Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
dady lisa


__ADS_3

malam harinya jeny sedang berbaring sambil nonton dengan ponsel nya "hum.. kenapa kau tidak tidur tidur" kata lisa "sebentar lagi lagian ini masih jam sembilan dan aku juga tidak terlalu lelah" kata jeny "benarkah kau tidak lelah" lisa mengusap usap rambut jeny "benar kau tau aku tadi benar benar sedikit merasa takut ketika di ajak atasan ku bertemu client karena ku fikir itu akan sangat sulit ternyata tidak client nya sangat baik da--" kata jeny "dan kau menyukainya? aku jadi cemburu mendengar nya" kata lisa "aih.. kau selalu saja begitu" kata jeny "dia adalah teman kau aku dan anak anak lain juga mengenal nya buat apa kau cemburu pada kak dim aku tidak mungkin jatuh cinta pada nya kan? " kata jeny "baik baik kalau begitu pilih peluk aku atau lanjut nonton naruto? " tanya lisa "ah.. aku akan menonton dulu baru memeluk mu" kata jeny "jadi kau memilih naruto dari pada pacar mu sendiri? " kata lisa jeny berbalik lalu mencium hidung lisa dan menarik tangan lisa "peluk saja aku jangan di lepas kan ya" jeny lanjut menonton "kau tau ponsel ku yang ku simpan di situ" kata lisa "hum.. tau" kata jeny "sebenarnya itu ponsel yang ku beli untuk mencari tau film kesukaan mu itu bahkan aku sampai dm penulis nya " kata lisa "kau melakukan itu? " kata jeny "iya" kata lisa "tapi untuk apa? " kata jeny "agar aku bisa mendekati mu" kata lisa "segitu nya? " kata jeny "iya kata lisa " sangat dramatis ya"kata jeny "setidak nya beri aku ciuman " kata lisa "hum.. aku akan mencium mu besok" kata jeny "besok? yang benar saja? aku keburu tua" kata lisa "kalau tua aku tidak akan memanggil mu dengan lisa lagi" kata jeny "lalu? " kata lisa "dady" kata jeny "apa apa? " lisa duduk "katakan lagi" kata lisa "kenapa? " kata jeny "kemari kemari" lisa langsung menarik jeny ke pangkuan nya ketika jeny duduk "katakan lagi jika aku tua kau akan memanggil ki dengan apa? " kata lisa "ada apa dengan mu? " kata jeny "ayo katakan lagi" kata lisa "dady lisa" kata jeny lisa langsung memeluk jeny erat erat "aku juga gak akan keberatan mendapatkan panggilan itu" kata lisa "tapi ingat ya cuma aku yang boleh kau panggil begini " kata lisa "ya ya aih.. jangan mencium ku aku masih menonton" kata jeny "biarkan aku memeluk mu" kata lisa "iya" kata jeny.


para pelayan langsung menyiapkan sarapan di pagi hari "pagi sayang" lisa datang ke ruang makan dan langsung mencium jeny "lisa" kata jeny "gak ada yang lihat kok" kata lisa "bukan gak lihat tapi mereka pura pura gak lihat" kata jeny "ayolah jangan protes ayo makan" kata lisa .


setelah tiba di kantor


"senang kerja nya ya" kata lisa "hum kau juga dady" jeny keluar dari mobil "panggil aku sekali lagi" kata lisa "jangan harap" jeny pergi lisa tersenyum lebar.


terlihat ada seseorang yang sedang menatap ke arah jeny yang masuk ke dalam kantor


"apa aku salah dengar? "

__ADS_1


"tidak nona dia memang memanggil orang di dalam mobil dengan sebutan dady"


"sial!! selidiki siapa orang itu aku akan menemui jeny"


"siap nona".


" clap"cahaya flash dari kamera terlihat menyilaukan mata "oke kita ganti dulu" seorang wanita dan pria menarik jeny dan membersihkan wajah jeny "ambil baju nya cepat cepat" kata wanita itu "ini buat apa? " kata jeny "iklan lagi" kata wanita itu "ayo berdiri jen, ganti baju" kata wanita itu "iya iya" kata jeny.


jeny melihat daichi dan dim datang "pak" jeny langsung menghampiri nya "jeny kita akan melakukan iklan di tempat nona dim" kata daichi "oh" kata jeny "Hai jen" kata dim "Hai juga kak dim jadi kapan kita bikin iklan oh ya pak ini kami baru selesai bikin iklan mochi nya" kata jeny "iya kau bisa istirahat dulu" kata daichi "hum.. kita melihat lihat ke tempat kak dim atau langsung sekalian bikin iklan nya? "tanya jeny " lihat lihat saja dulu"kata dim "aduh maaf saya ada rapat hum.. jeny kamu bisa pergi dengan nona dim ajak satu orang bersama mu " kata daichi "baik Pak" kata jeny "hum.. kak nano mau gak temani aku ikut dengan kak dim? " kata jeny "tentu tentu" kata nano wanita yang selalu membantu jeny "ah.. kak dim kita berangkat sekarang aja aku bisa istirahat di jalan" kata jeny "oh tidak masalah" kata dim.


mobil berhenti dim keluar dari mobil "ini tempat nya karena ini udah siang ayo aku traktir makan" kata dim "kak nano" kata jeny "iya" nano berjalan di dekat jeny "kak dim ini milik mu? " tanya jeny "iya" kata dim "wah besar banget ha! aku aku belum hapus make up ku" kata jeny "tidak papa nanti saja " kata dim.

