Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
kecurigaan jeny


__ADS_3

"mana sih kata nya pulang sekarang tapi kok gak sampai sampai"seorang wanita sedang melihat keadaan sekitar lewat jendala kaca "ini jam berapa coba?"wanita itu terlihat kesal tiba tiba ponsel berdering "kakak!"ucap wanita itu "hum maaf maaf hum jeny dengar ya kakak gak jadi pulang tiba tiba kami dapat tugas mendadak dari atasan"ucap riki "kalau begitu berikan ponsel mu ke bos mu biar aku bicara. Kau sudah hampir beberapa bulan tidak pulang kak masa tidak ada libur nya?"kata wanita itu tak lain adalah jeny "hufff.... Jeny aku tau apa yang fikirkan tapi kakak mohon tolong mengerti ya jika misi ini selesai kakak pasti langsung pulang kok"kata riki "tapi kau pasti kelelahan kak"kata jeny kesal "masa bos mu tidak memberimu waktu istirahat"kata jeny "tidak mengapa sekarang jeny dengar kakak ya .. Jangan sering minum akohol,jangan makan mie banyak banyak, tidur lah lebih awal dan jangan kemana kemana kalau tidak penting"kata riki "aku.... Huf oke lah "kata jeny "riki!!! Cepat"ada suara seseorang di sebrang telpon "kakak harus berangkat kakak menyayangimu "telpon mati "kita baru saja melacak lokasi mereka"kata seorang pria di sisi riki "baik kita susun strategi"riki mengeluarkan kertas berisi peta lokasi "bima kau datang dari sisi sebelah sini terus desak mereka sampai jalan ke sini dan kau evan ketika mereka sudah di sana kau langsung jalan kan rencana kita yang tadi ku bicaran sebelum nya"ucap riki dengan yakin.


"kita ke rumah jeny yuk malam ini"kata agnes "boleh, kita bawakan apa dia ya"kata dea "makanan ringan atau buah ya"kata agnes sambil memilih milih beberapa barang belanjaan "ajak anak anak lain yuk biar rame"kata dea "tapi reno kan ke luar negri"kata agnes sambil mengambil beberapa coklat.


Jeny menyemprotkan parfum ke baju nya "aku bosan mending aku keluar cari udara se--"jeny mendengar bel pintu berbunyi "hadehh... Aku tuh mau pergi kok malah ada tamu siapa sih"jeny berjalan ke arah pintu "jeny..... kejutan!!!"kata dea "kalian lebay"joe langsung masuk "nama nya wanita"kata bob "mana kak riki?"dea "dia tidak jadi pulang atasanya bilang ada tugas tambahan"kata jeny "kami bawa makanan nih"agnes meletakan barang bawaan mereka "kaya nya kau mau pergi jen"kata joe "aih aku cuma mau beli sesuatu "jeny duduk di sofa "paling dia mau beli jajanan"kata dea "yah mungkin kalau tidak paling dia ke bar "kata joe . Jeny menatap joe "sok tau lu"kata jeny "gimana kita main game"kata agnes "terserah deh"kata jeny "firasat ku buruk"fikir jeny sambil menatap dea dan agnes dengan curiga.


"bruggg"boy terjatuh seorang pria mendekat lalu menekan dada boy dengan kakinya "berani sekali kau menipu ku"pria yang duduk di sofa menatap boy dengan tatapan dingin "uhuk uhuk aku tau kau pasti ingin merencanakan hal buruk ke teman ku!!"kata boy "kau terlalu terburu buru"pria itu menyuruh seseorang untuk membawa boy ke hadapan nya "seorang pecundang seperti mu melindungi diri sendiri saja tidak bisa"pria itu tersenyum sinis "apa kau lupa jika saat itu aku tidak ada kemungkinan teman mu itu sudah berada di penjara sekarang"ucap nya lalu pria itu mengambil ponsel boy "ah!!!awas jangan "boy mencoba melawan pria itu menekan tubuh boy lalu menarik tangan nya untuk membuka ponsel boy "jeny"kata boy dalam hati.


