Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
semangat hidup yang hilang


__ADS_3

dua pria datang membawa makanan di pagi hari, mereka menatap gadis yang duduk di sudut ruangan "nona kenapa tidak makan? " tanya mereka .namun gadis itu tidak bergerak dan menjawab sedikit pun "nona ayo makan" kata mereka ,terlihat gadis itu sama sekali tidak merespon sedikit pun "kita beri tau nona dim saja ayo" mereka pun pergi.


air mata menetes di pipi gadis itu yang tidak lain adalah jeny "lisa sudah tidak ada" perkataan dim terus menggema di dalam dirinya "aku tidak bisa melindungi mu, maaf lisa.. maaf tidak bisa menolong mu. kakak.. tolong aku" tangis jeny.


"kenapa! kenapa !!kenapa!?? kalian tau aku sedang terburu buru" kata lisa di bandara "maaf nona pesawat menuju Thailand mengalami masalah teknis ,karena nya penerbangan harus di tunda beberapa jam" lisa meremas rambut nya "lisa lisa" joe dan boy menarik lisa yang hendak memukul pria di depan nya "sai hubungi seorang pilot kita akan baik helikopter kakak ke thailand" kata lisa "jeny aku akan datang" kata lisa.


dim menatap dua penjaga di depan kamar jeny "sudah di antar makanan? " kata dim "sudah nona namun nona jeny tidak menyentuh nya sama sekali" kata mereka "buka pintu nya" kata dim.


"aku akan melamar mu di depan kakak"


"jen.. jangan makan coklat lagi"


"aku menyayangi mu"


"di kehidupan selanjutnya aku mau menjadi naruto"

__ADS_1


"pelan pelan nanti kau jatuh"


"bangun sayang"


"kau pilih aku atau naruto? "


"ini ramen mu"


"selamat hari jadi "


jeny memegang kepala nya "lisa.. bagaimana aku bisa melalui semua nya tanpa mu" kata jeny dalam hati "lisa bawa aku sekalian jika kau pergi kenapa kau begitu saja tanpa ku siapa yang akan menolong ku " jeny terlihat putus asa,pintu terbuka dim menatap jeny yang duduk di sudut ruangan "kami mencoba membawanya naik ke atas ranjang nona tapi dia tidak mau" kata pelayan "biar, aku akan mengurus nya pergilah" kata dim.


"kenapa kau tidak makan? " dim memperhatikan jeny dengan sangat detail "jeny hum.. di situ dingin kau harus naik ke atas ranjang" kata dim sambil mendekati jeny "ayo" kata dim "tidak" jeny menyingkirkan tangan nya ke belakang "jeny" kata dim. Karena jeny tidak menjawab , dim langsung mengangkat tubuh jeny dan membawa dengan paksa "tidak.. kak dim.. lepas.. lepas kan aku!! " dim meletakkan jeny ke atas ranjang "tenang jeny.. jeny.. hei.. jeny!!! " jeny diam dan tetap menunduk "jangan menangis " dim mengusap air mata jeny "sekarang kau makan ya" kata dim sambil mengambil piring berisi makanan "kau mau makan sendiri atau aku bantu" kata dim "tidak mau!! " jeny melempar piring itu, dim dengan wajah datar mengambil ponsel nya "siapkan makanan lagi dan juga minum nya " kata dim, jeny menatap serpihan piring yang pecah di lantai dia langsung berdiri dan memungut nya "jeny" kata dim "aku akan membunuh mu" kata jeny "tenang lah" kata dim "jangan mendekat" jeny menempel kan serpihan kaca itu ke leher nya "itu tajam letakan" perintah dim "jangan mendekat!! aku sungguh-sungguh akan membunuh diri ku di depan mu" jeny seperti nya ingin menghabisi dirinya sendiri "oke oke" kata dim sambil mengangkat kedua tangan nya "berdiri lah" kata jeny "oke" dim berdiri "berikan ponsel mu" kata jeny "nih" dim patuh "kode nya" kata jeny "nama mu dengan nama ku" kata dim. jeny menatap layar ponsel dim "nona wanita itu sudah ku bunuh sesuai permintaan mu dia sudah tewas dan dia ada di kamar jangan lupa bayaran nya, wanita atas nama lisa itu sudah tiada sekarang" air mata jeny jatuh "kenapa nomor lisa tidak ada di sini" kata jeny "ahh" jeny melihat tangan nya berdarah "tap"dim langsung menarik jeny mengambil serpihan tajam itu " aih"jeny melawan "kau mau menghubungi lisa kan? ayolah jen, lisa sudah mati" kata dim "kau psikopat" jeny mendorong dim dan berlari ke arah pintu . dim menatap jeny dengan datar "kenapa tidak bisa di buka aku harus melihat lisa" kata jeny "buka pintu nya!! buka!!! " kata jeny sambil memukul pintu dengan keras "aku tau kau akan melawan untuk beberapa saat" kata dim sambil menarik tangan jeny "lepas kak dim!!" bentak jeny "sraakk" jeny melihat ke atas langit langit ruangan itu berubah dan terlihat beberapa rantai berukuran sedang bergelantungan di atas "crek"jeny menoleh ke lengan nya " aku terpaksa melakukan ini sampai kau terbiasa tinggal di sini"kata dim, lalu dia mengambil jubah mandi di lemari "sekarang ayo mandi" kata dim "kak dim.. kau bisa ambil segala nya dari ku apapun itu tolong lepas kan aku" kata jeny "ayo" dim menarik jeny "tidak.. seseorang tolong aku!! " seru jeny, dim membawa jeny dengan paksa ke kamar mandi "aku mengatakan pada mu kalau aku akan merawat mu" kata dim "kak dim.. bentar jangan lakukan ini! aku ,aku tidak akan melawan lagi sungguh" jeny ketakutan. dim menyalahkan keran "tidak tidak" jeny menahan tangan dim "kau tidak boleh melakukan ini pada ku" kata jeny sambil menahan tangan dim yang hendak memandikan nya "biarkan aku merawat mu dengan baik" kata dim "apa lisa pernah memandikan mu? " tanya dim sambil menarik rantai di dekat nya membuat tangan jeny tertarik ke atas "ya" jeny mengangguk "tapi kak dim jangan lakukan ini pada ku.. aku aku bisa sendiri" kata jeny sambil memohon "aku aku akan patuh" kata jeny "sekarang aku kekasih mu" kata dim sambil mengambil gunting "tidak tidak kak dim" kata jeny sambil menangis , dim mulai memotong pakaian nya "dengar aku cuma memandikan mu jadi diam lah" kata dim "tidak kak dim" jeny memohon "kau tidak boleh melakukan ini pada ku" kata jeny. seketika suara tangisan jeny memenuhi ruangan itu.


