Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
tunangan


__ADS_3

di pagi hari yang cerah di kediaman tuan hiko terlihat begitu ramai,rumah nya di dekorasi dengan begitu indah karena hari ini adalah hari pertunangan anak bungsu nya.


"Hai " cika menjabat tangan riki "Hai cika lama tidak bertemu" kata riki "iya karena kita sama sama sibuk" kata cika "ya, kau benar" kata riki "adik memanggi mu" kata fudo "cika aku harus pergi" kata riki.


di sebuah ruangan jeny duduk sendirian sambil menanti kedatangan kakak nya, "dari kemarin kakak tidak menjawab apapun, jangan jangan kakak marah pada ku" fikir jeny "jeny" riki membuka pintu "kakak" air mata jeny menetes "hei ada apa? " riki memeluk adik nya "kakak apa kau marah? kau tidak menjawab apapun dari semalam sampai tiba di acara ku" kata jeny "jika kau marah katakan saja aku akan menghentikan pertunangan nya" isak jeny "apa yang kau katakan" kata riki dengan lembut.


"kakak kau.. kau pasti marah" kata jeny "aku tidak marah, aku tidak menjawab mu bukan berarti aku marah. tapi aku sibuk membantu tuan hiko menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan" ujar riki "aku sudah tau kau dan lisa memiliki sebuah hubungan" jeny langsung terdiam ,"lisa sudah menjelaskan semuanya, aku tidak perlu mendengar kan penjelasan lagi dari mu" kata riki "aku menyukai wanita itu tidak masalah? " kata jeny "tidak, aku lebih suka kebahagiaan mu dari pada hal yang lain, dan lisa adalah kebahagiaan mu ya kan? sekarang bersiap lah nanti aku akan datang ke sini untuk membawa mu menemui lisa".


jeny duduk di kursi menatap dirinya di depan cermin dia kembali teringat dengan kakak nya beberapa hari ini sebelum acara pertunangan


" kakak, hum.. aku ingin memberitahu semua nya pada mu dari awal tapi.. tapi aku takut"kata jeny "aku tau, tidak papa santai saja ini sudah malam kau tidur lah " riki pergi ke kamar nya "kak tapi aku belum selesai bicara" kata jeny "bicara kan itu besok" kata riki "apa kakak marah ya" fikir jeny "jangan berfikir macam macam dia baru sampai wajar saja kelah dan butuh istirahat, kami juga akan istirahat bicara kan semua nya besok ya" kata pam "tapi kakak.. hum... apa kalian juga marah pada ku? " tanya jeny "siapa yang marah pada mu" kata amin "jika kami marah kami tidak akan datang ke ke sini untuk mempersiapkan pertunangan mu. istirahat lah jangan sampai saat acara di mulai kau lemas" pam pergi.


"kakak.. selamat pagi" kata jeny "pagi juga jeny" kata kakak kakak nya "kak riki kemana? " tanya jeny "di kolam memberi makan ikan nanti dia juga ke sini" kata fudo "oh" jeny pergi ke kolam ikan "kakak.. " kata jeny "hum.. ada apa? kau mau memberi makan ikan? " tanya riki "iya" kata jeny "ayo beri makan ikan bersama" kata riki "kakak soal kemarin" kata jeny "aku sudah tau apa lagi yang mau kau katakan? " kata riki dengan cepat, "setidaknya katakan sesuatu aku merasa kau marah pada ku" kata jeny "aku tidak marah sungguh! tidak ada seorang kakak yang marah pada adik nya kau mengerti itu, cepat cuci tangan dan sarapan" kata riki.


"kakak, kakak.. " jeny masuk ke kamar riki di pagi hari "hum" kata riki "kakak.. aku benar-benar tidak tenang" kata jeny "ada apa? " riki duduk menatap jeny "acaranya dua hari lagi dan kau masih bersikap begini pada ku? aku batal kan saja deh" kata jeny "hei kau ini bicara apa" kata riki "aku datang jauh jauh untuk tunangan mu dan kau malah membatalkan nya adik bodoh" kata riki berdiri "tapi kau tidak terlihat seperti kakak kakak lain, kau seperti nya ingin menjauh dari ku" kata jeny "kau ingin aku melakukan apa agar kau tau aku tidak marah" kata riki "apa saja " kata jeny "aku tidak marah, aku senang kau akhirnya menemukan cinta mu aku cuma sedikit terkejut ketika menyadari bahwa adik ku sekarang sudah besar sudah akan pergi dengan orang lain ah lupakan aku harus mandi aku mau kerumah tuan hiko" riki pergi. "jangan menangis.. riki benar benar tidak marah pada mu" kata endo "tapi dia terlihat marah" kata jeny "tidak kok kami ssudah mendengar keputusan nya jadi gak mungkin dia marah jika dia memutuskan untuk datang" kata amin "jeny kemari lah " kata fudo "kalian bisa bantu riki aku akan bicara pada jeny" kata fudo.


