
Orang orang mulai menyusun dan menghias rumah "rumah mu cantik juga di hias"ucap jeny reno menatap jeny "jadi selama ini rumah ku jelek ya"kata reno "kurang lah"kata jeny "hei..kau ini berkata apa?"kata boy "kau bertanya?"jeny tersenyum "gimana hiasannya?"kata agnes "menurutku bagus"kata dea "wah eonnie kau terlihat berbeda"kata jeny dea menatap jeny dengan terkejut "panggilan itu"guman agnes tubuh dea bergetar "ada apa?"lisa terlihat heran "kau panggil aku apa?"kata dea "apa??"jeny menatap dea "barusan, ayo katakan lagi "kata dea "eonnie..kau terlihat aneh"kata jeny dea langsung di peluk ezra karena ezra tau calon istrinya sedang ingin menangis keras "stttt sstt beby"bisik ezra "hisk..hisk...aku selalu menunggu nya mengatakan itu"kata dea "kebiasaan mu buruk ya kau selalu saja menangis"kata jeny "kau selalu menggemaskan"dea memeluk jeny sebentar lalu pergi "lisa..bisa tolong temani dea"kata boy "ya"lisa berbalik dan pergi "ini kejutan"kata joe "boy aku haus"kata jeny "aku akan ambilkan minum"kata boy "sudah jangan menangis nanti jeny lihat"bisik bob "aku jadi sedih juga"bisik agnes.
"hhaaaah hisk hisk"dea menangis sejadi jadinya di kamar mandi lisa menghampiri dea "ada apa?"kata lisa "kau tau lisa..aku..aku..akkku.sangat senang mendengar kata yang di ucapkan jeny barusan"kata dea sambil menangis "a..aku tau itu dulu panggilan ejekan dari saat ..saat selesai nonton bioskop"kata dea beberapa tahun lalu di saat dea dan teman temannya menonton film "eonnie.."film yang mereka berakhir ketika dua pemain di film itu berpelukan dan dea menangis terus karena terharu dengan adegan yang dia lihat, jeny yang doyan usil langsung meledek dea terus menerus "eonnie...eonnie..hyahahaha dasar cengeng...hyahaha"sepanjang perjalanan pulang jeny terus menerus meledeknya "hisk hisk kau kan tidak menghayati film nya"kata dea "eonnie..hyahaha..hyahaha..eonnie"jeny terus menerus meledeknya "sudah sudah"kata riki "iya muka dea bakal merah terus"kata boy akan tetapi jeny terus memanggil dea dengan kata eonnie terus menerus "EONNIE!!! BUKA PINTU!! AKU SUDAH DI DEPAN PINTU RUMAH MU!!"seru jeny "eonnie...pacarmu jelek sekali" "eonnie...masakanmu tidak enak" "boy..boooy...mana si eonnie cengeng itu" "hei agnes di mana eonnie" lalu saat dea dan agnes belanja "EONNIEEEE!! APA YANG KU AMBIL KAU HARUS MEMBAYAR NYA!!"seru jeny sampai semua mata memandang ke arah mereka "jeny jangan berteriak"kata dea "lihat mereka melihat ke arah kita jen"kata agnes. Dea tersenyum teringat itu semua "dia tidak peduli di mana pun dan kapanpun, dan juga dia memaksa semua teman teman memanggil ku eonnie.. Haha..aku sedih sekali sejak kecelakaan dia jarang memanggil ku lagi, dan saat sakit dia melupakan panggilan itu"kata dea "aku paham"lisa menepuk nepuk bahu dea "dia sudah banyak berubah sejak dia jatuh sakit, dulu dia sering memakai rok pendek dan juga pakai celana panjang dan juga dia suka pakai kemeja dia baik dan juga aktif seandainya kau melihatnya dulu..kau pasti juga tidak akan melupakan setiap tingkah nya dia mengerjai kami, mengerjai orang memukul orang yang mengganggu ku dan yang lain sial...aku jadi cerita padamu"ujar dea "tidak papa dea, ceritakan apa saja yang ingin kau cerita kan..jangan di pendam sendiri"kata lisa sambil tersenyum tipis "ayo berdiri dan jangan menagis lagi,segera lihat dia lagi yuk"kata lisa.