sesampainya di Thailand, lisa langsung menghubungi semua rekan nya untuk membantu nya mencari jeny "ayo boy" kata lisa "ayo" kata boy mereka masuk ke dalam sebuah rumah "maaf anda siapa? " tanya seorang wanita setengah baya "ini rumah dim? " lisa menunjukkan foto dim "benar tapi sudah hampir beberapa bulan nona tidak pernah kembali ke rumah, dia bilang ada urusan di Indonesia" kata wanita itu "biar aku periksa rumah nya" kata boy "jangan anda tidak boleh melakukan nya tanpa izin" kata wanita itu "hei dengar ibu, bos mu menculik istri ku jadi aku harus kedalam untuk memastikan semua perkataan mu tidak bohong" lisa masuk ke dalam rumah besar itu. boy terkejut saat masuk ke dalam sebuah ruangan di dalam ruangan itu penuh dengan foto jeny semasa liburan di thailand "LISA!!! " seru boy.

__ADS_1


mata jeny terlihat mulai bengkak karena menangis tanpa henti, dim duduk di dekat jeny "lisa kau datang di saat aku tidak memiliki keinginan untuk hidup kembali , aku benar-benar kehilangan hidup ku .namun kau datang memberi ku cahaya untuk bangkit dan terus menjalani hidup meskipun telah kehilangan segalanya. namun kau pergi menghilang, apa kau melihat ku dari atas sana kau cahaya ku lisa namun sekarang aku kehilangan cahaya itu, aku kehilangan kehidupan ku tanpa mu. aku kehilangan kehidupan ku seperti sebelum nya aku kehilangan keluarga ku dan sekarang harus kehilangan mu , aku harus apa? aku tidak tau lagi? aku kehilangan semuanya kak dim menahan ku. seandainya kau masih hidup ku yakin kau pasti menolong ku kau tidak akan membiarkan kak dim memandikan ku, menarik ku, kau lihat aku seperti binatang peliharaan di sini, aku memiliki rantai di lengan ku, di kaki ku dan bahkan di leher ku juga ada rantai kecil. lisa maafkan aku aku tidak bisa menolong mu, tidak bisa menyelamatkan mu, bahkan aku juga tidak bisa melawan kak dim, lisa.. aku mau dengan mu aku mau di dekat mu dan bersama mu" kata jeny dalam hati "sekarang ayo makan" kata dim "kau mau aku --" kata dim "aku akan lakukan sendiri" kata jeny dim mengangguk "kalau begitu lakukan sekarang aku mau melihat mu makan" kata dim jeny menatap makanan di piring "ayo" kata dim ,jeny langsung mengambil sendok dan mulai makan sambil sesekali mengusap air mata nya "jangan takut.. aku akan melepaskan semua ketika kau mengerti apa mau ku" kata dim "di kulkas itu ada camilan kau bisa memakan nya" kata dim.


fudo memperhatikan riki yang sedang mondar mandir dengan ponsel di tangan nya "riki" kata fudo "fudo.. aku aku jadi tidak tenang jeny sama sekali tidak mengangkat panggilan ku dan kita juga gak bisa pergi sekarang karena cuaca sedang buruk aku takut jeny menunggu kita dan marah " kata riki "tenang lah" kata fudo sambil mengeluarkan ponsel nya "aku akan menelpon nya" kata fudo "tapi fudo dia benar benar tidak bisa di hubungi dari semalam" kata riki "aku telpon lisa" kata fudo "iya tolong telpon siapa saja yang ada di dekat jeny" kata riki.


sambil tersenyum dim mengusap rambut jeny "istirahat aku akan kembali" kata dim sambil berdiri dan berjalan pergi ke luar dari ruangan itu.


jeny diam mematung dengan air mata yang masih menetes .


malam harinya..


jin menyerahkan tisu yang dia bawa ke lisa "tenang lah" kata Daichi "aku sudah mencarinya di thailand dim tidak ada di sana, lalu kemana dia membawa jeny " kata lisa sambil menatap langit air mata nya menetes


"jen.. "


"lisa... " jeny menatap bulan dari jendela "aku merindukan mu" kata jeny "kau ada di mana jen" kata lisa "lisa aku di sini" kata jeny "aku mencari mu jen" ucap lisa. kedua nya sama sama menatap ke arah bulan purnama yang bersinar terang di langit malam "aku tidak memiliki cahaya untuk hidup lagi, kau meninggal kan ku bukankah kau bilang kita akan bersama" kata jeny "aku akan mencari mu dan kita akan bersama selamanya" kata lisa.

__ADS_1


__ADS_2