
empat mobil berjejer rapi terlihat bersiap untuk jalan "udah siap kan? " lisa menatap kekasih nya, "udah " kata jeny "aman kok" kata jin "ayo masuk kita berangkat" kata bright jeny menoleh ke arah sebuah jendela.
joe menutup tirai jendela dengan gelisah "ayo" lisa membuka pintu mobil "kita berangkat" boy sangat bersemangat, "jalan jalan" kata bob "jalan duluan" kata lisa "oke" satu persatu mobil berjalan melewati gerbang "jeny" jeny yang hendak masuk ke dalam mobil segera melihat ke orang yang memanggilnya "aku sudah memikirkan nya, aku hum.. aku akan ikut dengan mu" kata joe "good job" kata jeny.
"hei kenapa kau ada di kamar ku!! " reno menutupi tubuh nya dengan selimut "berani sekali kau! pelayan!! pelayan!! " seru reno dengan panik , dio berjalan ke arah reno "dio.. dio!! jangan coba coba ya!! bodyguard ku akan menghajar mu" kata reno "benarkah? " kata dio sambil duduk di tepi ranjang, reno langsung menggeser tubuh nya "kemana pelayan ku" kata reno "ini rumah ku, pelayan di sini hanya mendengar kan suara ku" kata dio "apa? " reno terkejut "kau lupa? kau menantang ku minum malam kemarin " kata dio "hah? " reno mencoba mengingat kejadian semalam "aku bilang jangan dekati aku lagi malam ini aku mau kencan dengan seorang gadis"
"aku tidak melarang aku juga mau pergi minum aku datang cuma mengantarkan berkas keuangan"
"benar kah kalau begitu letakan dan pergi"
"kau mencintai ku kan? namun kau tidak mengakui nya, jika tidak kau tidak mungkin menanyakan keberadaan ku dengan bodyguard ku"
"tidak jangan ge-er"
"ayolah, bagaimana kita kencan"
"dio pergilah aku sibuk aku juga sudah ada kencan"
"ku rasa kau sengaja melakukan hal itu untuk.. membuat ku kesal"
"apa kata mu"
"iya kan? lihat lah wajah mu sekarang seperti seorang anak kecil yang tertangkap basah mencuri permen"
__ADS_1
"dengar ya, aku kencan untuk bersenang-senang jadi jangan sok tau"
"oh ya"
"baik gini saja datang lah ke bar.aku menantang mu untuk minuman bersama ku jika aku menang jauhi aku "
"jika kau kalah kau harus kencan dengan ku"
"tidak bisa begitu"
"bisa!! jika tidak kencan ya setidak nya kau harus mencium ku"
"kencan saja oke"
reno menelan liur nya "sudah ingat? " kata dio "memang nya siapa yang lupa" wajah reno tersipu, "lalu kenapa kau berpura-pura kaget" kata dio "eh.. tunggu kemarin aku pakai jas hitam sekarang" reno membuka sedikit selimut yang menutupi tubuh nya "sial!! kau mengganti pakaian ku? " kata reno "tentu tapi tenang saja aku bisa memakai kan pakaian ke tubuh mu dengan mata tertutup " kata dio "dimana pakaian ku, aku mau pulang" kata reno "sedang di cuci" kata dio "lalu aku pakai apa? aku harus ke kantor!! " kata reno "aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu, tuh di meja. cepat mandi dan turun ke bawah" dio pergi "jangan mengatur ku" kata reno "astaga apa yang ku lakukan" kata reno.lalu dia menyingkirkan selimut nya "memang nya dia tau ukuran baju ku, jangan jangan ini baju bekas" reno melihat pakaian yang di siapkan dio, tiba-tiba dia terkejut melihat kotak yang berisi ****** ***** "sial dasar brengsek!! hei siapa yang mau pakai ****** ***** sekecil ini!!" seru reno dengan marah.
siang hari yang panas terlihat empat mobil berhenti di depan sebuah gedung besar "loh joe? " jin terkejut melihat joe, "joe kau ikut juga" kata Agnes "memang nya salah" kata joe jeny tersenyum lalu memberi isyarat ke yang lain untuk tidak meledek joe. "dimana ara? " tanya jeny "bentar aku telpon dia dulu" kata hong su, "Hai kakak" ara berlari dari kejauhan "Hai" kata hong su "greb" ara memeluk jin "hahaha.. kakak yang malang" kata boy "apaan nih" kata hong su "kakak acaranya akan di mulai jam dua" kata ara "bagus kita masih ada waktu untuk makan" kata bob "gak heran" kata boy "ayo aku antar" kata ara.
pelayan datang membawa makanan dan juga minuman "astaga aku melupakan ponsel ku tadi! aku pergi sebentar" kata ara "jangan lama lama" kata jin "hei dimana joe? " tanya Agnes "memarkirkan mobil dengan sao" kata lisa "oh.. kirain dia balik" bob tertawa "jangan begitu" tegur Agnes.