"kau tau jeny... melepaskan orang yang sangat di sayangi itu tidak mudah, riki tidak marah, jika kau berfikir riki marah kau salah. dia cuma takut melepaskan mu dengan orang lain meskipun dia mengenal nya , riki yang biasa menjaga mu, merawat mu, mengawasi mu melihat mu dari kecil sampai sekarang dan tiba-tiba dia harus menyerah kan tugas nya ke lisa aku tau riki sudah mempercayai lisa tapi tetap saja kau adalah adik kecil adik yang masih membutuhkan kakak nya adik yang belum dewasa di mata riki. itu akan terasa cukup berat bagi riki melepaskan mu dengan orang lain dimana biasanya dia yang mengurus keperluan mu sekarang lisa yang akan mengurus mu" kata fudo "benarkah begitu? " .


jeny memejamkan mata nya mengingat prilaku riki belakangan ini, "kau sudah siap? " jeny menoleh melihat boy datang.


perlahan jeny tersenyum "kau terlihat gugup bagaimana perasaan mu? " tanya boy "aih.. kau sudah tau aku gugup kenapa tanya lagi perasaan ku gimana" kata jeny "hahaha.. ya, ya tapi kau terlihat cantik sekali. kau akan membuat lisa meleleh nanti" kata boy "aih.. boy tapi aku merasa sedikit takut sekarang" kata jeny "apa? kenapa? " kata boy "aku tidak tau kenapa" kata jeny "aku tau kau pasti memikirkan pendapat orang orang kan? kau tau jen, kebahagiaan kita bukan ada di tangan mereka. tapi ada di tangan kita " kata boy "jangan takut kau tidak sendirian" kata boy.


para tamu undangan langsung berdiri melihat siapa yang datang Daichi membawa lisa yang memakai kemeja hitam di balut dengan jas hitam dengan bunga di dada nya ."waw" kata orang orang "keren banget" kata bob sambil melirik ke gadis di sebelah nya "bagiku kau lebih keren" kata gadis itu "ya ampun... aku yang deg deg kan" kata Agnes "aku juga deg deg kan kalau ada di dekat mu" kata pria di samping Agnes "aku juga" kata Agnes "benar kah? " kata pria itu "awal kau mengajak ku untuk bertemu aku sangat deg deg kan sampai sampai tidak bisa tenang sedikit pun, aku mengajak bob, joe, jeny, dan boy untuk menemani ku ketemuan" kata Agnes "tapi aku tidak melihat mereka" kata pria itu "mereka di meja lain " kata Agnes "kenapa kau menangis? " tanya bob "ini momen mengharukan" kata gadis di sebelah bob "aku akan melamar mu setelah ini" kata bob "sungguh" kata gadis itu "kau tau aku awal nya tidak berani bertemu dengan mu aku meminta beberapa teman ku untuk ikut dengan ku tapi mereka malah menemaniku dari luar tapi semakin hati aku semakin berani pada mu gak takut lagi" kata bob .


"dimana jeny" kata lisa "dia akan datang sabar" bisik Daichi "iya nih gak sabaran" kata boy "deg deg kan" kata lisa "ngomong ngomong aku sekarang minder melihat mu " kata boy "kenapa? " tanya lisa "kau lebih kelihatan macho ketimbang diriku" bisik boy "setidaknya bintang tidak berpaling dari mu" kata lisa, "jin dimana adik ku? " tanya hong su "jangan cari dia , dia aman dengan kulkas seribu pintu" kata jin.

