
mobil berhenti terlihat nario turun dengan cepat untuk membuka pintu mobil untuk bos nya "silahkan nona" kata nario , lisa langsung keluar dari mobil "kalian tunggu di sini saja aku akan masuk sendiri" kata lisa "siap nona" kata bodyguard nya.
lisa berjalan sambil melihat sekitar nya "kak aku baru menyelesaikan nya bagaimana dengan ini bagus tidak" lisa tersenyum melihat kekasihnya sedang berkerja dengan semangat "iya ini sudah benar jen , kau tinggal cetak saja" kata rekan kerja jeny "terimakasih aku akan pergi mencetak nya" kata jeny sambil berjalan ke arah lain "kak aku tidak bisa mencetak bisa bantu aku?" kata jeny "aku akan bantu" jeny tersenyum "eh?? lisa" kata jeny "iya.. aku akan membantu mu adik kecil " kata lisa "Terima kasih kakak senior" kata jeny "berikan itu pada ku aku akan mencetak nya" kata lisa "baik, ngomong ngomong kakak senior aku jarang melihat mu kau dari mana? " kata jeny "aku dari sana tadi ,aku juga jarang melihat mu bagaimana kalau nanti kau jalan jalan dengan ku atau mau bermain bersama ku di dalam kamar ku" kata lisa "uh.. kau menakutkan ya tapi tidak masalah jika kau memberi kan beberapa coklat untuk ku aku akan ikut jalan jalan dengan mu" kata jeny "aku tidak keberatan, ini sudah selesai Kita bisa pergi" kata lisa "sebentar aku harus mengumpulkan ini dulu ke bos ku baru aku pulang" kata jeny "baik lah" kata lisa.
semua karyawan terlihat bersiap siap untuk pulang beberapa dari mereka memberi hormat saat melihat lisa yang sedang menunggu jeny.
tak lama kemudian jeny datang menghampiri lisa "ayo kau sudah janji ya, mau membelikan aku coklat" kata jeny "kapan aku janji? " kata lisa "barusan ayo cepat" kata jeny "oke aku belikan banyak coklat tapi bisakah aku mendapatkan hum.. sesuatu nanti malam" kata lisa "tidak akan dapat apa apa " kata jeny "apa? ayolah tega sekali kau pada ku" kata lisa sambil berjalan di belakang jeny.
"silahkan" joe meletakkan makanan ke atas meja "hu... kak bisakah aku memesan nugget dan jus alpokat" kata wanita yang duduk di depan joe "oh baik" joe pergi.
"kenapa kau terlihat kesal? " tanya Agnes yang sedang meletakkan jus ke atas nampan "gadis itu membuat ku ingin melempar nya " kata joe "ada apa? " bob menepuk nepuk bahu joe agar joe tenang "dia memesan terus tapi tidak sekaligus apa dia mempermainkan ku? " kata joe "jangan marah biar aku saja yang mengantarkan makanan untuk nya" kata Agnes "iya biar Agnes saja ini minum air es" kata bob. Agnes pergi membawa pesanan gadis tadi "permisi pesanan anda nona" kata Agnes "loh.. " gadis itu terlihat kebingungan "um.. kak. pelayan pria tadi kemana? " tanya gadis itu "oh.. joe ya dia sedang di panggil atasan" kata Agnes "oh.. joe ya.. hum.. kak... bisa minta saran dari mu? " kata gadis itu "hehe saran apa? aku hanya seorang pelayan saran apa yang bisa ku berikan" kata Agnes "aku ara aku.. aku menyukai rekan kerja mu yang bernama joe itu " kata ara "apa? " kata Agnes dengan raut wajah terkejut "bantu aku dong kak" kata ara "jangan panggil kakak nama ku Agnes hum.. maaf aku tidak bisa bantu aku sedang sibuk" kata Agnes "hei Agnes aku tau kau berteman baik dengan si joe itu" kata ara "apapun itu kau sudah membuat teman mu kesal" kata Agnes "kenapa? " kata ara "aku juga tidak tau tapi joe terlihat kesal karena prilaku mu" kata Agnes "Agnes kita tukar nomor ponsel saja " kata ara.
__ADS_1
dengan membawa tas milik jeny, lisa berjalan di sisi jeny yang sedang memilih milih camilan kesukaan nya "yang itu juga enak kelihatan nya pas sekali rasa nya coklat" kata jeny "pelan pelan jangan lari" kata lisa "iya" jeny mengambil apa yang dia mau dan memasukan nya ke dalam troli "nona biar saya yang membawa tas nya" kata sai "oke" lisa menyerah kan tas yang dia bawa ke sai "oke kau mau bel--?? jeny" lisa tidak melihat jeny lagi "kebiasaan" kata lisa sambil mempercepat langkahnya "jeny... jeny" kata lisa "nona ke arah sini" kata sao lisa langsung berjalan ke arah yang di tunjukkan bodyguard nya terlihat jeny sedang bicara dengan seseorang "cari sesuatu untuk mengikat nya" kata lisa "nona" nario menunjuk sebuah rantai yang biasanya di gunakan untuk mengikat hewan peliharaan "ambil itu" kata lisa.
