
Daichi menatap rekan rapat nya lalu menatap jeny semua nya juga langsung menatap ke arah jeny "hum? " jeny terlihat kebingungan "kau bergadang membuat nya? " tanya Daichi "ti...tidak" kata jeny "bagaimana bisa kau membuat desain gambar sebanyak ini? " kata Daichi "aku juga tidak tau pak, tangan ku bergerak terus tidak mau berhenti" kata jeny "hum.. baiklah kita coba pilih saya akan tunjukkan seratus lima belas desain gambar buatan jeny " kata Daichi.
"silahkan" bob mengantar pesanan ke pelanggan "hei bob" kata cary "Hai.. ternyata kau" kata bob lalu dia menatap pria di dekat cary "hum.. kak bob ini pacar ku nama nya genta" kata cary bob menggaruk kepala nya yang tidak gatal "oh.. kalian cuma datang berdua? " kata bob "iya " kata cari sambil menatap genta "dia kak bob yang aku ceritakan" kata cary "Hai kak bob aku genta senang berkenalan dengan mu" kata genta "iya iya oh ya aku harus kembali berkerja kalian lanjut kan" bob pergi "hei bob kau terlihat akrab dengan pria tampan itu" kata Agnes "kenapa? " kata bob "hum.. kenapa kau tidak katakan pada ku kalau kau kenal dengan mereka aku mau dekat dengan pria berjaket hitam itu ahh dia tampan banget aduh--" kata Agnes "kenapa kau memukul ku? " kata Agnes "itu genta pacar nya cary gila kau ya " kata bob "pacar? mereka pacaran? " kata Agnes "jangan jadi pelakor cari pria lain" kata bob "aduh sayang nya si tampan itu milik si ganteng" kata Agnes.
di ruang rapat..
__ADS_1
Daichi menutup laptop nya "oke ya deal dua gambar ini kita pilih " kata Daichi "iya Pak " kata yang lain "oke rapat selesai silahkan istirahat" kata Daichi "hum.. jeny" kata Daichi "I..iya Pak" kata jeny "kau terlalu bersemangat istirahat lah dengan cukup pasti lelah membuat gambar sebanyak ini" kata Daichi "hehehe.. iya Pak hum.. anda tidak istirahat Pak? "tanya jeny " aku juga istirahat sebentar lagi "kata Daichi " sangat menggemaskan "kata Daichi dalam hati.
" halo"kata lisa sambil duduk di kursi dengan santai "lisa kau sudah selesai berkerja? " tanya jeny "sudah maka nya aku menelpon mu" kata lisa "bagaimana dengan pekerjaan mu? " tanya lisa "lancar semua nya baik baik saja" kata jeny "hum.. jangan lupa malam nanti tidur di rumah ku" kata lisa "hm.. aku ingat kok" kata jeny "kirim foto dong aku ingin melihat mu" kata lisa "hah? tidak mau " kata jeny "ayolah.. aku merindukan mu" kata lisa "kirim ya" kata lisa "lisa.. di sini sangat ramai masa aku foto apa kata orang" kata jeny "ayolah.. tidak papa" kata lisa "kalau begitu aku akan mencium mu setelah berkerja jangan harap kau aman kali ini " kata lisa "aih.. kau mengancam ku? " kata jeny "bukan anggap saja itu hukuman karena kau tidak mau mengirim foto untuk ku" kata lisa "jen ayo ikut ke sana pak Daichi mentraktir kita es krim coklat" kata seorang pria "oh ya" kata jeny "aku matikan telpon nya bye" lisa mengerutkan keningnya "apa ini? dia mematikan nya begitu saja? " kata lisa.
setelah jam kerja selesai..
