Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
jeny turun ke dalam air


__ADS_3

Malam hari yang dingin jeny tidak bisa tidur dia pergi ke bawah,naik lagi ke atas tetap saja "belum bisa tidur?"kata lisa "belum, kau lihat kan aku akan terus terjaga tanpa obat"kata jeny sambil masuk ke kamar dan duduk di ranjang "bagaimana baca buku"kata lisa jeny mengangguk dan mencoba membaca namun tetap saja "gimana menonton film"lisa membawa laptop "ayo"kaya jeny beberapa film sudah di putar "aku tidak bisa tidur juga"kata jeny kesal "aku harus cari obat"kata jeny "tidak! Kita coba cara lain"kata lisa lalu mereka main game,memutar musik,cerita pengalaman,makan,nonton tv,dan akhirnya mereka kelelahan "jika kau ngantuk kau bisa tidur di kamar mu"kata jeny "tidak jen, jika kau tidak tidur aku juga tidak tidur sekarang kau berbaring kita coba cara kuno kau dengarkan aku membaca sebuah cerita"lisa mulai membaca cerita dari ponselnya satu cerita sampai tiga cerita tetap saja jeny tidak tidur. "apa kau selalu meminum obat itu?"lisa menatap jeny "iya dari dulu aku sudah meminum nya obat itu dari kak cika"kata jeny "kenapa kau meminum nya?"kata lisa "aku orang yang memiliki masalah dalam tidur jadi harus di bantu dengan obat"kata jeny sambi menatap langit langit "rasa nya aneh jika tidak minum obat hari ini"kata jeny "tidak aneh kau hari ini tidak tidur tapi hari besok nya kau pasti tidur"kata lisa "kau sok yakin sekali"kata jeny "pagi ini tuan son akan datang melatih mu jadi berbaring lah walaupun tidak tidur"kata lisa "kau kenapa tidak tidur?"jeny menatap wanita di sebelah nya "bagaimana aku bisa membiarkan mu sendirian dengan kondisi terjaga"kata lisa "aku dulu pernah kecanduan akohol juga"kata lisa "aku minum dan minum tiap saat waktu itu aku sudah hampir gila"ucap lisa jeny mendengarkan lisa bercerita "bahkan papa ku sampai membawa seorang dokter rumah sakit jiwa untuk ku haha dia fikir anak nya sudah gila"kata lisa "jadi kau gila atau tidak?"kata jeny "aku tidak tau tapi orang orang mengatakan aku gila setiap saat setiap jam aku tidak minum apapun kecuali akohol. Sampai aku pernah di rawat karena sakit parah ternyata akohol merusak tubuh ku dari situ aku sadar,aku harus berubah! Aku tidak boleh terpuruk dalam kesedihan"kata lisa "orang sepertimu bisa sedih ya?"kata jeny "tentu saja bisa kau tidak tau waktu itu aku sangat sedih sekali orang yang ku sayang menghianatiku"kata lisa "ooh jadi kau patah hati seperti di film tadi"kata jeny "iya... Itu sangat menyedihkan"kata lisa dia terus bercerita sampai pagi .


"tahan!!!" "aih tuan son aku sudah lelah!!" "dasar lemah aku tidak ingin mempunyai seorang murid yang lemah!" "tapi kau belum memberiku waktu untuk istirahat"kata jeny "cih hiyaa"son menarik tongkat "sekarang praktekan ayo hiyaaa hiya"son maju "au auh aug tuan son sakit kau benar benar memukul ku"kata jeny "jangan banyak bicara angkat buang kanan tahan silang kiri tahan"son melatih jeny lisa melihat dari jendela "kau terlalu sadis aduh aduh kena kepala ku tuan!!"seru jeny "pang pang pang"suara tongkat beradu "duggg"jeny jatuh "aduh tuan aku jatuh berhenti dulu aduh. Eh kenapa kau tidak berhenti"kata jeny "jika kau di hajar orang kau akan mati "kata son "sok tau"kata jeny "tunggu tuan"lisa datang sambil membawa teh "anda minum lah dulu"kata lisa "terimakasih"son menuang teh dari teko "tuan jeny mengalami kesulitan soal tidur maka nya dia jadi mudah kelelahan"kata lisa "jadi selama ini dia tidur bagaimana?"kata son "dia meminum obat tapi tadi malam tidak aku melarang nya minun obat"kata lisa "aku punya ramuan nanti aku berikan pada mu kau cukup tambah air hangat ke ramuan ku sedikit saja itu akan menolong nya"kata son.


