
matahari mulai terbit sinar nya membuat alam menjadi terang langit malam perlahan menghilang suara kicauan burung saling bersahutan, begitu pula dengan suara kendaraan di jalanan asap dan polusi langsung bertebaran di mana mana orang orang terlihat lalu lalang mengejar waktu untuk kelangsungan hidup mereka masing-masing .
di sebuah rumah besar di mana jeny dan lisa tinggal bersama , di dalam kamar terlihat lisa sedang memakai kaos kaki "uh! " jeny membuka pintu kamar mandi "masih terasa sakit? " kata lisa "masih" kata jeny sambil memegang perut nya "nih minum air jahe" kata lisa "apa rasa nya? " kata jeny "enak minum saja" kata lisa jeny duduk dan memegang gelas berisi air jahe "itu akan menghangatkan perut mu" lisa memakaikan koas kaki ke jeny "kau istirahat saja di rumah nanti aku yang bilang pada kakak" kata lisa "tidak mau" kata jeny "tapi kau sakit aku bisa merawat mu di sini" kata lisa "tidak papa nanti juga akan membaik" kata jeny "telpon aku jika tidak kuat nanti ya" kata lisa "iya" kata jeny.
lisa mengantar jeny sampai ke dalam kantor "susu nya bisa di hangat kan terlebih dahulu, kau bisa bilang ke kakak atau telpon aku jika benar benar tidak kuat jangan di paksa ok" kata lisa "iya iya aku akan menelpon mu" kata jeny "aku akan ke dokter mencari obat yang bisa kau minum nanti" kata lisa "kau kerja saja dulu nanti kau terlambat" kata jeny "kesehatan mu itu penting, oke aku berangkat ya aku mencintai mu" kata lisa "aku juga mencintai mu" kata jeny "wah wah pacar nya sangat perhatian ya sampai tidak memperhatikan tempat" kata rekan kerja nya "hehe.. dia selalu cemas" kata jeny "itu tandanya dia sangat menyayangi mu" kata mereka jeny tersenyum.
asisten lisa langsung menunjukkan ke lisa laporan keuangan mereka yang harus di periksa "usahakan semua nya cepat selesai" kata lisa "siap nona" kata asisten nya "panggil yang membuat laporan ini karena ini banyak yang salah" kata lisa.
"jeny bos meminta mu menemui nona dim dan bawa berkas laporan ini" kata seorang wanita "oke" kata jeny "eh.. aku gak boleh sendiri nanti lisa salah paham lagi " jeny melihat sekeliling nya mencari rekan kerja nya yang tidak sibuk "ayo" kata nano "kak nano? " kata jeny "boa menyuruh ku menemani mu" kata nano.
lop berjalan ke parkiran "aku akan alih kan perhatian kau rusak mobilnya" kata lop pada seorang pria "siap" kata pria itu "aku di bawah kau alihkan perhatian dari dalam" kata lop di telpon "oke" kata seorang wanita yang merupakan karyawan baru itu .
"aku butuh dua orang untuk persentasi nanti" kata lisa sambil menatap para karyawan nya "duarr!! " lisa dan yang lain terkejut "astaga" kata yang lain "apa yang kau lakukan? " kata lisa "nona lisa aku belum sarapan jadi aku mau memanasi sarapan ku di microwave aku lupa kalau ada telur di dalam nya jadi nya meledak dan kacau" kata wanita cantik itu "caper banget sih" kata beberapa orang "ya ya kau tidak papa kan? " kata lisa "tidak papa cuma masih kaget aja" kata wanita itu "tidak papa bereskan saja semua nya dan ganti baju mu di ruang ganti ada baju" kata lisa "terimakasih nona lisa" kata wanita itu.
__ADS_1
dim melihat hasil laporan di tangan nya "aduh.. ini seperti nya ada yang salah" kata dim "hah benarkah? " kata jeny dan nano "iya lihat ini nol nya kebayakan kan? nanti kalian rugi loh" kata dim "oh biar aku perbaiki" kata jeny sambil membuka tas nya "aku gak bawa laptop" kata jeny "aku bawa" kata nano "maaf ya kak dim" mata jeny "tidak masalah" kata dim "padahal aku menambahkan nol nya dengan pena ku bisa bisa nya dia gak sadar" kata dim "ini harus ulang dari awal sih" kata nano "iya aduh mereka ceroboh banget" kata jeny "bawa santai saja ini minuman untuk kalian aku tinggal bentar ya ada yang harus ku urus" kata dim "iya " kata nano.