"makan saja lagi"
"beneran, ini sangat enak dan kenyal kau menemukan nya di mana? "
"ada di sekitar sana tadi"
jeny mengunyah makanan nya "ehem" lisa datang "lisa mau gak? pria ini berbagi makanan pada ku rasa nya enak " kata jeny "benarkah kalau begitu beri aku satu suap" kata lisa "nih" kata jeny "crekk" jeny menatap rantai di pergelangan tangan nya "lisa? " kata jeny "agar kau tidak jauh jauh dari ku" lisa mengambil makanan itu dari pria itu "terimakasih makanan nya, pegang ini jen dan ayo jalan" kata lisa "ini gak papa? " kata jeny "tidak papa dia kan berbagi pada kita" kata lisa "oke bye kak terimakasih makanan nya" kata jeny "ayo jangan lihat dia lagi, beli camilan lagi" kata lisa "kinder joy ku habis" kata jeny "ayo cari kinder joy nya" kata lisa "kaya nya di arah sana " jeny terus berjalan dengan rantai kecil yang terhubung dengan tangan lisa semua mata orang orang yang sedang berbelanja menatap ke arah lisa "lisa yang itu snack terbaru ayo ke sana" kata jeny "eh.. tidak tidak" lisa menarik rantai kecil itu "lisa" kata jeny "kinder joy saja dulu ayo lewat sini" kata lisa "ahh.. lisa tapi itu enak kaya nya" kata jeny "gak enak itu beracun kita cari kinder joy kita beli semuanya kinder joy yang ada di sini" kata lisa "benar? " kata jeny "iya ayo cepat " kata lisa "baik lah" kata jeny "Hai " seorang wanita dengan jaket dan topi menghampiri jeny "mau permen kapas? " kata wanita itu "mau" kata jeny "tidak tidak" lisa langsung menarik jeny "lisa dia mau berbagi" kata jeny "dia tidak akan berbagi " kata lisa "kak kak aku mau permen kapas nya" kata jeny "ini ambil " wanita itu berjalan ke arah jeny "eh" lisa menahan wanita itu lalu mengambil permen kapas yang di pegang nya "berikan saja pada ku, dan jangan coba coba menggoda pacar ku" kata lisa "ya.. baik lah, aku menyukai pacar mu" wanita itu menepuk bahu lisa lalu pergi "ayo jalan" kata lisa "kau bilang apa pada nya? " tanya jeny "terimakasih" kata lisa "tapi bisa tidak jangan menerima apapun dari orang bagaimana kalau mereka macam macam" kata lisa "aku bisa jaga diri eh itu kinder joy nya ayo cepat" kata jeny "jangan buru buru" kata lisa "hei apa dia kakak mu? " tanya seorang pria yang sedang membeli kinderjoy di samping jeny "kakak? oh wanita di belakang ku ini" kata jeny "iya dia mengikat mu dengan rantai" kata pria itu "kau tau ini bukan rantai biasa" kata jeny "benarkah? " kata pria itu "ini rantai kasih sayang karena wanita itu pacar ku" kata jeny "oh? " pria itu terlihat terkejut "jika kau sudah selesai geser sana biar pacar ku membantu ku memasukkan kinder joy ini ke troli" kata jeny "ok.. semoga bahagia" pria itu pergi "ayo pacar ku cepat masukan semua nya kau bilang tadi kita akan beli semuanya" kata jeny "siap " kata lisa sambil tersenyum "aku sangat bangga" kata lisa "bangga kenapa? " kata jeny "kau barusan mengatakan aku pacar mu di depan pria itu" kata lisa "tentu saja, masa dia mengira kau kakak ku, kau kan pacar ku " kata jeny lisa langsung mencium pipi jeny.
rita menatap jeny yang baru datang "selamat datang jeny" kata rita "bibi aku mencintai mu" jeny memeluk rita "ada apa anak cantik" kata rita "bibi aku membelikan makanan untuk mu bisa kau bagikan ke anak anak mu" kata jeny "Hai bibi" kata lisa "lisa? " kata rita "ya bibi apa kabar" kata lisa sambil memasukan bunga ke dalam pot yang ada di atas meja "bibi baik oh ya semuanya sudah beres bibi mau pulang dulu" kata rita "baik bibi jangan lupa bawa itu ya itu untuk mu" kata jeny "iya selamat malam sayang" rita pergi "aku menyayangi mu bibi" kata jeny.
