
terlihat dari layar ponsel ada seorang gadis sedang memakai sepatu lalu pergi keluar pintu lisa mengerutkan dahinya "ini aneh.. jeny terus menerus pergi di pagi hari lalu pulang menjelang siang hari sebenarnya dia kemana? " kata lisa lalu dia langsung berdiri masuk ke dalam mobil nya "ke rumah jeny" kata lisa "siap nona" kata hisao mobil pun jalan "ada yang aneh juga gak mungkin jeny jogging selama itu, dia juga kembali kerumah tanpa membawa apa apa? dia itu pencinta makanan manis saat jogging pasti dia membeli coklat atau es krim " guman lisa.
"bibi" lisa masuk rita langsung menoleh "wa lisa.. jeny baru saja pergi beberapa menit yang lalu" kata rita "humm" lisa mengunyah kue di meja "kemana jeny pergi bi? " tanya lisa "dia bilang ingin menemui temannya setiap pagi" kata rita "teman? " lisa mengambil minuman di kulkas "iya temannya, mungkin juga jeny bosan di rumah kenapa kau tidak menemani nya? " kata rita "hum.. aku juga tidak tau kalau dia ingin menemui temannya bibi" kata lisa "kalau begitu pergilah susul dia bukan kah teman kalian sama " kata rita "oh.. ya benar juga aku pergi dulu" kata lisa.
seorang pria melihat ke arah jeruji besi yang tak jauh darinya "paman zeky paman!! haaah.. kenapa ayah juga tidak datang menolong ku" kata pria itu yang tak lain anak ke tiga Dev "griitt" ada suara dari tangga terlihat riki dan eudora datang riki melihat tubuh zeky semakin kurus "hoi.. lepaskan aku!! " kata anak Dev "panggil saja ayahmu" kata fudo sambil meletakan makanan ke piring yang kotor "kemana kakak kakak ku ? kemana mereka? " kata anak Dev "mereka sudah pulang " kata fudo dengan datar.
joni melihat Dev yang terlihat masih berduka "Dev.. ini bukan dirimu! " kata joni "diam lah! " ujar Dev dia kembali teringat melihat koper berisi jenazah anaknya yang sudah beku dan melihat anaknya mati terbakar di gudang nya "mereka menghabisi anak anakku" kata Dev ponsel Dev berbunyi "ayah.. ayah.. ayah.. tolong aku " Dev terkejut mendengar suara anaknya "ali.. ali kau di mana? " kata Dev "ayah aku di hmmp" suara anaknya hilang "halo... halo" kata Dev "ya tuan Dev" kata riki "siapa kalian sebenarnya? " tanya Dev "mereka menelpon" kata raja "anakmu ada di sini kami rawat dengan baik tapi.. ku yakin kau merindukan putra mu kan? " kata riki "apa mau mu dasar sialan!! " Dev terlihat marah "putra mu mencuri sebuah permata " kata riki "permata? " Dev menatap teman teman nya "bawa permata itu lalu kau akan menemukan putra mu" kata riki "hei.. dengar ya kau belum tau siapa aku! " kata Dev "siapapun kamu aku tidak peduli " kata riki "aku juga sudah bosan menyiksa anakmu takut nya aku gelap mata dan menghabisi putra mu " kata riki "hei.. hei.. jangan kau sentuh putraku" kata Dev "aku akan menentukan lokasi nya kita bisa bertukar di sana" kata riki sambil mematikan ponsel nya "lihat saja ayah ku akan datang kalian akan binasa! " kata ali "aku meragukan ucapan mu" kata fudo "paman zeky sabar lah bantuan akan datang" kata ali "selamat bersenang-senang" riki pergi.
john membaca sebuah dokumen "jadi kalian menolak berkerja sama? " john menatap pria di depan nya "iya tuan maaf kan kami" kata pria itu "kami bisa membayar berkali kali lipat " kata john terlihat kaki pria itu gemeteran karena dia baru mengetahui pria yang di kabar kan kejam itu ada di depan nya "perusahaan kami memilih berkerja sama dengan pihak lain maaf kan saya tuan kemarin sempat menawarkan kerja sama" kata pria itu lalu dia berdiri "tidak masalah pergii lah" kata john "terimakasih" pria itu berjalan ke arah pintu "dorr" salah satu pengawal john menembak pria itu "akkh.. " pria itu memegangi perut nya "saat nya pergi ke alam baka" kata john sambil melepaskan tembakan lagi ke arah pria itu.
dea meletakkan segelas jus ke atas nampan "ini joe" kata dea "oke" joe membawa nampan itu pergi "jus buah naga satu, alpokat satu dan apel tiga" kata bob "oke oke" kata dea yang langsung mengambil buah naga dan memotong nya.
