
"pip..pip..pip..pip"suara mesin monitor di sisi jeny seperti suara alunan lagu pengantar tidur untuk siapa saja yang berada di ruangan itu. Lisa masih berdiri memperhatikan wajah jeny yang dari semalam belum juga sadar "huam"lisa melihat seorang gadis yang duduk tak jauh darinya berdiri "boy dia"kata lisa "dia kak cika"kata boy lisa pun mendekati cika "kak kau bisa istirahat dulu kau sudah kelelahan aku akan disini menjaga jeny.kau istirahat lah dulu boy akan mengantar mu"lisa menatap boy "hm"boy mengangguk "baik lah aku titip jeny ya"kata cika lisa pun mengangguk setelah semua nya pergi air mata pun mengalir dari mata lisa "hisk "akhirnya tangisan yang dia tahan semalaman tidak dapat di tahan lagi "lisa"daichi membuka pintu lisa menoleh ke arah kakak nya, daichi melihat adiknya yang menangis langsung berlari memeluk nya "hisk hisk..hisk..hisk..kakak.."tangisan lisa pecah di dalam pelukan daichi "kakak.."kata lisa dalam isak tangis nya "kakak tau..tidak papa menangislah sampai kau tenang"kata daichi kedua orang tua lisa melihat anak nya yang menangis sampai tubuh nya bergetar "hisk..hisk..hisk...dia tidak bangun kak..dia diam saja dari tadi"kata lisa alfie berjalan mendekati jeny yang berbaring dengan selang oksigen di hidung nya lalu dia menatap lisa yang masih di peluk daichi "tenang anakku"kata chio sambil mendekati lisa dan mengusap kepala lisa "dengar aku sangat merindukan tangisan mu loh"kata daichi lisa menarik dirinya dari pelukan kakaknya "kau bilang apa tadi?"kata lisa "jangan mengodanya daichi dia sedang sedih"kata alfie "pa, ma ini jeny"kata lisa sesekali dia harus menyeka air mata nya yang mengalir keluar "apa yang dokter katakan pada mu?"kata daichi "ini semua karena benturan keras saat kecelakaan dan juga karena jeny terlalu shock sehingga membuat jeny mengalami kesulitan bernafas dan juga sulit mengendalikan dirinya "kata lisa "hai adik ipar"daichi berbisik di telinga jeny "adikku sudah cemas mengkhwatirkan mu, tolong lah segera sadar jangan lama lama tidur nya"bisik daichi "jangan menangis lagi, anak papa kuat.dan juga dia akan bangun secepatnya"kata chio sambil menepuk nepuk bahu lisa "semoga saja pa"lisa menghela nafas panjang sambil mengusap wajah nya dengan frustasi alfie menyentuh tangan jeny yang terasa sangat dingin lalu dengan lembut alfie mengusap rambut jeny "semoga kamu cepat sembuh nak"kata alfie.
Fudo melihat riki yang terbaring setelah di periksa karena luka di tubuh riki sangat banyak dan menyebabkannya kekurangan banyak darah, "hum.."fudo melihat ponsel riki bergetar di meja kecil di samping tempat tidur riki "halo"kata fudo "halo kak riki ada kabar buruk tentang adikku kak, jeny..jeny di rawat di rumah sakit "kata boy "apa?"mata fudo terbelalak "dia belum sadar dari semalam kak, kami mengalami kecelakaan besar dea dan ..dan...ezra tewas kami juga sedang menunggu keluarga mereka yang ingin datang agar keduanya dapat di kubur"kata boy "hufff..."fudo menarik nafas dada nya terasa berat sambil menoleh ke arah sahabat nya yang terbaring "hm, aku datang"kata fudo sambil mematikan telponnya "loh, kok kak riki dingin banget sih"fikir boy. Fudo memasukan ponsel riki ke sakunya "kau mau kemana?"pam datang "aku harus pergi, kau jaga teman kita ya"kata fudo "bahkan luka di punggung mu belum pulih"kata pam "aku masih kuat menahannya pam, tapi saudara kita sedang memerlukan ku"kata fudo lalu dia langsung pergi "saudara?"kata pam dengan heran lalu dia menghampiri riki "aku harus pulang mengambil baju di rumah untuk mu dan juga amin"kata pam .
