Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
deman


__ADS_3

Riki menatap dirinya sendiri di cermin dia melihat luka di pinggang nya "aku hanya ingin adikku kembali"ucap riki lalu dia duduk di tepi ranjang melihat foto nya dan jeny saat jeny ber usia empat belas tahun "kakak kau percaya pada ku kan kalau aku tidak melakukan apapun aku hanya ingin menolong teman ku" "kakak ayo main bersama" "kakak teman ku jatuh ke air aku tidak bisa menolongnya tolong dia kak dia nanti tidak bisa bernafas" "kakak aku tidak bersalah paman bertopi tadi memecahkan kaca mobil ayah " "ayah ayah bangun ayah ayah!!!" "kakak !!! Jangan sentuh kakak ku" riki mengeluarkan air mata "adik ku adikku kenapa begini tadi dia bisa bicara?"teringat saat dia melihat jeny yang kaku "adik mu sedang syok berat jadi dia mengalami kelumpuhan syaraf"kata dokter "tidak tidak mau tidak tolong pergi"dia teringat jeny lari saat melihat riki mendekat "kakak aku pembunuh mereka bilang aku pembunuh" "kakak ayah ke mana sebenarnya?" "tidak tidak aku tidak mau bunga itu"riki menarik nafas "tolong jangan buat adikku menderita lagi tuhan"kata riki "kakak teman ku tenggelam tolong"dia juga teringat saar di kolam beberapa hari lalu "kakak!!! Kau bilang mau bikin pizza untuk ku "seru jeny di pintu kamar nya "iya iya"kata riki sambil mengembalikan foto yang dia pegang ke tempat semula lalu dia keluar dia melihat jeny dengan membawa mangkuk "aku akan membantu mu"kata jeny "baik ayo kita buat"kata riki lalu merangkul adik nya dan berjalan ke dapur dan mulai mengelola adonan "berikan aku tepung sedikit lagi"kata riki "baik"jeny mengambil tepung dengan tangan nya "kau belajar dari mana buat piza ?"tanya jeny "dari mana ya"kata riki "ya ampun ternyata kakak ku sudah tua ya dan sudah pikun"kata jeny "hei kau bilang apa"riki mengoles tepung ke tangan nya "panas kan aku punya kipas mini"kata jeny "ooh tidak tidak"tapi terlambat tepung sudah berterbangan.


Malam hari nya riki menemani jeny menonton tv "astaga kak snack boy belum ku antar aku akan pergi sebentar"jeny memakai kemeja nya lalu memakai topi "hei hei hati hati ayo aku antar"kata riki "baik ayo" mereka pergi dengan naik motor sesampainya di sana jeny langsung masuk jeny tersenyum ketika melihat emi dan abi berada di sana itu tandanya xie dan hong su ada di rumah boy "wah kerhormatan besar untuk mu kak"kata boy sambil menjabat tangan riki "ini snack mu"kata boy "kau tidak pesan minum"kata jack "kami akan langsung pulang sebentar lagi akan turun hujan"kata riki "kak aku mau minum"bisik jeny "tolong sebotol anggur kami akan minum di rumah"kata riki.


Di jalan riki seperti merasakan ada benda panas yang menempel di punggung nya "pegangan jen"kata riki sambil menarik tangan adiknya ke pinggang nya walaupun pinggang nya ada luka "kak aku merasa sangat lelah"kata jeny "sampai di rumah kau langsung istirahat"kata riki.

__ADS_1


riki panik tubuh jeny panas dia sudah mengompres jeny tetapi panas tidak kunjung reda "kak aku pusing nih"kata jeny "tunggu kakak ambil obat"kata riki lalu dia pergi mengambil obat "minum lah dan tidur"kata riki "ini pasti karena dia tenggelam di kolam"fikir riki lalu dia mengusap ngusap kepala jeny namun jeny kembali terbangun "kak aku tidak bisa tidur "kata jeny "aku belum minum obat di botol itu jadi bagaimana aku bisa tidur"kata jeny "oh baik lah"riki mengambil obat dari cika lalu memberikan nya ke adiknya jeny diam menatap kakak nya yang duduk di dekat nya "kakak berbaring lah di dekat ku"kata jeny "kenapa ada yang sakit lagi ya?"kata riki dengan lembut "kau itu jarang berada di rumah jadi hari ini tidur lah di dekat ku temani aku hari ini"kata jeny "baik sesuai dengan permintaan mu ratu kecil ku"riki naik ke ranjang dan berbaring di dekat jeny "sekarang pejam kan matamu tidur lah"kata riki sambil menyelimuti adik nya "good night"kata riki tetapi tidak ada jawaban dari jeny dia sudah tidur pulas "cuma kamu yang aku punya"kata riki sambil mencium kening jeny dengan lembut.


