Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
jeny di sekap oleh dim


__ADS_3

"kak dia sadar" lisa membuka mata nya rasa sakit di perut nya benar benar terlihat dari wajahnya, "lisa" lisa memperhatikan sekitar nya "lisa ini kakak" lisa melihat selang infus di tangan nya "lisa" lisa melihat dua pria di depan nya "jeny" kata lisa "hei lisa.. " kata Daichi "jeny.. jeny... jeny dimana jeny di mana? " lisa terlihat panik "tenang lah dulu" kata Daichi "kak aku akan panggil dokter" kata boy "jeny... jeny... " kata lisa sambil melihat sekitar nya namun jeny tidak ada di sana "tenang lah... " Daichi memeluk adik nya "kakak.. jeny.. jeny dimana? dia sedang sakit " kata lisa "polisi sedang mencari nya" kata Daichi. tidak lama kemudian dokter datang "maaf tuan saya ingin periksa nona lisa " kata dokter "silakan" kata Daichi.

__ADS_1


bob memeluk Agnes saat Agnes baru tiba di rumah sakit bersama joe "bob.. jeny.. belum di temukan" kata Agnes "iya iya.. tenang lah kita akan menemukan jeny" kata bob "lisa tenang lah kau sedang terluka!! " terdengar suara Daichi dari dalam ruangan di mana lisa di rawat, "lisa!! " kata Daichi .pintu terbuka dengan wajah meringis lisa menatap teman teman nya, "lisa" kata Agnes "lisa kau masih terluka" kata joe "aku tau ini ulah siapa, sai bawa aku ke penjara! " kata lisa "lisa lisa hati hati ayo aku bantu" kata joe "lisa dengar kan aku dulu" kata Daichi "kakak diam lah" kata lisa "jeny dalam bahaya" kata lisa "tapi kau terluka " kata Daichi.

__ADS_1


dengan tergesa gesa jin memakai pakaian nya setelah mandi "cepat tuan hong su kita harus ke rumah sakit" kata jin "iya iya aku kan tinggal menunggu dirimu saja aku sudah siap dari tadi" kata hong su "iya iya bentar, oke ayo " kata jin "pelan saja jangan lari kau bisa jatuh" kata hong su "cepat tuan hong su lisa kata nya kena tikam orang" kata jin "dan jeny juga menghilang " kata jin sambil berjalan dengan tergesa-gesa "iya iya cepat pakai sabuk pengaman mu" kata hong su.