Hari demi hari berlalu "pang pang pang pang"son dan jeny berlatih "hei tuan aku sudah bisa nih eh eh"jeny jatuh "bisa dari mana"son memukul jeny "aduuuhhhh"tiap saat jeritan aduh dari mulut jeny lah yang selalu terdengar, "hiya hiya hiya hiyaaa"jeny mulai mengusai apa yang di ajarkan son pada nya. "sekarang aku boleh istirahat kan"kata jeny "kata siapa"son memukul jeny "tuan aku lelah"kata jeny "emang aku peduli"kata son "anda ini kejam sekali"guman jeny .


"hari ini kau akan berlatih kepekaan"kata son "pekak? Hum apa itu pekak?"kata jeny "kepekaan bukan pekak"kata son sambil memukul jeny dengan tongkat nya "aduh aduh tuan anda sangat berdosa memukul anak baik seperti ku"kata jeny "kau terlalu percaya diri kau anak baik dari mana nya"son langsung menutup mata jeny "ini sangat gelap test dari mana kalau ahhh!! Aduhhh aduhh tuan ampun"kata jeny "kau harus konsentrasi anggap saja kau buta jadi kau harus menggunakan indra pendengarmu dan penciuman mu"kata son "baik baik ini mudah"kata jeny "aaaaaahhh aduh aduh aduh"suara jeny terus terdengar sampai malam.


"ini minuman mu "lisa memberikan minuman ke jeny "huh pria tua itu benar benar kuat"kata jeny "tentu saja "kata lisa sambil memeras handuk kecil dan menempelkan nya ke lengan jeny yang sedikit memar "ngomong ngomong lisa minuman yang ada daun daun nya ini apa kah ini obat?"kata jeny "bukan itu hanya minuman teh biasa itu racikan tuan son jadi kau harus meminum nya"kata lisa "wah teh ini bisa membuat ku tertidur loh"kata jeny "wahh...itu bagus dong"kata lisa .


Jeny berbaring di ranjang nya dan mulai tidur lisa membuka pintu perlahan memastikan jeny tidur "kau sekarang jadi sangat cerewet"kata lisa lalu dia menutup pintu dan pergi ke kamar nya. "papa!! Papa!! aduh..tolong jangan sakiti aku tolong kakak!"lisa terbangun di tengah malam mendengar suara jeny "dia sudah mulai"kata lisa ya jeny memang tidur tapi dia selalu mengigau berteriak tolong "jeny jeny"lisa membangunkan jeny "jeny jeny!!"kata lisa "hum huh"jeny membuka mata "lisa"jeny duduk "apa kau mimpi buruk lagi?"kata lisa jeny mengangguk "aku kembali melihat orang berjas datang membawa senjata besar "kata jeny "minum teh nya..kau tenang..ingat kata boy kalau itu semua imajinasi yang muncul di fikiran mu"kata lisa sambil tersenyum "iya iya itu imajinasi ku"kata jeny "sekarang tidur lah lagi besok kau akan berlatih"kata lisa jeny kembali berbaring lisa membantu jeny menutup selimut nya.

__ADS_1


"ayo banguuunnn!!"son melempari batu ke atap "tuan soon!"lisa membuka pintu "latihan"kata son "astaga ini baru jam lima"kata jeny "cepat"kata son, lisa pergi memasak jeny latihan "nyawa ku belum menyatu tuan"kata jeny "byurr"jeny kaget dia di siram air oleh son "sudah menyatu?"tanya son "sudah sudah"kata jeny .