__ADS_1
"kalian menangkap satu gadis tidak bisa!!!"john menatap anak buah nya "maaf maaf bos, tiba tiba saat kami hampir berhasil..kami dapat serangan mendadak tuan"kata salah satu anak buah nya "BOHONG!!!"seru john "benar tuan kami tidak bohong ada anggota kita yang tewas dalam serangan itu"kata mereka "siapa mereka?"tanya john "tuan"fong memperlihatkan sesuatu ke john melalui komputer nya terlihat pamanya sedang menelpon seseorang di rumah nya sendiri "bunuh saja semuanya, tembak dia..sampai dia mati..mungkin dia lari tapi tetap buru dia sampai mampus dan aku akan membagimu perusahaan milik nya huahaha..kau tau..apa yang bisa dia lakukan ? Bahkan menangkap satu wanita pun tidak bisa apalagi menangkap mu"john melihat paman nya wajah nya langsung merah padam.
"choi,kita harus party "kata dev "ya ya benar benar lagian kita sudah lama tidak bertemu dengan yang lain kan, jadi di mana kita akan ke temu?"kata choi "di tempat nya lah di mana lagi kalau bukan rumah joni"kata dev "ya ya baik baik.."kata choi sambil tertawa keras.
__ADS_1
Riki datang dengan menyeret beberapa orang begitu juga dengan fudo "bos, mereka sudah di temukan"kata pam seorang pria dengan rokok di tangannya menatap orang orang di depannya "kerja bagus"kata pria itu sambil menyuruh anak buahnya yang lain untuk mengikat orang yang di bawa riki dan fudo "akkhhh...am...am..pun"kata orang orang yang di bawa riki "kalian boleh pergi"kata pria itu riki dan ketiga temannya pergi keluar dan kembali ke rumah mereka "kira kira mereka bakal di apakan ya?"kata amin sambil memotong daging "ku rasa mereka bakal di bunuh"kata pam "kemana riki?"fudo berjalan ke ruang tamu dengan handuk kecil di lehernya "ku rasa dia mandi..tubuh nya tadi sangat sangat kotor dan penuh darah"kata pam "hah"riki menyalakan shower noda darah di tubuhnya langsung larut bersama dengan air yang mengalir ke tubuhnya "jeny sedang apa ya?"fikir riki sambil mengambil spon mandi nya.
Joe dan reno membawa makanan "sudah sudah istirahat dulu"kata reno "ya ya benar itu"sahut agnes "ha..ha...haaaaaching!!"boy tertawa melihat jeny bersin "apa ini?"dea mendekat "ada roti bakar nih"kata ezra "hei hei..ini milik ku ya..cake coklat ini"kata jeny "iya iya..kami tidak terlalu suka coklat"kata mereka "kau mau lisa"jeny menyendok cake nya lalu menyodorkan ke lisa "mau kalau iya buka mulutmu"kata jeny "jangan jen"kata dea "d..di..dia mau..me..menyuapi ku"fikir lisa sampai sampai dia menelan liurnya sendiri "tenang lisa..tenang..jangan teriak"kata lisa di dalam hati "ayo"kata jeny "tidak jen"kata bob lisa membuka sedikit mulutnya sendok cake itu hampir masuk ke dalam mulut lisa "eeits..jangan harap"jeny malah menarik sendok nya dan memakannya "apa?"lisa terkejut "sudah ku katakan jangan!"boy menarik telinga jeny "aw...cuma sekali kok..lagian lisa nya saja yang bodoh mau saja di kerjain"kata jeny "sudah sudah boy jangan tarik telinga nya"kata lisa "iya boy sudah, jangan di tarik jiwa usilnya lagi kumat tuh"kata dea "ayo minta maaf"kata boy "tidak akan"kata jeny "ayo..cepat"kata boy "tidak..tidak..lisa saja tidak marah kok"kata jeny "iya tidak papa"kata lisa sambil menarik jeny ke samping nya agar tidak di omelin boy "beruntung kau"kata boy "kau suka cake nya?"tanya dea "suka banget, ini lembut dan banyak coklatnya"kata jeny "saat acara aku akan membuat cake seperti itu agar kau puas memakan nya"kata dea "thanks eonnie"kata jeny .
__ADS_1