara" kata cika "PERGI SEKARANG!! " kata jeny sambil mengambil gelas jus nya "jeny!! " lisa datang dia segera mengambil gelas itu dari tangan jeny "kau" boy terlihat marah melihat cika "boy" jeny menunjuk ponselnya yang di dalam air "ponselku" kata jeny "berani sekali kau kembali mengganggu nya lagi? kau lihat ponselnya masuk ke dalam air ini pasti ulah mu" kata boy "tidak boy.. percayalah padaku jeny sedang bersandiwara da--" cika melihat jeny kembali tersenyum "lihat boy lihat wajahnya" kata cika "dia selalu merasa tertekan karena mu! " kata boy "PERGI SEKARANG ATAU AKU TELPON POLISI" kata boy cika tidak punya pilihan selain pergi "biar aku ambil ponselnya" kata boy sambil membuka bajunya lalu masuk ke dalam kolam mengambil ponsel jeny "bagaimana boy" kata lisa "kelihatan nya tidak bisa di selamat kan lagi" kata boy sambil naik ke atas kolam "padahal aku masih menelpon kakak" kata jeny sambil pergi "hei jen" boy mengikuti jeny "nanti kita cari ponsel lagi" kata boy "tidak aku tidak mau" kata jeny "tapi kapan kenapa kau menghilang dari beberapa hari lalu? " kata jeny "aku menemani lisa" kata boy "kau membantu nya? " kata jeny "oh.. tidak aku hanya Menemaninya" kata boy "ini yang kau mau" lisa meletakan sebuah katana di atas meja jeny terkejut lisa mendapatkan nya "ini kamera ada vidio dimana chin menerima sepuluh ribu bunga dari ku" kata lisa "jangan berbohong" kata jeny "aku saksinya" kata boy "putar video nya jen" kata lisa jeny mengambil kamera itu terlihat banyak bunga yang di bawa lisa dan chin putri son menerimanya dengan senyuman membuat jeny kehabisan kata kata. "jadi kau memaafkan ku kan? " kata lisa jeny meletakan kamera itu "bagaimana bisa tuan son memberikan katana kesayangan nya pada lisa" fikir jeny "tidak" kata jeny lisa mengerutkan dahinya "aku sudah melakukan apa yang kau minta" kata lisa "dan itu bukan berarti aku memaafkan mu" kata jeny "jeny kena--" kata boy "kenapa? aku tidak mengatakan hal yang salah" kata jeny "tidak papa.. jika kau belum memaafkan ku" kata lisa "tapi lisa kau sudah berusaha" kata boy "dan kau sampai tidak tidur karena mencari bunga" kata boy "boy.. jeny sedang dalam kondisi yang tidak stabil emosi dan amarah nya belum dapat di kendalikan kita harus memahami nya" bisik lisa "baiklah kau mau pulang lisa? " tanya boy "ada baiknya dia pulang" kata jeny boy menatap jeny "bukan kah kau bilang dia tidak tidur? jadi biarkan dia pulang" kata jeny "oh.. kau benar lisa kau bisa ke atas untuk tidur" kata boy "apa? ini rumah ku" kata jeny "dia kelelahan karena ulah mu biarkan dia istirahat di sini malam dia baru pulang aku juga akan diam di sini kau tidak keberatan dengan keputusan ku" kata boy "hum" jeny mengangguk.


malam harinya...


lisa menatap kamar jeny tak ada suara yang terdengar dari pintu kamar itu "griitt" jeny menatap lisa yang ada di depan pintu kamarnya "ha.. Hai" kata lisa jeny menutup pintunya "ei jen" lisa memegang tangan jeny "cepat turun dan pergi pulang" kata jeny "tidak bisakah aku memeluk mu" kata lisa "aku merindukan mu" kata lisa "jen!! lisa makanan siap" kata boy jeny menarik tangannya lalu pergi .