__ADS_1
lisa masuk ke dalam restoran "aih.. lisa" kata joe "apa jeny di sini? " tanya lisa "haha dia tidak di sini apa kau lagi bercanda? " kata joe "jika dia ingin menemui temannya dia pasti ke sini atau dia pergi ke tempat lain tapi ke teman yang mana? " kata lisa dalam hati "apa kau ingin sesuatu? " tanya joe "hum.. tidak aku mau menemui seseorang aku pergi dulu" kata lisa.
"pluk" boy mengeluarkan sampo dari botol nya lalu mengusap kannya ke rambut nya "haah.. habis olahraga langsung mandi itu rasanya enak banget" kata boy "BOYY!! BOOY!! " boy langsung mematikan shower "kaya ada suara lisa" kata boy "BOOY!! BOY KAU DIMANA!! JANGAN SAMPAI AKU MENJUAL RUMAH MU! " kata lisa "OOOIII.. LISAA!! KU TENGGELAM KAN KAU NANTI!! " kata boy "oh.. aku lapar" kata lisa "makan saja!!! aku belum masak" kata boy "**** !! " lisa pergi ke dapur dan tidak ada makanan di sana "makan saja kata nya mau makan apa aku" lisa membuka kulkas "hanya sayur! " lisa membuka kulkas yang satunya terlihat banyak minuman dan coklat "hei.. jangan sentuh coklat nya! itu kulkas khusus jeny" kata boy "kau sama sekali tidak memasak? " kata lisa "belum aku cuma makan roti" kata boy "dasar gila" lisa duduk "jeny juga gak di sini" kata lisa dalam hati.
jeny masuk ke dalam rumah nya "bibi! " jeny melihat sekitar nya terlihat ada kertas kecil di atas meja "ada ramen di dalam kulkas jika ingin makan panaskan dulu, juga ada sandwich untuk mu selamat makan" jeny membuka kulkas "bibi cepat banget pulang nya" jeny mengeluarkan ramen dari kulkas lalu memanaskan nya jeny mengambil ponselnya di atas meja yang berbunyi "jeny" terdengar suara boy "ya" kata jeny "kau sudah makan? " kata boy "aku sedang makan " kata jeny "bagus lah.. aku mau ke rumah mu nih" kata boy "aku mau pergi" kata jeny "ah.. kemana? " tanya boy "menemani bibi rita" kata jeny "oh.. baik lah" kata boy.
lisa melihat ponselnya "halo" kata lisa "nona ada seorang gadis datang ke apartemen angkasa" kata nario "lalu? " kata lisa "dia mencari anda dan dia memaksa masuk dia bilang anda adalah pacarnya" kata nario "tidak salah lagi" lisa mematikan ponselnya "astaga" shin menghentikan mobilnya "ada apa? " kata lisa "ada orang menyebrang sembarangan" kata shin terlihat ada pria dengan motor besar di depan mobil lisa "maaf!! " kata pria itu kemudian dia pergi.
boy turun dari motor nya lalu melangkah ke dalam rumah makan "gini nih kalau malas masak" kata boy dia pun duduk di salah satu kursi kemudian memesan makanan.
"shhh"jeny membakar sesuatu sampai menjadi debu " uhhh" jeny menjauh "asapnya bau banget.. huf.. tahan.. tahan" kata jeny lalu dia memasukan debu itu ke dalam botol kecil lalu menyimpan nya jeny melihat ponsel nya yang terus menerus berbunyi "halo" kata jeny "astaga adiku kau membuat ku geram" kata riki "aku ketiduran kak gimana mau mendengar suara panggilan mu" kata jeny.
__ADS_1
mobil putih berhenti adsila tersenyum "lisa pasti masih mencintai ku buktinya dia mau mengajak ku makan" fikir adsila "ehh..?? " adsila melihat lisa sudah berjalan duluan dia langsung membuka pintu lalu mengikuti lisa dari belakang "aku ambil kelas b" lisa mengeluarkan kartunya pelayan mengangguk "mari kami antar" kata pelayan sesampainya di dalam sebuah ruangan mewah "pesan lah" kata lisa "oh.. oke" adsila memilih beberapa menu lisa terlihat memperhatikan ponselnya "ku yakin lisa pasti mau balikan dengan ku" kata adsila dalam hati kemudian dia berdiri lisa melirik nya "diam di situ atau pergi" kata lisa adsila menggigit bibir nya "gak papa deh.. mungkin lisa masih malu malu" fikir adsila tak lama kemudian pesanan datang "ayo makan aku pesan juga makanan kesukaan mu loh" kata adsila sambil meletakkan sepotong daging ke piring lisa "aku lagi diet" kata lisa "wah.. kau diet habis ini aku juga mau diet biar kita sama" adsila melahap makanan nya.