__ADS_1


di tempat lain

__ADS_1


di dalam sebuah kamar jeny terbaring di atas sebuah ranjang. jeny membuka matanya memperhatikan sekitarnya "lisa" kata jeny sambil menyingkirkan selimut dari tubuh nya ,dua wanita datang dengan membawa makanan dan juga pakaian "selamat pagi nona jeny" kata mereka "hah? hei" jeny menarik salah satu wanita itu "siapa kalian" kata jeny "dimana lisa? " kata jeny "nona tidak ada yang namanya lisa di sini" kata wanita itu "kau bilang apa" jeny mencekik salah satu wanita itu "jeny" jeny menoleh. terlihat dim datang dengan memakai kemeja merah maron "kak dim" jeny langsung menahan wanita itu dan mengambil garpu yang ada di dekat nya "tenang lah" kata dim "akan ku bunuh wanita ini jika kau mendekati ku" kata jeny. dim tersenyum sambil berjalan mendekati jeny "kak dim aku serius" kata jeny "dia pelayan ku" kata dim sambil menarik wanita yang di tahan jeny "pergi kalian" kata dim "dimana lisa ku? " tanya jeny "kau mau aku jujur atau tidak? " kata dim sambil menatap jeny "jangan dekat dekat" kata jeny ,dim mengangkat kedua tangan nya seakan akan dia menyerah "dimana lisa? apa yang kau lakukan pada lisa? " kata jeny "dia sudah tidak ada" kata dim. seketika air mata jeny menetes "kau.. " jeny mendorong dim "hei" dim menarik jeny "aku akan membunuh mu jika kau menyentuh ku" jeny menendang dim lalu berlari keluar pintu "jeny" dim mengejar nya "lepas kan aku!! " jeny ditangkap anak buah dim "jeny tenang lah" kata dim "lepas kan dia" kata dim sambil menarik jeny "kau menculik ku? " kata jeny sambil memukul dim "lalu apa yang kau lakukan dengan lisa ku" kata jeny "membuat nya tidur selama nya" kata dim dengan enteng, jeny langsung berlari dan bersiap pergi namun, dim langsung menahan nya. "lepaskan aku kak dim!! " kata jeny "jeny" kata dim sambil terus menahan jeny yang memberontak "brukk" jeny jatuh di lantai "maaf" kata dim "jangan sentuh aku" kata jeny ,tiba tiba mata nya terfokus ke pemandangan di luar jendela gedung gedung besar yang indah dan jalanan yang ramai. jeny berdiri membuka jendela memperhatikan semua nya ,air mata nya terus menetes tanpa henti "kalau pun kau lari kau mau lari kemana? ini bukan Indonesia" dim tersenyum .jeny langsung menatap dim dengan tatapan syok , jeny duduk di lantai dengan air mata yang mengalir "jangan menangis" dim mendekati jeny "aku akan menjaga mu, merawat mu, dan juga mencintai mu" kata dim "plak" dim memejamkan mata nya.pipinya terasa panas, dim langsung memegang tangan jeny "ayo sarapan" kata dim "tidak mau.. lepas kan aku kak dim " kata jeny namun dim tidak perduli dia mengangkat tubuh jeny dan membawa ke kamar "lepaskan aku.. " kata jeny "diam!!" bentak dim "kau membunuh lisa" kata jeny sambil mundur beberapa langkah dari dim "tidak, tapi orang lain yang membunuh nya" kata dim "dan itu orang suruhan mu" kata jeny "ya" ucap dim dengan singkat "oh." jeny menutup wajah nya fikiran menjadi kacau, perasaan nya tidak menentu "ayo makan" kata dim "tidak mau" kata jeny "aku harus pergi" kata jeny "tidak akan ku biarkan" dim mengunci pintu saat jeny berusaha kabur "kak dim ku mohon" kata jeny "kau akan terbiasa dengan semuanya nanti" kata dim "semudah itu kau mengatakan nya" kata jeny sambil berusaha merebut kunci yang di pegang dim "greb" jeny terdiam saat dim memeluk nya dengan erat "diam diam.. diam!!" kata dim sambil menatap mata jeny yang berair "aku gak bisa melihat mu menangis" kata dim "kau psikopat" kata jeny "aku begini karena aku mencintaimu" kata dim "lepasin aku kak dim" pinta jeny "jika kau tidak bisa diam aku akan terus memeluk mu" kata dim, jeny mengusap air mata nya "bisa diam dan tenang? " tanya dim. jeny mengangguk pelan ,dim langsung melepaskan jeny "nona kita ada jadwal bertemu client" terdengar suara lop dari luar "segera sarapan aku akan kembali nanti" kata dim sambil berjalan ke arah pintu "aku harus lari" kata jeny dia menatap dim membuka pintu, dim menatap jeny dengan dingin "jangan pernah berfikir kau bisa lari dari sini " kata dim .jeny langsung lari ketika pintu yang terbuka, namun dim ternyata bergerak sangat cepat menutup pintu "KAK DIM!! KAK DIM BUKA!!! KAK DIM!!! TOLONG!!! TOLONG BUKA KAN PINTU!! " seru jeny "lisa... lisa.. benarkah yang di katakan kak dim itu? " kata jeny dengan lirih "kak lop!! kak lop bukain pintunya" kata jeny "siapa pun tolong aku!! " kata jeny sampai akhir nya jeny duduk di lantai bersandar di pintu dengan wajah pasrah,sekuat apapun dia berteriak tidak akan ada yang mendengar kan nya! semua ada di bawah kendali dim. fikiran jeny langsung tertuju pada lisa, bagaimana dengan lisa? "Tuhan.. jangan ambil lisa dari ku, lisa harus datang menolong ku, lisa... tolong aku".

__ADS_1


__ADS_2