"nah hayo lo... Jujur atau tantangan?"kata dea dengan semangat "aduhhh kok aku sih"kata joe "ku yakin dia gak berani pilih tantangan"kata bob "kata siapa ? aku juga baru mau bilang kalau aku pilih tantangan"kata joe "ayo fikirkan tantangan untuk nya"kata agnes "telpon seseorang di kontak ponsel mu secara acak setelah dapat-"kata dea "katakan pada orang itu kau pecundang"sahut jeny "setuju"kata yang lain "kalian berengsek"joe mengeluarkan ponselnya lalu dea mengacak nomor nomor telpon yang ada di ponsel joe "udah berhenti"kata agnes "telpon guys"kata bob "berdering eh nih udah tersambung"kata dea joe terlihat pasrah "halo "suara di sebrang telpon terdengar "kau pecundang"kata joe "apa kata mu!!! Berani sekali kau"joe langsung mematikan panggilan nya "siapa dia?"tanya bob "itu tukang semir sepatu"joe menahan tawa "pufft tukang semir"agnes langsung tertawa "dia pasti menandaimu"kata agnes lagi "ayo lanjut"kata bob.

__ADS_1


"prang!!"kaca pecah di saat tubuh pria besar itu terkena tendangan dari boy "panggilan masuk panggilan masuk tolong di angkat"semua terdiam di saat ponsel boy berbunyi "halo"boy langsung mengangkat nya setelah berhasil merebut ponsel itu dari john. "halo terimakasih sudah menelpon kami, bantuan sudah sampai di lokasi dan akan segera menolong anda sekian dan terimakasih"panggilan langsung berakhir "polisi??"boy bingung begitu juga dengan john tapi baru saja mau bicara ponsel john berbunyi "terjadi kebakaran di gudang persediaan"wajah john memerah mendengar itu dan langsung pergi boy duduk lemas . "boyyy"jack kaget saat melihat kondisi boy yang babak belur.


"huahahaha boy pasti heran"tawa agnes "aku merasa berdosa"kata jeny "sudah lah guys aku sudah lapar"kata bob "ayo ayo makan"kata dea kemudian mereka makan bersama .


Keesokanya..


Seorang pria berbaju hitam dan berjas hitam masuk ke sebebuah ruangan "nona semua nya sudah sesuai yang anda ingin kan"kata pria itu "bagus ambil ini sebagai upah mu"ucap wanita yang ada di depan pria itu "terimakasih nona"kata pria itu "pergilah"kata wanita itu dia tersenyum puas "ini baru peringatan untuk mu"ucap wanita itu.


"sial!!! Bangsat"john melempar semua yang ada di meja dengan marah "bagaimana bisa kalian lengah?!"john melempar vas di sisi nya "maaf kan kami tuan"ucap beberapa anak buah nya "gudang itu berisi barang penting dan hanya tersisa lima persen saja !!"john geram "tapi tuan maaf kami tidak menemukan barang bukti apapun "kata jemi salah satu bodyguard john "pergi dan cari tau siapa pelakunya dan tangkap pelakunya sana!!!PERGI SEMUANYA!!!"seru john dengan marah.

__ADS_1


Jeny diam tidak bicara apapun sementara jack sudah pergi pulang "jen kau marah pada ku?"kata boy "jeny"kata boy tapi jeny diam saja "boy"lisa datang "lisa akhirnya kau datang"kata boy "hai jen"sapa lisa "huh"jeny pergi keluar "apa dia sedang kesal?"tanya lisa "yah.. Jeny sedang kesal pada ku"kata boy "kenapa?"lisa heran "dia berfikir aku membohongi nya"kata boy "oh ngomong ngomong kenapa kau bisa begini?"kata lisa "aku.. Aku di pukuli tamu vip"kata boy "siapa? Kok bisa kau di pukuli?"kata lisa sambil menatap boy dengan rasa penasaran.