__ADS_1
"ahh.. lisa lisa.. ahh hentikan" kata jeny saat sampai di dalam kamar "aku kan sudah bilang aku mencium mu setelah pulang kerja" kata lisa sambil memeluk jeny dan lanjut menciumi jeny tanpa henti "iya iya.. tapi.. ini berlebihan" kata jeny "hah hah" jeny menatap lisa yang sudah ada di atas nya perlahan tersenyum "kau seperti monster ku rasa lebih menyeramkan dari monster yang ku lihat di film" kata jeny "apa" lisa menggelitik pinggang jeny "hahahaha.. hyahahahaha.. lisa lisa geli geli " kata jeny "bilang dulu lisa aku cinta kamu" kata lisa "tidak mau" kata jeny "oke aku akan lanjut kan ini" lisa mencium wajah dan leher jeny "ahh.. jangan harap... " jeny mencoba mendorong lisa "aku lelah aku lelah.. hentikan" kata jeny "kata kan dulu" kata lisa "baik baik lisa aku cinta kamu" kata jeny "aku gak dengar! " kata lisa "aku cinta kamu lisa" kata jeny "cium aku" kata lisa jeny langsung mencium pipi lisa "aku sangat berkeringat aku harus mandi" kata jeny "hum.. mandi bersama? " kata lisa sambil menaikan satu alis nya "tidak mau" kata jeny "hum.. baiklah kau pergi mandi aku akan bersantai di sini" kata lisa "oke" jeny pergi ke kamar mandi "kok aku jadi deg deg kan ya setiap dekat dengan lisa" kata jeny sambil membuka baju nya "hah???!! " jeny terdiam dia melihat lisa sedang berbaring di ranjang sambil menatap ke arah nya "halusinasi? " jeny mencoba melihat lagi "gak beres" dia pergi membuka pintu kamar mandi "lisa? " jeny melihat lisa sedang berbaring dengan earphone melingkar di kepala nya "hei jen gak jadi mandi? " kata lisa sambil menurunkan earphone nya jeny melihat ke arah dinding "apa aku salah lihat ya? " fikir jeny "hum... " jeny kembali ke kamar mandi "tuh aku bisa lihat lisa sedang melihat ke sini" jeny kembali keluar dan lagi lagi dia melihat lisa sedang tidur "kaya nya aku halusinasi" kata jeny sambil berjalan kembali ke kamar mandi "lebih baik aku cepat cepat mandi" jeny menyalakan shower.
lisa membuka matanya sambil tersenyum dia mengeluarkan remot dari bawah ranjang nya "tidak membiarkan ku mandi dengan mu bukan masalah setidaknya aku bisa melihat mu mandi dengan leluasa" kata lisa.
hari demi hari berlalu...
__ADS_1
hari ini di rumah jeny terlihat jeny sedang duduk di sofa sambil menonton sesekali dia melihat ke arah jam "pergi ke mana sih kok lama banget" kata jeny "kata nya jemput paket " kata jeny "Hai jen" lisa datang "hum.. kenapa lama sekali? " kata jeny "aku juga tidak tau ayo lihat apa isinya" kata lisa "selamat hari jadi ke dua bulan" kata lisa "kau merayakan nya lagi? " kata jeny "tentu aku mau setiap bulan ada yang di rayakan" kata lisa sambil mengeluarkan kue dengan nama jeny dan nama nya di kue indah itu "bentar" lisa menyalakan lilin nya "ayo buat harapan" kata lisa "kau saja aku kemarin sudah sekarang giliran mu" kata jeny "oh oke" lisa memejamkan matanya jeny terdiam memperhatikan wajah lisa yang terlihat begitu tenang dan damai "amin" kata lisa sambil menatap jeny "kau menatap ku ya? " kata lisa "hum.. ti..tidak" kata jeny "hum kau minta harapan apa? " kata jeny "aku minta pada Tuhan agar kau tetap selama nya ada di sisi ku " kata lisa sambil tersenyum lebar dan dia mulai meniup lilin dan memotong kue nya sementara jeny mematung "ayo makan" lisa menyukai jeny "kenapa? ada apa? " kata lisa ketika menyadari jeny mematung "hum.. hum apa? " kata jeny "kau memikirkan sesuatu? " tanya lisa "hum.. tidak" kata jeny "dengar ya jika ada sesuatu katakan saja pada ku aku sangat siap mendengar kan apapun dari mu" kata lisa sambil mengusap rambut jeny "nih coba kue nya" kata lisa jeny memakan kue yang di berikan lisa "hum kau juga makan" jeny mengambil sendok dan menyuapi lisa lisa tersenyum sangat senang "entah mengapa aku sekarang tidak ingin jauh dari mu" kata jeny dalam hati "kau tau walaupun kita tinggal bersama tapi saat di tempat kerja aku benar benar merasa kalau aku merindukan mu hum.. ku rasa aku tau itu tandanya aku tidak bisa jauh dari mu walaupun hanya sebentar" kata lisa jeny hanya tersenyum "ku harap kau suatu saat nanti akan merasakan hal yang sama dengan ku" kata lisa sambil menyuapi jeny lagi.