"makanan sudah siap"kata lisa "kenapa melihat ku?"tanya son pada jeny "aku lapar tuan"kata jeny "pergilah makan"kata son "terimakasih"kata jeny lalu jeny menarik son "anda juga harus makan"kata jeny mereka pun makan bersama lalu setelah selesai jeny pergi keluar dia sudah siap untuk berlatih "tuan"lisa berdiri "ada apa? Apa kau mau berlatih juga?"tanya son "hum tidak tidak hum ramuan mu berhasil tapi jeny tetap mengalami mimpi buruk"kata lisa "kau sangat perhatian sekali beruntung jeny punya teman seperti mu, kau tenang saja aku akan melakukan sesuatu pada nya nanti"kata son .


"sekarang perlatihan tahan nafas"kata son sambil menunjuk ember berisi air "jadi gimana cara nya"kata jeny lisa masih membereskan piring dan membantu rita "kau akan memasukan wajah mu ke ember ini"kata son jeny mendekat.


Wajah jeny masuk ke air perlahan jeny membuka mata melihat air "jeny!!! jeny!!!" "tolong!!! Tolong!!!!"jeny menarik keluar wajah nya nafas nya tersengal sengal "tuan aku aku"jeny gelisah "kau takut! dengar nak kau harus mengalahkan rasa takut mu jika rasa takut mu mendekat kau harus teriak aku tidak takut katakan seperti itu "kata son jeny mengangguk dan kembali mencoba "jenyyy jeny!!!" "tolong aku!! tolong!!" "jangan melompat" "kakak aku teng-gelam"jeny memejam kan mata. "jen..jeny"jeny membuka mata "siapa kau?'tanya jeny "kau mungkin lupa aku tapi kau tidak lupa dengan kejadian di dekat air terjun, jen"wanita itu memegang tangan jeny "kau tidak salah, ayo semangat lupakan semuanya . Kau orang yang kuat kau harus hidup untuk kami, bangun lah jen"kata wanita itu "bangunlah jen jeny jeny!! bangun"jeny membuka mata tampak wajah lisa "apa aku ketiduran?"jeny duduk "kau pingsan"kata son lalu dia menghampiri jeny "kau harus melawan rasa takut mu, lawan bayangan bayangan imajinasi buruk mu."kata son "maaf tuan aku akan coba lagi"kata jeny.


"hari ini kita akan berlatih di dalam air"kata son "tuan aku tidak bisa berenang"kata jeny "apa kata ku?ah kau muridku yang paling buruk"kata son "dia beneran tidak bisa berenang tuan dia akan mematung saat di dalam air"kata lisa sambil membawa buah buahan ke meja "aku tidak bisa bagaimana ini"kata jeny "kau bisa berenangkan kalau gitu latih dia berenang"kata son pada lisa "tapi tuan"kata lisa "apa?kalian payah sekali dengar ya aku dulu punya satu murid yang suka mengeluh tapi bisa segala nya dia selalu mengomentari apa yang ku ajarkan tapi dia tetap melakukan nya hum..duh siapa ya nama nya aku lupa..tapi dia sudah jadi tentara"kata son "ku rasa dia terpaksa"kata jeny "terpaksa apa? Dia berlatih berenang selama tiga hari lalu dia berenang di laut pergi ke pulau tanpa kapal oh..aku ingat nama murid nakal itu kalau gak salah ryu ya ya ryu dia sangat berbakat"kata son jeny terlihat terkejut "ah ryu kan cuma pandai berenang"kata jeny "dia juga bisa menahan nafas berjam jam di air dan dia pandai melakukan penyamaran"kata son "aih lisa kau harus ajarkan pada ku cara berenang sekarang aku akan mengalahkan si ryu pecundang itu hei tuan jika aku bisa malakukan semua nya dengan baik kau harus pertemukan aku dengan ryu mu itu aku akan hajar dia dan memukul nya sampai mampus"kata jeny sambil berjalan ke kolam renang "gluk"dia menelan ludah "ayolah jen demi mengalahkan ryu "fikir jeny "tuan apa kau bercanda dia bisa mati di dalam air"kata lisa "kau lah yang mati sekarang bantu dia"kata son.