__ADS_1


ara tersenyum sambil menatap joe berjalan tak jauh darinya "terimakasih jeny berkat mu, aku bisa bertemu lagi dengan nya biasa nya aku cuma bisa melihat foto nya, memeluk jaket nya dan mengirim pesan pada nya" kata ara "jeny datang" kata Jack "iya" kata bela "oh my god dia cantik banget" kata bintang "dia cantik sekali" kata reno "kau akan memakai gaun saat tunangan dengan ku" kata dio "apa! "Reno menatap dio dengan terkejut.


semua mata tertuju dengan jeny ,joe yang di belakang jeny melirik ke arah ara sambil tersenyum singkat "kakak aku akan mengantar mu bertemu pasangan mu besok" kata jeny riki langsung menatap fudo yang ada di sebelah kiri jeny "fokus" kata fudo "jangan fikir kan itu, fokus lah ke pertunangan mu" kata riki.


bintang dan bela melemparkan kelopak bunga ke arah jeny dan lisa "saat nya bertukar cincin " lisa langsung menatap jeny begitu juga sebaliknya. "jangan melamun ayo pasang cincin nya" bisik Daichi "iya" kata lisa sambil memasang cincin ke jari manis jeny "ayo jen" kata riki, jeny menetes kan air mata dengan tangan gemetar dia memasang cincin ke jari lisa. "jangan menangis bodoh" fudo memberi sapu tangan ke riki "jika aku melihat mu nanti. menagis ku cungkil mata mu!" bisik riki sambil mengusap air mata nya "mama menyayangi kalian" alfie mencium jeny lalu lisa "baik baik mari bersiap berfoto" kata Daichi sambil menunjuk seorang photografer di depan mereka "terbangkan balon nya!!! " kata boy "siap katakan ciss" kata fotografer "cisss".


malam harinya..


suara musik masih terdengar beberapa orang juga masih menari di acara pertunangan itu, jeny perlahan berjalan mendekati riki yang sedang bicara dengan cika " kakak"kata jeny "ada apa? " riki langsung merangkul adik nya "bagaimana kau pasti sangat bahagia kan? " kata amin "jelas dong" kata robi "boleh kah aku bicara" kata jeny "katakan" kata riki "cintai lah seseorang kakak, aku tidak akan menghalangi mu atau membuat kekacauan " jeny menatap cika "jika kalian merasa suka dan cocok kalian bisa memulai langkah baru. bagaimana kak cika?benarkan"jeny menatap cika " hei anak sok bijak"riki mengetuk kepala adik nya "jangan fikir kan hal itu, aku belum mau memikirkan sebuah hubungan, aku ingin fokus ke dirimu dahulu" kata riki "oh ya bagaimana kalau kalian berdansa" jeny menarik tangan riki dan cika "jeny.." kata riki sambil melirik ke arah fudo dan yang lain "menari lah riki" kata fudo "yang bagus ya menari nya" kata amin.


"dimana lisa? " kata danmi "hah? iya ya di mana dia? " kata jeny "astaga" kata fudo "tidak papa nanti dia juga muncul, kakak ayo makan atau kita menari dulu" kata jeny "acara mewah banget ya banyak yang datang" ucap ara sambil menatap joe yang berdiri di dekat nya "ya ampun manis sekali mereka menari dengan sangat indah" ara mencoba memancing reaksi joe, "aku tidak terlalu pintar menari" kata riki "aku juga" kata cika "kak nano " jeny melambaikan tangan nya "Hai jen" kata nano.


"dimana jeny? " lisa melihat sekeliling nya "semakin ramai aku akan pergi " kata joe "kemana? " kata ara "duduk di sana" kata joe "ikut ya" ara mengikuti joe, "Hai tampan" ada dua gadis menyapa joe "ayo bersulang" kata gadis itu "minum bersama kami yuk, sambil menari" kata gadis yang lain joe mengangkat gelas nya memasukan pipet ke mulut nya dan menyambung kan nya ke ara "minum" kata joe sambil menyodorkan segelas minuman ke ara.


ara yang masih terkejut pun langsung meminun minuman itu dan joe meminum langsung dari Pipet yang terhubung di mulut ara, para gadis tercengang melihat itu "ayo" joe membawa ara ke tempat duduk "kau meminum hum.. minuman yang ada dari dalam mulut ku? " kata ara. joe diam perlahan Menegeguk minuman yang ada di depan nya ara tersenyum "dia dingin tapi dia perhatian dan sangat me jaga perasaan " kata ara dalam hati, "kau tau empat hari lagi aku akan wisuda" joe menatap ara "aku sangat senang sekali, akhirnya nanti aku akan berpidato di depan semua orang dan aku akan berkerja di sebuah perusahaan" kata ara "Hai tampan mau menari bersama ku? " kata seorang gadis sambil menyerahkan setangkai bunga ke joe "tanya istri ku" kata joe "istri? " gadis itu terkejut "maaf kan aku" dia langsung pergi sementara ara terkejut mendengar perkataan joe tadi .