Pam masuk ke dalam rumah dia melangkah ke sebuah ruangan lalu menekan tombol rahasia yang membuat pam masuk ke dalam ruangan bawah tanah terlihat seseorang dengan leher di rantai "anjing yang manis ini makanan mu untuk beberapa hari"kata pam sambil tersenyum "tolong lepaskan aku"kata zeky "aduh..aku tidak tau kau bicara apa"kata pam "oh ya ku harap kau mengerti satu hal"ucap pam lagi "gimana rasanya di perlakukan begini?"tanya pam dengan mata merah zeky menangis dia kembali teringat kejadian beberapa tahun lalu di mana dia membantai satu keluarga dan menyeret satu wanita dan menjadikan wanita itu sebagai hewan peliharaannya dan juga menyiksa wanita itu "jadi kau anak ..anak..tuan kamol?"tanya zeky "ya..akhir nya kau tau kan, kau menghabisi keluarga ku dengan kejam bersama teman teman mu!! Kalian menyiram seorang ibu dengan air keras!! Membawa dua adik perempuan ku!! Menyiksa mereka menganggap mereka hewan peliharaan mu!!"kata pam "mungkin kau berfikir aku sudah mati kan? Saat itu aku memang sekarat! Tapi tuhan memberiku kembali kesempatan untuk hidup agar bisa menghukum orang orang sepertimu, sekarang lihat baik baik putra tuan kamol masih berdiri di hadapanmu!! Dan untuk kedepannya aku tidak mau mendengar kau bicara seperti ini tapi bicara lah seperti anjing karena kau adalah peliharaan ku. Jika kau bicara layak nya manusia maka aku tak akan segan memaksa mu meminum cairan asam"setelah itu pam segera pergi meninggal kan zeky yang meratapi nasib nya "haaah...hisk..hisk.."zeky teringat saat dia membantai keluarga kamol seorang dektektif terkenal suara jerit dan tangisan terdengar di rumah besar itu pam salah satu nya yang mengalami siksaan, dan cacian dan juga dia membawa dua gadis remaja yang di jadikan sebagai mainannya dia memperlakukan dua gadis itu seperti hewan peliharaannya dan menyuruh dua adik pam itu menggonggong layak nya seekor anjing sungguhan.
__ADS_1
Pam masuk ke kamar riki dan mengambil beberapa pakain untuk riki "krek"pam terdiam mendengar suara dari lemari riki "suara apa tadi?"pam berdiri di dekat lemari riki "kreekk...prang!!!"cermin lemari riki hancur berkeping keping pam terkejut "apa apaan ini"fikir pam lalu dia melihat serpihan cermin yang hancur di lantai dan juga beberapa foto jeny dan riki yang di cermin ikut mengalami kerusakan akibat goresan cermin itu "haah..pasti lemarinya sudah tua, aku bersihkan dulu deh"pam mengambil sapu dan mulai membersihkan serpihan cermin yang hancur dan berserakan di lantai.
Boy masuk ke ruangan jeny terlihat lisa sedang membersihkan tangan jeny dengan tisu basah "kok lama sekali boy?"tanya lisa "ini kau makan dulu lah, kau pasti juga lelah kan aku mau ke bandara dulu"kata boy "ngapain kau pergi kesana?"tanya lisa "menjemput kak riki"kata boy lisa mengangguk "baik hati hati"kata lisa boy tersenyum lalu pergi, lisa kembali duduk setelah membuang tisu yang baru dia pakai "kakak mu akan datang, lalu kapan kau bangun"kata lisa sambil tersenyum tetapi mata nya mulai berair kembali "aku rindu pada mu jeny..aku merindukan setiap perkataan mu ayolah bangun"kata lisa "lihat jen, ini pertama kalinya aku menangis setelah empat tahun lalu. Kau berhasil membuat ku menangis"kata lisa sambil mengusap wajah jeny dengan lembut "bahkan mama dan papaku datang menemui mu tapi kau tidak bangun"kata lisa "gimana keadaannya"reno membuka pintu setelah lisa mengusap air matanya dengan tisu "dia belum bangun, gimana dengan mu?"tanya lisa reno berjalan dengan menggunakan penyangga di tanggannya "aku baik baik "kata reno "gimana dia"agnes juga datang dengan seorang perawat yang mendorong kursi roda nya "ya ampun jeny"air mata agnes keluar.
Boy masih diam di dalam mobil "mana sih kak riki lama banget"kata boy tiba tiba ada orang datang membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya "hah! "boy terkejut "ayo kita segera ke rumah sakit"kata fudo "loh..aku belum pernah melihat mu, mana kak riki?"kata boy "kau pernah bertemu dengan ku mungkin kau lupa"fudo ingat di saat dia menyamar jadi seorang polisi dan bertemu dengan boy di saat boy hilang kendali pada saat mengemudi "riki tidak akan datang karena sibuk"kata fudo "apa? Tapi tap.tapi jeny sedang butuh kakaknya"kata boy "aku juga kakak nya jeny"kata fudo "jika kau tidak menjalankan mobil nya aku akan cari taxi"kata fudo . "kakak kau ini siapa?"fudo teringat saat dia bertemu dengan jeny "aku itu sahabat nya riki"kata fudo "wah..aku tidak menyangka kakak ku punya sahabat yang aneh sepertimu"kaya jeny "jeny..jangan begitu dia adalah sahabat ku yang paling tampan"kata riki dan juga pada saat makan di restoran "kakak ku pasti banyak menyusahkan mu dan juga yang lainnya kan?"kata jeny "selagi kakak pergi pesan makanan lagi, ku katakan pada kalian ya meskipun kakak ku sedikit payah tapi jangan pukul dia karena kakak ku cuma satu"kata jeny .dan di saat mereka akan pergi "dengar jeny jika si payah ini tidak memperdulikan mu lagi kau bisa cari aku"kata amin "aku juga"kata pam "kenapa?"kata jeny "karena kau adalah adik kami juga"kata fudo "wah..sungguhan ya..kalau begitu belikan aku coklat"kata jeny. Fudo menatap ke arah boy "ba..baik"kata boy.