__ADS_1


boy memberhentikan mobil nya "maaf atas prilaku jeny ya" kata boy "tidak papa jeny memang begitu aku sudah mengerti" kata lisa sambil keluar dari mobil "terimakasih ya aku pulang dulu" kata boy "ya" kata lisa.


"bugg... buggk" jeny memukuli manekin di depannya "ayo lebih kuat jika kau memukul dengan seperti itu percayalah bodyguard bodyguard itu hanya akan tertawa" kata pria yang duduk di kursi "kak danmi aku sudah lelah" kata jeny "ayo lagi ini baru jam delapan kau sudah kehabisan tenaga haha kalau begitu urung kan saja niat mu" kata danmi "astaga.. " jeny lanjut memukuli manekin di depannya "sekarang lawan aku" danmi membuka kemeja nya "kalahkan aku" kata danmi "baik" kata jeny.


malam semakin larut sebuah mobil merah berhenti di tepi jalan "kau yakin turun di sini? " tanya danmi "ya.. aku akan cari taxi" kata jeny "kau gila ini hampir jam dua belas" kata danmi "apa yang salah kau melatih ku untuk menjadi seorang pemberani bukan pengecut aku akan pulang" kata jeny "bagus lah aku bangga padamu" kata danmi sambil melambai ke jeny lalu pergi.


lisa menarik selimut nya menyalakan lampu "kenapa aku tidak bisa tidur? " kata lisa lalu dia mengganti bajunya dan pergi keluar kamar "nona ada apa? " kata sai "dimana bright" kata lisa "dia belum pulang" kata shin lisa mengeluarkan ponselnya "bright kenapa kau tidak pulang? bukan kah jeny sudah tidur" kata lisa.