Jeny memeriksa seluruh ruang vip di bar mencari cari bukti bahwa boy berbohong "jen"mendengar suara jeny kaget "hampir saja aku menendang mu jin"kata jeny "kau sedang apa?"tanya jin "apa kau tau ruang vip tempat boy terakhir mengantar minuman"kata jeny "humm...oh ya di ruang atas ayo ku antar tapi kemana boy?"kata jin "dia sakit di hajar orang "kata jeny "ooh nah itu jen ruang boy mengantar minuman semalam"kata jin "oke"jeny melangkah ke ruangan itu baru saja mau membuka pintu "jeny"john membuat jeny terkejut "kau"jeny mundur sedikit sambil menatap john yang membuka pintu ruangan itu dari dalam "kau sedang apa"kata john "berfikir jen"kata jeny dalam hati "aku sedang mencari teman ku"jeny berbalik "tunggu"john memegang lengan jeny "apa?"kata jeny "kau tidak mau minum di dalam"kata john "tidak aku sedang mencarj teman ku dia mengajak ku minum di ruang vip jadi aku harus mencari nya"jeny menarik tangan nya . "oh baik lah lusa aku ada acara makan bersama aku mengundang mu"john mengerluarkan kartu undangan "oh"jeny langsung pergi tanpa mengambil undangan tersebut "apa ini kebetulan ? Itu ruangan yang terakhir boy datangi tapi kenapa ada john ? Apa john pelaku nya? Aih gak mungkin aku terlalu berlebihan mungkin saja john minum dengan bodyguard nya duh seharusnya aku masuk saja tadi"kata jeny .


"kenapa jeny bisa ke ruangan ini jangan jangan bertender itu cerita ke jeny"fikir john "siapa orang yang di pintu tadi?"tanya pam teman john "bukan siapa siapa"kata john "tuan choi ingin mengadakan acara besar besaran"kata zan "aku tau tapi aku belum dapat undangan"kata john "mustahil tuan choi itu kan paman mu"kata zan "tapi aku tidak menganggap dia paman ku dia hanya benalu"kata john "jadi gimana dengan barang yang kau beli aku ingin melihat nya"kata pam , john menatap pam dengan datar "kenapa aku jadi curiga"fikir john sambil menatap pam.


"dia tidak mengangkat telpon ku"kata boy "baik tunggu di sini aku akan cari dia"kata lisa "baik tolong ya"kata boy "jeny astaga aku terkejut!"kata lisa di depan pintu "makanan mu"jeny masuk lalu meletakan makanan di meja kecil di sisi boy "kau dari mana?"tanya boy "bar"kata jeny "apa!!"kata boy "hum hm maksud ku ngapain kau ke sana?"kata boy "memukul orang "kata jeny "jo eh apa kau pukul orang ? Kenapa siapa yang kau pukul"kata boy sambil melihat jeny duduk di sofa agak jauh dari posisi nya sekarang "hampir aja aku keceplosan"fikir boy "bukan urusan mu"jeny memakai headset lalu diam tidak menatap boy "tidak apa dia mungkin masih sedikit kesal"kata lisa "jen kau sudah makan?"tanya boy "tidak apa nanti aku yang bicara pada nya"kata lisa sambil menatap jeny yang sedang marah pada boy.


tengah malam jeny melirik ke boy yang sedang tertidur "dasar payah"kata jeny sambil berdiri menghampiri boy yang tertidur pulas "apa kau lapar"jeny melihat lisa yang baru masuk "kau marah dengan boy tapi kenapa aku juga kena"kata lisa, jeny masih diam lalu kembali ke posisi semula "ku fikir dia sudah pulang"kata jeny dalam hati "kau yakin kau tidak lapar?"tanya lisa sambil mengulurkan gelas berisi susu panas "apa kau mau pulang?"lisa meletakan gelas itu ke meja "boy pasti cerita sesuatu pada mu"ucap jeny "ya "kata lisa "cerita kan pada ku"kata jeny "huam aku ngantuk"lisa pergi ke kursi di sisi boy "dasar payah kalian berdua awas saja"fikir jeny dengan kesal sementara lisa terkekeh melihat jeny .akhirnya jeny tidur juga setelah agak lama mengomel sendirian.

__ADS_1


__ADS_2