
Lisa berjalan perlahan dan mendekati seseorang yang sedang tidur pulas di kursi dekat dinding lisa menyelimuti orang itu dengan jaket bulu nya. "dia masih tidur ya"kata boy "ya dan ku rasa dia tidak tidur semalam"kata lisa sambil kembali ke tempat semula, "kau makan lah sarapan mu aku akan pergi sebentar ada yang harus aku urus"kata lisa "apa ayahmu meminta mu pulang?"tanya boy "bukan aku hanya ada bisnis sedikit"lisa berdiri lalu pergi.
"apa saja kerjamu"tanya seorang pria dewasa kepada john "kau selalu saja gagal"kata pria itu "beri aku satu kesempatan ayah , aku juga tidak akan gagal jika tidak ada orang yang mencampuri urusanku"kata john "apa gunanya orang orang mu itu?"kata pria itu lalu pergi melewati john.
__ADS_1
boy menatap jeny yang belum bangun "sepertinya lisa benar jeny pasti tadi malam tidak tidur"kata boy, "huaaam"jeny membuka mata ia melihat jaket bulu yang tebal sudah ada di tubuh nya lalu ia duduk dan menatap sekilas ke boy "pagi Jen"kata boy "siapa kau berani menyapa ku"kata jeny dengan ketus boy menarik nafas panjang dia sudah menduga kalau jeny masih marah pada nya. "kau mau sarapan?"kata boy sambil melihat jeny melangkah mendekati nya "plak"boy mendapat tamparan dari jeny "aw jen kenapa kau memukul ku?"kata boy "cuma ngetest kau masih hidup atau sudah mati"kata jeny sambil pergi keluar "test? Hei jen bilang saja kau marah pada ku dan ingin menghajar ku!!!!"seru boy tak lama kemudian jeny kembali lagi dengan satu burger dan buah anggur jeny meletakan buah anggur ke atas ranjang boy lalu pergi duduk ke tempat nya tadi dan memakan burger nya "sungguh jen kau seperti ada Dendam pada ku"kata boy "tidak mau buang saja "kata jeny "astaga baik baik terimakasih"kata boy .
riki melompat dari gedung satu ke gedung lainnya bersama beberapa orang "sebelah sana"kata rizi sambil menembak kan sesuatu lalu Terjun menembus kaca dan menahan satu orang dengan tangan nya , setelah situasi terkondisikan riki mengambil kursi Lalu duduk di depan pria Yang di ikat nya di kursi "heii pak tua masih kenal dengan Ku?"ucap riki sambil mengeluarkan selembar foto dari tas nya . "lihat ini !! Lihat sekarang, kau lihat juga pria di depan mu"kata riki dengan marah ,pria itu tersenyum "aku sudah menduga kalau kau akan datang untuk membalaskan dendam"kata pria itu.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian..
jeny meneguk minuman nya sambil memperhatikan boy "boy seseorang memanggil mu di atas sama bawa cocktail lima ya"kata jin "siap laksanakan"kata boy dengan semangat "boy akan naik"kata jeny "siap kami sudah mendengar nya nona kami akan mengawasinya"kata seseorang di sebrang telpon boy pun mulai naik tangga satu persatu "aku harus melihat nya juga"kata jeny setelah agak lama boy tak kunjung turun jeny pun menyusul ke atas dia berjalan perlahan "kenapa anda naik"seorang pria menghampirinya "di mana dia?"tanya jeny "ada di dalam sini nona tapi nona tenang saja teman nona di jamin aman"kata pria itu "tetap lah sembunyi"kata jeny sambil menatap salah satu pintu "ini sudah lama tapi dia tidak kunjung keluar"fikir jeny sambil perlahan lahan ingin membuka pintu "astaga tuhan ku!"seru boy kaget saat membuka pintu dia melihat jeny "ada apa"boy menutup pintu lalu menarik tangan jeny menjauh dari sana "kenapa kau lama sekali!!"kata jeny "tumben sekali kau begini? Ada apa dengan mu"kata boy sambil menatap wanita mungil di depan nya jeny memperhatikan boy sepertinya tidak ada luka "ah lupakan"kata jeny lalu pergi "eh tunggu dulu, jeny barusan begitu humm hah tandanya jeny tidak marah lagi"fikir boy sambil turun juga dia melihat jeny duduk di tempat biasa sambil minum whiskey "terus awasi boy di mana pun kalian dengar kan"kata jeny "siap dengar nona kami akan mengkawal teman anda kemana pun pergi"kata pria tadi dengan yakin jeny tersenyum puas mendengarnya.
__ADS_1