"haah.. panas" jeny menuruni tangga lalu ke dapur membuka kulkas "mandi aja kali ya" jeny membuka kemejanya terlihat baju dalaman nya berwarna biru "hufff" jeny meletakan kembali minuman yang baru dia minum barusan ke dalam kulkas.
adsila memperhatikan muka lisa memerah bahkan matanya tidak berpaling dari ponsel nya "lisa kau tidak makan, ini juga ada sayuran kok" kata adsila tapi lisa tidak menjawab "lisa.. lisaaa! " kata adsila "hum.. aku tidak lapar kau makan saja sepuas nya" kata lisa "lalu kau cuma menungguku" kata adsila "hm" kata lisa "aah.. kau tetap romantis seperti biasa" kata adsila setelah memakan waktu yang lumayan lama adsila pun selesai makan "restoran ini luar biasa lain kali kita ke sini lagi ya" kata adsila "ini yang terakhir" lisa memasukan ponselnya ke saku "terakhir? apa kau bercanda? " kata adsila "aku sengaja mengajak mu makan di sini sebelum kau makan makanan penjara" kata lisa "apa? penjara?? " kata adsila "lisa apa maksud mu? kau masih mencintai ku kan? apa.. apa hubungan nya dengan penjara? " kata adsila "bukan kah aku sudah memperingati mu? " kata lisa "kau setega itu pada ku? " adsila berdiri "kau masih tidak mengerti" kata lisa "aku selalu mengerti dirimu jika kita selalu bersama kita akan kembali seperti dulu" kata adsila "kau tidak mengerti perkataan ku pertama! jauhi aku!! jangan ganggu aku!! kau hanya masalalu!! kau sejarah sudah ku hapus dari hidup ku" kata lisa "apa ini karena orang lain? kau bilang mencintai ku" kata adsila "ku rasa waktu itu aku sedang kurang waras" kata lisa "lisa.. ka--" kata adsila "kau juga tau aku tidak mencintai mu lagi dan aku tau persis kau seperti apa" kata lisa "aku sama dia udah gak ada hubungan dan aku juga bisa berubah aku juga --" kata adsila "juga berbeda darinya!! sekarang dengar aku sengaja mengajakmu ke sini untuk membuatmu sadar aku tidak mencintaimu aku mencintai orang lain" kata lisa "kau mengacaukan apartemen ku, kantor ku!! kau juga merusak hidup ku!! apa kau lupa? bagaimana kau memperlakukan aku dalam hidup mu!! aku selalu mengalah dan harus pura pura tidak tau apa apa! kau memanfaatkan diriku! aku sampai bertengkar dengan papa ku demi dirimu apa kau tau!! aku sudah memanggil polisi yang akan membawamu" kata lisa "sebesar itukah cinta mu pada nya sampai kau mengabaikan ku, melupakan cinta ku dan bahkan kau memanggil polisi untuk membawaku? " mata adsila berkaca kaca "karena dia BUKAN SEPERTI MU!! DIA BERBEDA DENGAN ORANG SEPERTI MU! " kata lisa sambil berdiri "kau mengusir ku lalu kau kembali lagi padaku kau bertindak seenaknya datang dan pergi seenaknya kau melukai ku lalu datang minta maaf padaku adsila aku bukan Tuhan yang bisa memaafkan secepat itu" kata lisa "ini bukan dirimu" kata adsila "memang bukan aku dulu hanya lisa yang bodoh karena mencintai orang seperti mu sekarang aku lisa yang sebenarnya, bukan lisa yang gampang di manfaatkan, bukan lisa yang selalu mengalah, bukan lisa yang diam saja saat tersakiti!! aku lisa yang sekarang lisa yang berbeda " kata lisa "ku perjelas lagi agar kau paham aku mencintai jeny lebih dari apapun!! bukan mencintaimu" kata lisa "kau memilih dia" kata adsila "ya.. apa kurang jelas AKU-MENCINTAI-JENY!! AKU MENYAYANGI-JENY!! " kata lisa air mata adsila keluar mengalir di pipinya "dan cinta ku ini tidak bisa di hancur kan walaupun kau mengutus orang satu dunia untuk membunuhku aku tetap mencintai jeny!! dan jeny satu satunya wanita yang ku cintai setelah ibu ku!! sekarang jika kau mengganggu urusan ku atau kehidupan ku demi Tuhan aku akan langsung mengirim mu ke jalan kematian sampai kau lupa cara nya hidup seperti sekarang" kata lisa . tak jauh dari lisa terlihat boy yang diam mematung bersama Jack dan jin mereka melihat lisa dari jendela kaca yang lebar "boy" kata jin tapi boy masih belum bergerak "masuk" kata lisa masuklah dua orang polisi dengan tiga bodyguard lisa adsila tidak bisa bicara lagi kecuali menangis.