"guys tadi aku melihat Winda, apa kalian melihat nya sekarang? " tanya carry "winda tadi ada dengan bob" kata jeny "mereka sedang makan tadi" sahut danmi "ayo sayang" kata carry "pelan pelan" kata genta "jeny lihat kak riki menari dengan siapa" kata Agnes. jeny langsung tertawa melihat riki dan lisa menari "mereka jadi terlihat couple boys love" kata danmi "tidak bisa lisa itu milik ku" kata jeny "hahaha.. yang punya marah" kata Agnes "awas" fudo menarik lisa "apa yang kau lakukan" kata riki "lihat jeny di sana, dia terlihat bad mood karena kau menari dengan lisa" kata fudo "kalau gitu kita menari ya" kata riki "ku rasa tidak buruk" kata fudo "hah? " jeny mengedip ngedip kan mata nya "berubah" kata danmi "Hai sayang" lisa memeluk jeny dan mencium nya "lisa.. jangan aih" jeny mendorong lisa, "kau terlihat bad mood ada apa? " tanya lisa "itu gara gara danmi bilang kau dan kak riki terlihat couple boys love" kata evan "oh.. jadi kau marah" kata lisa "aku cuma bercanda loh" kata danmi "menyebalkan" kata jeny "jangan marah" lisa mencium jeny "jangan aih.. lisa di sini ramai orang" kata jeny "dia malu" kata evan"hahaha aku pergi deh "kata danmi " kau mau kemana? "tanya evan" cari makanan aku lapar"kata danmi "kau lapar? " evan menatap Agnes "sedikit" kata Agnes "ayo cari makan" kata evan.


"adik ku dimana ya? " hong su melihat sekeliling "emi" hong su menghampiri teman teman nya yang sedang duduk bersama patner mereka masing-masing "lihat adik ku? " tanya hong su "tuh" ebi menunjuk ke arah sebuah meja terlihat ara sedang membicarakan sesuatu sementara joe hanya diam dan menatap ara "oh baik lah" kata hong su.


jeny meletakkan ponsel nya "Hai teman teman! sweet Hadir malam ini" kata jeny


"sweet kamu tunangan ya"


"sweet aku patah hati"

__ADS_1


"dasar lesbi!!"


"orang orang kaya gini harus di musnahkan"


"selamat ya sweet"


"congratulations"


"semoga bahagia sweet lihat suami mu menatap mu dengan begitu serius"


"jaga sweet kami ya"


"jeruk makan jeruk!!"


"kaya gak ada cowok di dunia!!"


"hello baby sweet"


"dady lisa kaya nya kelaparan"


jeny menelan makanan nya lalu menatap beberapa komentar yang muncul. "beberapa penggemar juga datang tapi yang tidak datang kalian tenang, saja aku akan mengirim hadiah untuk kalian tapi dm dulu ya karena aku tidak tau dimana kalian tinggal" kata jeny "dady lisa kelaparan" jeny menatap lisa "kau lapar? makan lah bersama ku nih" kata jeny sambil menyuapi lisa dengan kue "dady nya gak butuh kue , benarkah? kau mau makan apa dady? " tanya jeny setelah selesai membaca komentar, wajah lisa langsung merona "aku mau memakan mu" kata lisa "aih.. kau kanibal? tau gitu aku akan membatalkan pertunangan nya jika kau kanibal" kata jeny "pelayan bawa makanan ke sini aku lapar" kata lisa "baby sweet gak peka" jeny membaca komentar "gak peka apa? aku selalu peka pada nya" kata jeny "teman teman terimakasih atas dukungan kalian ya pernikahan nya masih agak lama kalian bertanya saja tapi tidak datang" kata jeny "jeny ayo menari" boy datang menarik jeny "aih" jeny pergi dengan boy lisa tersenyum sambil menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal "Hai guys sweet pergi aku akan membawa kalian keliling setelah aku makan. aku benar benar lapar" kata lisa .


boy mulai menari bersama jeny sementara bintang duduk sambil menikmati minuman "kenapa tidak menari dengan bintang? " tanya jeny "kami baru selesai menari" kata boy "kau gak lelah" jeny menatap wajah teman nya itu, "tidak" kata boy "kak cika kok gak menari? " tanya bintang "tidak" cika tersenyum "astaga riki sangat brutal" amin tertawa "fudo aku lelah" kata riki "aku juga " kata fudo "ayo minum" riki melihat jeny menari dengan boy .