sepanjang perjalanan jeny tidak mengucapkan apapun dan orang itu hanya memperhatikan jeny bright menghentikan mobil orang yang tak lain adalah lisa membuka pintu jeny segera keluar lisa mengikuti nya "tap"lisa menahan pintu yang hendak di tutup oleh jeny " lepaskan pintunya "kata jeny " tidak"lisa memegang tangan jeny lalu mendorong pintu itu lisa menatap jeny tanpa berkedip "ini rumah ku kau harus pergi" kata jeny "kau belum menjawab pertanyaan ku tadi" kata lisa "tidak perlu" kata jeny "apa yang kau lakukan di jalan malam malam begini" kata lisa "kenapa kau tidak tidur? " kata lisa "kenapa kau jadi mengatur ku? apa urusan nya? " kata jeny "karena aku kawatir padamu!aku mencemaskan mu" kata lisa "kau tidak percayakan" lisa berjalan mendekati jeny "mundur! " kata jeny "pegang dadaku" lisa menarik tangan jeny lalu menempel kan nya di dada nya "bahkan jantung ku bisa membunuh ku karena berdetak cepat dan semakin cepat! " kata lisa "karena cinta ku begitu besar sampai sampai aku mau mati jen" kata lisa jeny terdiam "tatap aku jen" kata lisa "pergi dari ku" jeny mendorong lisa "cobalah untuk menatap mata ku jen dan cobalah merasakan apa yang ku rasakan cinta yang besar, kasih sayang yang besar" kata lisa "kenapa kau berada di sana malam malam begini? dan kau tau aku menunggu jawaban mu" kata lisa "kau lihat apa dampak nya wanita wanita sialan itu mengganggu mu" kata lisa "apa yang salah" kata jeny "kau bercanda? pertama mereka mengganggu mu mereka ingin mengambil mu dari ku jelas itu salah!! ke dua kau pergi tidak memberitahukan pada ku apalagi malam malam begini entah apa yang kau lakukan! ketiga aku cemburu!! aku sangat mencintaimu jen" kata lisa "itu salah" kata jeny lisa mengerutkan dahinya "salah? apa yang salah? " kata lisa "kau salah lisa, aku normal tentu saja salah jika kau mencintai wanita normal seperti ku dan yang harus kau tau aku membenci orang orang seperti mu" kata jeny "dan kenapa kau tidak pergi dengan kekasih mu yang menculik ku? bukan kah kalian pernah tinggal bersama? dari juga mengatakan kalau kalian saling mencintai satu sama lain dan akan menikah! oh ya aku juga ingat dia mengatakan hal yang sama sambil memelukmu di toko itu" kata jeny lisa terdiam sesaat "adsila bukan apa apa itu hanya masa lalu dan itu terjadi sudah lama aku tidak mencintai nya tapi mencintai mu" kata lisa "simpan cintamu karena sampai kapan pun aku tidak akan membalas sedikitpun cinta mu! aku tidak membutuhkan nya" kata jeny "apa kau pernah mendengar kisah cinta orang ini" lisa menunjukkan sebuah foto di ponselnya "awalnya si wanita bilang dia tidak butuh cinta karena yang satu hidup di dalam badai yang gelap dan menakutkan pria ini mencoba menariknya menuju pelangi yang indah yang membawa kebahagiaan" kata lisa "kau lupa dia seorang pria dan kau wanita kau tau perbedaan nya kan satu lagi itu hanya film yang bodoh dan buruk seperti diri mu " kata jeny "apa yang salah dari wanita yang menyukai wanita" kata lisa "cinta tidak salah jen, cinta ini dari tuhan" kata lisa "aku sudah mengantuk lebih baik kau pergi" kata jeny "aku tidak pergi aku akan tetap di sini bahkan kau belum menjawab pertanyaan ku mengapa kau berada di jalanan ta--" kata lisa "karena aku gelisah aku butuh ketenangan apa yang bisa ku lakukan? kau ingin aku kembali ke tempat boy meminum banyak akohol? apa aku harus minum obat lagi tapi aku tidak bisa aku tidak memiliki keduanya. aku merasa tidak tenang dan gelisah aku harus keluar mencari ketenangan aku juga bosan" kata jeny "apa ka lupa aku penderitaan depresi yang tiap saat berubah ubah aku tidak seperti mu atau yang lain nya aku terkadang merasa aku butuh ketenangan meskipun suasana di rumah tenang" kata jeny "kau dapat jawabannya sekarang pergilah " kata jeny "tidak" kata lisa "aku akan menjaga mu " kata lisa "aku bisa menjaga diri ku sendiri lihat pintu itu. buka lalu tutup dari luar" jeny pergi menaiki tangga lisa mengusap wajahnya lalu berjalan ke arah pintu "bright kau bisa pulang aku akan tetap di sini jemput aku pagi ya" kata lisa.


keesokannya....

__ADS_1


jeny membuka matanya mendengar suara ketukan dari pintu nya "bibi.. ada apa" jeny membuka pintu "hum? " jeny mengusap matanya "aku mau mandi tapi sabunnya habis jadi aku ingin mandi di kamar mu" kata lisa "apa kau bilang! " jeny langsung ingin menutup pintu tapi lisa segera menahannya "kenapa kau ada di rumah ku!! " jeny mundur di saat lisa masuk ke dalam kamarnya "aku bilang kan aku akan menjaga mu " kata lisa "aku tidak butuh!! pergi sana! " kata jeny "aku baru membantu bibi masak bau tubuhku bisa membuat mu pingsan" kata lisa "eh.kau mau apa? " kata jeny "mandi" kata lisa "tidak!! " jeny menghalangi jalan agar lisa tidak masuk ke dalam kamar mandi nya "aku tidak mau kau memakai sabun ku" jeny menarik tangan lisa dan membawa ke luar "bibi apa tidak ada sabun lagi? " kata jeny "sabun? tunggu ya " rita memeriksa stok sabun "masih ada " kata rita "kau lihat itu" kata jeny sambil berbalik "uh? " jeny tidak bisa melanjutkan langkah nya lalu melihat ke arah tangan nya lisa menggenggam erat tanganya "apa maksud mu? " kata jeny "apa? " kata lisa "kau tadi menarik tangan ku jadi aku sekarang menggenggam nya apa kau merasakan sesuatu? " kata lisa "getaran cinta" kata lisa "**** you" jeny memberikan jari tengah ke lisa tetapi lisa hanya tersenyum "terus saja tersenyum" jeny menarik tangan nya tetapi lisa semakin erat menggenggam nya "greet" lisa terkejut "aaahhh.. aw jen aduh" kata lisa sambil meringis kesakitan ketika jeny menggigit tanganya "aduuhh.. " kata lisa sambil melihat jeny pergi dia melihat kembali ke arah tangan nya lalu mencium tangan nya "apa ini gara gara dia menonton film Naruto itu? " fikir lisa.