dim tersenyum melihat layar ponsel nya "jika kau tidak mau melepaskan nya maka aku yang akan membuatmu melepaskan nya, ini tentang kita berdua lisa hanya kita berdua siapa yang akan berhasil mendapatkan jeny seutuhnya" kata dim.
hari menjelang sore namun jeny dan nano masih belum selesai "ahh" jeny memegang perut nya "sakit lagi ya bentar aku akan cari air hangat untuk mu" kata nano "iya kak" kata jeny sambil mengambil alih laptop nano "sedikit lagi" kata jeny "ini minum" kata nano "kak nano ini sisa nya biar aku saja" kata jeny "tidak masalah aku saja" kata nano "oke tinggal jumblah nya saja" kata nano "kau sangat pintar dan cekatan dalam berhitung" kata jeny "hahaha.. itu karena aku suka dengan angka" kata nano "kau suka angka? " kata jeny "iya aku suka berhitung dari dulu" kata nano "aku benci berhitung" kata jeny "nah akhirnya selesai" kata nano "aduh..sakit nya makin bertambah" kata jeny dalam hati "astaga jeny wajah mu pucat" kata nano "sudah lama tidak haid sekali nya haid sakit nya lima kali lipat dari biasanya" kata jeny "bentar ya aku cari nona dim dulu" kata nano "bagaimana? " dim sudah datang terlebih dahulu "sudah selesai" kata nano "jeny ka pucat sekali kau baik baik saja? " kata dim "hum.. iya" kata jeny "silahkan kak dim periksa kembali laporan nya" kata jeny "aku permisi bentar" jeny berdiri.
"jadi semua nya akan di ranca--" lisa mendengar ponsel nya bunyi "sebentar" kata lisa sambil menatap asisten nya "lanjut kan ini tinggal sedikit lagi" kata lisa "siap nona" kata asisten nya "halo sayang ku" ucap lisa "lisa.. " wajah lisa langsung panik mendengar suara jeny "kau baik baik saja? kau di mana? " kata lisa "aku ada di tempat kak dim dengan kak nano mengurus laporan bisa jemput aku langsung di sini agar lebih cepat" kata jeny "oke oke kau terdengar begitu kesakitan aku langsung ke sana saja" kata lisa "eh apa kau sudah selesai berkerja? " kata jeny "sudah kok tunggu aku di sana serlok ya aku akan menyusul mu tunggu aku jangan kemana mana" kata lisa "iya hati hati jangan buru buru perhatikan jalan mu" kata jeny.
jeny menatap nano yang berdiri di dekat nya "kau yakin tidak papa aku tidak akan membiarkan mu sendirian" kata nano "pulang lah kak nano lisa sudah dekat" kata jeny "aku akan menunggu" kata nano "suami mu akan berjamur di sana karena menunggu mu pergi lah aku masih kuat" kata jeny "ayolah percaya pada ku" kata jeny "baik lah telpon aku jika pacar mu belum datang" kata nano "siap" kata jeny.
lisa menyetir mobil nya dengan bright dan sao "nano lampu merah" kata sao "iya" lisa menginjak rem seketika wajah nya terlihat bingung "hei kenapa rem nya tidak berfungsi? " kata lisa "apa" kata bright "mobil nya tidak bisa di rem" kata lisa "gawat" kata sao saat melihat truk besar yang akan berlawanan dengan mereka "lindungi nona lisa!!! " kata bright tabrakan tidak dapat di hindari lagi.
"tap" jeny menoleh ketika ada seseorang yang memegang bahunya "jen" kata dim "kak dim" kata jeny "lisa belum datang" kata dim "belum kak" jeny meringis "lebih baik kau tunggu di dalam aku akan menelpon lisa" kata dim "lisa tidak bisa di hubungi" kata jeny "bentar ini aktif" kata dim sambil menunjukkan ponsel nya "bentar aku akan bicara pada lisa" kata dim "halo.. lisa kau dimana? " kata dim jeny menatap dim yang sedang bicara di dekat nya "oh.. ada meeting lagi? kenapa gak bilang jeny menunggu mu dari tadi, dia terlihat sakit bagaimana kalau aku bawa dia apartemen ku sebentar apa? bodyguard bentar" dim menatap jeny "kau membawa bodyguard? " tanya dim "aku menyuruh mereka kembali duluan untuk mengambil barang barang ku di kantor" kata jeny "lisa dia menyuruh bodyguard nya pergi duluan jadi bagaimana kalau aku bawa dia ke tempat ku, dan kau jemput dia di sana karena jeny kelihatan benar-benar kesakitan" kata dim "oke baik kalau begitu cepat datang ya" kata dim "oke oke terimakasih jangan lama lama ya" kata dim sambil menyimpan ponsel nya "jeny.. lisa menyuruh ku untuk membawa mu ke tempat ku lisa akan menjemput nya di sana" kata dim "tapi kita cuma berdua aku tidak mau ka--" kata jeny "lisa yang meminta nya dan di rumah ku ada lop dia sudah ada di sana karena mengurus berkas penting jadi kita tidak berdua" kata dim "ayo" kata dim "lisa yang meminta? " kata jeny "iya kau lihat kan aku baru bicara pada nya? " kata dim "baik lah" kata jeny.