"ayo kenapa malah diam!!" kata fudo "ayo menari lagi dengan jeny" kata riki "apa? " fudo di tarik "astaga " kata fudo "ayo bergerak" kata riki "dapat energi dari mana anak ini" fikir fudo "kakak ayo menari" kata jeny "kelihatan seru ayo bergabung" kata dio "apa? tidak ak--" reno sudah di tarik duluan. riki berputar dua kali lalu menarik jeny sementara boy dengan fudo, "lihat kekasih ku dia sedang menari di sana, ini adalah hum.. apa ya aku tidak tau, mereka banyak yang menari kelihatan seru tapi aku tadi sudah menari dan itu sangat menguras tenaga, aku akan mengajak kalian melihat lihat makanan minuman dan tempat nya" kata lisa "aku suka ini" boy menarik jeny "seru kan? " kata riki "ya" kata fudo dengan datar "seru kan" kata riki lagi "iya riki!!" kata fudo dengan lebih keras "semangat sedikit" kata riki.

__ADS_1


"lihat reno menari" kata jeny "mama ayo menari" kata Daichi "haa mama tidak bisa" kata alfie "ayo ma bersama ku" kata Daichi, lisa tersenyum melihat kakak nya menari dengan mama nya "lihat itu kakak ipar ku sedang menari dengan patner nya, dan lihat kakak ku menari dengan mama ku. sebenarnya sweet sudah menyiapkan hadiah untuk fans yang datang tapi lihat hadiah nya masih banyak karena dia membuat seribu hadiah lebih sekarang tinggal hum.. aku tidak ingin menghitung nya, aku tidak suka berhitung kecuali menghitung hari jadian ku " kata lisa "asyik.. ganti musik dj dong" kata boy "dasar anak ini" kata jin "kau mau kemana? " tanya hong su "mengganti musik nya agar enak di denger" kata jin "asyik.. ayo menari" seru boy "bintang ayo" kata jeny sambil menarik bintang "menari lah" kata jeny, joe terdiam dia memperhatikan riki menari di depan nya dengan energik membuat nya perlahan fudo tersenyum melihat pria di depan nya, "ya ampun kakak.. dia seperti seorang idol yang sedang debut" kata jeny "Hai sweet sapa fans mu" kata lisa "oh.. hai teman teman aku sweet dan aku benar benar berkeringat habis menari dengan boy dan lihat ke arah sana kakak ku benar benar bersemangat bahkan kak fudo cuma bisa geleng-geleng" kata jeny "goyang goyang" pam menari bersama yang lain "papa" jeny menghampiri hiko yang sedang minum "ada apa? " kata hiko "menari lah dengan ku papa" kata jeny "guys dia mengajak papa untuk menari" kata lisa "tentu ayo nak" kata hiko "apa? papa mau? "gumam lisa.


" lihat ma papa menari dengan adik ipar "kata Daichi " riki ku rasa ini cukup"kata fudo "ayo aku benar benar haus" kata riki "ayo" fudo menarik riki untuk meninggal kan lantai dansa "haah" riki meneguk minuman nya "aku benar benar lelah" kata riki "ku fikir kau tidak akan merasa lelah" kata fudo "astaga ini sangat menyenangkan aku mau menari lagi" kata riki "tidak" fudo menarik tangan riki "duduk! " perintah fudo "tapi" kata riki "kau sudah menari cukup lama, duduk saja sebelum aku memotong kaki mu!!" kata fudo "baik lah" riki duduk dengan patuh "tapi rasa aku masih mau men--um" mulut riki langsung penuh dengan makanan "makan saja jangan bicara" kata fudo sementara yang lainnya sibuk menari dan bersenang-senang dengan patner masing-masing.


__ADS_2