rita meletakkan beberapa makanan ke atas meja dan juga beberapa camilan, "kau akan ke kantor lisa? " tanya rita "iya bibi tapi siang" kata lisa sambil melihat jeny dengan kaos hitam datang "jeny makanan sudah siap" kata rita sambil pergi keluar rumah untuk menyapu "kau akan kemana sehabis sarapan" kata lisa jeny tidak menjawab dia terus makan tanpa melihat lisa sedikitpun. tak lama kemudian lisa berdiri membereskan piring piring jeny memakai kaos kakinya "kau mau jogging? " tanya lisa jeny berdiri mengambil jus nya di meja "hei nona kau sombong sekali" kata lisa sambil sedikit memiringkan kepalanya memperhatikan jeny "kenapa kau masih diam di sini dan bahkan sarapan di rumahku bukan kah aku sudah mengusir mu" kata jeny "tidak ada kau mengusir ku kau bilang tutup pintu dan temani aku tidur" kata lisa sambil tersenyum "bagaimana kita jalan jalan" kata lisa sambil perlahan mendekati jeny "mau apa dia? " jeny berbalik dan melihat lisa semakin mendekati nya "kau terlihat ingin pergi boleh aku tau kemana kau akan pergi anggap saja aku bukan sok ikut campur urusan mu tapi anggap aku hu... m teman mu tapi eh bukan hum.. anggap aku dan kau masih masa pdkt" kata lisa sambil menyudutkan jeny di meja lisa meletakkan tangan ke sisi jeny "mungkin sekarang kau tidak mencintai ku ya tidak papa" lisa tersenyum "tapi aku tetap mencintai mu dan-" lisa mendekatkan wajah nya ke jeny "oh sial"fikir lisa karena ponselnya berbunyi jeny menatap lisa " kak riki"kata lisa "berikan ponsel mu pada ku" kata jeny "eh" lisa mengangkat tinggi tinggi ponsel nya "dia menelpon ku bukan dirimu" lisa segera berjalan menjauh "eh.. tapi.. tapi tetap saja dia kakak ku" jeny berjalan mengikuti lisa "halo kakak aku baik baik saja bagaimana dengan mu" kata lisa "aku juga baik lisa ngomong ngomong kau sedang ada dimana? " tanya riki lisa melihat jeny berjalan ke arahnya dia langsung tersenyum lisa mejauhkan ponsel nya lalu menatap jeny "jangan ganggu aku, aku sedang sibuk dengan kakak ku" kata lisa "apa katamu berikan ponselmu" kata jeny "tidak" lisa menarik pintu lalu menguncinya dari luar "apa?? " kata jeny "kakak aku ada di rumah" kata lisa sambil menyalakan speaker ponsel nya "hum.. ponsel jeny tidak dapat di hubungi aku sedikit cemas bisakah kau menemui adikku" kata riki "aih.. kakak jangan kan menemuinya jika kau minta aku serumah dengan nya aku gak keberatan" kata lisa "hei.. kau mencari kesempatan" seru jeny "terimakasih kasih lisa tetapi jika kau tidak sibuk kau bisa temani jeny di rumah nya dia sendirian hum.. bisa kah kau menemui jeny aku merindukan nya" kata riki "oh tentu kakak" kata lisa jeny terlihat kesal "soal banget kenapa kakak harus menelpon lisa kan ada boy" jeny bersandar di Pintu "kakak mau aku menemui nya sekarang atau nanti? " tanya lisa "kau sedang mencoba bercanda padaku lisa" kata riki "hehe baik kak aku akan datang" lisa membuka pintu "aih!! " jeny terkejut "awas" lisa menangkap tubuh jeny yang hampir terjatuh lisa menatap wajahnya jeny "rasanya aku ingin mencium mu jen" kata lisa dalam hati "uh! " jeny lang6 menarik diri nya lalu mengambil ponsel lisa "kakak" kata jeny "ouh.. jeny.. bagaimana bisa lisa secepat itu" kata riki "kakak.. dengar jangan telpon lisa" kata jeny "hum.. apa ada masalah? " tanya riki "tentu aja ada aku dan lisa tidak berteman, kau bisa telpon boy kau tau lisa suka bertindak seenaknya" jeny melirik lisa "ummmach" lisa memberi jeny ciuman udara "anak gila" fikir jeny "memangnya apa yang lisa lakukan? " kata riki "banyak hal kakak dan itu membuat ku kesal dia selalu sok tau, dan banyak bicara, dan juga bertindak seenaknya kakak tau dia datang dan tidak mau pergi aku risih tau" kata jeny "astaga aku akan menegur nya" kata riki "tidak usah pokoknya kau jangan bicara pada nya dia itu jahat" kata jeny "baik baik sesuai permintaan mu" kata riki "aku menelpon lisa Karena ponsel mu tidak bisa di hubungi" kata riki "ponsel ku mati masuk ke dalam kolam" kata jeny "kenapa bisa? " kata riki "aku terkejut saat psikolog kejam itu tiba-tiba muncul" kata jeny "cika? " kata riki "jangan sebut namanya aku muak" kata jeny "baik baik aku akan memarahinya" kata riki "jadi kau akan membeli ponsel baru" kata riki "tidak" kata jeny "kenapa" kata riki "aku mau kau yang menemani aku membeli ponsel" kata jeny "baik lah aku akan cepat pulang" kata riki "dan ingat jangan telpon lisa" kata jeny. setelah beberapa jam kemudian jeny meletakan ponsel yang dia pegang ke atas meja "kau terdengar humoris saat bicara dengan kakak mu kenapa dengan ku kau sedingin salju" kata lisa sambil mengambil ponsel nya "karena kau bukan kakak ku" jeny memakai sepatunya "bagaimana kalau kita ke pabrik coklat" kata lisa "bibi" kata jeny "iya" rita datang "lisa bilang ingin makan dia mangkuk ramen tolong buatkan" kata jeny "baik" kata rita "apa? " lisa menatap jeny "nikmati ramen nya" jeny keluar lalu menutup pintu "kau mau ramen rasa apa? "kata rita " hum.. bibi tidak usah aku akan pergi saja"kata lisa "hei kau bilang apa ayo duduk aku akan buatkan" kata rita sambil tersenyum.