__ADS_1
malam harinya..
riki menatap ke arah kalender yang ada di dinding "ini sudah minggu ke tiga dan aku belum ada waktu luang untuk bertemu jeny seperti yang ku janjikan" kata riki "oih" fudo datang "ada apa? " kata endo "minggu ini kita ada waktu luang dua hari kita bisa pergi menemui jeny untuk meresmikan toko nya" kata fudo "benarkah? " kata pam "iya besok kita kawal tuan fang dulu ke tiga tempat setelah kita bisa bersiap siap untuk menemui jeny " kata fudo "akhirnya" kata riki "aku harus fikir kan sesuatu buat acara jeny" kata amin "barang barang yang sudah ku pesan akan datang dua hari lagi kita akan tiba di sana bersama barang barang itu " kata fudo "baiklah semangat semua nya" kata pam "ku fikir kita tidak bisa pergi" kata riki "maka nya berfikir positif dulu" kata fudo sambil melepaskan jaket nya "ayo makan malam aku sudah siap kan semuanya" kata endo "ayo ayo" kata amin "ayo" fudo menatap riki yang tiba tiba diam mematung seperti nya ada yang dia fikir kan "ada apa? " tanya fudo "riki" kata fudo "hah? " riki menatap fudo "tidak papa ayo makan" kata riki "dasar otak negatif" kata fudo.
lisa mengangguk sambil menatap layar laptop nya "oke atur saja semua nya aku akan datang" kata lisa "baik nona dan ada investor yang ingin bertemu dengan anda untuk proyek baru di jam sembilan malam" kata asisten lisa "sampai semalam itu" kata lisa "iya nona kemungkinan semua nya akan selesai Tengah malam" kata asisten nya "iya tidak masalah" kata lisa "hum.lala.lala.. lalala" terlihat jeny lewat dengan celana pendek dan kaos oversize hitam jeny berjalan ke dapur "nona anda mendengarkan saya? " kata asisten lisa "nona? nona? " lisa berkedip kedip lalu kembali menatap layar laptop nya "apa apa yang kau katakan tadi? " tanya lisa.
jeny melirik ke arah lisa yang masih terlihat sibuk jeny tersenyum "sstt.. sstt.. psstt" lisa melirik ke arah jeny "aku cinta kamu" bisik jeny sambil menari di depan kulkas "sial" kata lisa "dan untuk yang di bagian yang ini" kata asisten lisa, jeny sambil mengunyah makanan nya dia melambaikan tangan nya dan sesekali menari "ah capek aku akan memakan cake" jeny mengeluarkan cake berukuran sedang dan mengeluarkan beberapa krim dan coklat "aku akan menghias cake nya" kata jeny "bagaimana dengan yang ini" kata lisa "ups" jeny menuangkan semua krim ke atas cake nya "lisa.lisa.. psstt.. " kata jeny lisa tersenyum sambil melirik ke jeny "awas saja kau" kata lisa dalam hati "aduh bajunya kotor" jeny melepaskan baju nya tubuh ramping nya semakin terlihat jelas dengan balutan koas dalam "oke sudah selesai" kata jeny sambil memotong cake nya dan mulai makan "aku ter.. aduh.. cake nya nyangkut" jeny membuka kulkas mengambil susu kotak "kenapa tutup nya gak bisa di buka" kata jeny "aih.. " lisa menatap ke arah jeny yang terlihat sangat berantakan "aku serahkan semua nya pada mu sampai ketemu besok" kata lisa sambil mematikan laptop nya "tidak papa aku bisa mandi lagi. siapa yang membuat tutup ini menyusahkan saja" kata jeny "hei" lisa menatap jeny "loh kau sudah selesai? aku baru saja mau mengantarkan cake ini ke meja mu" kata jeny "ada hal unik yang harus kau tau, jeny suka cake namun tidak bisa menghias cake. ketika dia membeli cake polos dan akan terjadi hal buruk di dapur semua lantai akan berantakan itu pernah terjadi di rumah ku" lisa teringat perkataan boy "jadi ini untuk ku? " kata lisa "iya makan lah aku sudah menghias nya dengan susah payah. oh ya, jangan beli susu ini lagi tutup nya sangat susah di buka dan lihat aku sudah mandi susu sekarang. oh ya kakak bilang akan datang dia hari lagi kita akan membuat acara terbaik untuk meresmikan toko ku, aku akan jualan di sana dan aku akan membuat iklan yang baik hei aku sedang bicara pada mu " kata jeny "iya aku mendengar kan mu" kata lisa "aih.. " jeny memungut baju nya yang di lantai "kau lihat dada ku? " kata jeny lisa tersenyum lalu mengambil susu kotak yang sisa sedikit isinya "sekarang aku akan mengatakan satu hal pada mu" kata lisa "apa? " kata jeny "kau ingat saat di thailand saat susu tumpah ke tubuh mu dan dim menolong mu" kata lisa "dan kau marah" kata jeny "iya karena kau tidak tau apa yang akan di lakukan dim " kata lisa "memang nya apa yang dia lakukan? " kata lisa "aku akan memberitahu mu" lisa menuangkan sisa susu kotak itu ke tubuh jeny membuat jeny terkejut "kau menyiram ku lagi? " kata jeny. lisa menatap jeny mengambil baju jeny lalu membuang nya "uh? " jeny menelan liur nya ketika lisa menunduk "lisa" kata jeny "aku akan lakukan apa yang dia ingin lakukan pada mu agar kau mengerti" kata lisa sambil mencium leher jeny "ahhk" jeny memegang bahu lisa "aku mencintai mu" bisik lisa.
