Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
firasat seorang kakak


__ADS_3

orang orang mulai menari dan menari semua gerakan sesuai dengan musik "oh..berhenti..berhenti..gerakan mu tadi sedikit kaku pertama di saat jeny berbaring kau datang dengan posisi begini dekati muka jeny seperti ini lalu pergi ke sana lalu wanita ini masuk dan melakukan hal yang sama terus begitu sampai yang terakhir di pria yang ini akan menarik jeny untuk bangun posisi wajah memang harus berdekatan"kata pelatih nya "baik kami akan mengulangi nya"kata para penari "ayo mulai dari jeny yang berbaring ayo jeny kemarilah..langsung saja kau berbaring"kata pelatih nya "semangat!!"kata boy "memangnya harus sedekat itu ya"kata lisa "iya memang konsep nya begitu lisa"kata boy "ohh..ada apa?"tanya pelatih pada pria ke empat "aku sedikit gagal fokus"kata pria itu "ayo ulangi "kata pelatihnya "satu pria maju mendekati jeny mengusap wajahnya lalu berganti dengan wanita yang mendekat dan mengusap wajah jeny terus begitu sampai tiba tiba "ah"satu wanita mengusap wajahnya sendiri "kau gagal fokus juga"kata pelatih "maaf maaf..aku gagal fokus saat wajahnya dekat dengan wajah ku.."kata wanita itu "apa apaan ini"fikir lisa "ayo ulangi"kata pelatih "baik"kata mereka.


"ada apa?"fudo melihat riki melamun "tidak ada"kata riki "adikmu sudah kau telpon"kata pam sambil melewati mereka berdua "kemarin adik ku menelpon ada orang tidak di kenal mengejarnya untung nya bodyguard lisa datang menolong"kata riki "orang tidak di kenal?"kata amin "iya dia adikku bilang mereka seperti orang gila"kata riki "ohh ...mungkin yang di maksud adikmu ada orang asing itu adalah orang gila"kata pam "hahaha betul tuh"kata amin "tapi entah mengapa aku merasa kalau aku akan kehilangan adikku"kata riki "hei apa yang kau katakan?"kata fudo "iya kau bilang apa?"kata amin "aku bermimpi tadi malam kalau aku bertemu ayahku dan dia bilang dia akan membawa jeny bersamanya"kata riki.

__ADS_1


Boy mengelap keringat di wajah jeny "kau lelah?"kata boy "tidak kok, aku cuma sedikit berkeringat"kata jeny "minum"lisa mengulurkan sebotol minuman ke jeny "wah..kau juga di sini"kata jeny "tentu saja, aku juga mau melihat semua persiapan pernikahan teman kita berjalan lancar"kata lisa "dia teman ku"kata jeny "ya ya..semuanya teman kita"sahut boy "jeny"pelatih menghampiri jeny "ada apa?"tanya jeny "kita akan melakukan sesi foto untuk di pajang saat pernikahan"kata pelatih "ah baik"jeny meletakan minumannya lalu pergi mengikuti pelatih itu.


Tangan jeny di ikat dengan kain hitam lalu di sambung dengan rantai kecil "kau maju"kata seorang pria dengan kamera di lehernya seorang pria maju "pegang rantainya oke siap "pria itu pun mulai memfoto jeny "oke kau iya kau hem berbalik badan dan tetap pegang talinya "kata tukang fotonya boy melihat jeny dari tempat nya duduk "oke semuanya baris bersama kita foto bersama"kata pelatihnya "mantap, oke lanjut"kata tukang fotonya "ayo jeny berbaring lah dan tahan tubuhmu dengan lenganmu begini nah oke kau mana tadi nah kau sini tidak papa dekat lagi tatap mata jeny oke tahan"kata pelatihnya "sial..itu. Itu terlalu dekat"kata lisa di dalam hati "waaah..keren"kata boy "tahan dulu tolong si pria pegang wajah jeny oke"kata tukang fotonya "lihat lisa, seharusnya jeny itu jadi pemain film lihatlah mukanya ektingnya sangat waw"kata boy "oke lanjut perwakilan wanitanya "kata tukang foto satu wanita mendekati jeny "jeny naikan setengah kaki kanan mu oke oke tetap tahan tubuh mu ayo kau naik saja ke meja tangan mu yang satu ke samping dekat pinggang jeny yang satu nya seakan akan kau mau memegang wajah jeny"kata tukang foto "ini menyebalkan!"fikir lisa "oke lagi kau agak memiringkan wajahmu dan dekatkan lagi ke wajah jeny nah..jeny meringkan sedikit kepalamu dan gerakan satu tangan mu seolah olah kau mau menahan wanita itu"kata tukang foto "tolong matanya sedikit tajam"kata nya lagi "kau terlihat kehausan"kata boy sambil melihat lisa meminum banyak air di sisi nya "haus sekali"kata lisa "itu tandanya kau panas dalam"kata boy "nanti kau harus minum adem sari"kata boy "ya ya"kata lisa .