__ADS_1


pelayan langsung menghidang kan beberapa menu "ayo coba dulu" kata dim "ayo kak nano" kata jeny sambil mengambil sendok dan mulai makan "hum.. manis nya pas ini sangat enak" kata jeny "aku sengaja membeli gedung ini untuk membuat restoran khusus orang pencinta makanan manis" kata dim "waw" kata jeny sambil menatap nano "kak nano aman kan makan makanan manis? " tanya jeny "aman aman" kata nano.


"ei kenapa dia tidak mengangkat telpon ku? " kata lisa sambil menatap layar ponsel nya "apa dia masih ada kerjaan tapi biasa nya dia mengangkat telpon ku aku telpon kakak aja deh" kata lisa.


seorang pria dengan kamera di tangan terlihat sedang memberi arahan ke jeny "arah sedikit ke sana, pandangan ke atas sedikit ok ok cukup angkat sedikit cupcake nya oke tahan tahan " kata pria itu "oke selanjutnya lihat ke arah ku tersenyum sedikit jangan pegang cupcake nya oke bagus" kata pria itu "oh.. akhirnya hum.. aku boleh makan cupcake nya" kata jeny nano tertawa kecil mendengar ucapan jeny "makan saja makan lah jen" kata dim "uh.. aku sudah menahan nya dari tadi" kata jeny "kau bisa makan sepuasnya" kata dim sambil mengambil tisu dan mengusap krim yang lengket di sudut bibir jeny "kita istirahat saja dulu dan lanjut kan besok" kata dim "besok? " kata nano "iya ini juga sudah sore nanti kalian kelelahan kan gak baik" kata dim sambil melirik ke arah jeny yang sedang makan.


"jadi kau membiarkan nya pergi begitu saja? dengan orang lain? kakak.. bagaimana kalau sesuatu terjadi pada nya? " kata lisa "tidak tidak dia cuma membuat iklan saja dia juga dengan karyawan setia ku " kata daichi "tetap saja aku tidak tenang" kata lisa "lisa? " lisa langsung menoleh ke arah suara "jen" lisa langsung memeluk jeny "ada apa? kau terlihat panik? dan kenapa kau sampai masuk ke sini? maaf Pak dia" kata jeny "tidak papa oh ya bagaimana dengan iklan nya? " kata daichi "akan di lanjutkan besok pak karena waktu nya gak cukup" kata jeny "oke tidak masalah kau bisa pulang " daichi pergi "lisa" jeny menarik lisa pergi "apa yang terjadi? apa kau bicara dengan atasan ku? " kata jeny "kemana saja kau? aku menelpon mu tapi tidak kau angkat" kata lisa "aku tidak dengar" kata jeny "apa kau tidak tau aku kawatir pada mu aku mencemaskan mu tidak bisakah kau memeriksa ponsel mu sebentar" kata lisa "hum.. kenapa kau mencemaskan ku aku kan baik baik saja aku sudah ada di depan mu dan lagian aku tidak ada waktu untuk memeriksa ponsel ku" kata jeny "kita bicarakan di rumah ayo pulang" kata lisa sambil menarik jeny ke dalam mobil .