"wah waa...aku bisa tidak ya"jeny masuk ke kolam dengan bantuan lisa "pelan pelan pegang tangan ku jen"kata lisa "baik baik kau jangan macam macam ya"kata jeny sambil memegang lengan lisa "jangan tahan kaki mu biar dia mengambang dengan tubuh mu aku akan menahan mu"kata lisa dia dapat merasakan tangan jeny memegang lengan nya dengan kuat "ayo luruskan tubuh mu"kata lisa "waw lisa aku akan tenggelam"kata jeny "ah tidak tidak"kata lisa jeny gemetar "ayo coba luruskan dulu dan mengambang lawan imajinasi buruk mu"kata lisa "iya iya hufff"jeny mengambang "dengar jen jangan takut tetap rileks oke sekarang coba masukan kepalamu oke oke jangan kwatir aku menahan mu di sini"kata lisa son melihat itu dari jauh "menyedihkan sekali ryu..bahkan anakmu tidak ingat dengan mu"kata son "uhuk uhuk uhuk"jeny batuk "astaga tarik nafas kau harus benar benar bernafas dengan baik ayo"kata lisa.

__ADS_1


"woaahhh"jeny langsung memeluk lisa "aku sedikit tidak yakin"kata jeny "kau bisa berhenti jen latihan nya sudah cukup bukan"kata lisa "tidak tidak tolong ajari aku lagi"kata jeny. Jeny masuk ke air matanya melihat air jernih kebiruan "kita bernafas"fikir jeny "ayo gerak jen ayun kaki atas bawah atas bawah"kata lisa jeny memperhatikan air tubuhnya kaku lisa menyadari itu segera menarik jeny "kau bisa mati jen"kata lisa "huf huf hum maaf lisa aku kalah dengan imajinasi buruk ku"kata jeny son datang mengusap kepala jeny "apa kau menyerah?"kata son "hum tidak tidak aku akan berusaha"kata jeny.


Jeny dan lisa menghabiskan waktu di kolam berhari hari sampai jeny naik ke kolam memukuli kepalanya "tolong biarkan aku berenang jangan muncu di kepala ku"kata jeny dengan sedih dan kesal "jeny jeny tidak jangan begitu"kata lisa son hanya melihat "aku tidak bisa terus lisa"kata jeny dengan menangis sedih "kau harus ingat orang yang kau sayang"kata son "kak riki"kata jeny akhirnya jeny dan lisa menelpon riki dan merekam suaranya lalu, jeny kembali belajar "ayo adiku ayo kakak bangga pada mu"ada suara riki jeny masuk ke air lisa membantu nya terus berusaha sampai jeny lupa dengan akohol nya.


"ayo adik ku ayo"suara riki terdengar "ayo jen !"kata lisa jeny memasukan tubuh nya ke air lalu menggerakan kaki dan tangan nya "tolong!!jeny"bayangan itu muncul jeny tersenyum "aku akan menolongmu tapi jangan ganggu aku"kata jeny dalam hati "okeee"lisa menarik jeny ke luar lalu merangkul nya "aku kwatir tapi ternyata kau bisa melakukan nya"kata lisa "terimakasih lisa kau membantu ku"kata jeny dia pun perlahan merangkul lisa "berhenti pelukan ayo mulai"kata son "dia berhasil mengalahkan rasa takut nya"fikir son .


"hiya hiya hiya!"tidak ada lagi suara teriakan jeny yang ada hanya teriakan semangat "obat ini adalah hasil racikan leluhur ku ini bisa membantu orang seperti mu"kata son "isinya kenapa sedikit"kata jeny "isinya lima puluh butir sehari satu kali sehabis makan saat obat habis kau pasti sembuh"kata son .