__ADS_1


Riki melihat dirinya di cermin "entah mengapa aku merasa kosong"kata riki "tidak seperti biasanya"kata riki "hei..tidur tidur...istirahat hari ini"kata amin "iya"riki pun memakai kaos dan tidur tetapi baru sebentar dia terlelap "jeny...jeny.. JENY!!"riki terbangun memperhatikan sekelilingnya "aku mimpi buruk"kata riki "minum air"pam datang "kau belum tidur?"tanya riki "sudah tapi aku terbangun karena kau berteriak"kata pam "ada apa?"fudo datang "apa mimpi buruk lagi ayo cerita"kata amin "aku mimpi melihat jeny ...dia..dia..di bunuh orang"kata riki "hei dengar..adikmu memiliki guru yang hebat tentu tidak sembarangan orang bisa menyentuh adikmu karena adikmu orang yang hebat dan kuat"kata pam "itu benar dan lagian itu hanya mimpi"kata amin "iya yuk tidur lagi"fudo menepuk nepuk bahu riki "tuhan aku hanya punya adikku..maka jangan ambil dia..aku tidak bisa tanpa nya"kata riki di dalam hati.


"tolong..tolong..itu adikku"kata riki "adikmu akan mati"beberapa orang langsung menembaki jeny dengan bertubi tubi "AAAADIIIKKUUUU!!"riki membuka mata "hah..hah..hah..aku mimpi buruk lagi tidak seperti biasanya"riki melihat layar ponselnya jeny mengirim fotonya dengan teman temannya "kau mimpi buruk"pam membuka pintu "kenapa jeny sembuh dan sekarang kau yang mimpi buruk terus"kata pam "menurutmu aku harus apa?"kata riki "kau pergi mandi kita ada jadwal ketemu bos dan juga kau harus meyakinkan adikmu dengan temannya lalu ..berdoalah semoga kita segera selesai agar kau bisa pulang biar fikiranmu tenang"kata pam riki mengangguk lalu menelpon boy agar jeny di pantau dari segala hal.

__ADS_1


jeny dan yang lain masih menari "nah..luar biasa kalian sudah sangat sangat baik semuanya sangat bagus "kata pelatihnya boy tersenyum "kerja bagus jen"kata boy "tentu saja"kata jeny sambil melihat sekeliling "yang lain tidak ikut?"tanya jeny "aku datang dengan lisa barusan lisa bilang dia lelah jadi mau tidur di kamar atas katanya"ujar boy "aah..aku juga lelah.."jeny duduk di dekat boy "semangat..acaranya tak akan lama lagi"kata boy "kau benar"ucap jeny "nanti malam aku tidur di sini"kata boy "tumben"ujar jeny "agar aku bisa sedikit membantu persiapan latihannya besok"kata boy "aih..baiknya"kata jeny "sebenarnya karena mimpi kak riki yang membuatku kwatir pada mu, kau sedah kembali delapan puluh persen "kata boy di dalam hati "jadi aku harus membantumu pulih dari segala kehancuran perlahan lahan tapi pasti"kata boy di dalam hati sambil tersenyum.


__ADS_2