Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
di kejar orang tidak di kenal


__ADS_3

Lisa keluar dari mobil "jenyy!! Jeny!! Jeny"lisa membuka pintu "jenyy..jenyy!! Kau di mana?"kata lisa "jenyy!!"lisa melihat sarapan di meja masih utuh "oh kau lisa"rita datang dengan membawa gunting besar "bibi hum..kemana jeny bukan kah seharusnya dia latihan menari?"kata lisa "hari ini dia tidak latihan pelatih nya sedang pergi memesan baju yang akan di pakai jeny, kau duduk saja bentar lagi jeny kembali"kata rita "tapi kemana jeny?"kata lisa "dia bilang mau lari pagi sebentar"kata lisa "dengan siapa?"tanya lisa.

__ADS_1


"jeny ke arah mana sih"boy ternyata sedang lari pagi juga "aku tunggu di taman deh tadi kan janjinya di sini"kata boy "yang banyak toping nya paman buat yang agak banyak "kata jeny "hei jeny..kau minta di buat banyak begini nanti bagaimana cara makan nya"kata penjual es krim "aku memakan satu dan yang satu ini buat sahabat ku paman apa kau lupa dengan nya juga"kata jeny "aku selalu melihatmu dengan beberapa teman dan wajah mereka pun berbeda beda bagaimana aku bisa mengingat nama mereka"kata penjual es krim "ya ya baiklah buat kan yang enak cepat"kata jeny tiba tiba ada seorang pria menarik tangan jeny "hei hei..apa yang kau lakukan"jeny memberontak "kau harus ikut dengan ku"kata pria itu "hei..memang kau siapa lepas!"jeny menghentakan tangannya "ikuttt!!"pria itu mencoba memegang tangan jeny tetapi "akkh"pria itu kesakitan sampai berlutut "itu akibatnya jika kau mwncoba memaksa ku"ucap jeny "SEMUANYA TANGKAP ANAK INI!!"seru pria itu "hyaaaa astaga"jeny terkejut melihat lebih dari tuju orang berlari ke arahnya "YHAAAAA"jeny segera mengambil langkah seribu "paman..es nya tahan ya aku akan kembali !!"seru jeny sambil berlari "kau kenapa?"kata penjual es krim "ada orang mengejar ku hyaaaa"jeny sudah lari menjauh "dasar anak nakal"kata penjual es krim "haduh...lari pagi saja sudah menguras tenaga di tambah harus lari secepat ini dan perut ku sedang kosong"ujar jeny sambil terus berlari dan sesekali melompati meja dan pagar sekitar jalanan "seharusnya aku dengar kan kata bibi aku harus sarapan sebelum lari"jeny masuk ke sebuah gang "kenapa jeny lama sekali"fikir boy "apa yang dia beli bukan kah biasanya es krim saja "boy segera berdiri "waduh..ada penjual permen kapas "kata jeny baru saja dia mau berhenti berlari "itu wanita nya kejar"kata orang orang yang tidak di kenal mereka terus mengejar jeny "haaah sial aku sudah lelah"jeny berlari kembali "kak aku lapar!"ucap jeny "astaga hati hati" "hei...jangan berlari di sini!!" "astaga..anak muda tidak punya sopan santun"kata orang orang yang di lewati jeny "hah hah hah ...semua nya tolong telpon polisi!!!"seru jeny "paman apa kau melihat kawanku yang biasanya dia membeli es mu"kata boy "siapa? Jeny"kata penjual es krim "ya ya jeny tadi lari ke sana dengan beberapa orang"kata penjual es krim .

__ADS_1


Mata lisa langsung terlihat panik "panggil bantuan bright dan kau harus kejar jeny bantu dia!"kata lisa "saya sedang menelpon bantuan dan saya juga sedang mengejar mereka"kata bright di sebrang telpon "cepat bright aku akan ke sana"kata lisa.

__ADS_1


"aku tidak tau kenapa tapi mereka tiba tiba mengejar ku"kata jeny saat di rumahnya "kau tidak mengenal mereka"kata boy "awalnya tidak"kata jeny "tapi aku mengenali satu pria yang membawa senjata pistol nah dia itu aku juga tidak kenal"kata jeny "jadi gimana maksudmu kau bilang tidak kenal mereka lalu kau bilang kau mengenali satu pria tapi sekarang kau bilang tidak kenal dengannya?"kata boy sambil membantu jeny mengeringkan rambut nya "aku tidak kenal namanya tapi dia adalah orang yang memberiku undangan yang entah dari siapa aku lupa boy.."kata jeny "haaah..kau bicara seperti anak kecil"kata lisa "hei kau datang kapan pantas saja aku melihat ada mobil di depan ternyata kau ku fikir tukang cat rumah"kata jeny "enak saja"kata lisa "oh ya..tadi "jeny mau menunjuk seseorang "nah..nah itu tuh hei katakan namamu"kata jeny "aku bright"kata bright sambil merapikan bajunya "dia tiba tiba datang dan menolongku ehh..jangam jangan yang menembaki mereka tadi anak buah mu"kata jeny "aku?"lisa menatap jeny "iya karena si bright ini kan anak buah mu"ucap jeny "dia tadi ku suruh cari coklat saat aku kemari aku ke mari cuma bawa buah buahan dan makanan ringan aku tidak membawa coklat jadi dia ku suruh beli coklat dan dia tidak membawa coklat tapi malah membawa mu"kata lisa "apa lisa berkata benar?"tanya jeny "benar nona jeny, aku di suruh mencari coklat tetapi aku tidak terlalu paham di mana aku harus mendapatkan coklat yang terbaik dan saat aku mencari di toko aku melihat mu berada di jembatan dengan orang ramai jadi aku berfikir untuk bertanya padamu di mana aku harus membeli coklat saat sampai tiba tiba mereka malah beradu tembak membuat ku sedikit kaget dan berteriak padamu agar kau menunduk dan membawa mu pergi dari sana tapi...coklatnya tidak dapat"kata bright "bagus bright"fikir lisa "aahh....es krim ku"kata jeny "es krim?"lisa dan boy saling memandang "es krim ku sama paman penjual es krim di dekat taman..duh...dia pasti menunggu ku"kata jeny "astaga"boy menepuk dahinya sendiri "bisa bisanya dia masih memikirkan es krimnya"ucap boy di dalam hati "adikmu benaran tidak waras kak riki"kata lisa di dalam hati "apa kau masih menginginkan nya?"tanya boy jeny mengangguk "ya sudah biar bright pergi mengambil nya"kata lisa "dia tidak akan bisa membawanya"kata jeny "aku aku ikut dengannya"kata boy "baik lah hati hati ya hum..uangku belum kering"kata jeny "tidak papa kau bisa pakai uangku"kata boy "tidak tidak bright bawa uang "kata lisa lalu mereka pun pergi.