sesampainya di rumah jeny langsung masuk ke dalam kamar dari wajah nya dia benar benar terlihat lelah "aih.. sial" kata jeny lisa yang baru masuk kamar langsung menatap ke arah jeny "lisa pinjam kan aku ponsel mu" kata jeny "nih" lisa menyerah kan ponsel nya "halo.. kak nano ini aku haa.. h ponsel ku ada dengan mu? oh.. syukur lah hum.. aku benar benar ceroboh tidak masalah kau pegang saja aku akan menjemput nya besok ke tempat mu kau bisa serlok dan beritahu alamat mu aku akan mencatat nya di sebuah kertas oke oke.. baik hum.. terimakasih kak nano bye" jeny menyerah kan kembali ke lisa ponsel nya "ada apa? " tanya lisa "ponsel ku aku meninggalkan nya untung kak nano membawa nya" kata jeny dia menatap lisa yang memasang wajah datar "ih.. kau kenapa? " kata jeny "ponsel mu ada pada nya pasti dia melihat lihat foto mu" kata lisa "anak bodoh apa isi kepala mu kak nano sudah punya suami mana mungkin di suka pada ku dia rekan kerja yang baik jika kau terus berfikir buruk pada rekan kerja ku aku tidak mau kau dekat dengan ku" kata jeny "jeny.. aku cuma takut kau kenapa kenapa? apalagi di saat kau mengabaikan telpon ku" kata lisa "aku benar benar tidak mengabaikan mu aku cuma tidak mendengar suara ponsel ku" kata jeny "jika aku men-" lisa langsung menarik jeny ke pangkuan nya "iya iya maaf maafkan aku... mungkin karena takut aku jadi sedikit marah pada mu" kata lisa "aku tidak suka melihat mu begini" kata jeny "iya.. tapi berjanji lah jangan abaikan aku ya" kata lisa "uhm" jeny mengangguk sambil membuka kancing jas lisa "kau terlihat begitu lelah" kata jeny "ya.. di kantor ada sedikit masalah dan itu benar benar menguras fikiran ku" kata lisa "mandilah dengan air hangat itu akan membuat mu sedikit lebih rileks" kata jeny "terimakasih oh ya jangan lupa ini hari apa" kata lisa "hari apa? " kata jeny "hari ke sebelah bulan kita" kata lisa "oh.. kita sudah sebelas bulan? " kata jeny "hum.. kau tidak sadar kan ? sebenarnya aku juga tidak sadar karena hari hari yang ku lalui dengan mu begitu menyenangkan di rumah ku di rumah mu kita kesana ke sini menghabiskan waktu sama sekali tidak terasa bahkan aku juga gak menyangka pacar ku ini akan menjadi model iklan sekarang" kata lisa "kenapa semua terasa cepat" kata jeny "itu karena kau menikmati waktu mu" kata lisa "ku rasa itu benar" kata jeny sambil menatap mata lisa "sekarang ayo mandi bersama biarkan aku membersihkan tubuh mu " kata lisa jeny mengangguk sambil tersenyum.


bintang bintang bertaburan indah di langit malam, terlihat lampu kerlap kerlip sangat indah mengelilingi taman bunga lilin dengan aroma khas tersusun dengan sangat indah dengan mata tertutup jeny berjalan dengan bimbingan dari lisa "oke berhenti apa kau siap? " bisik lisa "iya" kata jeny "tap" lisa membuka penutup mata jeny seketika jeny langsung tersenyum "kapan kau menyiapkan ini? " kata jeny "aku menyerah kan semua pada sai dan yang lainnya" kata lisa "ayo duduk" lisa menggandeng tangan jeny untuk duduk jeny tersenyum sambil menatap lisa "aku tidak sempat mencari tempat untuk merayakan ini sebenarnya aku ingin merayakan nya di luar bersama mu tapi karena kerjaan jadi aku menyuruh semuanya membuat kejutan dadakan" kata lisa "aku menyukai nya" kata jeny lisa menyalahkan lilin di atas kue "kita mulai" kata lisa sambil memejamkan mata begitu juga dengan jeny "huff" lilin pun padam di tiup oleh jeny dan lisa "selamat hari jadi" kata lisa dan jeny bersamaan "biarkan aku menyuapi mu" lisa memotong kue dan menyuapi jeny "aku juga" kata jeny sambil mengambil sendok dan menyuapi lisa "ngomong ngomong aku suka panggilan mu tadi pagi bisa kau ulangi aku ingin mendengar nya lagi" kata lisa jeny tersenyum "dady lisa mana hadiah ku? " kata jeny "ouh.. " lisa mengeluarkan sebuah kado "I love you" kata lisa "wah beneran dapat hadiah aku cuma bercanda" kata jeny "lisa aku lupa.. membeli hadiah bagaimana hadiah mu besok" kata jeny "besok? " kata lisa "iya aku beneran lupa " kata jeny "aku boleh request hadiah nya? " kata lisa "apa itu? " kata jeny "aku akan beritahu nanti" kata lisa "nanti? " kata jeny "ya saat di kamar" kata lisa sambil tersenyum "oke lah" kata jeny "ayo makan dulu" kata lisa "kira kira hadiah apa yang akan dia minta ya? " fikir jeny "jadi apa kau bisa memanggil ku begitu terus" kata lisa "aih kau tidak waras mungkin di dalam kamar aku bisa memanggil mu dadah karena di sana cuma ada kita di luar tidak bisa orang orang akan melihat kita kau lihat mata bodyguard mu tuh" kata jeny "di luar rumah jangan harap orang akan berfikir kalau aku aneh" kata jeny "aneh? ku rasa tidak" kata lisa "panggilan itu cuma kebetulan aku tidak akan memakainya lagi oke dady ku" kata jeny "ah.. sayang sekali padahal aku menyukai nya" kata lisa jeny hanya terkekeh melihat wajah lisa.

__ADS_1


__ADS_2