reno tersenyum ketika membaca pesan dari jeny, "aku harus kesana juga" kata reno lalu dia menatap asisten nya "luang kan waktu di hari rabu untuk ku aku ingin pergi ke acara peresmian toko milik jeny" kata reno "baik tuan" kata asisten nya "hum... aku ajak dia aja kali ya" reno mengambil ponsel nya "halo.. hum.. dio" kata reno "ya ada apa reno? kau butuh bantuan? " kata dio " hari rabu kau sibuk atau tidak? "kata reno " hu...m apa ada sesuatu? bicara lah dengan jelas"kata dio "hum.. sahabat ku mengadakan acara peresmian toko nya jadi aku.. aku mau mengajak mu" kata reno "oh baik lah jam berapa berangkat nya aku akan siap ikut dengan mu" kata dio "pagi saja" kata reno "baiklah kalau begitu besok kita harus membeli sesuatu untuk di bawa ke acara nya ya.. seperti hadiah mau tau aku sangat buruk dalam memilih hadiah jadi bisakan kita membeli hadiah bersama? " tanya dio "bisa jam dua ya" kata reno.
di dalam kamar nya Agnes duduk sambil bicara dengan seseorang di telpon "bagaimana ya aku juga bingung, joe orang nya sangat sangat dingin dia tidak pernah menunjukkan ketertarikan nya pada wanita mana pun bahkan jika dia di goda wanita lain dia sama sekali tidak terpengaruh jadi aku bingung mau memberi mu saran apa" kata Agnes "tapi aku benar-benar mencintai nya aku aku selalu melihat nya di mana pun isi kepala ku penuh dengan nya jadi aku harus apa, tipe nya tipe cewek yang dia suka bagaimana? seperti apa? " tanya ara "aku tidak tau dia tidak pernah membahas itu " kata Agnes "ya ampun... " kata ara "aha.. aku tau kau mencintai nya kan? " kata Agnes "iya" kata ara "usaha saja sendiri tapi jangan membuat dia kesal dia suka menggerutu dan mengeluh usahakan kau tidak salah mengambil langkah rabu adalah hari peresmian toko sweet kau bisa datang ke sama joe ada di sana kau bisa bertemu dengan nya tapi ingat joe gak suka basa basi jika dia marah kau tidak akan mendapatkan apa apa" kata Agnes "baik lah terimakasih" kata ara.
__ADS_1
"sial!! " bob menatap joe yang sedang kesal "ada apa lagi? " kata bob "aku sedang memilih buket untuk hadiah jeny besok aku mau mempersiapkan nya dari sekarang tapi.. aku kesulitan memilih nya" kata joe "aku juga ingin lihat sekalian aku mau memilih juga" kata bob "ini menurut mu jeny suka yang seperti apa? " kata joe "jeny suka coklat" kata bob "oh buket coklat bagaimana" kata joe "masa coklat lagi" kata bob "kalian sedang apa? " tanya Agnes "memilih hadiah untuk jeny" kata bob "aku akan memberi jeny kado istimewa aku memesan boneka kelinci" kata Agnes "cuma boneka? " tanya joe "tapi bukan sembarangan boneka dia bentuk nya bisa berubah pertama dia bisa jadi kelinci dan juga bisa jadi lobak keren kan jeny akan suka " kata Agnes "wah.. bisa gitu ya" kata bob "aku tau akhirnya" kata joe "apa yang kau putuskan sekarang? " kata bob "aku akan belikan dia figuran naruto yang paling besar dan bagus " kata joe "bagus sekali lalu aku bagaimana? " kata bob "hum.. apa ya" kata Agnes "kurasa otak ku tidak berfungsi sekarang, mungkin acara peresmian toko nya selesai aku masih loading" kata bob "bagaimana kalau mainan, jeny suka mainan" kata Agnes "iya tapi mainan apa? " kata bob "kita ke toko mainan saja besok" kata joe "ya ku rasa itu ide bagus" kata bob.