Suasana sejuk di terpa angin "ini mau kemana tuan?"tanya jeny "melihat laut"kata son di atas kapal "kau tidak papa kan?"lisa melihat jeny .jeny tersenyum lalu menggeleng "bukk"son mendorong jeny dengan tiba tiba "JENY!!!"lisa kaget dan mau menolong tapi di tahan son "ANDA BISA MEMBUNUH NYA TUAN DIA SANGAT TAKUT AIR YANG DALAM!!"lisa panik "kau cukup teriak memanggil nya"kata son "JENY JENYYY!!"seru lisa di dalam air jeny diam tidak bergerak matanya melihat air biru bayangan itu muncul kembali ada seorang pria yang menjatuhkan dirinya ke air jeny masih tidak bergerak "JENYYYYY!!!"jeny melihat ke atas "KU MOHON NAIK JENY LAWAN IMAJINASI BURUK ITU JENY KU MOHON.. NAIK JEN"jeny perlahan menggerakan kaki nya terus mengayun kan kaki nya dengan kuat "byur"jeny muncul tapi tenggelam lagi lisa tidak tahan segera melompat dan membawa jeny naik kembali . "kenapa kau lama sekali ada apa dengan mu hah? Kenapa? Apa yang terjadi? Aku takut jen?"lisa panik luar biasa "anak payah"guman son "lisa lisa"jeny menepuk pipi lisa "aku tadi sedang mencoba melawan imajinasi itu dan, aku sedang berusaha berenang lisa kau kenapa menangis?"kata jeny "aku takut kau tidak muncul"kata lisa "aku juga takut tapi tadi aku mendengar mu aku dengar suara mu dan juga suara kak riki"kata jeny "jen kau tidak memeluk ku?"kata lisa "aku sedang menagis loh"kata lisa jeny tertawa kecil lalu memeluk lisa "kau teman terbaik"kata jeny "woiiii kami datang"kata bob dengan speed boat "guys"kata boy "ayo naik"kata jeny "kami tau kau sedang berlatih beberapa minggu ini jadi kami menahan diri untuk bertemu dengan mu kami hanya melihat dari gerbang"kata dea "cukup"son menarik jeny "pelan pelan tuan"kata agnes tapi son tetap mendorong jeny dengan kuat "ayo adikku"jeny mulai masuk ke air dengan keras "JENYYY!!"teman teman nya mulai memanggil "ayo gerak!"fikir jeny dia mulai bergerak ke atas "imajinasi buruk kau tidak akan bisa menakutiku lagi"kata jeny dalam hati "kok lama sekali"kata boy "JENYYY KAMI MENYAYANGIMU"SERU AGNES "BYURR"jeny muncul "boyyy aku bisa bergerak di dalam air"kata jeny "plung"jeny masuk lagi "JENY!!"yang lain panik "aku hampir tenggelam"kata jeny "sekarang berenang ke sana cepat kami akan menemanimu dengan kapal"kata son "baik tuan"jeny bergerak "kak riki lihat jeny dia berenang kembali"boy menangis sambil menunjukkan jeny yang berenang riki yang panik berubah jadi terharu "terima kasih sudah menjaga adikku"kata riki "aku berenang aku mengambang"kata jeny son tersenyum lalu melompat ke laut "ayo bertarung dengan ku"kata son "woaw aku hampir masuk air "kata jeny "kau sudah di air murid bodoh"kata son . Mereka terus berlatih sampai lima hari di laut.


"latihan sudah selesai"kata son "lagi dong aku gak papa kok kau pukul dengan tongkat mu"kata jeny teman temannya tertawa "aku harus pergi nak, lain waktu aku akan kembali ke sini"kata son "tuan kau akan pergi ?"kata jeny "apa kau bilang"son memukul jeny "aduh apa salah ku"kata jeny "kau benar benar bodoh aku sekarang adalah gurumu"kata son "iya tuan"kata jeny "kau bilang apa?"kata son "iya iya guru jadi kapan aku bisa bertemu dengan ryu murid kebanggaan mu itu?"kata jeny "ryu??"boy kaget "suatu saat nanti juga ketemu"kata son "dengar nak, kau tidak boleh sombong walaupun kau kuat dan punya kekuatan. Tetaplah terlihat biasa tidak papa di bilang lemah "son memberi beberapa nasihat sebelum akhirnya pergi di antar lisa dan jeny ke bandara "dengar ryu anakmu sama seperti mu"guman son sambil melihat jeny dari jendela pesawat.

__ADS_1


__ADS_2