__ADS_1


"kau tidak terluka?"tanya lisa "tidak sih cuma lelah sekali..dan besok aku harus latihan menari eh.."jeny menatap lisa dengan menyipitkan matanya "ada apa?"tanya lisa "aku masih curiga pada mu kenapa kau baik sekali belakangan ini kau menolong teman teman ku, dan sekarang kau menolong es krim ku "kata jeny "kak riki benar..jeny tidak akan pernah tumbuh dewasa"fikir lisa "hei"lisa menepuk jidat jeny "kau selalu curiga pada ku terus menerus..aku menolong orang orang karena mereka orang baik"kata lisa "hum...aku semakin curiga"kata jeny "demi tuhan jen, aku rasanya ingin menghilang ke langit"kata lisa "karena kau berbohong kan barusan?"kata jeny "karena kau sangat menggemaskan aku tidak tahan lagi ingin menarik hidung mu"kata lisa dalam hati "sial, aku tidak bohong jen sungguh!"kata lisa. Tak lama kemudian boy datang dengan membawa banyak es krim "wahh..kau membeli berapa tadi tuh aku cuma pesan dua loh"kata jeny "bright membeli semua nya"kata boy "hei..."jeny melihat lisa "apa lagi? Kau mau bilang kalau kau curiga lagi?"kata lisa "jangan jangan kau mau meracuniku ya atau menyogokku agar aku memberitahu info yang kau mau seperti kapan lahir kakak ku"ucap jeny "hei kau ini bicara apa cepat makan es nya ini sangat enak"boy memasukan es krim ke mulut jeny "enak kan?"kata boy "enak jadi..bagaimana paman itu?"kata jeny "kau tau dia langsung senang sekali"kata boy "wah sungguh..ini kau coba yang rasa coklat karamel ini juga enak"jeny menyuapi boy bright menatap lisa yang memperhatikan dua orang yang sedang suap suapan di hadapannya "oh ya lisa kau tidak mau?"kata boy "aku lupa kalau dia di sini"kata jeny "aih..kalian berdua sepertinya tidak menganggap ku"kata lisa "jangan marah"boy menyodorkan satu porsi es krim ke lisa "dan kau terimakasih sudah menolongku"jeny menghampiri bright "ayo makan aku suapin nih buka mulut mu"jeny menyuapi bright dengan sesendok es krim coklat "aku yang beli kenapa bright yang di suapi"kata lisa dalam hati "lisa"jeny mengulurkan tisu "hm?"lisa memperhatikan mata jeny "astaga kenapa menatap ku lihat"jeny mengelap hidung dan mulut lisa yang terkena noda es krim "kau makan seperti anak kecil, dan lain kali traktir es untuk teman teman ku ya"jeny tersenyum "lihat lisa anak kecil ini semakin melunjak"kata boy sambil tertawa "apa kau bilang?"kata jeny "kau mengelap mulut lisa tapi kau lupa dengan mulut mh dan bahkan pipimu sudah penuh coklat"kata boy "hahahahaha"boy tertawa sambil memotret wajah jeny "kau juga sangat berantakan"lisa mengambil tisu "biar aku bantu"kata lisa sambil mengelap pipi jeny dengan lembut "bi rita kemarilah di sini ada es krim!!"seru boy "sudah belum"kata jeny "sedikit lagi"kata lisa "baik sudah selesai"kata lisa sambil membuang tisu kotor ke tong sampah "mana bi rita?"tanya jeny "ku rasa dia masih di belakang"kata boy "aku akan memanggilnya"jeny pergi "boy ada yang gak beres"kata lisa "aku tau"boy menatap lisa "jeny tidak pernah di kejar orang dan ini barusan dia di kejar orang"kata boy "itu pasti orang suruhan john"kata lisa "dari mana kau tau?"kata boy "ingat jeny bilang apa tadi, pria yang mengantar undangan kau lupa dengan kecelakaan yang kita buat itu agar jeny tidak pergi ke undangan"kata lisa "kau benar jadi..aku tau..aku harus mengawasinya lebih ketat"kata boy "hei..hei..kalian berbisik bisik seperti membicarakan harga bahan pokok yang akan du beli"kata jeny "kau sok tau"kata lisa "kemari bibi, makan es krim dulu"kata boy "astaga bibi kira ada apa"kata rita "ayo bi makan, boy ambilin dong"kata jeny "iya iya bentar bi aku ambilin"kata boy lisa tersenyum melihat wanita di sebelah nya yang terlihat sangat menikmati es krim di tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2