__ADS_1
lisa di bawa kerumah sakit oleh sai dan nario "dokter dokter.. tolong tolong bos dan rekan ku" kata sai "dokter dokter tolong" kata nario.
di apartemen dim..
dim datang membawa segelas minuman untuk jeny yang duduk di sofa "minum lah air jahe ini untuk mengurangi rasa sakit nya" kata dim "hum? " jeny menatap dim "aku tau dari nano kalau kau sedang datang bulan minum lah air jahe ini aku akan membuat kan mu jus ceri dan membuat mu makanan " kata dim "kak dim apa lisa masih lama? " kata jeny "mungkin dua jam lagi" kata dim.
jeny melihat ponsel nya mengirim pesan ke lisa "jangan lama lama lisa aku tidak nyaman" kata jeny dalam hati tak lama kemudian dim datang "ini jus ceri dan wafel" kata dim "terimakasih kak dim" kata jeny "aku akan menemui lop kau tetap lah di sini sampai lisa datang" kata dim "baik" kata jeny "jangan sungkan oke" kata dim sambil pergi menjauh.
dim berhenti melangkah dia berbalik melihat jeny dari jauh jeny meminum jus nya dim langsung tersenyum "lisa tidak akan datang" kata dim.
suara orang terdengar sayup sayup di telinga lisa "uh?? " lisa langsung membuka mata nya "nona" kata sai "sai hum? dimana ini? " kata lisa "anda di rumah sakit" kata sai "astaga di mana ponsel ku" kata lisa "ini" kata sai "jam delapan? dimana jeny eh?? " lisa melihat pesan dari jeny seketika dia langsung panik "awas awas" lisa langsung melepaskan infus nya dan pergi keluar.
"maafkan aku jeny, aku terpaksa mencampur minuman mu dengan obat tidur, aku cuma kau tenang dan tidak menanyakan tentang ****** itu" kata dim sambil menatap wajah jeny "kau harus melupakan dia dan kau harus mencintai ku" kata dim "DIM!!!! DIM!!! KELUAR KAU!! " dim langsung berhenti tersenyum "dia masih hidup? " dim langsung berdiri dan melihat lisa datang "dari mana kau tau tempat ku? " kata dim "karena jeny memberitahu ku di mana lokasi nya setiap saat di mana dia berani sekali kau mengarang cerita pada nya" kata lisa "uh.. ketauan ya" kata dim "dia sudah tidur dengan tenang eh" dim menghalangi lisa yang mencoba masuk ke dalam "tunggu dulu" kata dim "kenapa jeny tidak keluar apa dia tidak tau kalau aku datang" fikir lisa "hari ini kau membuktikan pada ku dan juga pada jeny" kata dim "kalau kau tidak bisa menjaga jeny" kata dim "kau bisa lihat dia terlihat nyaman di sini dan bahkan saat kau datang dia tidak keluar" kata dim "kau apakan jeny" lisa menarik kerah dim "jangan coba coba memisahkan kami aku mampu menjaga nya dan kau tidak akan mengambil nya dari ku" lisa mendorong dim "jeny!!! jeny aku datang!! " seru lisa dim tersenyum perlahan tertawa keras lisa kebingungan di buat nya "jeny milik ku dia tidak akan menjawab mu karena dia tidak akan mendengar kan mu" kata dim lisa langsung memukul dim lalu pergi ke dalam "jeny" lisa melihat jeny tidur di sofa dengan selimut tebal "jeny.. hei jen" kata lisa "dim!! " lisa langsung menarik dim yang sudah ada di belakang nya "kau memberinya obat kan? " kata lisa "kau sudah tau kenapa bertanya karena aku bosan dia terus menyebutkl nama mu " kata dim "brengsek!! " lisa memukul dim tidak mau kalah dim juga membalas pukulan lisa "dia terus menyebut nama mu!! padahal aku ada di dekat nya " kata dim "itu karena dia tidak mencintai mu!! dia milik ku" kata lisa "NONA!! " lop lari ketika dim jatuh ke lantai lisa langsung membawa jeny pergi "sial kau lisa!!! aku akan merebut jeny dari mu!!! " seru dim.
__ADS_1