Jack melihat boy merenung "dan cintaku ini tidak bisa di hancur kan walaupun kau mengutus orang satu dunia untuk membunuh ku aku tetap me cintai jeny!! dan jeny satu satunya wanita yang ku cintai setelah ibu ku!! sekarang jika kau mengganggu urusan ku atau kehidupan ku demi Tuhan aku akan langsung mengirim mu ke jalan kematian sampai kau lupa cara nya hidup seperti sekarang" perkataan lisa terngiang di telinga boy "lisa mencintai jeny.. ini tidak boleh terjadi.. bagaimana bisa wanita mencintai wanita ini salah" fikir boy.
keesokannya..
lisa melihat boy sudah duduk di ruang tamu dengan kaos hitam dan celana panjang "wah.. Hai boy tumben sekali ada rencana kah? " kata lisa "ayo sini sarapan dulu" kata lisa "tidak! " kata boy lisa melihat wajah boy terlihat berbeda "kau kenapa? " lisa menghampiri boy "apa ada masalah yang mengganggu mu, ayo cerita pada ku ada mas--" kata lisa "masalah nya adalah kebohongan mu!! " kata boy sambil berdiri "a.. aku? kau kenapa? aku ada salah" kata lisa "aku sudah tau semuanya! berhenti lah berbohong lisa! kau dan aku adalah sahabat sejak lama kenapa kau begini" kata boy "apa? katakan saja salah ku dimana? " kata lisa "haha.. haha.. kau masih berpura-pura" boy terkekeh "boy ada apa dengan mu? " kata lisa "seharusnya aku berkata demikian" kata boy "aku tidak mengerti" kata lisa "baik.. aku akan katakan masalah nya" kata boy "kau mencintai jeny? " tanya boy "dan ruangan itu memang khusus buat jeny dan dirimu kan? " kata boy "benar dugaan ku selama ini" kata boy dengan wajah yang terlihat frustasi lisa terdiam "JAWAB LISA!! KENAPA KAU DIAM!! LALU KAU MENYEMBUNYIKAN HUBUNGAN MU DENGAN ADSILA KAU WAKTU ITU BILANG ADSILA HANYA TEMAN LAMA TERNYATA DIA PACAR MU, MANTAN PACAR MU! KENAPA KAU DIAM KAU MENYEMBUNYIKAN SEMUANYA HAH?? KATAKAN SESUATU" kata boy "IYA AKU MENCINTAI JENY" kata lisa "aku mencintai nya boy.. sangat sangat mencintai nya aku tidak tau alasan nya" kata lisa dengan mata berkaca kaca "waktu itu aku ingin memberitahu pada mu dan yang lain kau tau saat aku memberitahu yang lain tentang aku dan adsila mereka langsung menjauhiku makanya aku tidak mengatakan nya padamu aku takut kau memusuhi ku!! booy.. aku mencintai jeny" kata lisa boy terdiam "ini salah.. ini salah" kata boy "salah aku mencintai seseorang boy.. hisk.. hisk" air mata mulai mengalir boy segera membuang mukanya dia tidak tega melihat lisa menagis apalagi dia menganggap lisa adalah saudara nya sendiri "cinta seperti apa yang begini lisa? ini cinta terlarang lisa.. kau dan jeny tidak akan bersatu" kata boy "booy.. aku aku.. benar-benar mencintai nya.. karena dia aku kembali menemukan diri ku sendiri" kata lisa "jangan lakukan ini lisa.. kau harus menjauh dari jeny" kata boy "tidak boy.. jangan pisahkan kami boy.. " kata lisa "apa kau berani mengatakan ini ke hadapan yang lain bahkan ke jeny sendiri? " kata boy "aku.. aku aku.. aku akan menyatakan perasaan ku ke jeny boy.. maafkan aku" kata lisa boy terlihat menahan diri nya untuk bicara dia langsung pergi meninggalkan lisa.
__ADS_1