"udah selesai kan" kata joe "udah kok" kata sao, joe diam dia melihat ke arah sekumpulan mahasiswa yang sedang tertawa riang
"kau sih selalu saja ceroboh, untung aku melihat ponsel nya"
__ADS_1
"maaf, maaf aku terlalu senang kakak datang jadi nya aku melupakan segala nya"
"tapi apa dia datang? "
"lupa kan tentang dia, lagian dia gak peduli pada ku"
"ara lihat!!"
ara melihat joe berjalan ke arah nya "bukan kah itu dia" kata beberapa orang di sekitar ara "bisakah aku bicara pada mu" kata joe sambil menatap ara "bentar ya" ara berjalan menghampiri joe "akh" ara terkejut joe menarik nya dan membawa nya pergi, "hei ada apa dengan mu! lepaskan aku" kata ara "pembohong! " joe menatap ara dengan datar.
"apa? " ara bingung kenapa tiba-tiba dia di katain pembohong? "siapa yang kau katakan pembohong? " kata ara "kau pembohong!!!" seru joe "apa maksud mu! " kata ara "kau mengatakan kepada ku kalau kau akan terus mengganggu ku!!! setiap hari, setiap saat, sampai seumur hidup mu!!! namun apa? kenapa kau pergi? kenapa berhenti mengganggu ku!!! kau pergi jauh selama ku berminggu minggu bahkan berbulan-bulan!! apa kau sengaja! " kata joe "kau" ara terdiam sesaat untuk mencerna perkataan joe barusan.
"aku mulai terbiasa dengan kehadiran mu dan kau malah pergi dari ku!!! kau tau sekarang aku tidak bisa tanpa mu!!" seru joe "sungguh? " air mata ara menetes, joe melihat sekeliling nya perlahan joe mundur "kenapa? " kata ara "kenapa kau menangis? " kata joe ara langsung berjalan dan memeluk joe "aku menangis karena kau.. kau berkata seperti itu, aku sangat senang" kata ara "uhm? " joe melihat sekitar nya lalu menatap ara yang memeluk nya tangan nya bergerak ingin memeluk ara namun dia masih menahan dirinya .
"sial... " reno memijat kepala nya "tuan anda memanggilku? " asisten reno datang "telpon client itu, aku tidak membawa ponsel " kata reno "baik tuan" kata asisten nya "tok tok" reno menatap pintu "lihat itu" kata reno "baik tuan" asisten nya membuka pintu.
"oh.. tutup jangan biarkan dia masuk" kata reno ketika melihat orang yang tidak asing bagi nya, "reno" kata dio "tahan pintu nya" pinta reno "susah tuan" kata asisten nya "ah" reno berdiri membantu asisten nya menahan pintu "kau mau apa!! " kata reno "menemui mu" kata dio "tidak akan!! pergi sana" kata reno. bodyguard dio membantu dio mendorong pintu "uhh! " reno terjatuh "haah" asisten reno menutup wajah nya melihat pemandangan di depan nya dimana dio jatuh tepat di atas reno "glek" reno menelan liur nya "tuan anda tidak papa? " tanya assisten nya "uh" reno mendorong dio "tisu tisu" kata reno "ini tuan" kata asisten nya "sial" reno mengelap bibir nya, "kenapa kau masih mengganggu ku? " tanya reno "bibir mu manis" celetuk dio tanpa rasa bersalah "kau bilang apa? " tanya reno dengan syok "tidak ada, ada datang untuk mengingat pada mu tentang kencan nanti malam" kata dio "aku tidak akan kencan dengan mu!!" tukas reno "kau kalah jangan lupa itu" kata dio "hum.. " reno kehabisan kata kata .