__ADS_1
ke esokannya ...
"keluarga nya sudah datang kita akan memakam nya mereka sekarang"kata reno "jangan kuat kuat nanti jeny dengar"kata boy jeny perlahan menoleh ke samping "kau ingin sesuatu? Katakan saja kakak akan mengabulkan apa yang kamu minta"kata fudo "ak"jeny terlihat kesulitan bicara "ya tuhan"guman lisa "ak.ak.ku..mmau..ikkut...k..kkke.."kata jeny lisa segera berbalik gak kuat ingin menagis "pelan pelan saja"kata fudo "kkke ..te..mmmpat..m..mmereka. D..ddi kub..bur kan"kata jeny lisa terkejut mendengar apa yang di katakan jeny "tidak jeny..tidak bisa"kata lisa "d..dia..te.mman..ku..kak"kata jeny .
Dua jenazah di turunkan dari mobil ambulan fudo yang di sisi jeny berjaga jaga sesekali melirik ke arah jeny meskipun dia sudah merangkul nya tetap saja fudo terlihat kwatir, lisa juga sesekali melihat ke arah jeny. Bob dan joe turun ke bawah lobang yang sudah di gali untuk kuburan dea dan ezra air mata perlahan turun dari mata jeny namun tak terdengar suara dari mulut jeny "hisk..hisk..hisk"agnes menangis di samping reno "apa kau ingin kita kembali?"tanya fudo jeny menggeleng kan kepalanya sekali kedua jenazah telah di masukan ke dalam kuburannya. Ingatan jeny kembali memutar kebersaman nya dengan dea "onnie..berhentilah menangisi drama buruk itu"kata jeny "kau ini tidak punya hati"dea masih menangis , "hei...jangan marahi jeny atau aku akan memarahi kalian!!" "iya jeny..kau tidak salah" "hu...m coklatnya enak bisa berbagi lagi dengan ku" "lihat..aku membawa sesuatu" "boy...jangan marahin dia!" "hei..jangan tarik telinganya dia tidak salah!" "kau jangan bertindak bodoh lagi aku sangat mencemaskan mu" "makan lah sedikit nasi nanti aku belikan kau es krim coklat" "aku dea teman mu" "ya..mungkin kau lupa dengan ku, tapi aku tidak lupa, dengar jeny aku teman mu" "tangan mu terluka kan? Lihat ini!! Sudah ku bilang jangan lari lari " "aku ingin kau menari sebagai hadiah pernikahan ku" "kau cantik sekali aku tidak sabar ingin melihat mu menari" semua nya berputar di ingatan jeny perlahan tubuh jeny seperti kehilangan tenaga fudo dengan sigap menahan tubuh jeny begitu juga dengan lisa "tidak papa biar aku saja"kata fudo sambil mengangkat tubuh jeny ke mobil dan kembali ke rumah.
__ADS_1
Siang harinya fudo terlihat sedang memasak di dapur "kak "lisa datang "oh..kau lagi hum..aku lupa namamu"kata fudo "aku lisa"kata lisa "ya ya bisa kau temani adikku di kamar aku sedang memasak"kata fudo lisa mengangguk lalu pergi ke kamar jeny terlihat jeny sedang berbaring memperhatikan langit langit kamar nya "hai jeny"lisa masuk dan duduk di dekat jeny "gimana kondisimu sekarang?"tanya lisa tetapi jeny hanya diam dan memperhatikan langit langit kamarnya saja penuh dengan lampu yang beraneka warna tak lama kemudian jeny terlelap dia tidur dengan tenang lisa memperhatikan wajah jeny yang terlihat kelelahan "cepat kembali lagi ya"kata lisa sambil mencium dahi jeny lalu menyelimuti jeny dan pergi keluar "dia sedang apa?"kata fudo sambil meletakan makanan di meja "dia sudah tidur kak"kata lisa sambil duduk di sofa "syukurlah kata dokter dia hanya butuh waktu istirahat yang banyak dan dia akan membaik"kata fudo sambil meletakan minuman di depan lisa, fudo terkejut melihat lisa yang sudah tertidur pulas di sofa .