"dia masih tidur"kata bob sambil menuruni tangga "iya panas nya juga sudah agak reda"ucap joe "tapi aku belum lihat"kata agnes "kau kalau masuk nanti pasti berisik lebih baik diam di sini saja"kata bob "sudah sudah jangan berisik"kata dea "iya nanti jeny dengar kan istirahat nya jadi terganggu"kata ezra "mari makan ini sudah siang aku sudah menyiap kan makanan"kata riki "wah kebetulan sekali"kata bob "kau ini bikin malu"kata agnes "tidak apa ayo makan"kata riki "kakak kak riki"boy masuk "sini boy makan bareng"kata riki "aku bawa teman ku kak"kata boy "tidak apa suruh saja masuk"kata riki dengan senyuman manis nya "ayo"kata boy lalu mereka makan bersama 'ting' "aku permisi sebentar "kata riki lalu dia menjauh untuk mendengar pesan suara dari temannya "aku menemukan flash disk nya semua bukti ada di dalam dan juga aku menemukan ponsel tua yang berisi rencana pembantain keluarga mu semua lengkap aku sedang menyembunyikan nya mereka terus memburu ku kau kapan kembali oh ya aku menemukan foto kecil adik mu"wajah riki menjadi serius "bertahan lah dan terus sembunyi aku akan segera kembali"kata riki .


"kak aku akan pulang duluan ada meeting siang ini"kata ezra "iya tidak apa terimakasih sudah mengunjungi adikku"kata riki sambil mengantar ezra dan dea keluar. "kak aku juga pulang ya hari ini aku shiff siang "kata agnes "hum agnes tunggu"riki melihat joe "kalian membiarkan seorang wanita pulang sendiri?"kata riki "aku sudah menduga"kata bob "hum biar aku antar kak lisa pinjam mobil mu ya"kata boy "terimakasih boy"kata riki lalu dia duduk "kau kerja apa sekarang bob?"tanya riki "ah biasa bantu bantu paman liam"kata bob "hum maaf apa aku boleh menjenguk jeny ke atas?"kata lisa "oh boleh boleh"kata riki "kak kau tidak bertanya tentang ku?"kata joe "aku sudah tau banyak tentang mu tapi gimana dengan kakak mu?"kata riki "dia sudah mengenal ku tapi tetap saja dia harus di rawat di rumah sakit jiwa"kata joe "lalu kakak gimana"kata bob dan joe bersamaan.

__ADS_1


"ini tidak lucu"kata jeny saat makan malam "nama nya juga kerjaan jen"kata riki "jadi besok kau akan pergi lagi"kata jeny "iya aku harus pergi maaf"kata riki "pergi saja"jeny langsung pergi "kau belum menghabiskan makanan mu"kata riki "tidak lapar"kata jeny.


Riki membuka pintu kamar jeny "kau marah ya ampun"riki masuk "berhentilah marah makan dulu yuk aku membawa makanan mu ke sini"kata riki "kenapa kau cepat sekali pergi nya kak"kata jeny "hei kemarilah dan duduk "riki menarik pelan adiknya yang sedang berbaring dan tertutup selimut "dengar jeny kakak juga sebenarnya ingin dekat lebih lama bersama mu tapi ini tugas penting bukan kah kita harus menolong orang lain jika kakak berhenti menjalan kan tugas maka orang orang akan kesulitan mendapat keadilan"kata riki "gini deh kakak akan suruh teman dekat mu menginap selama lima hari atau tuju hari untuk menemani mu dan kakak janji akan segera kembali"kata riki "baik lah tapi aku hanya memikirkan mu kak, kau pasti sedikit istirahat kan"kata jeny "lupakan sekarang makan lah dan istirahat agar kau benar benar pulih"kata riki sambil tersenyum.


Keesokanya riki benar benar pergi jeny menatap kakak nya yang pergi menjauh "jadi kalau teman teman ku ke sini dea juga ikut gak ya nanti gara gara aku ezra kasihan"kata jeny lalu dia duduk di sofa "ah mungkin hanya agnes yang ke sini "ucap jeny sambil menyandarkan tubuh nya .

__ADS_1


"kau dan kau cari tau di mana dia tinggal!"kata seorang pria yang duduk di kursi empuk "mungkin saat ini dia sedang membenci ku tapi aku tidak peduli jika cara halus tidak berjalan maka cara kasar lah yang harus berjalan"kata pria itu sambil tertawa puas sementara itu wanita dengan jas hitam tersenyum licik "lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena dia ada di dalam lindungan ku"kata wanita itu sambil melihat seorang pria dari layar monitor di depan nya "berani menyentuh nya maka harus siap mati di tangan ku"wanita itu tersenyum lebar.


jeny sedang santai menonton tv sambil memakan jajanan ringan hari sudah menjelang sore jeny melihat ke arah jendela sorot matahari berwarna jingga ke emasan terlihat dari kaca jendela "sepertinya aku harus mandi"jeny berdiri "tok tok"ada suara ketukan pintu "oh itu pasti mereka"kata jeny lalu dia membuka pintu "loh mana mereka"jeny bingung "kemana dea,agnes,bob, dan yang lain"fikir jeny dengan penuh keheranan.


__ADS_2