"kalau begitu pilihan yang kedua" kata dio "tidak!! tidak yang pertama saja " kata reno dengan gugup, dio langsung tersenyum "kau mau kita kencan dimana? " tanya dio "kau pergilah" kata reno asisten nya langsung menganggukkan kepala dan pergi ."kenapa kau membahas ini di depan orang" kata reno "kau sengaja ya? apa kata karyawan ku jika mereka mengira aku gay" omel reno "oh ya..ya kau akan menerima kenyataan nanti, sekarang katakan dimana kita akan kencan" kata dio "aku juga tidak tau, aku tidak pernah kencan dengan seorang pria" kata reno "baik kau suka apa? suasana seperti apa? " kata dio "kenapa kau bertanya pada ku, kau kan yang mau kencan aku cuma ikut saja" kata reno "tidak bisa! bagaimana jika kau tidak menyukai tempat nya?" kata dio "aku suka tempat yang ada di dekat air" kata reno "waw itu akan romantis sekali" kata dio sambil terus memandangi reno.
"ya! nanti aku akan menenggelamkan mu di sana" ujar reno "galak sekali" kata dio "karena kau sangat kurang ajar pada ku!!" kata reno "kurang ajar apa?" kata dio "kau menggantikan pakaian ku tanpa izin! itu pelanggaran privasi, kedua kau membawa ku ke kamar mu diam diam itu pelanggaran berat lalu. kau memberiku ****** ***** ukuran kecil itu--" kata reno "dan kau memakai nya" sahut dio "iya eh, diam!! itu nama nya pelecehan kau tau itu!! karena milik ku tidak sekecil itu! lalu " kata reno "lalu? " sahut dio dengan santai "lalu kau malah mencium ku tadi di depan asisten ku" kata reno "itu karena kau menahan pintu nya" kata dio "omong kosong!!" kata reno dengan marah "eh.. tunggu!! lihat di kamar mu ya, ponsel ku kaya nya ketinggalan di sana " kata reno "aku tidak mau, aku mau cari tempat untuk kita kencan" kata dio "tapi ponsel ku" kata reno "lakukan satu hal untuk ku maka aku akan membawa ponsel mu nanti" kata dio "apa" kata reno "lakukan seperti saat kau jatuh tadi " kata dio "apa? " reno semakin kesal, "ayo lakukan" kata dio "tidak akan, aku akan menyuruh bodyguard ku mengambil nya" kata reno "tidak ada seorang pun bisa masuk ke kamar ku tanpa izin ku" kata dio dengan santai "aku akan masuk sendiri" kata reno "masuk lah, maka jangan menyesal jika kau tidak bisa keluar dari sana. karena aku tidak akan melepaskan mu saat kau ada di dalam sana" kata dio sambil melangkah maju "kau mengancam ku, dasar pria gay tidak memiliki moral!!" kata reno "kau bilang apa? " kata dio "bodyguard.. bod--" reno terlihat gugup.
"jangan lupa kencan nya, aku akan pergi" dio mencium bibir reno dengan singkat lalu berbalik "kau sudah mencium ku!! itu tanda nya ponsel ku harus kau bawa" kata reno "kau akan datang ke kamar ku" dio pergi "huff" reno langsung duduk di lantai sambil bersandar di dinding dia memegangi dada nya "jantung ku tidak singkron rasa nya, dasar pria gay sialan!!" kata reno "oh tidak ada apa dengan ku" kata reno sambil mengusap wajah nya yang berkeringat "tuan" asisten reno mengetuk pintu "ya masuk" kata reno "astaga tuan anda kenapa? " tanya asisten nya "aku tidak papa cuma ingin duduk di lantai" kata reno "aw" kata reno "ada apa tuan? kita akan menemui client dua jam lagi ini berkas nya saya permisi dulu, tapi anda baik baik saja muka anda merah" kata asisten "pergi sana tutup pintu nya?" kata reno asisten nya pun pergi "oh.. tidak kenapa berdiri! ada apa dengan ku? ".
__ADS_1
suara tepuk tangan memenuhi ruangan ketika ara yang ada di atas panggung menunduk lalu pergi " luar biasa"puji jin "hei aku melihat mu tersenyum" kata jeny "siapa yang tersenyum" tukas joe "jangan mengganggu nya" kata lisa "dengar kan tuh pacar mu" kata joe "tapi kau tadi tersenyum aku juga melihat nya" sahut boy "jangan begitu nanti dia marah" kata bob "ku bunuh kalian nanti" kata joe dengan ketus "kerja bagus adik ku" hong su memeluk ara yang menghampiri nya, ara menatap joe "kakak aku mendapatkan nya" bisik ara "aku tau itu" kata hong su .