
suara langkah sepatu terdengar dari arah pintu jeny langsung menoleh beberapa orang langsung membungkuk memberi hormat saat john masuk "jeny bersiaplah akan ada rapat pertemuan" kata john "oke siap" kata jeny "kali ini berkerja dengan benar" kata john jeny menerima dokumen dari zach "jangan sampai terlambat" kata zach "hum" jeny menganggukkan kepala nya lalu membuka dokumen yang ada di tangan nya "bunuh dia jika dia mencoba menyerang bos " jeny menelan liur nya "bunuh??? ".
" makan yang banyak"kata Daichi "tumben kau mau menyuapi ku? " kata lisa "hari ini aku lagi ingin jadi malaikat yang baik hati ayo cepat makan" kata Daichi "kak menurut mu cinta ku ini akan berhasil tidak? " kata lisa "kau bicara apa? ayo buka mulut mu" kata Daichi "aku benaran bertanya humm" mulut lisa penuh dengan buah anggur "dengar baik baik anak bolot jika kau mau cinta mu berhasil yang berjuang lah tapi lebih bagus keduanya harus sama sama berjuang".
__ADS_1
jeny berjalan di belakang john memasuki sebuah ruangan terlihat ada seorang wanita dengan pakaian yang terlihat elegan dan rambut nya berwarna pirang " ****** pirang"kata john dalam hati "bukan hanya kerja sama aku akan benar benar membayar mu mahal jika kau berhasil membunuh nya langsung haha tapi ku yakin kau tidak mampu terus lah desak dia untuk berkerja sama setelah itu manfaatkan dia " john teringat ucapan paman nya dengan di pirang yang tak sengaja dia dengar waktu di rumah keluarga nya "halo tuan john Hayashi" kata wanita itu "ada apa wanita pirang? " kata john "seperti biasa aku ingin mengajukan kembali pada mu seperti waktu itu, perusahaan ku butuh orang seperti mu bagaimana kalau kita kerja sama? " tanya wanita yang di panggil pirang oleh John "wanita itu? " jeny melihat pistol di betis wanita itu saat wanita itu menggerakkan sedikit kakinya "perusahaan macam apa ini? " fikir jeny.
fudo menekan tombol di laptop nya
__ADS_1
"perusahaan mu juga gak kalah hebat seperti mu"
"dengar tuan john kau terlihat seperti punya dendam pribadi pada perusahaan ku"
__ADS_1
terdengar suara dari laptop nya "semoga baik baik saja" fudo melacak keberadaan jeny "pam kemari! " perintah fudo "apa? " pam duduk di dekat fudo "pakai headset ini aku harus pergi tetap dengar kan itu" fudo pergi "hei izin dulu" kata pam.
suasana yang semula tenang menjadi kacau jeny berdiri di samping john "sudah ku duga" kata john sambil menatap si pirang menodongkan senjata bersama dengan dua orang di samping nya jeny menatap john "bunuh dua orang itu aku akan menghadapi si pirang" kata john "bunuh?? " kata jeny dalam hati "apa dia asisten mu? sungguh tidak berguna" kata sipirang sambil maju "tidak akan ku biarkan" jeny menarik john me belakang tubuhnya "zruut" zach dan fong menarik dua orang anak buah pirang keluar dari jendela "kau berani melawan ku? " kata si pirang "aku tidak takut pada wanita tua" kata jeny "tua?? kau bilang aku tua" pirang maju dengan cepat sambil siap melepaskan tembakan jeny menyambar laptop di dekat nya lalu melemparkan nya ke arah si pirang di saat si pirang melepaskan tembakan jeny maju john hanya tersenyum "sangat berguna kan? " kata john jeny di pukul dengan keras "berani lawan aku!! " pirang memukul jeny lagi "haa" jeny menendang nya sampai wanita pirang itu terjatuh dia menatap pistol di dekat nya jeny langsung berlari ke arah pistol itu juga "huh" pirang menarik pistol itu jeny mencegah nya sampai terjadi lah tarik menarik sambil memukul jeny mengangkat tangan nya tinggi tinggi lalu menghantam kannya ke dada si pirang bersamaan dengan "Dorr" Darah muncrat tangan si pirang menekan pelatuk tanpa di sadari pistol itu mengarah ke perutnya sendiri jeny langsung berdiri "plok plok plok plok plok" john bertepuk tangan menatap si pirang yang sedang meregang nyawa "bagaimana dengan asisten baru ku? dia berbeda kan dengan asisten yang kau habisi dulu. oh jangan bicara kau pasti bertanya bagaimana kau tau? karena aku melihat bukti bukti kau membunuh semua anggota ku dan juga berkerja sama dengan pria licik itu" kata john sambil mengambil laptop di lantai lalu menghantam nya ke wajah si pirang sampai hancur dan nyawa wanita itu tidak tertolong dia langsung menatap jeny "aku" kata jeny "kerja bagus asisten lain kali lakukan lebih baik" kata john tak lama kemudian bodyguard nya datang "kemasi mayat nya kirim ke pria licik itu agar dia paham resiko nya bermain dengan ku" kata john.
__ADS_1