jeny terus berlari sepanjang perjalanan "aku harus cari cara agar lisa menjauh dari ku jika tidak dia bisa mengganggu rencana ku bagaimana cara nya ya" kata jeny "brumm!! " mobil merah perlahan mendekati jeny "kenapa kau berlari? " dan minta menurunkan kaca mobil "ahh.. ternyata kau " kata jeny "ayo masuk" kata danmi jeny melihat sekitarnya lalu masuk ke dalam mobil "bisa traktir aku coklat panas aku ingin makan coklat yang banyak" kata jeny "di kulkas ku sudah ada" kata danmi.


danmi membuka beberapa box sementara jeny memilih milih coklat di dalam kulkas "cepat jen! " kata danmi "iya kak bentar" kata jeny sambil menutup pintu kulkas "apa itu? " kata jeny "ini senjata kau harus mengisinya dengan peluru seperti ini dan" kata danmi "dorr!! " jeny terkejut melihat kepala manekin hancur "woaahh" kata jeny "kau menyukai nya" kata danmi "tidak aku terkejut tau" kata jeny "suara nya membuat telinga ku tuli" kata jeny "kau akan terbiasa kita akan berlatih pakai ini" kata danmi.


lisa meletakan sumpit yang baru dia pakai lalu mengangkat dia mangkuk di atas meja dan membawa nya ke dapur "aduh... perutku rasanya mau meledak" kata lisa lalu dia menyalahkan keran dan mulai mencuci mangkuk itu.


Agnes memasukan apel ke dalam blender sambil menuang jus alpokat ke dalam gelas "jus nya udah jadi? " kata bob "udah antar lah hati hati awas tumpah" kata agnes. "mana ramen nya" kata joe "tunggu ya" kata Agnes sambil mengambil beberapa mangkuk ramen dan meletakkan nya ke atas nampan "hati hati" kata Agnes sambil tersenyum "pengunjung semakin ramai kapan aku bisa menemui jeny pasti dia sendirian" kata Agnes.

__ADS_1


danmi meletakkan senjata yang dia pegang ke dalam box "ini berat sekali" kata jeny "mungkin pakai pistol kecil lebih baik" kata danmi "iya kak lebih ringan" kata jeny sambil duduk di lantai "aihh!! " danmi terkejut mendengar suara jeny "ada apa? " kata danmi "aku terkejut melihat itu" jeny sambil menunjuk arah lampu di sudut ruangan "itu hanya lampu apa yang kau kaget kan" kata danmi "warna nya" kata jeny "ya itu lampu yang memantulkan cahaya pelangi kalau off warna pelangi nya terlihat kecil kalau on ruangan ini akan bagus" kata danmi "aku dulu suka pelangi sekarang tidak" kata jeny dia kembali teringat lisa "kenapa" kata danmi "aku sedikit tidak nyaman gara gara seseorang kak" kata jeny "hum.. kedengeran nya aneh" danmi membuka sebotol minuman "kak menurut mu hum.. wanita mencintai wanita itu bagaimana" kata jeny "buff.. uhuk.. uhuk" danmi tersedak "apa kau menyukai seorang wanita? apa kau memiliki pacar wanita? " kata danmi "kakak kau membuat ku merinding" kata jeny " aku menyukai nya aku suka melihat wanita menyukai wanita "kata danmi " gluk"jeny menelan liur nya "pelangi itu ada di dekat ku juga" kata jeny dalam hati "kakak apa kau tidak waras? " tanya jeny "apa yang salah? rasa cinta itu wajar tau jika kau menyukai wanita kenal kan padaku kau akan menambah semangat ku" kata danmi "kenapa orang yang satu ini juga tidak waras" fikir jeny "ya ya.. terserah tapi kakak.. bagaimana caranya agar seseorang yang menyukai kita menjauh" kata jeny "gampang saja usir dia, dan cari alasan lain" kata danmi "sudah tapi dia tidak mau menjauh" kata jeny "apa ada yang mengejar mu" kata danmi "ada dia bernama lis--" danmi menatap jeny "gawat aku gak boleh sebut nanti kak danmi melakukan hal gila bukan kan dia mengatakan kalau dia menyukai hubungan wanita dan wanita" kata jeny "lis apa beri tau padaku aku akan menghajar nya" kata danmi "kakak dia banyak bodyguard nya" kata jeny "kau fikir aku takut tapi dia wanita atau pria kalau wanita aku akan lihat dulu seperti apa" kata danmi "lupakan dia juga menyukai pelangi sama seperti mu aku takut kalian malah berteman" kata jeny "apa yang salah dengan pelangi? " kata danmi sambil melihat jeny memakai sarung tinju nya kembali dan berjalan menghampiri satu manekin "ayo kakak latihan lagi jangan bahas pelangi" kata jeny "kau yang mulai " danmi berdiri lalu memakai sarung tangan nya dan kembali melatih jeny seperti biasa.


__ADS_2